NovelToon NovelToon
Legenda Kaisar Raja Dewa

Legenda Kaisar Raja Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Epik Petualangan / Mengubah Takdir / Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Reinkarnasi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sh1-Han

Nanggong Li adalah orang dari dunia modern yang memiliki kekasih cantik. Namun, karena ia tidak terlalu tampan dan tidak punya latar belakang, ia malah dikhianati dan akhirnya menghilang. Setelah itu, ia bereinkarnasi menjadi seseorang yang dianggap sampah di dunia kultivasi, dengan mewarisi ilmu dari dunia lamanya serta bantuan roh primordialnya.

Di sana, ia memiliki kekasih yang kuat dan disebut sebagai wanita tercantik di wilayah timur. Seorang yang dianggap sampah ternyata bisa memiliki wanita yang bahkan seseorang yang sudah dianggap kuat pun tidak bisa mendambakannya. Apakah Dongfang Ling bisa mengubah takdirnya sebagai seorang “sampah” dari keluarga terkemuka?

Judul lain : From Mortal to Divine Emperor: Transcending All Worlds

Genre : Komedi,Romance,Adventure,Action,Fantasi timur

*****#### KARYA SEDANG DALAM REVISI *****####

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sh1-Han, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter-30 Aku Ternyata Biasa Saja

Di tengah deru angin malam yang kencang, mata tajam Ling Xuan menyapu pemandangan di bawah mereka. Tiba-tiba, ia melihat kerlap-kerlip cahaya dari arah Akademi Xu. Ribuan lampion terbang, dan suara tawa riuh rendah terdengar hingga ke angkasa. Rupanya, akademi tengah mengadakan pesta besar-besaran untuk merayakan keberhasilan seorang senior jenius yang baru saja menerobos ranah *Deity Transformation* tahap menengah.

"Selamat, Senior! Anda berhasil mencapai tingkat yang mengerikan ini!" suara para murid bergema di kejauhan.

Di tengah panggung pesta, seorang pemuda berdiri sambil mengangkat cangkir araknya tinggi-tinggi. "Haha! Selamat, selamat untuk kita semua! Semoga sukses di jalan kultivasi!" teriak pemuda itu lantang.

Ling Xuan yang mengintip dari punggung Xiao Hei seketika mematung. Matanya melotot tajam, jantungnya seakan berhenti berdetak sesaat.

"Xi-Xi-Xiao Lei? Dia... Bagaimana mungkin?!"

Xiao Hei merasakan guncangan pada tuannya. Ia menolehkan kepalanya yang besar sedikit ke belakang. "Bos, ada apa? Ada sesuatu yang mengganggu?"

"Xiao Hei, lihatlah di bawah itu... Siapa pria yang sedang sombong itu?"

Xiao Hei memicingkan matanya, memfokuskan pandangan iblisnya ke arah kerumunan pesta. "E-eh? Itu kan Dongfang Lei? Kok bisa?! Bos, dia sudah mencapai ranah di atasmu sekarang!"

Ling Xuan yang awalnya merasa sangat bangga dan bersemangat karena baru saja menerobos ranah *Deity Transformation* awal dengan susah payah, kini benar-benar membatu. Semangatnya seolah tersiram air es. Ia terdiam , menatap sosok Dongfang Lei yang tampak begitu berkilau di bawah sana dengan perasaan campur aduk.

"Haha! Xiao Hei, lama-lama bosmu ini benar-benar bisa jadi gila!" tawa Ling Xuan pecah

Xiao Hei mengepakkan sayap raksasanya lebih kuat, melesat menjauhi Akademi Xu dan sosok Dongfang Lei yang semakin mengecil di bawah sana. "Baiklah, Bos! Jangan terlalu bersedih, kalau tidak nanti uban di tubuh utamamu bakal makin lebat!"

"Persetan dengan uban! Itu adalah warna alami yang indah, tahu! Tidak sepertimu, punya rambut uban di belakang kepala tapi sok-sokan masih muda," balas Ling Xuan sembari memukul pelan punggung Xiao Hei.

Mendengar itu, niat jahil Xiao Hei muncul. Ia tiba-tiba bermanuver, terbang melingkar-lingkar dengan gerakan ekstrem untuk memicu kepanikan tuannya. Namun, ia justru mendengus kesal saat menoleh ke belakang; Ling Xuan tetap tenang tanpa reaksi berarti, wajahnya datar seolah sedang duduk di kursi goyang. Merasa gagal menjahili sang Bos, Xiao Hei kembali terbang stabil menembus awan.

"Bos... kapan kita akan berkumpul lagi?" tanya Xiao Hei tiba-tiba, suaranya melunak terbawa angin. "Maksudku, seperti bermain di kota yang ramai itu. Dahulu, kau selalu suka pergi ke festival yang sangat ramai, makan enak, dan tidak memikirkan urusan bunuh-membunuh."

Ling Xuan menatap ke arah hamparan langit yang tak berujung. Ia tidak lagi duduk bersila dengan kaku; ia merentangkan kakinya dan menggunakan lengannya untuk menahan tubuh, bersandar santai di atas punggung kelelawar raksasa itu.

"Entahlah... mungkin setelah aku mencapai hal yang kuinginkan. Setelah semua hutang ini lunas," gumamnya pelan.

"Dulu aku terlalu sibuk dengan urusan kultivasi," gumam Ling Xuan, suaranya hampir tertelan deru angin yang menghantam wajahnya. "Bahkan aku tak sempat memikirkan siapa pun.itu ternyata hal terberat dalam hidupku."

Xiao Hei mengangguk pelan, kepakan sayapnya yang lebar menjaga stabilitas terbang mereka di atas awan. "Hm, kau benar, Bos. Dulu kau memang terlalu terobsesi dengan kekuatan. Kau hanya benar-benar bermain-main saat awal perjalananmu saja, setelah itu semuanya hanya tentang latihan."

"Aku masih ingat melihatmu yang selalu bersemangat menjalani latihan tekun setiap hari," lanjut Xiao Hei, mengenang masa lalu mereka.

Ling Xuan menatap hampa ke arah bintang-bintang yang bertebaran. "Tentu saja aku tekun. Waktu itu... semua kulakukan hanya demi mengejar dirinya. Aku selalu terbawa suasana hingga akhirnya terjebak oleh para sialan itu."

Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku jarinya memutih. "Dan sekarang pun sama saja. Aku ternyata tak belajar sedikit pun dari kesalahan lamaku. Masih saja jatuh di lubang yang sama."

Ling Xuan menghela napas panjang, sebuah hembusan napas yang sarat akan kelelahan batin yang mendalam.

"Bos, kupikir kita perlu kembali ke dunia fana sesekali! Rasanya otakku mau meledak kalau hanya melihat gunung dan hutan terus," usul Xiao Hei.

Ling Xuan terdiam sejenak, memikirkan dunia modern yang pernah ia tinggali—lampu neon, kebisingan kota, dan kehidupan tanpa pedang di tangan. "Hm, baiklah! Setelah mencapai ranah Suci, kita akan pergi ke sana bersama Liuli dan Guru. Kita bawa mereka melihat bagaimana dunia tanpa energi spiritual bekerja."

Xiao Hei tersenyum bahagia, matanya berbinar membayangkan dunia modern. Tempat tidur empuk yang nyaman, makanan-makanan unik yang rasanya berbeda dari pil-pil pahit atau daging monster, dan suasana yang tidak melulu soal hidup dan mati.

"Janji ya, Bos! Jangan sampai kau lupa dan malah sibuk bertarung lagi!" seru Xiao Hei penuh semangat sembari mempercepat laju terbangnya menuju wilayah barat

Tanpa berkata apa-apa lagi, Ling Xuan memposisikan tubuhnya senyaman mungkin. Ia merentangkan tangan, menjadikan punggung keras Xiao Hei sebagai alas, dan mulai memejamkan matanya yang lelah. Ia membiarkan angin malam menyapu wajahnya sementara kesadarannya perlahan meredup, mencoba mencari sedikit kedamaian dalam tidur di atas punggung sang teman setia.

Xiao Hei yang merasakan napas tuannya mulai teratur, sedikit melambatkan kecepatannya. Ia terbang sehalus mungkin agar Ling Xuan tidak terbangun.

"Tidurlah, Bos. Jalur menuju Wilayah Iblis masih panjang, dan setidaknya di dalam mimpi, tidak ada wanita yang bisa melukaimu," bisik Xiao Hei pelan sebelum kembali fokus menatap arah barat

1
Efendi Riyadi
alur ceritanya acak²an thor
Han: Di bawah 23 emang acak acakan 🙏
total 1 replies
Crimson
Kwkwkwk ku kira keras ternyata kertas, belajar lagi dek. dek🤣🤣
Crimson
Cewek yang seperti inilah yang harus di kasih paham /Panic/
Han: Yoi mirip jule
total 1 replies
Skyrenzz'
komen pertama👍
Han: mantap
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!