NovelToon NovelToon
Dilamar Seperti Ratu Dijatuhkan Seperti Debu

Dilamar Seperti Ratu Dijatuhkan Seperti Debu

Status: tamat
Genre:Keluarga / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Wanita Karir / Single Mom / Tamat
Popularitas:260.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Dilamar di hari pernikahan temannya, disaksikan ribuan pasang mata. Anggun merasa dia adalah orang yang paling bahagia di dunia ini kala itu. Namun sayangnya, siapa yang menyangka kalau rumah tangga mereka akan terancam oleh kedatangan orang ketika pilihan dari keluarga kandung yang tidak suka dengan kehadiran Anggun sebagai menantu keluarga mereka.

Akankah Anggun bisa tetap bertahan setelah badai besar itu datang? Bagaimana sikap Dion sang suami saat dihadapkan dengan kedatangan orang ketiga yang orang tua kandungnya pilihkan? Ikuti kisah mereka di sini yah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part *35

Kemacetan yang membuat mobil berjalan terhenti sebelumnya, kini sudah tidak ada lagi. Mobil yang Dion kendarai pun bisa melaju dengan kecepatan normal melintasi jalan raya seperti biasanya.

Namun, saat melintasi persimpangan dengan tiga jalur yang berbeda, sebuah truk terlihat melaju dengan kecepatan tinggi. Truk tersebut tidak memperlambat lajunya meski sudah melihat mobil Dion yang ada di depannya.

Alhasil, truk tersebut kehilangan kendali. Tanpa bisa dicegah lagi, truk itu langsung menghantam mobil yang Dion dan Anggun tumpangi. Teriakan keras terdengar, menggema di jalanan yang sepi.

Mobil tersebut mundur kebelakang beberapa meter. Sedangkan truk yang menabrak mereka langsung menabrak pohon karena sopirnya berusaha menghindar.

Anggun masih sadarkan diri setelah kecelakaan itu. Tubuhnya masih baik-baik saja, karena tubuh Anggun tidak sedikitpun membentur benda keras saat kecelakaan itu terjadi. Itu semua berkat Dion yang menjadikan tubuhnya sebagai perisai untuk melindungi sang istri.

Sebagai gantinya, Dion terluka parah akibat kecelakaan itu. Entah apa yang terluka, yang jelas, kemeja yang Dion kenakan, terlihat bercak darah di mana-mana. Kepala laki-laki itu juga sepertinya mengalami luka yang cukup serius. Dari kepala itu mengeluarkan darah segar secara perlahan.

Melihat hal itu, Anggun syok luar biasa. Tidak bisa dia pikirkan lagi sekarang. Demi dirinya, Dion rela mengorbankan diri agar dia baik-baik saja.

"Kak! Kak Dion!"

Anggun berteriak keras. Dia berusaha membangunkan suaminya. Hal yang tidak mungkin, tapi hanya itu yang bisa dia lakukan dalam kepanikan itu.

"Tidak! Kamu tidak boleh terluka, kak. Kamu harus baik-baik saja."

"Tolong! Tolong ...!"

Teriakan itu masih tidak mengundang orang untuk menolong mereka. Karena saat itu, kebetulan, hujan sedang turun dengan sangat derasnya. Tidak ada yang melintasi persimpangan itu saat ini.

Anggun semakin panik saat dia merasa perutnya tiba-tiba terasa sakit. Air mata mengalir deras dari pipi Anggun.

Dia ingin keluar dari mobil, tapi sayangnya, pintu mobil tidak bisa dibuka karena hantaman dari truk tersebut. Anggun benar-benar merasa putus asa. Tidak ada yang bisa dia lakukan di saat genting seperti ini.

Namun, pertolongan Allah itu pasti ada. Ketika Anggun sedang menangis, dia melayangkan pandangannya ke arah bawah. Di sana, dia melihat ponsel Dion yang sedang tergeletak.

Anggun meraih ponsel itu dengan cepat. Dengan susah payah dia akhirnya mendapatkan ponsel itu di tangannya. Perasaan bahagia perlahan muncul. Rasa putus asa kini lenyap seketika.

Dengan penuh harap, Anggun menekan samping ponsel itu. Layar ponsel menyalah. Anggun menangis dengan bahagia.

"Ya Tuhan tolong aku." Anggun berucap lirih sambil mengusap layar ponsel tersebut.

Seketika, muncul kunci yang harus Anggun buka. Sempat bingung dengan kemunculan kunci yang harus menggunakan gabungan sandi tersebut. Karena dia tidak tahu apa sandi yang harus dia tekan agar ponsel itu bisa dia bukan.

Namun, tiba-tiba Anggun ingat sandi yang dulu Dion pakai. Itu adalah gabungan dari tanggal pernikahan mereka.

Anggun menutup mata sesaat. Dengan hati yang penuh harap, dia mencoba menekan sandi itu agar ponsel tersebut bisa dia buka.

"Semoga kata sandinya benar," ucap Anggun sambil menekan perutnya dengan satu tangan.

Ponsel itu terbuka. Semangat Anggun kembali menyala. Dia berusaha menemukan nomor yang tepat untuk dia hubungi. Entah mengapa, yang tangannya tekan malah nomor Dirly. Orang yang tidak ada di dekat mereka saat ini.

Yang dihubungi langsung menjawab panggilan itu tanpa harus menunggu lama.

"Halo."

Suara yang cukup dia kenali dengan baik. Meskipun sudah lama tidak mendengarkan suara itu, tapi kuping Anggun masih hafal dengan suara tersebut.

"Dirly tolong, Aku dan kakakmu sedang ada dalam bahaya. Tolong kami."

Entah kenapa, bibir Anggun langsung mengucapkan kata-kata itu tanpa ragu. Tanpa ada pertimbangan sedikitpun terlebih dahulu. Kata-kata itu lolos begitu saja seperti Anggun yang tidak mengetahui kalau jarak antara keduanya sangat jauh saat ini.

"Anggun! Apa yang kamu katakan? Apa yang terjadi, Anggun?!"

Dirly menanggapi perkataan itu dengan suara kaget luar biasa. Suara yang awalnya terdengar santai, kini mendadak terdengar panik sampai terdengar bergetar di kuping Anggun.

"Tidak ... ada waktu ... untuk menjelaskan semuanya, Dirly. Ikuti GPS ponsel ini, jika kamu bersedia membantu."

Itu ucapan terakhir sebelum Anggun melepas ponsel karena perutnya terasa sangat sakit. Sangking sakitnya, Anggun sampai tidak kuat untuk memegang ponsel di tangannya lagi.

Ponsel itu terlepas. Dirly yang cemas, kini semakin dibuat panik dengan bunyi rintihan yang dia dengar dari ujung gawai miliknya. Ditambah, Anggun yang tidak lagi menjawab apa yang dia tanyakan. Hal itu semakin membuat Dirly tak karuan sekarang.

Dengan cepat, Dirly memanggil asisten pribadi yang selama ini selalu ada di dekatnya.

"Diego! Die! Di mana kamu, Die?"

"Aku di sini, bos Ceo. Ada apa? Kenapa kelihatannya begitu panik?"

"Terjadi sesuatu di tanah air. Kak Dion dan Anggun sedang ada dalam masalah besar. Aku tidak bisa tinggal diam. Siapkan jet pribadi, kita berangkat ke tanah air sekarang juga."

"Hah? Berangkat ke tanah air? Bagaimana dengan nyonya muda? Lagipula, jika kita berangkat, tidak mungkin kita bisa menyelamatkan mereka tepat waktu, tuan bos."

Dirly terdiam. Apa yang asisten pribadinya katakan itu sangat benar. Jarak perjalan yang akan mereka tempuh, tidak memungkinkan untuk dia menolong Anggun dan Dion tepat waktu.

"Ya Tuhan. Aku melupakan hal itu."

"Melupakan apa, tuan bos?"

"Seseorang. Dia ada di tanah air, pasti bisa menyelamatkan Anggun dan kak Dion tepat waktu."

Dirly langsung mengutak-atik ponselnya. Lalu, dia langsung menghubungi seseorang yang cukup dia percaya bisa melakukan tugasnya dengan baik juga tepat waktu.

"Halo, Dirl. Ada apa?" tanya orang itu santai setelah panggilan terhubung.

"Tolong selamatkan kak Dion dan Anggun, Dedy. Mereka sedang ada dalam bahaya saat ini."

"Bahaya? Bahaya apa? Apa yang terjadi?"

"Aku tidak tahu apa yang terjadi. Juga tidak tahu bagaimana harus menjelaskan. Tapi tolong, ikuti sinyal GPS dari ponsel kak Dion. Aku akan lacak dari sini. Tolong bergegas, Dedy!"

"Baiklah, baiklah. Aku akan lakukan apa yang kamu katakan sekarang. Haruskah aku membawa anak buah sebagai pelindung buat berjaga-jaga. Mungkin itu dibutuhkan jika ada hal diluar kendali."

"Terserah padamu. Yang penting, segera bergegas lakukan apa yang aku katakan. Aku tidak ingin kita terlambat. Aku akan lacak dan sambungkan dengan kamu sinyal GPS nya secepat mungkin. Tolong jangan kecewakan aku."

"Aku tahu. Kamu tenang saja. Aku bergerak sekarang juga."

Meski saat itu sedang hujan sangat lebat, Dedy tetap melakukan apa yang Dion katakan. Dia pergi dengan mobil bersama beberapa anak buah yang cukup dia percaya selama ini.

1
ayu cantik
bagus banget
angel
kog ampai bab ini sy msh GK gerti Napa Dion bodohnya gk ketulungan 😏
Molive(virgo girl)♍
sukses selalu thor
Rani: makasih banyak2 🥰
total 1 replies
Molive(virgo girl)♍
akhirnya legah😮‍💨

padahal tadi emosiku
sudah mengebuh_gebuh
Molive(virgo girl)♍
orang tua macam kek kamu
sangat halal untuk di binasakan...
Molive(virgo girl)♍
mertua modelan kayak mereka yg mati...
bakalan aku buat acara syukuran
besar_besaran😤
Molive(virgo girl)♍
iya itu yg dari tadi kuharapkan
bangunkan sisi gelap
dan tujukan taring mu
SIALANG....
Molive(virgo girl)♍
jangan kau hanya bisa nangis SETAN
bangun dan buat perhitungan
BINATAN...
anak yg kau kandun mati sia² karna kegoisan mertua gila mu itu
jangan di biarka lolos begitu saja
PENGECUT🤬🤬🤬


iiihhsss emosi kali...
Molive(virgo girl)♍
Dion sini aku kasih cara nya
1- minta pengertian istri mu
2-nikahi si lonton itu
3-berakting sebaik mungking selama beberapa bulang...
4-Lumpuh kan mereka seumur hidup

percayalah gk ada lagi yg berani mengamcam😃
Molive(virgo girl)♍
kau enak melaksana kan tugas
tapi kasian
si anggun yg tersiksa secara fisik dan bating
*SU
Molive(virgo girl)♍
karna kau gk punya pendirian
SETANG IBLIS 😤😤😤
Kustriana Handayani
blm mudeng....
Jade Meamoure
suka thor...novel anda tidak berbelit bersilang tadah juga chapter yg tak terlalu banyak itu bikin happy.,.thanks n sukses selalu
Jade Meamoure
temennya Bang Toyib tuh
MFay
Duhh... keluarga Toxic
Risma Farna
Lah pamannya yg berbuat Anggun yg kena... mana Anggun ndak tw masalah pamannya lagi
Risma Farna
Anggun harusnya jujur ma Damarbklu dia dah nikah... ntar Damar dah ada hati trus berharap lebih dri dlsekedar rekan kerja bisa berabe... coba aja bi Ina jujur ma Anggun smua masalah Dion...
Risma Farna
trus ortu kandung Anggun kmn???
Risma Farna
jodohnya anggun dah muncul
Risma Farna
Paling jga Sisil deketin mama kandungnya Dion krna harta aja... sikapnya slama ini hanya topeng belaka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!