Hallo readers sekalian, ini karya pertama saya dengan judul "Kesempatan kedua."
Dave seorang pria yang mengalami kegagalan di dalam pernikahannya, ia bercerai dengan istrinya Alena dua tahun yang lalu.
Dave dan Alena menikah bukan karena cinta melainkan perjodohan dari orang tua mereka masing-masing.
Setelah perceraian Dave dan Alena tidak pernah bertemu kembali, sampai di satu kesempatan tanpa sengaja mereka bertemu.
Alangkah terkejutnya Dave yang melihat perubahan dalam diri mantan istrinya tersebut yang terlihat lebih dewasa dan cantik.
Perceraiannya dengan Dave banyak membawa perubahan dalam diri Alena.
Mampukah Dave dan Alena kembali membangun rumah tangga mereka yang sempat hancur karena ego mereka yang sulit mengakui perasaan masing-masing?
Apakah mereka sudah saling menyukai dan mencintai sebelum mereka berpisah?
Perasaan yang sulit di ungkapkan oleh kedua insan manusia hanya karena Ego.
Mari ikutin terus cerita percintaan dan kisah mereka di sini ya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoevanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Biar kata malunya minta ampun udah nangis-nangis sampe Dave harus berlutut di hadapan orang tua Alena tetapi semua gak sebanding dengan kebahagian yang di dapatkan Dave saat ini.
Gimana gak bahagia restu orang tua dari kedua pihak sudah ia dapatkan, syarat utama baginya untuk membangun kembali rumah tangganya yang sempat hancur.
Sekarang semua tinggal mengurus kembali pengikatan janji suci mereka yang sempat mereka ingkari dan mengurus kelengkapan administrasi surat nikah mereka yang baru.
Masalah pakaian pengantin itu sih urusan emak-emak rempong pasti di ambil alih sama Mommy Jean dan mama Rita.
Kebayangkan rempongnya dua wanita ini kalau udah bertemu, pasti banyak maunya.
Kalau mengurus bagian seperti ini Dave sudah lepas tangan dan dibebas tugaskan, Rio adalah orang bisa di andalkan untuk mengurus surat di catatan sipil dan memilih WO (wedding organizer) untuk acara pernikahan kedua mereka.
***
Siang ini Dave ada di kantornya dengan segala kesibukannya.
Banyak Karyawan yang memperhatikannya sejak dari tadi pagi, tidak seperti biasanya Dave memasuki kantor dengan muka ramah dan menyapa semua karyawannya, sesekali ia melemparkan senyum saat bertemu dengan beberapa orang bawahannya.
Ia terlihat saat berbeda, jauh dari sikapnya sebelumnya yang nampak acuh terkesan sombong waktu bertemu dengan orang lain.
Tak terkecuali Rio orang yang memperhatikan perubahan Dave hari.
"Huuh...menarik... kayaknya hari ini muka bos nampak senang, gue aman gak kena semprot, kalau mau ngajuin pinjaman buat nikah bisa sekarang nih pasti acc" gumamnya dalam hati sambil tertawa sendiri.
"Biar gue kagak jadi bujang lapuk terus, masa mau jadi jomblo abadi" lanjutnya dalam hati.
Rio yang sedang ngomong sendiri dan tertawa sendiri dalam hati dikagetkan line di mejanya yang berbunyi.
*bunyi telepon*
Di sana udah tertera panggilan dari ruangan Dave.
"Halo Pak"
"Rio ke ruangan saya sekarang"
"Siap pak"
Telepon pun terputus, Rio bergegas menuju ke ruangan Dave.
*Pintu ruangan Dave terbuka*
"Siang pak, ada yang bisa saya bantu?"
"Duduk dulu, ada yang mau saya bicarakan"
"Oke siap pak"
Rio berjalan menuju kursi yang ada di depan meja Dave dan mengambil posisi duduk.
"Rio saya mau kamu atur WO untuk acara pernikahan saya nanti dengan Alena, sekalian urus administrasi surat nikah kembali ke catatan sipil"
"Kapan pak?" tanya Rio
"Secepatnya lah, kalau bisa bulan depan kami menikah lagi" Dave menjawab dengan penekanan
"Busyet dah pak, ngebut amat" balas Rio
"Udah kamu jangan banyak omong, kerjakan aja seperti yang saya perintahkan"
"Siap laksanakan pakbos"
"Gitu dong kalau di suruh tuh gerak cepat jangan banyak ngomong aja"
"Cepat sih cepat pak, tapi pinjemin saya duit dulu buat nikahan pak.
Bapak udah dua kali nikah masa saya masih jomblo aja"
"Hah...kamu mau nikah?" tanya Dave dengan muka kaget.
"Mau dong pak, masa mau bujang tua aja" jawabnya sambil cengengesan.
"Siapa calon istri kamu? Apa saya juga kenal?"
"Pinjaman saya di acc gak nih pak?" tanya Rio meledek Dave
"Kalau kamu mau nikah saya kasih bonus buat kamu, biayanya biar saya yang tanggung.
Siapa calon kamu Rio?"
"Calonnya baru mau cari pak...hahaha.
Yang penting duitnya dulu, nanti kalau ada calonnya saya ajak nikah udah siap uangnya"
Rio tertawa terbahak-bahak.
"Dasar kampret kamu Rio, ******** tengik beraninya menipu saya" Mereka berdua kembali tertawa bersama.
"Cewek sekarang kan carinya yang siap semua pak, siap nikah, siap uang, siap rumah, siap mobil, siap deposito.
Kalau saya gak siap bakalan gak jadi-jadi nikah.
Tapi beneran ya pak janji, kalau saya nikah di kasih bonus di tanggung semua biayanya.
Janji ya pak, Janji adalah hutang nanti saya tagih pas udah ada calonnya" ledek Rio.
"Dasar kampreeet...ilmu abunawas di pake"
balas Dave sambil terkekeh.
Bersambung dulu ya...tetap setia ikutin kisahnya ya.
*******************
Aku balik lagi jangan lupa like, komen, pencet tombol ❤️ buat jadiin novel ini Favorit.
Jangan lupa vote sumbangin point kalian ya.
Buat sudah vote aku mengucapkan terima kasih.
Nantikan aku kembali lagi 🙏🙏🙏
org itu tidak ada kemajuan dalam hubungin kalau tidak ada yg mengalah satu dari untuk mencairkan nya.
itulah mengapa org blg pentingnya perbedaan, ada air dan api saling mengoengkapi bukan ego nya tinggi masing2