Reinz, tumbuh sebagai seorang lelaki tampan yang bahkan terlalu tampan untuk seorang laki laki.
Seharusnya ia menjadi Don Juan, playboy yang menaklukkan hati seorang wanita.
Namun itu tidak terjadi padanya, ia terkesan sangat dingin dan kejam terhadap semua perempuan yang selalu menggilainya sejak kecil.
Di alam bawah sadarnya terbentuk pikiran bahwa semua wanita pasti jahat, licik dan sekeji ibu kandungnya, yang meninggalkannya sejak bayi. Demi berselingkuh dengan seorang konglomerat tua yang menabur uang setiap hari.
Hidup bersama dengan seorang pria dewasa dan latar belakangnya tidak di ketahui, sejak bayi hingga dewasa Reinz hanya menerima bentuk kasih sayang dari pria dewasa yang selama ini merawatnya.
Kebenciannya kepada perempuan semakin menjadi ketika kisah cinta monyetnya sewaktu remaja berakhir penghinaan, lengkap sudah penderitaannya, kesimpulannya ia menganggap wanita adalah mahluk jahat. Cantik wujudnya namun busuk hatinya dan penuh dusta. Hingga akhirnya Reinz mengambil sikap wanita hanya bisa di nikmati tidak layak untuk di miliki apalagi di cintai.
Paling banter cuma di tipu dengan sandiwara sikap dari pada keduluan di tipu, itu yg mmbuat reinz mnjadi lebih percaya kepada teman laki laki.
Reinz merasa lebih nyaman berhubungan dengan laki laki dari pada perempuan di mulai dari persahabatan dari sampai hal hal pribadi.
Hingga ketika seorang wanita baik baik mencintainya, Reinz kehilangan pegangan untuk memilih antara menipu, pura pura memanfaatkan perempuan itu demi kelangsungannya hubungannya dengan sahabat laki laki yang sangat ia percaya dan sayangi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Kepergian Kai dan Reinz dari rumah sakit di ketahui bodyguard Agatha, lalu mereka melaporkannya. Agatha pun memerintahkan anak buahnya untuk menyusul Kai dan Reinz. Tidak hanya itu, ia memerintahkan mereka untuk melenyapkan Reinz.
Sementara Jimi yang baru saja sampai di rumah sakit setelah menemui Sojin. Mendengar kabar kepergian Kai dan Reinz semakin membuatnya khawatir, diam diam ia menyusul anak buah kakeknya di belakang.
Selang beberapa menit setelah Reinz dan Kai sampai ke rumah persembunyian. Anak buah Agatha berhasil menyusul Kai dan Reinz, kemudian mereka bergegas menghampiri rumah tersebut dan mendobrak pintu rumah dengan paksa.
"Brakkk!!"
Kai dan Reinz yang baru saja duduk di kursi, mereka berdua terkejut melihat kedatangan anak buah Agatha.
"Kalian mau apa?! Tanya Kai, berdiri dan menggenggam erat tangan Reinz, menatap waspada ke arah lima anak buah Agatha.
"Kami di perintahkan untuk membawamu pulang, tuan." Kata salah satu pria yang berkepala plontos.
"Tidak!" Sahut Kai.
Namun kelima pria tersebut tidak perduli, mereka mendekati Kai.
"Jangan dekati dia!"
Reinz berdiri di hadapan Kai dan mencoba melindunginya. Namun mereka tidak perduli, dua pria maju mencengkram kerah baju Reinz dan satu lainnya memukul wajahnya tanpa ampun. Sementara dua pria lainnya menarik paksa tangan Kai lalu menariknya menjauh dari Reinz.
Kai berusaha memberontak namun tenaganya tidak cukup menandingi kedua pria yang menahan tubuhnya. Kai terus berteriak memanggil Reinz yang tengah di pukuli habis habisan oleh ketiga anak buah Agatha.
"REINZ!!!"
Di saat bersamaan, Jimi sampai di rumah itu. Ia terkejut melihat Reinz sudah tidak berdaya berusaha untuk terus membela diri.
"Hentikan!!" Seru Jimi lantang.
"Kakak!" Kai berlari ke arah Jimi dan memintanya untuk menghentikan anak buah kakeknya untuk tidak memukuli Reinz lagi. "Tolong hentikan mereka kak."
Jimi terdiam menatap ke arah Reinz. Rupanya kakeknya tidak main main dengan ancamannya. Dia tidak segan segan untuk melenyapkan Reinz, tapi mengapa? Tanya Jimi di dalam pikirannya saat ini.
"Kak!" Seru Kai seraya mengguncang lengan Jimi.
Jimi menoleh ke arah Kai.
"Pilihan ada di tanganmu, kalau kau menyayangi Reinz. Sebaiknya kau ikut aku pulang dan jangan temui Reinz lagi."
Kai terdiam lalu menoleh ke arah Reinz yang sudah tidak berdaya. Apa yang di katakan Jimi memang benar, kalau ia tetap ingin bersamanya sama saja akan membahayakan nyawa Reinz.
"Baiklah kak, aku ikut denganmu. Tapi hentikan mereka dulu."
Jimi mengangguk, lalu menerintahkan anak buah Agatha untuk meninggalkan Reinz dan jangan mengganggunya lagi. Kemudian Jimi dan Kai pergi begitu saja meninggalkan Rein di ikuti anak buahnya.
"Aku tidak percaya kau meninggalkanku, Kai.." ucap Reinz pelan. Ia menjatuhkan tubuhnya ke lantai, darah segar mengalir dari mulutnya. Perlahan Reinz kehilangan kesadarannya.
***
Entah sudah berapa lama Reinz tak sadarkan diri, saat ia membuka mata. Reinz sudah ada di atas tempat tidur, ia melirik ke samping nampak Beby tengah duduk di kursi memperhatikannya.
"Kau?"
Beby menganggukkan kepalanya.
"Kau jangan bergerak dulu, istirahat saja."
"Bagaimana kau tahu, aku ada di sini?" Tanya Reinz lalu bangun dan duduk di atas tempat tidur.
"Itu tidak penting," jawab Beby.
"Aku tidak suka kau ada di sini, pergi sekarang juga.." ucap Reinz menatap tidak suka ke arah Beby.
"Kau tidak perlu mengusirku, aku akan pergi setelah kau sehat," jawab Beby lalu berdiri menatap sedih.
"Aku tidak butuh bantuanmu." Reinz tetap bersikeras mengusir Beby dari rumahnya, lalu ia berusaha turun dari atas tempat tidur seraya meringis kesakitan menahan rasa sakit di perutnya.
"Kau jangan sombong, aku tahu kau membenciku. Tapi izinkan aku membantumu sekali ini saja." Beby mencegah Reinz turun dari atas tempat tidur.
"Lepaskan aku!" Reinz menepis tangan Beby dengan kasar.
Beby pun menarik tangannya kembali, menghela napas panjang.
"Terserah, kau mau memakiku. Tapi aku tidak bisa meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini." Selesai bicara seperti itu, Beby berlalu dari hadapan Reinz.
"Andai kau tahu, aku sedang mengandung anakmu..." gumam Beby sedih.
masak cowok cemburu Ama cowok?!,,🤔🤔🤔🤔
miciuuuuu
tingglin klg km