seorang jenius nomor satu bumi harus meninggal karena konspirasi politik berbagai negara,awalnya dia berfikir jika hidupnya akan berakhir tapi...
"apa aku adalah naruto,tunggu siapa itu naruto??"
madara:sial, anak ini agak kuat!
madara melihat naruto menghentikan bola batunya dengan linglung..
Hiruzen: Naruto, aku bisa memberimu penjelasan, ini semua demi konoha!!
Naruto:omong kosong,mulai sekarang,aku Naruto uzumaki,akan mengendalikan dunia!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shieg eit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. 1000 Kunai.
"Naruto-kun, apa yang kamu baca?"
Di apartemen, Ino berjalan ke sisi Naruto, melihatnya memegang kertas yang keluar dari mesin printer, gadis itu tidak bisa menahan rasa penasarannya.
"Ini adalah daftar penduduk desa yang bersikap netral atau biasa saja kepadaku."
"Totalnya ada 10.000 orang, sekitar 12%."
mendengar pertanyaan Ino, Naruto menoleh lalu menjawab dengan santai.
Jawaban itu sangat tidak terduga, setetes keringat mengalir di dahi Ino.
"Itu.. Naruto-kun, untuk apa kamu mencatat orang orang ini?"
Ino bertanya dengan jantung berdetak kencang, memikirkan perlakuan penduduk desa yang buruk, sebuah pemikiran tiba tiba terlintas di benak Ino.
jangan jangan...apakah Naruto ingin membalas dendam, dan orang yang di catat itu adalah orang yang akan di lepaskan Naruto?
"Jangan terlalu banyak berfikir, meskipun aku ingin balas dendam, tapi aku tidak akan melenyapkan mereka."
dengan kekuatan mental serta kemampuan sensorik Naruto saat ini, Naruto langsung mengetahui apa yang sedang pikirkan.
Meskipun dia tidak menyukai penduduk desa Konoha, tapi dia hanya jiwa baru di dunia ini, kebenciannya tidak terlalu ekstrim hingga harus membantai semua yang menyinggungnya.
cukup Hiruzen, Danzo, Obito, dan orang orang yang membuat hidupnya seperti ini saja yang menerima pukulan tangan dirinya secara langsung.
penduduk desa? Ada banyak cara untuk membuat rakyat biasa menderita tanpa membunuh atau memukul mereka!
Kita lihat saja, apa yang akan Naruto lakukan pada 88 persen penduduk desa yang memiliki kebencian terhadap dirinya.
"Huft~ kamu membuatku panik."
Ino menghapus keringat di dahinya lalu menghela nafas lega.
"Sayang, mesin di bawah sepertinya sudah berhenti beroperasi."
beberapa saat yang lalu, Ino melewati pintu ke lantai bawah dan dia tidak mendengar suara mesin yang terdengar pada saat pergi beberpaa jam yang lalu.
"Sepertinya lembaran logam nya sudah habis, ayo kita lihat."
Naruto meletakan daftar orang ke meja lalu beranjak dari kursinya.
Ino mengikuti Naruto, ekspresi di wajahnya penuh penantian dan rasa penasaran, dus ingin tahu barang apa lagi yang di buat oleh Naruto.
Segera, keduanya tiba di lantai bawah, Ino yang berdiri di samping Naruto langsung tertarik oleh Kilauan logam dari sebuah wadah di dekat mesin baru.
"Apa itu?"
dengan penuh semangat, Ino berjalan cepat ke dekat mesin CNC.
"Shuriken? Banyak sekali!"
melihat tumpukan shuriken di dalam wadah itu, seruan terkejut keluar dari mulut Ino.
Meskipun dia berasal dari keluarga ninja, tapi ini adalah pertama kalinya Ino melihat persediaan shuriken dalam jumblah yang besar.
"Naruto-kun, kenapa ada banyak shuriken di sini?"
"apakah kamu membelinya?"
Ino berbalik, bertanya pada Naruto dengan bingung.
"Bukan, aku tidak membutuhkan shuriken untuk bertarung."
Naruto menggeleng kepalanya, berjalan ke samping Ino kemudian menepuk mesin CNC buatannya.
"shuriken shuriken itu di buat oleh mesin baru yang aku kembangkan."
"mesin ini namanya, mesin bubut CNC, mesin yang bisa memotong logam secara otomatis menggunakan program komputer."
mengingat pengetahuan Ino tentang teknologi tidak setinggi miliknya, Naruto menjelaskan kegunaan mesin bubut CNC dengan sederhana.
"A—apa!? di buat secara otomatis!?"
"apakah maksudnya mesin ini bisa mempromosikan shuriken seperti membuat Boba?"
Ino sangat terkejut, menatap tak percaya pada mesin setinggi 2 meter di hadapannya.
"Benar, tapi mesin ini sedikit lebih praktis, mesin ini seperti penanak nasi, kita hanya perlu menaruh lembaran besi di samping dan lengan robot yang sudah di menaruh lembaran besi kedalam."
Meskipun sama sama otomatis, tapi mesin membuat teh susu hanya bisa di gunakan oleh Naruto, karena hanya Naruto yang bisa membuat takaran yang tepat untuk membuat teh susu menjadi sangat enak.
Tapi mesin bubut ini, setelah Naruto memasukan satu program, program itu bisa di gunakan berkali kali.
tentu saja, hal itu bukan berarti mesin pembuat teh susu tidak bisa di tingkatkan.
"Naruto-kun, kamu sangat hebat"
"ugh...entah sudah berapa kali aku mengatakan ini padamu, tapi kamu benar benar jenius!"
mendengar penjelasan Naruto, mata gadis itu berbinar seolah bercahaya.
Ino sangat bersemangat membuat Naruto terhibur.
"Aku ingin menjual shuriken ini, apakah kamu bisa memberiku saran?"
Naruto jelas tidak berniat menggunakan shuriken, tidak masalah kalau hanya untuk dimainkan, tapi Naruto tidak berniat menggunakannya untuk bertarung.
"Menjual? Benar, kenapa aku lupa! benda ini juga bisa di jual!"
"ah! kamu bisa membuat ribuan shuriken dalam beberapa jam, bukanlah kamu akan cepat kaya!?"
"Harga 1 shuriken adalah 500 Ryo, itu berarti kamu bisa mendapatkan 500.000 Ryo jika menjual semua shuriken ini!"
Harga senjata tentu saja mahal, tapi bagi seorang ninja, harga 500 Ryo sebenarnya bukan apa apa.
sebuah misi tingkat D yang mudah diselesaikan memiliki komisi sebesar 5000 hingga 50 ribu ryo, bisa membeli 10 Kunai setelah bekerja beberpaa hari.
jangan anggap 10 Kunai itu sedikit, faktanya tidak semua ninja itu sekaya Tenten yang di tunjukan dalam anime
"Hebat sekali, aku tidak menyangka uang sangat mudah di dapatkan!"
Ino menatap Naruto dengan penuh cinta, kekaguman di dalam hatinya tumbuh lagi hingga mencapai tingkat yang sangat tinggi.
sebelumnya, di bawah ajaran keluarga yang merupakan keluarga ninja, dalam pikiran Ino hanya ada dua cara untuk mendapatkan uang.
Yang pertama adalah menjalankan misi, yang lainnya adalah menanam obat obatan herbal untuk di oleh menjadi obat.
(A/N: di animenya, Klan Yamanaka, akimichi dan Nara itu beraliansi dan klan Nara sama Akimichi memproduksi obat, jadi gw pikir klan Yamanaka juga pasti berbisnis di bidang farmasi. Koreksi kalo salah)
Menjual obat, meskipun sangat menguntungkan, tapi itu adalah penjualan selama berbulan bulan karena bahan obat membutuhkan waktu untuk tumbuh.
tapi Naruto, dia membuat mesin yang bisa membuat ribuan shuriken dalam beberapa jam!
Sungguh hebat membuat Ino merasa Naruto bukan berasal dari dunianya.
"Naruto-kun, jika ingin menjual shuriken ini, bagiamana kalau mendirikan toko saja? Meskipun merepotkan tapi kamu tidak perlu membahi saham dengan orang lain!"
"kebetulan keluarga ku memilihmu toko kosong, aku akan berbicara kepada ayahku sekarang."
Untuk membuat pacarnya menjadi lebih kaya, Ino berbicara dengan penuh semangat.
"pergi sekarang juga?"
Naruto menghentikan Ino yang ingin naik ke lantai atas.
"Um! Semakin cepat semakin baik."
"Kalau begitu tunggu sebentar, aku ingin menitip sesuatu."
Naruto mengikuti Ino baik, berjalan ke meja lalu mengambil salinan daftar orang yang dia buat.
"berikan ini kepada Ayame dan Paman Teuchi, katakan pada mereka, jika ingin merekrut karyawan, pilih dari 10 ribu orang yang ada di daftar ini."
Naruto tidak ingin memberi keuntungan kepada orang orang yang menindasnya, hal itu juga menjadi salah satu alasan kenapa Naruto membuat daftar yang mencatat semua orang yang memiliki sikap netral atau baik kepada dirinya.
"Um! Aku mengerti!"
Ino menatap file di tangannya lalu mengangguk dengan penuh arti, sekarang dia sedikit mengerti kenapa Naruto membuat daftar orang yang baik padanya.
"kalau begitu, sampai nanti."
Setelah menerima ciuman di pipi, Ino pergi dari apartemen dengan wajah merah.
"Sekarang, ayo lanjutkan pekerjaan lainnya."
setelah Ino menghilang, Naruto kembali ke lantai bawah kemudian meregangkan tubuhnya.
Naruto berjalan sekitar ruangan selama beberapa menit dan akhirnya berhenti di sudut ruangan, dekat sebuah lemari pakaian.
"kalau begitu ayo gali di sini."
Naruto berjongkok kemudian mencabut lantai kayu dengan kuat.
melihat tanah di balik lantai kayu itu, Naruto mengulurkan tangannya dan berbisik.
"Doton: Teknik pemisahan tanah!"