Zahra, seorang gadis SMA yg Sangat cantik dan manis.
Ia menikah dengan CEO yg tampan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marzz1124, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengajak Makan Siang
Aku tidak seharus nya bicara lembut tadi. Ucap Zahra dalam hati.
"Lebih baik kau duluan saja aku mau mengantar makanan nya ke meja makan". Ucap Zahra kesal.
" Aku tidak mau aku mau melihat mu saja. Aku akan mengikuti mu dari belakang saja". Ucap Zack sambil tersenyum.
"Setidak nya bantulah aku membawa makanan ini". Ucap Zahra kesal.
" Kau memerintah ku?! ". Ucap Zack meninggikan suara.
" Hahaha, tidak Sayang. Aku tidak akan berani memerintah mu". Ucap Zahra panik.
"Sudah sini biar aku bantu membawa nya kau ambil yg ada di meja itu saja". Ucap Zack.
" Serius?". Tumben sekali tapi untung lah. Ucap Zahra dalam hati.
"Kau pikir aku bercanda, Aku ini pria Gentle Man tidak akan mungkin membiarkan wanita kesusahan". Ucap Zack memuji diri nya.
Dasar narsis. Kau sering membuat ku kesusahan hei tukang narsir. Ucap Zahra dalam hati.
" Cepat sebelum aku berubah pikiran". Ucap Zack.
"Ini ini". Ucap Zahra sambil memberikan tempat yang berisikan makanan.
" Zahra apa kau besok ada acara". Ucap Zack setelah duduk di kursi.
Mana mungkin aku ada acara, dia saja tidak mengizinkan ku pergi ke luar rumah. Ucap Zahra dalam hati.
"Tidak Sayang". Ucap Zahra sambil tersenyum. Membuat orang yg melihat nya terpukau tak terkecuali Zack.
" Zahra jangan tersenyum kepada orang lain selain aku". Ucap Zack masih melihat wajah Zahra.
"Kenapa". Tanya Zahra bingung.
" Apa kau mau di perhatikan orang lain". Ucap Zack kesal.
"Biasa saja, di perhatikan juga tidak apa apa". Ucap Zahra dengan polos nya.
" Hei apa kau ingin membuat ku marah". Ucap Zack sambil menatap Zahra tajam.
"Ehh tidak tidak tidak". Ucap Zahra cepat.
" Sudah lah to the point saja. Besok aku akan mengajak mu makan siang. Datang lah ke kantor ku, nanti sopir ku yg akan menjemput mu". Ucap Zack.
"Apa aku tidak boleh menolak?, emmhh maksud ku". Ucap Zahra yang sadar akan apa yg ia katakan.
" Tidak ada penolakan, ini perintah bukan tawaran. Sudah lah cepat makan". Ucap Zack kesal.
"Iya". Ucap Zahra.
Keesokan hari nya.
" Zahra jangan lupa nanti akan ada sopir yang menjemput mu". Ucap Zack sambil berjalan menuruni tangga.
"Iya". Ucap Zahra yang sedang menata makanan di atas meja makan.
"Aku menunggu mu jafi kau jangan terlambat". Ucap Zack sambil duduk.
" Iya". Ucap Zahra.
"Apa kau mendengar kan ku". Tanya Zack kesal.
" Iya". Ucap Zahra.
"Tatap mata ku jika aku sedang berbicara". Ucap Zack.
Zahra pun menatap Zack. " Apa".
"Kenapa kau mulai berani kepada ku". Ucap Zack sambil berdiri dan mendekat kepada Zahra yanasih menata makanan.
" A-Aku, aku..., ak-". Ucap Zahra yang terpotong karna Zack mencium bibir Zahra. Zack mulai memeluk pinggang Zahra dan mulai meluma* bibir Zahra. Sedang kan Zahra hanya diam menerima perlakuan Zack. Setelah sekian lama Zahra hampir kehabisan nafas nya, ia mendorong tubuh Zack. Tapi apa daya Zahra, Zack malah semakin mempererat pelukan nya. Melihat Zahra yang semakin meronta ronta, Zack melepas kan ciuman nya.
"Kau mau menggoda ku ya". Ucap Zack di telinga Zahra.
" Siapa yang mau menggoda mu". Ucap Zahra kesal.
"Lihat lah bibir mu itu, rasa mya aku jadi malah berangkat ke kantor. Zahra apa kau tidak ingin melakukan nya sekarang". Ucap Zack menggoda.
" Melakukan apa?". Ucap Zahra polos.
"Melakukan yg sudah seharus nya suami istri lakukan". Ucap Zack sambil tersenyum.
" Maksud nya". Ucap Zahra yang semakin bingung.
"Ayolah Zahra, lakukan tugas mu sebagai istri. Melayani ku". Ucap Zack mengeratkan pelukan nya.
" Aku sudah melayani mu". Ucap Zahra.
"Bukan yg seperti itu". Ucap Zack.
" Lalu apa?". Ucap Zahra kesal.
"Huh, sudah lah". Ucap Zack melepas kan pelukan nya.
"Cepatlah habis kan makanan mu". Ucap Zack kebali duduk dan menghabiskan makanan nya.