Kiran, gadis cantik yang selalu setia menemani kekasihnya dalam suka mau pun duka. Ia mampu berdiri di belakang kekasihnya yang bernama Devgan, seorang pria yang berprofesi sebagai pengamen. Karena Kiran ia mampu membuktikan kepada semua orang bahwa dirinya layak menjadi pendamping sang pujaan hati.
Suatu ketika, Devgan yang kerap dipanggil Dev itu berhasil menjadi orang terkenal dengan lagu-lagu yang diciptakannya, menjadi seorang penyanyi adalah impiannya sejak kecil. Tapi, disaat ia berhasil, pertahanan kesetiaannya mulai goyah karena ada seorang gadis yang selalu mengisi kesibukannya di dalam dunia hiburannya. Tanpa ia sadari bahwa itu hanyalah godaan dalam kariernya yang tengah melejit.
Lalu, mampukah Kiran mempertahankan kekasihnya itu? Atau malah pergi karena tak ingin menghancurkan nama baik kekasihnya yang tengah naik daun dengan kenyataan bahwa dirinya tengah mengandung benih yang dititipkan oleh kekasihnya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon febyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Pengumuman malam ini menggemparkan sejagat raya, kabar tentang Dev meluas sampai terdengar oleh calon mertuanya. Lelaki itu tak bersuara, dia hanya ingin bukti, bukan janji. Sedangkan ibunya Kiran bersorak sorai menyaksikan anaknya yang tampil di layar kaca.
Sebuah pengakuan itu membuktikan bahwa Dev serius ingin menjalin cinta dan rumah tangga bersama anaknya. Bibirnya bungkam saat melihat Mohan ada di belakangnya. Tapi lelaki itu segera pergi dari ruang TV, dan Gauri kembali menyaksikan tayangan itu bersama asisten di rumahnya.
"Nyonya, itu benar Non Kiran 'kan? Saya hampir tidak percaya, udah lama tidak bertemu dan sebentar lagi akan menikah," tutur pembantu di rumah itu.
"Dia sempat kemari, Bi. Tapi suami saya tidak suka dan Kiran kembali pergi meninggalkanku," lirih Gauri yang bersedih. Ibu mana yang tidak sedih saat berpisah dengan anak gadisnya? Tapi dia juga tidak bisa menentang suaminya yang begitu angkuh. "Semoga kebahagiaan selalu menyertainya, Bi," sambung Gauri.
"Iya, Nyonya. Saya ikut sedih, semoga keluarga kecilnya bahagia," sahut asisten itu.
***
Kiran tidak akan melupakan malam ini, yang di mana Dev melamarnya di atas panggung dan disaksikan ribuan pasang mata. Sayang, putra kecilnya tidak ikut hadir.
Dev berhasil menyematkan cincin di jari kekasihnya yang sebentar lagi akan menjadi istrinya. Tidak peduli dengan restu dari orang tua Kiran, yang jelas dia akan menikahi secepatnya.
"Mana jagoan," tanya Dev berbisik.
Pasalnya, mereka masih berada di atas panggung. Dan malam itu akan menjadi penutupan acara, Dev inginnya putranya itu hadir dan berbicara mengenai orang tua Kiran yang masih belum memberikan restu, semoga dengan Krish yang mengatakannya calon mertuanya itu akan terharu, ada anak kecil yang menginginkan mereka bersatu. Tapi harapan itu sirna karena Krish tak kunjung muncul.
"Krish tidak bisa datang, tutup saja acara ini. Aku tidak bisa lama-lama ada di atas panggung." Kiran yang tak biasa disaksikan ribuan pasang mata jadi salah tingkah, dia demam panggung.
"Sunil membawa Krish kemana? Apa dia sengaja agar tidak menganggu acara kita, hem?" bisik Dev.
Pembawa acara terus berbicara seakan mengajak pemirsa di rumah berbincang, sementara Dev dan Kiran saling berbisik. Entah apa yang mereka bicarakan, akhirnya, pembawa acara yang mengambil alih acara itu. Dev dan Kiran pun pamit undur diri. Dari panggung, mereka mulai menghilang karena asap tebal itu dibuat sengaja untuk membawa Dev dan Kiran kembali ke belakang panggung.
Dan acara itu selesai, diganti dengan acara lain.
***
"Paman Sunil, aku tidak apa-apa. Aku anak pintar, kata Mommy kalau jagoan terluka tidak boleh cengeng, aku pintar kan, Paman?" oceh Krish saat luka di bagian lutut dibersihkan.
Sunil tersenyum, padahal dia tahu kalau Krish tengah menahan sakit. Bisa dilihat dari raut wajahnya yang masam, bocah itu pasti menahan sakit, makanya terus mengoceh, pikir Sunil.
"Anak hebat, daddy pasti bangga denganmu, Krish. Jadilah anak yang pintar juga hebat, buat orang tuamu bangga padamu," tukas Sunil.
Krish mengacungkan ibu jarinya seraya berkata oke. Tentu dia akan membuat orang tuanya bangga, dia juga akan membuktikan pada teman-temannya bahwa dia tak lagi sendiri, dia punya ayah bahkan ayahnya lebih hebat dari orang tua teman-temannya.
"Sudah selesai, anak pintar," ucap perawat yang membersihkan luka Krish. Perawat itu nampak gemas pada Krish, sampai-sampai mencubit pipi gembul nya.
"Sakit, suster," keluh Krish.
"Abisnya kamu lucu," ucap suster dengan gemas.
"Suster juga cantik, mau tidak jadi pacarku," kata Krish.
Sunil langsung membekap mulut anak itu, dan perawat itu tersenyum. Sepertinya perawat itu tidak mengenal siapa Sunil, bahkan dengan Krish. Yang perawat itu pikir bahwa mereka ayah dan anak. Padahal, perbincangan mereka tadi cukup jelas, hanya saja perawat itu nampak fokus sehingga tidak mendengar percakapan mereka.
"Tuan, lain kali anaknya dijaga ya? Jangan sampai ini terulang, untung segera dibawa kemari jadi tidak akan infeksi. Meski itu hanya baret tapi tetap saja jika tidak dibersihkan akan fatal," jelas suster.
"Oh iya, Terima kasih, Suster," sahut Sunil. Sunil sendiri tidak jemu melihat perawat itu, anak kecil saja tahu yang mana yang cantik, masa iya dia tidak menyadarinya.
"Ayo kita pulang sekarang," ajak Sunil.
Tapi jantungnya dibuat degdegan karena keadaan Krish yang lututnya dibalut perban, dia harus siap menerima kemarahan Dev.
____
**Rekomendasi hari ini ya, jangan lupa mampir 🥰🥰
Maaf ya upnya telat, lagi kurang sehat, mohon doanya 🙏🙏 Maaf juga kalau banyak typo dan alur yang kurang menarik**.
kiran anak orang kaya, hidup miskin dan jadi pelayan.
Kriss anak orang terkenal, cucu orang kaya. tapi mau makan sepotong daging saja tak tersampaikan.
Thoor pertemukan Dev dengan Kiran.
kebahagiaan mereka di ujung jari mu thoor.
semangat terus dan sukses bikin aku mewek trus mbak Febyanti