NovelToon NovelToon
Preman Cantik Di Nikahi CEO

Preman Cantik Di Nikahi CEO

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / CEO / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.6
Nama Author: ummi asya

Gadis kasar, penampilannya tomboy dan apa adanya itu bernama Laluna. Dia preman dari salah satu pasar dengan sekumpulan preman juga, hanya Luna yang seorang gadis di sana. Usianya dua puluh tiga tahun. Bapaknya juga seorang preman, tapi sudah tobat. Tapi entah kenapa Luna mengikuti jejak bapaknya.
Suatu ketika dia menolong seorang kakek yang di palak oleh preman gang sebelah yang di pimpin Baron. Kakek bernama Wira itu berterima kasih pada Luna, hingga dia pun meminta Luna untuk menikah dengan cucunya.
Leon Aditya Nugros, laki-laki usia dua puluh delapan tahun sudah mempunyai pacar seorang model. Awalnya Leon menerima perjodohan kakeknya karena dukungan pacarnya, namun setelah dia tahu Luna adalah preman pasar, dia menolaknya mentah-mentah. Namun kakek Wira selalu mencari cara agar Leon mau menikah dengan Luna.
Bagaimanakah perjodohan itu? Apakah Leon menerimanya, bagaimana dengan Luna?
Apakah mereka akan menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya? Dan apakah cinta akan datang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Di Tuduh Mencuri

Luna terus merekam kegiatan Sherly dengan laki-laki bersamanya. Kadang bergelayut manja, kadang juga si laki-laki mencium pipi Sherly. Membuat Luna yang mengikuti dan merekam mereka pun jadi jijik melihatnya.

"Hwuueek! Najis banget lihat mereka mesra-mesraan. Apa ngga ada tempat lain apa mau manja-manjaan begitu? Perempuan murahan!" gumam Luna.

Dia ingin menyudahi rekamannya, namun sepertinya ada pembicaraan di antara keduanya. Luna semakin mendekat, agar suara mereka bisa tertangkap kamera rekaman di ponsel Riko.

"Kapan kamu mau mengakhiri hubunganmu dengan si Leon bodoh itu?" tanya laki-laki selingkuhan Sherly.

Entah selingkuhan atau pacarnya sebenarnya. Perempuan seperti itu banyak sekali menyimpan banyak laki-laki dan hanya menginginkan uangnya saja. Membelikan barang-barang mahal lalu jika sudah bosan, akan di buangnya.

"Nanti, aku belum puas dengan uang dari dia. Kakeknya ketat banget jaga Leon, kemarin aja dia ngga jadi ajak aku belanja. Menyebalkan." kata Sherly.

"Emm, jangan kesal dong. Kan aku udah ajak kamu jalan-jalan kemari, kamu boleh kok belanja sesukamu." kata laki-laki itu.

"Benar itu?" tanya Sherly berbinar.

"Iya benar, asal nanti malam kamu temani aku di kamar hotel. Heheh." kata laki-laki itu.

Sherly tersenyum manja, dia kembali menggelayut tubuhnya pada sang lelaki. Lalu dia pun berjalan mencari barang yang dia inginkan, membeli beberapa baju dan juga membeli baju tipis berwarma merah menyala. Laki-laki bersamanya itu menpoang dagu dan tersenyum senang.

"Hemm, kamu memang pintar sekali untuk memanjakanku ya. Belilah sesukamu, jangan lupa baju itu kamu pakai nanti malam. Aku ingin melihat kamu terlihat seksi pakai baju itu." kata laki-laki itu.

"Tentu saja honey, aku ingin memuaskanmu. Seperti kamu sekarang membelikanku banyak barang." kata Sherly lagi.

Keduanya pun kembali memilih-milih baju lagi. Luna menyudahi semua rekamannya. Dia merasa mual mendengar percakapan tidak senonoh itu di telinganya. Meski tidak terlalu vulgar mengatakannya, tapi sepertinya malam ini mereka akan melakukan hal yang tidak baik.

"Gue sudahi aja, muak gue dengar mereka seperti itu. Menjijikan, gimana nanti Leon melihat rekaman ini ya." gumam Luna.

Dia lalu mencari Riko, dia mencari kesana kemari. Hingga dia pun hampir menabrak Sherly.

"Hei! Jalan lihat-lihat dong!" teriak Sherly pada Luna.

"Lo yang lihat-lihat! Mata lo jelalatan kemana-mana!" teriak Luna di depan wajah Sherly.

"Eh, apa kamu bilang?! Dasar preman jalanan! Mau apa kamu masuo ke toko outlet mahal ini? Apa kamu mau mencuri?!" tanya Sherly mengundang orang melihat ke arah Luna.

"Jangan sembarangan ya kalau ngomong! Lo tuh main selingkuh aja! Udah tahu punya pacar, masih juga pergi sama cowok lain. Cuih! Murahan!" umpat Luna sangat geram sekali.

"Apa kamu bilang?! Pak satpam! Tolong bawa gadis preman ini keluar, dia mau mencuri di toko ini!" teriak Sherly.

Semua mata memandang ke arah Luna. Penampilan Luna seperti bukan pencuri, saat ini dia memang memakan baju kemeja dan rok selutut. Memakai topi dan rambut di kuncir. Luna melihat sekeliling apa lagi dia membawa ponsep sangat bagus dan mahal.

Sherly mencibir, dia bersedekap dan melihat ponsel yang di pegang Luna. Laki-laki itu pun mendekat pada Sherly, melihat Luna yang terlihat tomboi itu. Tak lama satpam pun datang pada Luna dan Sherly yang sedang berseteru.

"Ada apa ini?" tanya satpam.

"Tuh, dia mau mencuri di toko ini. Lihat saja, ponselnya. Apa dia punya ponsel bagus seperti itu? Pasti itu hasil mencuri kan? Atau jangan-jangan mencopet dari para pengunjung di sini." kata Sherly lagi.

"Jangan sembarangan ya kalau ngomong! Dasar cewek murahan!" umpat Luna lagi, dia tersulut emosi dan menatap tajam pada Sherly.

"Bawa dia pak satpam, pasti itu hasil nyopet ponselnya. Dasar cewek kampungan, udik, dekil lagi." umpat Sherly pada Luna.

Satpam pun membawa Luna ke bagian security dengan paksa. Mengambil ponselnya.

"Hei! Pak satpam, itu bukan ponsel gue! Jangan main ambil aja dong." ucap Luna.

"Iya, saya tahu itu bukan ponselmu. Tapi ponsel pengunjung di sini yang kamu curi kan?!" kata satpam terus menggiring Luna ke ruang security.

Luna kesal sekali, dia belum mengambil baju yang dia inginkan. Malah di tuduh mencuri, dia mencari Riko. Berharap asisten kakek mertuanya itu datang menyelamatkannya. Dan benar saja, Riko datang, dia berjalan menghampiri satpam dan Luna.

"Pak satpam, lepaskan dia." kata Riko.

"Siapa anda? Kenapa mau melepaskan perempuan ini yang sudah mengambil ponsel milik pengunjung toko ini." kata satpam heran.

"Lepaskan dia, dia adik saya." kata Riko lagi.

"Masa? Tapi kok beda sih penampilannya? Bapak ini rapi dan berpakaian kantoran, sedangkan dia?"

"Jangan lihat penampilan doang, pak. Orang penampilannya cantik, seksi saja banyak yang menipu. Kayak cewek tadi itu, dia selingkuh dari pacarnya." kata Luna.

"Saya tidak peduli! Tugas saya hanya menangkap pencuri dan pencopet. Mencegah kejahatan di toko ini." kata satpam itu lagi dengan angkuhnya.

"Berikan ponselnya. Itu punya saya." kata Riko.

"Ini ponsel curian dan sebagai bukti kalau dia telah mencuri." katq satpam lagi.

"Pak satpam apa mau di pecat?!" ucap Riko dengan geram sekali.

"Main ngancam aja."

"Cepat berikan ponselnya!"

Satpam itu pun menyerahkan ponselnya dengan tidak ikhlas pada Riko. Riko mengambil ponselnya dengan kasar, lalu menghubungi seseorang.

"Halo, tuan Jhon. Tolong, apa anda ada di kantor?" tanya Riko.

"Ada apa Riko?"

"Bawahan anda menahan menantu tuan Wira. Tolong kemari, dia sangat kasar sekali pada menantu tuan Wira." kata Riko.

"Baik aku akan segera kesana." kata Jhon, meski dia heran dengan kalimat cucu kakek Wira. Siapa?

Klik!

Riko memutus sambungan teleponnya, lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku jasnya.

"Nona tenang saja, anda akan bebas dari satpam sombong itu." kata Riko pada Luna.

"Pak Riko kemana aja sih? Gue tadi cari pak Riko kemana-mana, tapi ngga ada ." kata Luna.

"Maaf nona, tadi saya ke toilet dulu." jawab Riko.

"Huh! Gue di tuduh mencuri di toko ini. Belum lagi beli baju kesukaan udah di tuduh aja. Makanya gue ngga suka masuk mall itu, terlalu memandang rendah orang berpenampilan biasa saja. Nyatanya mereka yang penampilannya itu baik, tapi munafik." kata Luna.

Membuat Riko diam, membenarkan apa yang di katakan Luna. Sedangkan satpam pun juga diam, dia hanya menjalankan tugasnya saja.

Tak lama, laki-laki bernama Jhon pun datang dengan berjalan cepat. Dia menyalami Riko, dan melihat Luna.

"Ada apa Riko?" tanya Jhon.

"Nona Luna ini adalah menantu tuan Wira. Jadi dia istrinya tuan Leon, dia mau membeli baju-baju di sini. Tapi mendadak di tuduh mencuri, bahkan dengan kasar satpam ini membawa nona Luna kemari." kata Riko.

"Satpam, kenapa kamu berlaku seperti itu?" tanya Jhon pada satpam.

"Maaf pak Jhon, tadi ada pelanggan meneriaki gadis ini. Kalau dia pencuri, dan dia juga bawa ponsel mahal punya tuan itu. Lagi pula, penampilannya juga biasa saja. Seperti bukan pengunjung yang mau beli baju." kata satpam menjelaskan dengan menunduk.

"Lain kali bawa keduanya, bisa saja dia yang mau mencuri. Tapi menuduh orang lain. Ya sudah, kamu kali ini saya maafkan. Bekerja yang baik, jangan hanya mendengar satu orang saja." kata Jhon.

"Baik pak Jhon."

Satpam itu pun pergi, Jhon menatap Riko. Lalu pada Luna, terlihat tomboi. Tapi wajahnya manis juga, pikir Jhon.

"Oh ya, Riko. Maksud kamu apa tadi? Menantu tuan Wira?"

"Sebentar, nona keliling lagi cari baju yang nona suka. Nanti di bagian kasir, tuan Jhon yang akan memberitahu kasirnya kalau nona membeli baju dengan membayar." kata Riko.

"Tidak usah, Riko. Biarkan dia memilih baju sesuka hatinya secara gratis. Sebagai maaf kalau nona di tuduh mencuri di toko ini." kata Jhon.

"Waaah benarkah gratis?"

"Ya nona, silakan pilih saja." kata Riko.

"Baiklah, tapi pak Riko masih menunggu saya kan?" tanya Luna.

"Ya, kita pulang setelah nona selesai belanja. Dan saya bicara dulu dengan tuan Jhon." kata Riko.

"Baiklah."

Luna pergi meninggalkan Riko dan Jhon. Sedangkan Jhon mengajak Riko untuk bicara tentang ucapannya tadi, masalah menantu kakek Wira. Atau istri Leon.

_

_

1
Rubi Yanti
secinta apa pun g smpai sebodoh itu apa lagi itu kakek ny sendiri yng bilang g mukin bohong sm cucu ny.kmu tu berpendidikan Leon dan punya kedudukan tinggi kemana akal sehat mu
Muna Junaidi
❤️❤️❤️❤️
Sri Puryani
Luar biasa
Sri Puryani
kenapa certanya gk konsisten, dl luna bs bela diri, skrg gk bs hawdeeh
Sri Puryani
kyknya bs gelut tp kok takut luna
Sri Puryani
ya memang hrsnya leon diksh tahu buktinya kek klo omongan aja gk bakal percaya lha wong leon orang bego
Sri Puryani
pak jack kenapa gk tanya kakek klo pernah ketemu?
anggara
Luar biasa
Sulaiman Efendy
FINALLY DEWI MMG HAMIL.. SENENG BANGET..
Sulaiman Efendy
YAHHHHH PSTI DEWI OTW HAMIDUN....
Sulaiman Efendy
😂😂😂😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣😋😋😋😋😋
Sulaiman Efendy
PASTI MANTAN BOSNYA DEWI TU.
Sulaiman Efendy
PSTI SDH BRZINAH, MAKANYA HATI2 KNALAN DI FB, IG, TWITTEER, WA, TELEGRAM, ME CHAT, LINE DN MEDSOS LAINNYA, BNYK GADIS2 MNJADI KORBAN LKI2 AKIBAT PRKENALN DI MEDSOS.. INGAT KASUS BBRP TH YG LALU, SEORANG GADIS KNLN MA LAKI2 DI FB, MRK KTEMUAN, APA YG TRJDI TU GADIS DI PERKOSA, DN KMUDIAN DIGILIR LGI SAMA TMAN2 LAKI2 KNALANNYA, TRAGISNYA, SIGADIS AKHIRNYA DIBUNUH..
DI LUAR NEGERI JUGA PRNH TERJADI, SEORANG KNALAN DGN SEORANG PRIA INDIA, SI GADIS NEKAT PRGI KE INDIA UNTUK BRTEMU PRIA TRSEBUT, STELAH BRTEMU, SI GDIS MLH DI SEKAP DN DIJADIKN PEMUAS NAFSU SLMA BBRP TAHUN.. SEHINGGA SIGADIS TERKENA KANKER SERVIKS DN AKHIRNYA MNINGGAL.. MAKA HATI2 BUAT PARA WANITA..
Sulaiman Efendy
SLIME MMG BETUL MAINAN ANAK2, TEPATNYA MAINAN DEDEK BAYI SAAT MNYUSUI... YG MNA BIKIN SI BAPAK CEMBURU, KRN SLIMENYA DI PAJAK ANAK2NYA...😁😁😁😁😁😁😁
Sulaiman Efendy
JIAHHHH TWIN KWARTET.....😂😂😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
PASTI SHERLY NGAKU HAMIL ANAK LEON, PAS DIAPOTIK DIA BLI TESPECK TUH
Sulaiman Efendy
PNASARAN JUGA KN INGIN BOBOL GAWANG ISTRI PREMAN..
Sulaiman Efendy
ITU BARU YG DARI LUNA, BLM YG DRI KAKEK LO, LBH BNYK LGI KBUSUKAN SHERLY...
Sulaiman Efendy
YAA MMG BNAR, KLO JDI PREMAN HRS BISA BELA DIRI..
Sulaiman Efendy
BINGUNG DGN LUNA, DIA INI BSA TARUNG ATAU NGGAK SIH....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!