Delia Laros terpaksa harus menikah dengan pria tajir dan arogan yang tidak dikenalinya. Pernikahan itu bermula dari sebuah ancaman akan reputasinya.
Pria yang bernama Rafael Widjaja tersebut berniat memanfaatkan Delia Laros untuk membatalkan pertunangan yang tidak diinginkannya, namun siapa sangka ternyata tanpa sadar pria itu sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.
Akankah Rafael Widjaja mampu menaklukkan hati istrinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB XXXV
Delia menunggu suaminya selesai mandi, tapi pria itu tak kunjung keluar dari kamar mandi.
"Lama sekali kau mandi Raf," gumam Delia.
Delia menguap berkali-kali dan akhirnya ia merebahkan tubuhnya di ranjang, tanpa menunggu suaminya, ia pun terlelap.
Rafael baru menyelesaikan mandinya, pria itu sengaja lama di dalam kamar mandi karena pikirannya bisa tenang saat mengguyur tubuhnya dengan air. Saat ia keluar dari sana, ia justru melihat Delia tertidur dengan lelap.
Rafael segera memakai piyama tidurnya dan menghampiri Delia. Ia tidur di samping istrinya sambil memeluknya.
"Kau memang sangat manis, saat tertidur seperti anak kucing sayang," bisik Rafael.
Perlahan-lahan mata Rafael pun terpejam. Dan akhirnya keduanya terlelap karena kelelahan.
*****
Delia terbangun saat baru jam empat pagi. Ia menatap suaminya dan tersenyum. Kebahagiaan yang akan terus ia lihat dan rasakan setiap hari bersama suaminya. Delia mendekatkan tubuhnya lagi ke Rafael. Mendekap pria itu semakin erat.
Delia tak bisa menahan dirinya, ia mengangkat tangannya lalu mengelus wajah suaminya yang tampan. Ia benar benar mencintai suaminya.
Rafael mengerjapkan matanya karena merasakan sentuhan istrinya.
"Kau membangunkanku sayang, apa kau tahu setiap pagi seorang pria mudah terpancing," gumam Rafael.
Delia terkejut saat melihat suaminya terbangun, "aku minta maaf sudah membangunkanmu Raf. Tidurlah lagi," ucapnya
"Tidak semudah itu," jawab Rafael seraya mengangkat tubuh Delia hingga berada diatasnya.
"Rafael apa yang kau lakukan?" tanya Delia.
"Kau sudah membangunkan macan tidur, kau harus bertanggung jawab," jawab Rafael.
"Bertanggung jawab? Apa maksudmu?" tanya Delia dengan polosnya.
Rafael terkekeh geli, "kau akan tahu setelah kau menenangkan macannya."
Seketika Rafael menarik kepala Delia lalu menciumnya.
"Aku menginginkanmu sayang," ujar Rafael parau.
Delia tak bisa menolak sentuhan lembut itu, ia pun membalas ciu man suaminya dengan penuh gairah. Tangan Rafael mulai meraba punggung Delia dan perlahan-lahan membuka piyama tidur istrinya. Delia pun melakukan hal yang sama, wanita itu membantu suaminya melepaskan piyama tidurnya. Kini keduanya hanya mengenakan pakaian dalam saja.
"Oh ya Tuhan, kau memang cantik sayang," ucap Rafael.
Pria itu kembali membalikkan tubuh Delia, kini istrinya terperangkap di bawahnya. Tanpa ampun, Rafael langsung menghujani kecu pan demi kecu pan ke tubuh wanita itu. Nafas Delia mulai memburu saat mulut suaminya mulai menemukan beberapa titik sensitifnya.
Suara rintihan Delia mulai keluar saat mulut Rafael justru bermain di puncak gunung kembar miliknya. Rafael dengan mahir memainkan lidahnya pada puncak berwarna coklat tersebut. Delia tanpa sadar meremat rambut suaminya sambil terus melengkungkan punggungnya.
"Oh... Raf..." ucap Delia dengan nafas yang semakin memburu.
Rafael semakin menggila, tangan pria itu menelusuri tubuh istrinya dan langsung menuju inti milik istrinya. Jarinya mulai mencari lembah basah bergoa tersebut. Ketika menemukannya, sontak jari Rafael menerobos masuk membuat Delia terkesiap sambil merintih.
Jari Rafael bermain seirama dengan lidahnya, pria itu benar benar mahir membuat istrinya merasakan kenikmatan yang luar biasa. Permainan tarik dorong jarinya pun membuat Delia menggila, hawa panas mulai terasa pada bagian intinya. Semakin basah dan lembab itulah yang dirasakan Rafael.
Rafael meninggalkan gunung kembar tersebut, ia segera membuka pakaian da lam Delia. Rafael menarik jarinya sambil menekuk kedua kaki Delia, tanpa menunggu lagi Rafael langsung mencicipi lembah basah tersebut dengan lidahnya.
"Aaakkkhhh...!!!" teriak Delia.
Wanita memejamkan matanya dan menikmati setiap sentuhan suaminya, setiap sentuhan itu terasa baru baginya.
"Raf... aku tidak tahan lagi..." ucap Delia.
Rafael menghentikan sentuhannya, ia segera melepaskan pakaian da lamnya sendiri. Melepaskan rudal keras miliknya yang terkekang sejak tadi. Pria itu mengarahkan rudal tersebut ke lembah lembab bergoa tersebut. Sontak ia mendorongnya hingga masuk tak bersisa. Keduanya saling merintih kenikmatan. Permainan itu terus dilakukan dengan cara menarik dan mendorongnya.
Awalnya Rafael melakukannya dengan lembut, lalu lama kelamaan ia terus menambah ritme permainannya. Keduanya kembali saling berteriak, Rafael memeluk istrinya dengan erat sambil menambah kecepatan tarik dorongnya.
"Delia... sayang..." teriak Rafael.
"Raf... Raf... aaakkkhhh..." sahut Delia.
"Oh sayang..." teriak Rafael lagi sambil menyemburkan cairan panas di dalam goa tersebut.
Merasakan cairan hangat itu, Delia pun mengedutkan miliknya, ia pun akhirnya mencapai puncaknya sambil memeluk suaminya semakin erat.
"Aku mencintaimu, sayang..." ucap Rafael sambil mengatur nafasnya dan mencium bibir Delia.
Delia menatap wajah suaminya dan tersenyum, "aku juga mencintaimu," balas Delia.
Rafael semakin bahagia karena ungkapan cinta itu terus keluar dari bibir istrinya.
"Delia... aku menginginkanmu lagi," ucap Rafael.
Delia terbelalak, namun Rafael tak membiarkannya lari. Pria itu kembali memerangkap tubuh Delia, memancing dengan sentuhan demi sentuhan hingga kembali menimbulkan percikan panas pada tubuh mereka. Keduanya melakukannya lagi dan lagi hingga benar-benar kelelahan.
*****
Proses demi proses persidangan telah dilalui Katrina Dowell dan Bethran Markes. Persidangan tersebut sungguh panjang dan melelahkan. Keduanya mengakui kesalahan di hadapan hakim. Pihak keluarga Delia hanya diwakili pengacara mereka, karena orang tua Delia tidak ingin hadir, keduanya sudah memaafkan Katrina dan Bethran. Namun proses hukum tetap berjalan walaupun pihak korban memaafkan mereka.
Di sisi lain Katrina Dowell bisa bebas karena jaminan dari ayahnya. Frans Dowell berjanji pada kepolisian akan menjaga putrinya dan mendidiknya. Pria itu bisa mengeluarkan putrinya karena memang dalang utamanya adalah Bethran Markes. Selama proses pengadilan pun Katrina memang berlaku sangat baik.
Sedangkan Bethran Markes harus menghadapi beberapa tahun hukuman yang akan dijalaninya, karena orang tuanya kini jatuh miskin akibat perbuatan Rafael Widjaja. Keluarganya tak mampu menjamin kebebasannya. Pria itu harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di dalam penjara.
Katrina Dowell tersenyum saat ia akhirnya bisa bebas, ia tidak akan membiarkan Rafael dan Delia hidup tenang setelah ia terbebas dari hukumannya. Ia akan melakukan sesuatu yang akan menghancurkan keduanya. Katrina terus menyusun rencana yang ada di kepalanya saat ini. Setelah apa yang telah dilakukan Rafael terhadapnya, tidak semudah itu bagi Katrina melepaskan mereka.
Satu jam kemudian, keduanya sampai di rumah mereka. Frans membawa Katrina ke kamarnya.
"Kau harus menjalani pendidikan lagi Kate, papa tidak ingin kau mengenal dan berteman dengan orang yang salah lagi," ujar Frans Dowell, "kau harus bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Aku terlalu memanjakanmu, jadi kau mulai berbuat seenaknya saja. Gara gara kau perusahaan kita hampir hancur," bentaknya.
Katrina menunduk, ia tak berani menatap ayahnya, "maafkan segala kesalahan Kate pa, Kate memang anak yang tidak berguna," jawabnya.
"Kapan kau membuka brankas papa, mengapa kau bisa mengambil dan membawa senjata api milik papa. Apa yang mau kau lakukan dengan senjata itu hah?" bentak Frans lagi, "jika kau membunuh orang, maka uang papa segunung pun tak bisa mengeluarkanmu dari penjara Kate, dimana pikiranmu itu," imbuhnya.
"Kate hanya ingin menakuti korban, hari itu Kate hanya takut karena papa tak ingin menolong Kate. Hari itu sebenarnya Kate ingin bunuh diri," jawab Katrina datar.
Frans Dowell terkejut dengan jawaban putrinya. Seketika ia mengangkat tangannya dan melayangkannya tepat ke pipi Katrina. Wanita itu terkejut, ini pertama kalinya ia mendapat pukulan dari ayahnya. Sontak Katrina pun menangis.
"Aku membesarkanmu susah payah, aku menjagamu dan membahagiakanmu karena kau satu satunya putriku. Kau malah ingin bunuh diri dan meninggalkan papa. Lalu papa harus mengatakan apa pada mendiang mama mu," ujar Frans marah.
Pria paruh baya itu tak menduga putrinya akan berbuat senekat itu. Ini pertama kalinya ia memukul anak kesayangannya. Frans menghela nafasnya.
"Bersiaplah Kate, minggu depan kau harus berangkat keluar negeri. Tidak ada pilihan lain lagi untukmu," kata Frans tanpa bisa dibantah.
Frans Dowell meninggalkan Katrina begitu saja, seketika Katrina menangis semakin keras. Namun wanita itu tidak menyesali perbuatannya, ia justru semakin geram dan marah pada Rafael dan Delia.
"Tunggu pembalasanku, kalian akan merasakan rasa sakit yang aku alami sekarang. Kalian tidak akan aku lepaskan karena telah menyakitiku," pikir Katrina.
*****
Happy Reading All...
gasskeun✈✈
hmmm mungkin ini memang takdir dari mami otor pernikahan pada pandangan pertama😄
lanjuutt bacaa