DILARANG PLAGIAT!!! 📢📢
Bagaimana jadinya jika kau menikah dengan seorang petinggi sementara kau sendiri hanyalah seorang gadis desa biasa yang bekerja sebagai pemetik daun teh?
Itulah kisah tentang Raymond William (30tahun) dan juga Kiara Putri (24tahun). Mereka menikah karena suatu kejadian yang tidak ingin membuat keluarga Kia malu.
Pada akhirnya Kiara atau sering di sapa Kia menikah dengan Ray yang dia temukan di sungai dalam keadaan berantakan dan juga sadar dalam keadaan Amnesia (lupa ingatan).
Perbedaan kasta mereka berdua membuat Mama Ray tidak merestui pernikahan keduanya dan sengaja memasukkan orang ketiga untuk menganggu kehidupan rumah tangga Ray dan Kia.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Ray dan Kia mampu mempertahankan bahtera rumah tangga mereka berdua?
Simak berikut!
Happy reading..
So stay tune ! 🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab #35
Resepsi telah selesai dan semua tamu undangan sudah bubar. Raymond bersama Kiara kembali ke kediaman William dengan menggunakan mobil pengantin.
Jam menunjukkan pukul 23.00Wib, saat ini mereka telah sampai di rumah dan berjalan masuk ke dalam kamar.
Ceklek!
Pintu kamar terbuka, Kiara masuk terlebih dahulu dan duduk di tepi ranjang dengan wajah lesu. Dia masih saja memikirkan ucapan yang tadi Meysa katakan.
"Ada apa?" Ray duduk di sebelah Kayla.
"Mas, apa kamu yakin jika Mbak Meysa sudah rela melihat kamu menikah denganku?"
Ray mengerutkan dahi. "Memangnya ada apa, sayang? Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu?"
"Aku cuma takut aja jika Mbak Mey menyimpan dendam padaku nantinya,"
Ray menggeleng. "Tidak mungkin, aku yakin Mey sudah rela jika aku menikah denganmu. Kamu gak perlu khawatir, lebih baik kita melakukan hal tertunda yang selama ini selalu aku tunggu."
Kia mengerutkan dahi. "Maksud kamu apa, Mas?"
"Aku ini adalah pria normal dan saat ini kita berdua juga sudah sah menjadi suami-istri, jadi aku ingin kita melakukan malam pertama. Apa kamu mau menyerahkan seluruh hidupmu padaku?" Ray menangkup wajah Kiara.
Kia hanya tersenyum tipis. "Mas, ketika ijab kabul kamu mengatakan kepada Allah bahwa kamu menerimaku sebagai istrimu, dah disaat itulah aku telah menyerahkan seluruh hidupku untukmu."
Ray seperti mendapatkan lampu hijau. "Berarti kamu siap untuk melakukan malam pertama denganku?"
Kia mengangguk terbata, sebenarnya dia takut meskipun berasal dari desa dan kampungan, tetapi Kia adalah wanita sehat yang tau jika melakukan malam pertama bagi pasangan pengantin baru pasti akan terasa sakit.
Ray mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Kiara.
"M—mas, tapi kita belum membersihkan diri, aku merasa sangat kegerahan.'' ucapan Kayla mampu membuat Ray menghentikan aktivitas yang akan berjalan.
Raymond menepuk jidat nya dengan kasar, mengapa dia bisa lupa dengan ritual mandi? Itulah pikirnya.
"Baiklah, kamu mandi saja duluan setelah itu aku." Ray menyandarkan tubuh di kepala ranjang.
Kia mengangguk dan melangkah pergi, tetapi baru juga beberapa jengkal Kia sudah kembali membalikkan badannya.
"Ada apa?" Ray bertanya sembari menegakkan tubuh.
"Bisa minta tolong buka'kan resleting gaun ini, Mas?"
Ray menghela nafas, dia mengira Kia berubah pikiran dan langsung meminta menjalankan malam pertama.
Sret!
Ray membuka resleting itu dan dia meneguk saliva nya ketika melihat punggung mulus nan putih milik Kiara.
"Sudah'kan, Mas?" kepala Kia menoleh kebelakang.
"S—sudah," sahut Ray dengan gugup.
Kiara segera berlalu dari hadapan Ray dan masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Ray, dia membaringkan tubuh di atas ranjang sembari menenangkan 'joni' nya yang telah berdiri tegak dan siap untuk berperang.
"Sabar 'joni', sebentar lagi kau pasti akan mendapatkan santapan mu." Ray memejamkan mata agar 'joni' nya tidak terlalu bereaksi cepat.
Beberapa menit kemudian mereka berdua sudah selesai mandi.
"Apa kita bisa melanjutkan yang tadi?" Ray bertanya dengan tidak sabaran.
Kia mengangguk dengan tersipu malu.
Ray mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Kiara, deru nafas Ray yang mengeluarkan harum mint mampu membuat Kia terlena dan ikut memejamkan mata. Perlahan hidung keduanya saling bergesekan, bibir mereka saling menempel dan mulailah kecupan serta ******* gairah mereka lakukan.
Ray mulai membuka seluruh pakaian Kia dan pakaiannya hingga mereka berdua sama-sama polos tanpa sehelai benang pun. Raymond kagum dengan keindahan tubuh Kiara yang putih mulus meskipun dia tinggal di desa.
Mereka melakukan malam pertama hingga pukul tiga dini hari, pasangan pengantin baru itu seperti tidak mengenal lelah sama sekali.
•
Neng Kiara
Cie yang lagi malam pertama, gerah gak tuh 😂
•
**TBC
HAPPY READING DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMA KASIH BANYAK 🙏🏻
MOHON MAAF OTHOR GAK BEGITU PINTAR MERANGKAI KATA UNTUK ADEGAN RANJANG/HOT, MOHON DIMAKLUMI DAN SEMOGA KALIAN TETAP MENDUKUNG KARYA DARI OTHOR 😘😘.
Sampai jumpa di part selanjutnya 🤗**.