NovelToon NovelToon
Al-fatihah Pembuka Jodoh

Al-fatihah Pembuka Jodoh

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:82.4k
Nilai: 5
Nama Author: Iis Siti

Al-fatihah Pembuka Jodoh.

Sita gadis kampung yang mengadu nasib di kota, suatu hari ia terjebak keadaan dimana sanga abah yang sedang sakit mengira laki-laki bernama Dino yang mengantarnya pulang adalah kekasihnya, abah meminta dia menikahi putrinya, tidak disangka Dino pun mau menikahinya.

"Kenapa Abah tidak bertanya dulu pada Sita? Dia bukan kekasih, Sita," jelasnya

"Apa masalahnya? Dia bersedia menikahimu," ucap abah.

"Akan tetapi, Sita tidak mencintainya, Bah."

Sita yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya pasrah dan berdo'a pada Allah SWT.

Suatu ketika saat Dino menjadi imam shalat, surat Al-fatihah yang dilantunkannya dengan indah dan merdu, mampu menggetarkan hati Sita, hingga ia memutuskan untuk menerima pernikahan ini.

Akankah getaran itu berubah menjadi cinta?
Mampukah mereka bertahan, menghadapi ujian yang datang dalam rumah tangga mereka?

Yuk saksikan kisahnya hanya disini.

JANGAN LUPA TEKAN FAV, LIKE, KOMEN, DAN VOTE NYA, AGAR AUTHOR SEMANGAT.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iis Siti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Rumah Abah

Sita bawa makanan kesukaan Abah nih." Sita pun menyodorkan bungkusan kue yang dibelinya tadi malam.

Abah pun membukanya," Wah kue via kering," tuturnya dengan senang.

Sita tersenyum dan mengangguk.

"Abah harus bikin teh nih," ucap Abah.

"Sita buatin ya, Bah." Sita pun berdiri dan melangkahkan kakinya kedapur.

"Wawww..." Sita di buat terpukau dengan keadaan dapur yang sangat bersih. Lalu ia pun mengambil gelas, di buatnya tiga gelas teh hangat tanpa gula. Dia pun segera membawanya ke ruang tamu.

"Abah, apa yang abah lakukan sama dapur abah. Semua terlihat kinclong seperti permata," ucapnya sambil menyimpan gelas di meja.

"Itu bukan Abah yang lakukan, Abah mana bisa,"

"Lalu, siapa Bah?" tanya Sita.

"Bibimu, Sit. Dia datang mengantar makanan kesini. Lihat dapur berantakan dia langsung beresin semua sampai kinclong,"

"Bi Ifah memang perhatian banget sama Abah, Sita jadi gak khawatir sama Abah, karna disini banyak yang merhatiin Abah."

"Alhamdulilah, kalau banyak yang merhatiin Abah disini, Dino jadi tenang bawa Anak Abah ke kota," tutur Dino.

"Tentu saja Nak, Jangan khawatirkan Abah, Abah tidak sendiri disini, tiap hari paman, bibi, bahkan para tetangga bergantian kirim makanan kesini. Kekeluargaaan disini masih sangat kuat." ucap Abah penuh antusias

Mereka pun terus berbincang menceritakan keadaan lingkungan di kampung, dengan menikmati kue via di temani teh hangat yang melengkapi kehangatan mereka di ruang tamu.

"Hallo, Assalamualaim, pan?"

"Waalaikusalam Din. Ada apa?"

"Sorry pan, pengiriman hari ini kamu yang urus ya. Aku lagi di kampung mmengunjungi Ayahnya Sita."

"Wah kamu kapan berangkat?"

"Semalam pan, rencananya mendadak,"

"berapa lama disana?" tanya Ipan.

"Satu bulannya, aku mau honeymoon," candanya.

"Wah, cari mati kamu Din, bisa bangkrut usha ku,"

hahaha...

"Ya udah, besok pagi aku baru balik, dua hari kamu urus langgananmu itu,"

"Oke, gak masalah. Jang lupa pulang kekota harus bawa hasil ya, masa telormu gak netas-netas. Orang lain nikah satu bulan langsung netas, ini udah mau dua bulan belum ada tanda tanda istrimu minta mangga Asem di pohon tetangga. hahaha... " canda Ipan membuatnya merasa tertantang.

"Tunggu aja tanggal mainnya, bentar lagi juga kamu pasti gendong ponakan, awas aja ya tar kalau anakku minta jajan gak kamu kasih," balas Dino.

Hahahaa...

Sita pun tengah menelpon pak Bimo, Hendak meminta izin kembali, kali ini pak Bimo mengijinkan dengan aga sedikit ketus. Ya mungkin karna Sita terlalu sering meminta izin. 'Nampaknya urusan karyawanku satu ini lebih sibuk dari pada bosnya ," gerutu pak Bimo pada Sita setelah mereka menutup teleponya.

****

Di tempat lain Ibu nampak baru turun dari taxi. "Ini Pak, ongkosnya. Makasih ya, Pak," ucap Ibu ramah.

Ibu pun melangkah menuju pintu rumah Elvira. Namun Ibu di kagetkan dengan kehadiran sosok laki-laki yang 'tak dikenalnya di depan pintu. Ia terlihat sedang mengobrol dengan Elvira yang berdiri dengan tongkatnya. ' Siap dia?' bisik hatinya.

Namun saat melihat Ibu laki-laki itu pun langsung berpamitan pada Elvira. "Gua pergi dulu ya."

"Ok," jawab Elvira singkat.

Elvira terlihat sedikit gugup.

"Assalamualaikum Nak Elvira," Ibu pun mengucapkan salam.

"Waalaikumsalam, Bu. Ibu sendiri? Kemana Dino?" tanyanya. Sambil menggandeng Ibu masuk kedalam

"Iya Nak, Ibu sendiri. Dino lagi mengunjungi mertuanya sama Sita."

"Mengunjungi mertuanya? Tapi semalam mereka masih disini loh, Bu," tutur Elvira sedikit kaget.

"Mereka mendadak pergi semalam, sekalian mau bulan madu di penginapan katanya," ucap Ibu di akhiri dengan tawa.

'Bulan madu? Cihhh...' bisik hatinya kesal.

"Kita langsung makan yuk, Nak. Kamu pasti lapar?

Merekapun berjalan menuju meja makan.

"Ibu, masak apa?" tanya Elvira lalu duduk dikursi.

Ibu pun membuka rantang makanan yang di bawanya. "Nih, Ibu bawa cumi saus tiram, sama terong balado."

"Wah, Enak nih Bu. Perutku semakin keroncongan mencium baunya."

"Nih, special buat kamu, harus habis ya!" ucap Ibu, sambil mengisi piring Elvira dengan nasi yang menggunung.

"Stop... Stop... Bu. Banyak sekali?"

"Biar gemuk, makan sampe abis, jangan nolak, titik."

"Ibu bikin aku gagal diet nih,"

Hahaha....

"Ayo, cepat makan nanti keburu dingin," ucap Ibu lalu tersenyum.

Dan mereka pun makan dengan lahap menyantap masakan Ibu.

Sebenernya kalau harus jujur, perhatian Ibu ini mebuat hati Elvira luluh. Matanya tiba-tiba berkaca-kaca. Sejak kecil tanpa kasih sayang orang tua tentu saja membuat dia sangat merindukannya. Namun sayang sekali, hatinya telah dibutakan oleh dendam. Meski begitu dia tetap menghormati Ibu, karna tujuan sebenarnya hanyalah kehancuran Sita saja.

'Aku harus segera melakukan rencanaku, sebelum aku benar-benar sembuh, karna setelah itu mungkin tak ada lagi kesempatan untukku' otak jahatnya kembali menjadi.

Ibu terlihat lelah, dia tertidur di sofa, karna cuaca hari ini begitu dingin, Elvira pun mengambilkan selimut dan dipakaikannya pada Ibu, "Kasihan Ibu kedinginan," gumamnya.

Elvira pun pergi ke luar hendak menelphon seseorang "jons jangan lupa apa yang aku pesan tadi pagi ya. Nanti ku telpon lagi, tunggu aba-aba dariku" Nampaknya orang yang di telponnya adalah laki-laki yang dilihat Ibu tadi pagi.

"Siap kawan, gak usah khawatir." suara orang itu di ujung telepon lalu menutupnya.

Elvira pun segera masuk kembali kedalam. Langkahnya perlahan menuju arah dimana Ibu tertidur, ditatapnya wajah tenang menyejukan dan penuh kasih sayang itu, derayan air mata pun kembali membasahi pipi Elvira. "Kau gudang kasih sayang di seluruh dunia, tanpamu kekosongan mendera setiap jiwa. Andai tidak ada Sita di antara kita. Andai kau untukku bukan untuknya. Kenapa gadis itu begitu beruntung. Dia memiliki keluarga yang begitu menyayanginya, bahlan Ibu mertua dan suaminya, Kakakku pun begitu menyanjungnya, apa lebihnya dia? hingga Kakakku terus mengejarnya sampai akhir tragedi itu. Sita telah merenggut Kakakku dariku, maka rasakan, kurenggut suami dan Ibu mertuamu," ucapnya panjang lebar dengan sangat pelan. Agar tidak membangunkan Ibu.

***

Hari semakin gelap. Langit pun telah bertabur bintang, rembulan telah menyinari seluruh alam. Suara kodok dan jangkrik pun saling bertautan.

Sita pun telah terlelap tidur di dalam dekapan hangat sang suami. Ranjang sederhana yang di tiduri Sita dan Dino ini, pernah menjadi saksi bisu malam pertama merka yang tertunda. Mengingatkan Dino pada suatu kejadian dimana Sita masih sangat polos dan menolaknya. Dia pun tersenyum kembali mengingat Perubahan Sita yang mulai agresif pada suatu malam. Malam yang paling indah di antara seribu malam bagi Dino.

Ingin sekali membangunkan Sita. Mengubah saksi bisu penuh duka menjadi penuh bahagia. Kalau dikata ranjang ini manusia mungkin malam itu dia menagis melihat kami, dan malam ini dia akan berubah bahagia melihat kami. Namun sayang, nampaknya Sita kelelahan setelah perjalanan tadi malam.

Apalah daya, Dino pun mengelus lembut rambut Istrinya yang terurai panjang. Tak disangka sungguh mengejutkan Dino Sita pun terbangun dan tersenyum.

1
mom mimu
sudah aku fav juga kak, semangat terus 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
aku mampir di sini kak, salam kenal ya, maaf baru sempat mampir 🙏🏻🙏🏻🤗🤗
վմղíα | HV💕
nyimak thor.
꧁☠︎𝕱𝖗𝖊𝖊$9𝖕𝖊𝖓𝖉𝖔𝖘𝖆²꧂
aku hadir, semangaaaaaaaaaat
Keyboard Harapan: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
꧁☠︎𝕱𝖗𝖊𝖊$9𝖕𝖊𝖓𝖉𝖔𝖘𝖆²꧂
bintang lima untukmu kak, semangaaaaaat
꧁☠︎𝕱𝖗𝖊𝖊$9𝖕𝖊𝖓𝖉𝖔𝖘𝖆²꧂: masama kak
total 2 replies
Ning Mar
jadi ikutan baper dehhh...
Ning Mar
otw halal
Keyboard Harapan: terimakasih sudah membaca karya saya😍 semoga suka, jangan lupa baca karya saya yg baru "Sinar Cinta Ramadhan" semoga betah disini🤗🤗🤗❤❤❤
total 1 replies
Ning Mar
Dino cowok baik dehh
Nafi' thook
rencana mau berdua, malah jadi bertiga
Nafi' thook
Dino ya, bukan Ipan
Nafi' thook
ceritanya sangat menarik. aku sangat suka
Keyboard Harapan: terimakasih😘😘😘
total 1 replies
Hiatus 💯%
pantang menyerah kak, karya akak bagus dan aku suka😉
Nenk Dewi
keren semangat
Keyboard Harapan: makasih😘😘😘😘
total 1 replies
Rain Mamba
karya yang luar biasa, semangat Teh...
Keyboard Harapan: makasih😘😘😘
total 1 replies
ulala lala
Biasa
Emi Yanti
Luar Biasa Mom dari mommy Dian
Emi Yanti: sama-sama mom
total 2 replies
seoulotus
rate 5 meluncur
Maharani Rania
katanya wanita muslimah ,tapi kelakuan nya bar bar
boomie👑
mampir kka
Keyboard Harapan: terimakasih😘😘😘
total 1 replies
Aishieteru
Elena minta di ruqyah 😒😒😒
Keyboard Harapan: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!