Zareena sungguh tidak menyangka jika kedatangannya ke rumah sang kakak malah bertemu sosok pria menyebalkan bernama Tristan. Lebih parahnya lagi, saudaranya malah menitipkan dirinya kepada pria itu. Lantas, apa yang terjadi? Tristan yang merupakan casanova dan Zareena yang ingin melepaskan kegadisannya. Siapa di antara mereka yang akan takluk lebih dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miracle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Niat
Sungguh Tristan memang ingin menjadikannya seorang pelayan. Buktinya ada lagi permintaan dari pria itu. Selain susu cokelat, biskuit, Tristan juga menginginkan buah potong. Zareena pun menuruti keinginan itu.
"Apalagi yang tuan kalian inginkan?" tanya Zareena.
"Hanya itu, Nona. Tuan menyuruh Anda untuk mengantarnya ke kamar," kata pelayan.
"Oke, tolong bantu aku," ucap Zareena yang mengangkat nampan berisi makanan pesanan Tristan.
Zareena bahkan tidak mengizinkan pelayan untuk mengangkat nampan itu. Ia hanya ingin asisten rumah tangga Tristan itu, menuntun dirinya ke kamar.
Pintu diketuk lebih dulu, lalu dibuka oleh pelayan. Zareena melangkah masuk kemudian ia mendengar lawang itu ditutup. Tristan tengah memandang area luar dari balik kusen jendelanya. Dengan memakai jubah tidur berbahan satin. Begitu seksi terlebih rambut pria itu tampak acak-acakan.
"Aku membawakan pesananmu," kata Zareena.
Tristan membalik diri. "Letakkan saja di meja."
"Baiklah," sahut Zareena kemudian meletakkan nampan di meja. Ia berjalan hendak meraih gagang pintu, tetapi kalimat Tristan menghentikannya.
"Belum ada yang menyuruhmu pergi, Nona Zareena," ucap Tristan.
Zareena melipat tangan di perut. "Mohon maaf, Tuan. Tapi aku bukan perempuan seperti yang ada di kelab malam. Aku adalah tamu. Bukankah tuan rumah harus memperlakukan tamunya dengan baik?"
Tristan berjalan mendekat, melewati Zareena menuju pintu. Zareena menoleh ketika mendengar suara kunci berputar. Tristan mengunci pintu di saat ia masih berada di dalam.
"Kau!" kata Zareena.
"Perlu kau tahu, Nona. Tuan rumah juga berhak melakukan apa saja kepada tamunya termasuk mengurungnya seperti seekor burung."
"Aku perlu memberitahu sikap kurang ajar sahabat kakakku." Zareena ingin meraih kunci, tetapi Tristan lebih dulu menggapainya.
Kunci kamar itu, dikantongi pada saku jubah tidur. Tristan merasa menang kali ini karena bila Zareena ingin keluar, maka ia harus mengambilnya.
Tristan memajukan dirinya. "Kau bisa mengambilnya sendiri, Nona."
"Aku sedang tidak ingin bermain."
"Tapi aku sangat ingin menikmatimu. Kau sendiri telah menyediakan cokelat panas, buah dan biskuit. Ini akan sangat menyenangkan, Nona," rayu Tristan.
"Jangan menguji kesabaranku." Zareena menarik jubah itu, tetapi Tristan sengaja membuat dirinya tertarik sampai membentur tubuh wanita itu.
"Kau menggodaku, Sayang," bisik Tristan seraya memagut cuping telinga Zareena.
"Hentikan!" bentak Zareena.
"Kau yang memulainya lebih dulu, Zareena. Kau harus bertanggung jawab atas apa yang kau telah mulai."
"Aku tidak melakukan apa pun," kata Zareena.
"Kau yang memulainya. Kau membuatku selalu memikirkanmu," ucap Tristan.
Zareena mendorong tubuh pria itu. "Rayuanmu tidak akan mempan padaku. Sudah kuperingatkan jika aku bukanlah wanita di kelab malam itu."
"Aku sudah menjelaskan semuanya padamu, Zareen!"
"Kau tidak perlu menjelaskan apa pun."
"Lalu kenapa kau menjauh dariku?" tanya Tristan. "Kalau kau bilang kita tidak punya hubungan dan kita hanya bermain saja, maka aku ingin kita bermain lagi, seperti waktu itu. Aku tidak akan menahan diriku agar kau menjerit di bawah tubuhku ini."
"Permainan itu telah usai dan aku tidak berniat mengulanginya," kata Zareena.
"Tapi aku sangat menginginkannya." Tristan mendorong Zareena sampai wanita itu terduduk di atas tempat tidur.
"Jadi, kau ingin memaksaku karena putus asa?"
"Apa maksudmu?"
"Katanya kau ini seorang casanova, tapi kau tidak pandai merayu dan malah ingin memaksaku. Ini namanya pelecehan," kata Zareena.
Tristan membungkuk, menyentuh pipi mulus Zareena dengan hidungnya yang mancung. "Aku ladeni kau untuk bermain."
Bersambung