• No Plagiat
• Budayakan Vote dan Like setelah baca
• Budayakan sabar
Happy reading semua🤗
Sequel dari My Crazy Wife, menceritakan hubungan Aldi dan Lolita setelah mempunyai anak pertama mereka yang di beri nama Aksa Randian Putra.
Bagaimana kehidupan Aldi dan Lolita yang sudah berganti status menjadi papa muda dan mama muda?
Akankah mereka tetap bisa mempertahankan hubungan mereka di kehidupan selanjutnya? Dengan status Aldi yang masih mahasiswa dan menjadi incaran semua para cewek?
.
.
.
.
.
gas baca kuyyy!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indri Antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan dan terkejut
Lolita baru saja sampai dirumahnya, sekarang adalah pukul 15.45 WIB. Lolita membuka pintu rumahnya yang kebetulan tidak terkunci. Namun ia dikejutkan dengan permen Lollipop yang berserakan dilantai.
"Lolipop siapa ini?" Gumam Lolita sambil memunguti permen yang ada di lantai. Tanpa disadari Lolita, ia sudah berada di depan anak tangga, dan ia masih memunguti Lolipop itu hingga akhirnya sampai didepan kamarnya.
"Lolipop siapa ini, banyak banget" Lolita bertanya tanya dalam hati sambil menatap Lolipop yang berada di genggamannya.
Lima belas lebih Lolipop berbentuk hati yang sekarang ia pegang.
"Sudah lah, mending aku simpan saja" Batin Lolita. Ia kemudian memutar ganggan pintu kamarnya hingga kayu berwarna coklat itu terbuka.
Lolita begitu terkejut ketika melihat kamarnya yang sudah seperti kapal pecah, bukan seperti kapal pecah karena bantal, guling dan selimut yang berserakan tetapi banyak sekali makanan ringan yang masih terbungkus dengan rapi berserakan hingga memenuhinya kamarnya. Tidak hanya berada di lantai, tetapi di semua tempat termasuk tempat tidur, meja rias, sofa dan juga meja belajar.
Lolita melangkahkan kakinya dengan sangat hati hati agar tidak menginjak makanan yang ada di bawahnya.
Lolita menyimpan tasnya di atas meja belajarnya yang bersebelahan dengan meja belajar Aldi.
Setelah itu ia melangkahkan kakinya menunju ke tempat tidurnya, namun ia begitu terkejut ketika ada banyak kelopak bunga mawar merah berbentuk hati dengan tiga buah kotak di tengahnya.
Pertama Lolita mengambil kotak yang paling besar. Lolita tersenyum ketika melihat isi dalam kotak tersebut.
Coklat dengan berbentuk huruf yang membentuk tulisan ❤️Lolita My Wife❤️.
Lolita kemudian meletakkan kotak coklat itu diatas tempat tidurnya kembali, ia kemudian mengambil sebuah boneka yang berbentuk spongebob.
"Ada suratnya" Gumam Lolita pelan. Ia terlebih dahulu membuka surat itu.
~Cukup spongebob yang menjadi penghuni Neptunus, kamu jangan! Karena kamu hanya boleh menjadi penghuni hatiku.
Lolita My Wife.~
Lolita tak henti hentinya terseyem membaca surat yang ia yakini dari Aldi. Ia kemudian melihat boneka spongebob yang ia pegang. Terlihat sebuah tombol dan Lolita pun menekannya. Tiba tiba boneka itu pun bersuara.
Mendengar itu Lolita semakin tidak karuan, rona merah seketika menghiasi wajahnya.
"Aldi sangat tidak terduga" Gumam Lolita sambil mencium boneka sponsbob itu. Ia kemudian mengambil satu kotak lagi lalu membukanya.
Terlihat sebuah ponsel yang sepertinya masih baru. "Cukup ponsel kamu yang retak, hati kamu jangan" Hal pertama kali yang Lolita temukan ketika membuka ponsel barunya.
"Astaga, lama lama gue bisa diabetes kalau terus disuguhi sama yang manis manis" Ujar Lolita sambil tersenyum dan memeluk handphone barunya.
"Maafkan aku" Ucap Aldi yang tiba tiba masuk kedalam kamar tanpa permisi.
Mendengar suara Aldi, Lolita seketika membalikan badannya.
"Jangan lama lama marahnya" Bisik Aldi tepat di telinga Lolita ketika ia sudah berada di jarak yang dekat dengan Lolita.
"Masih marah?" Tanya Aldi, kini ia sudah berhadapan dengan Lolita.
Lolita menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. "Mana mungkin aku bisa marah lama lama" Ujar Lolita. Mendengar itu Aldi pun tersenyum senang.
"Aku hanya kesal saja, kamu diam diam mata matai aku seakan akan kamu tidak mempercayai istri kamu sendiri" Ujar Lolita sambil cemberut.
"Bukannya tidak percaya, aku saya khawatir kamu kenapa napa" Tutur Aldi sambil merapikan rambut Lolita.
"Kamu tidak perlu khawatir, kamu lupa siapa istri kamu ini, Lolita Fanesya Angel Queen bar bar number one. Mau baku hantam? Kuy!" Ujar Lolita menyombongkan dirinya.
"Sombong, jadi bar bar aja bangga" Seru Aldi.
"Bar bar gini kamu cinta kan" Ucap Lolita sambil menaik turunkan alisnya. Aldi yang melihat itu pun tersenyum.
Ia meraih pinggang Lolita lalu menariknya mendekat. "Inilah cinta yang sesungguhnya" Ucap Aldi, ia kemudian mendekatkan wajahnya kemudian menempelkan bibirnya di bibir Lolita.
Dan seketika Aldi langsung ******* bibir Lolita dengan pelan dan penuh cinta.
Lolita pun membalas ciuman Aldi, ia membuka mulutnya membiarkan Aldi menjelajahi seisi mulutnya, hingga kini ciuman itu berubah menjadi semakin memanas.
Aldi kemudian menuntun Lolita menuju ketempat tidurnya dan menyingkirkan barang barang yang ada di atas ranjangnya.
.
.
***
.
.
Lolita mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam indera penglihatannya.
Lolita menggeliat untuk merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku, setelah itu ia melirik kearah jam yang berada di atas nakas.
"Astaga aduh" Ucap Lolita sambil meringis ketika ia merasakan nyeri diarea sensitifnya saat refleks bangun, dan beruntungnya selimutnya tidak terlepas dari tubuh polosnya.
Aldi yang mendengar suara Lolita pun seketika terbangun. "Kenapa sayang?" Tanya Aldi dengan suara serak khas bangun tidurnya.
"Aku ketiduran lama banget, sekarang sudah jam tujuh malam, dan Aksa" ucapan Lolita menggantung ketika Aldi menukasnya.
"Aksa ada dikamar sebelah bersama mbak Lili dan dia juga sudah mandi kamu tenang saja" Tutur Aldi.
"Emang bunda kemana?" Tanya Lolita.
"Bunda sama ayah dan Aldo juga sedang menghadiri undangan dari salah satu rekan bisnis ayah" jelas Aldi.
Lolita pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti. "Ya udah kalau gitu aku mandi dulu" Ucap Lolita sambil beranjak berdiri, namun Aldi menahannya.
"Kita mandi bareng" Ucap Aldi sambil tersenyum.
"Nggak ah, kalau mandi bareng bisa lama nanti" Tolak Lolita.
"Janji ngga akan lama" Ucap Aldi sambil mengangkat tangannya dan jarinya yang membentuk peace.
"Hmmm" Putus Lolita. Mereka berdua akhirnya berjalan ke kamar mandi bersama dibalik gulungan selimut.
.
.
***
.
.
Kediaman Gerland.
Keluarga Gerland kini sedang mengadakan acara makan malam, bukan makan malam biasa melainkan makan malam yang penuh dengan maksud tertentu.
Semua orang pun sudah berkumpul diruang tamu, namun sepertinya Disa belum terlihat.
"Siska" Panggil papa Disa pada kakak tertuanya Disa.
"Iya papa?" Jawab seorang wanita yamg bernama Siska.
"Panggilkan adik kamu!" pinta sang papa, Wanita yang bernama Siska itupun menurut. Ia kemudian beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke lantai dua dimana kamar Disa berada.
Tok
Tok
Tok
Kakak Disa itu mengetuk tiga kali pintu kamar Disa.
"Masuk" Saut Disa dari dalam kamar.
Pintu kamar pun terbuka, menampilkan sosok Disa yang masih duduk di depan meja riasnya dengan pakaian rumahan biasanya.
"Astaga Disa, kamu kenapa belum siapa juga?" Ujar kakak Disa dengan geram.
"Siap siap untuk apa?" Tanya Disa seakan tidak tahu apa apa.
"Siap siap untuk apa kamu bilang, kamu lupa malam ini kita ada makan malam keluarga" Ujar Kakak Disa kesal.
"Oh" Jawab Disa dengan santainya. Mendengar itu kakak Disa semakin kesal.
Ia berjalan menuju kearah almari kemudian mengambil salah satu gaun milik Disa.
"Kamu sekarang pakai ini, jangan lama kita tunggu di meja makan" Ujar kakak Disa sambil memberikan gaun berwarna merah kepada Disa, setelah itu ia berlalu keluar dari kamar Disa.
"Warna merah, ia ingin membuat aku terlihat mencolok malam ini" Gumam Disa sambil menatap gaun yang dipilihkan oleh kakaknya.
Disa kemudian beranjak berdiri, ia masuk kedalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Setelah itu ia memoles wajahnya mengunakan sedikit make up.
"Huh, untuk apa aku berpenampilan cantik untuk orang yang sama sekali ngga aku kenal" Gumam Disa.
"Hmm seandainya dia adalah Aldi" Imbuh Disa lagi.
.
.
***
.
.
"Dimana adek kamu Siska?" Tanya Papa Disa ketika melihatnya Siska ternyata kembali sendiri.
" Dia sebentar lagi akan turun pa, dan sebaiknya kita tunggu di meja makan saja" Ujar Siska.
"Baiklah, mari kita ke meja makan terlebih dahulu" Ajak papa Disa dengan sopan kepada tamu pentingnya.
Semua orang pun akhirnya menunggu Disa dimeja makan. Tak berselang lama Disa pun turun.
"Maaf saya terlambat" Ucap Disa setelah ia sampai di meja makan.
Semua orang pun menatap kearah Disa tak terkecuali seorang laki laki yang terlihat masih seumuran dengan Disa.
"Dia....."
.
.
.
.
.
.
.
Mood author lagi baik, makannya up triple. masih tanggal 18 dong ini. Dan mungkin akan lolos review tanggal 19 yang tinggal beberapa menit lagi.
untuk masalah pemberitahuan pernikahan Aldi dan Loli itu sebentar lagi, jadi tunggu aja.
dan maaf jika dari kalian ada yang tidak suka dengan novel saya ini karena menurut kalian tidak ada gregetnya dengan masalah kesalahpahaman yang itu itu. mungkin tidak sesuai dengan keinginan kalian.
tapi jika memang kalian tidak suka kalian tidak perlu membacanya, saya tidak memaksakan.
saya menulis untuk menghibur, intinya tetap dirumah aja bersama Aldi dan Loli. Bagi yang suka saja.
Karena saya tidak akan merubah alur cerita yang sudah saya siapakah jauh jauh hari sebelum cerita ini published.
Jadi untuk kalian yang suka dengan Novel ini terus ikuti ceritanya dan jangan lupa dukung author dengan tekan jempol dan juga jangan lupa tinggalin komen dan votenya.