NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Dunia Kecil

Terlempar Ke Dunia Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:915
Nilai: 5
Nama Author: Zhu Ge Liang

Xue Yao, murid pertama Sekte Yiyuan, kehilangan segalanya ketika Raja Iblis menghancurkan sektenya. Sebagai satu-satunya yang selamat, ia melarikan diri membawa pusaka sekte, Cincin Zhutian, demi membalas dendam.

Namun saat dikepung musuh, ia menghancurkan kultivasi dan memecah kesadarannya sendiri. Takdir justru membuat seluruh serpihan kesadarannya terserap ke dalam Cincin Zhutian dan tersebar ke berbagai dunia. Setelah hampir seratus tahun tertidur, Xue Yao terbangun dan mendapati setiap serpihan hidup dalam penderitaan akibat keterikatan batin yang dapat melahirkan iblis hati.

Kini, dengan kekuatan Cincin Zhutian, ia harus kembali ke setiap dunia untuk menyelamatkan, mengumpulkan, dan menyatukan kembali seluruh serpihan jiwanya. Namun, mampukah Xue Yao mengembalikan dirinya yang utuh... atau justru kehilangan segalanya untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhu Ge Liang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takdir yang Tertukar²⁷

    "Tuan Muda Xue."

    "Tuan Muda Xue kenapa datang lagi?"

    Di sebuah kelab malam, sekelompok Tuan Muda yang tengah berpesta saling bertukar pandang ketika melihat sosok itu mendekat.

    Mengapa dia datang lagi?

    Seorang gadis muda di samping meja memutar bola matanya, meraih tas tangannya, dan bersiap pergi. Namun, sebelum sempat melangkah, Xue Mo yabg melangkah cepat langsung meraih pergelangan tangannya."

    "A Ling."

   Gadis itu memiliki kemiripan tiga hingga empat bagian dengan Lin Ling pada raut wajahnya. Namun, dibandingkan Lin Ling yang selalu tampak lemah dengan alis berkerut, gadis ini jauh lebih percaya diri dan terbuka.

    Ia mengibaskan tangan Xue Mo dengan kasar. Amarah yang telah lama terpendam akhirnya meluap.

    "Sudah cukup, Xue Mo. Aku bukan adik simpananmu yang bernama Lin Ling itu. Tidak perlu terus berpura-pura penuh perasaan di depanku. Perempuan yang kau sebut cintamu itu masih terbaring di rumah sakit. Kalau kau benar-benar mencintainya, mengapa tidak kesana dan merawatnya? Selama ini aku masih menahan diri karena menghormati Tuan Xue, tetapi kalau kau terus mengangguku, jangan salahkan aku jika bersikap kasar!"

    Selesai berkata, gadis itu berbalik dan pergi.

    Xue Mo tampaknya telah minum sebelum datang.

    Bahkan lebih tepatnya, selama lebih dari setahun ini, hidupnya memang tenggelam dalam alkohol.

    Dulu ia adalah Tuan Muda bangsawan yang disegani. Namun dalam semalam, ibunya menjadi pembunuh, ayahnya pergi ke luar negeri, saudari tirinya mengambil alih kendali Grup Xue, dan ia pun sepenuhnya diusir dari Vila Shanse.

    Meski kini hidupnya masih berkecukupan, dibandingkan dengan masa lalu sebagai pewaris keluarga Xue yang penuh kemewahan, dirinya kini hanyalah sosok rendahan di kalangan pergaulan.

    Setiap bulan ia masih menerima pembagian keuntungan, tetapi sama sekali tidak memiliki kekuasaan nyata di dalam grup. Ia hanya menjadi Tuan Muda yang hidup tanpa tujuan, menunggu hari berlalu.

    Bagi orang lain, kehidupan seperti ini sudah sangat baik.

    Namun bagi Xue Mo yang pernah berdiri di puncak awan, keadaan ini lebih menyiksa daripada kematian.

    Ia tenggelam dalam mabuk, mulutnya terus menggumamkan nama A Ling dan kata-kata tentang pembalasan.

    Gadis tadi adalah Putri Keluarga Wu yang baru saja kembali dari studi di luar negeri. Sejak bertemu sekali, Xue Mo terus menguntitnya.

    Ia tidak sanggup menerima Lin Ling yang terbaring di rumah sakit dan harus dibantu orang lain untuk segala kebutuhan hidupnya. Namun terhadap Nona Wu yang berasal dari keluarga kaya, ia terus memanggilnya A Ling.

    Kini, ia telah menjadi bahan tertawaan seluruh lingkaran sosial.

    Xue Mo berlari keluar sambil berteriak memanggil nama A Ling. Tanpa menyadari pijakan, ia terpeleset dan jatuh dari tangga.

    Ketika ia kembali sadar, yang terlihat hanyalah warna putih.

    Ini... Rumah sakit?

    Ia mencoba bangkit, tetapi mendapati tubuhnya terikat kuat pada ranjang dan tali pengaman. Ia sama sekali tidak bisa bergerak.

    "Sudah bangun?"

    Sebuah suara terdengar dari samping.

    Itu adalah Xue Yao.

    "Xue Yao, apa yang kau lakukan padaku?"

    Melihat keadaan ini, firasat buruk langsung menyergap hati Xue Mo.

    "Beberapa waktu ini, perilakumu telah menimbulkan banyak masalah bagi Keluarga Xue. Dokter baru saja melakukan pemeriksaan dan menyimpulkan bahwa kau mengalami gangguan mental akibat penggunaan zat psikoaktif, sehingga perlu menjalani perawatan wajib. Xue Mo, mulai sekarang kau akan tinggal disini dan menjalanu terapi dengan baik. Ketika dokter menyatakan kondisimu pulih, aku akan mengirim orang untuk menjemputmu."

    Apa?

    Xue Mo merasa memahami setiap kata yang diucapkan Xue Yao. Tetapi ketika digabungkan, maknanya sama sekali tidak dapat ia cerna.

    "Beraninya kau? Beraninya kau melakukan ini?"

    Ia sama sekali tidak pernah menjalani pemeriksaan apapun.

    Bagaimana mungkin Xue Yao berani mengarang cerita seperti ini?

    "Dalam berkas rawat inapmu, Xue Ba telah mengirimkan tanda tangan elektronik dari luar negeri. Itu memiliki kekuatan hukum. Sebagai keluarga langsungmu, ia tentu berhak mengirimkanmu untuk perawatan."

    Xue Ba mengalami stroke sebulan lalu.

    Setelah pergi ke luar negeri, ia mencari penghiburan pada setiap perempuan yang memiliki kemiripan dengan Mu Qing. Pada akhirnya, ia sendiri berakhir di rumah sakit.

    Ke depannya, kemungkinan besar ia juga hanya akan terbaring di ranjang dan dilayani orang lain.

    Adapun apakah tanda tangan elektronik itu benar-benar dibuat olehnya, tidak akan ada yang menyelidiknya.

    Karena tidak ada seorang pun yang bersedia membela Xue Mo.

    "Seperti yang pernah kau katakan kepadaku dulu ketika aku dipaksa menjalani perawatan kejiwaan, kalimat itu kini kukembalikan sepenuhnya kepadamu. Xue Mo, menurutmu di tempat ini ada yang akan mendengarkan perkataanmu? Jangan terlalu naif."

    Xue Yao bangkit dengan tenang. Pintu kamar rumah sakit tertutup perlahan di belakangnya.

    Di tahun-tahun mendatang, Xue Mo akan tinggal di tempat ini.

    Ini adalah fasilitas medis milik keluarga Xue. Tentu mereka akan 'merawatnya' dengan baik.

    Soal tidak terbiasa?

    Ketika ia benar-benar menjadi gila, rasa tidak nyaman itu pun akan lenyap dengan sendirinya.

    Kini ia dan Lin Ling sama-sama terkurung di ruang putih yang sama. Dalam arti tertentu, mereka memang pasangan yang serasi.

    Tiga puluh tahun kemudian.

    Presiden Direktur baru Grup Xue resmi menjabat.

    Ia adalah Xue Shu, putri Xue Pan.

    Meski Xue Pa ln tidak memiliki bakat bisnis, ia justru memiliki seorang putri yang sangat cakap, yang sejak dini telah dibimbing oleh Xue Yao.

    Kini, di usia dua puluh delapan tahun, Xue Shu telah mampu berdiri sendiri.

    Sementara itu, Xue Yao secara resmi mengundurkan diri dari garis depan.

    Sejak saat itu, publik tidak lagi mendengar kabar tentangnya.

    Hingga dua puluh tahun kemudian, keluarga Xue mengumumkan berita duka Xue Yao.

    Barulah orang-orang mengetahui bahwa meski tidak lagi tampil di hadapan publik, ia tetap sepenuh hati mengabdikan diri pada kegiatan sosial.

    Selama tiga puluh tahun menjabat sebagai pemimpin Grup Xue, ia membawa perusahaan itu dari tingkat nasional ke panggung internasional, membangun kerajaan bisnis pada skala yang belum pernah ada sebelumnya.

    Dalam ajang pemilihan Tokoh Berprestasi Global tahunan yang baru saja berakhir, ia dianugerahi Penghargaan Prestasi Seumur Hidup.

    Untuk pertama kalinya, penghargaan tersebut diraih oleh seorang perempuan.

    Sepanjang hidupnya, ia tidak hanya membuka wilayah baru di dunia bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi yang tak terhapuskan dalam bidang kemanusiaan.

    Yayasan Amal Perempuan dan Anak yang ia dirikan, selama puluhan tahun telah menemukan kembali ribuan perempuan dan anak yang menjadi korban perdagangan manusia, serta membiayai pendidikan puluhan ribu anak dari daerah pegunungan.

    Di bawah inisiatif dan perjuangannya, berbagai rancangan undang-undang perlindungan, termasuk terkait kekerasan dalam rumah tangga, akhirnya masuk dalam agenda pembahasan.

    Bagi banyak orang, nama Xue Yao adalah awal dari perubahan takdir mereka.

    Ia sendiri pernah menjadi korban kekerasan, diabaikan, bahkan nyaris dihancurkan.

    Namun kini, ia telah membentangkan sebuah payung yang membawa banyak orang menuju masa depan.

    Hidup Xue Yao penuh kejayaan dan legenda. Satu-satunya yang tampak kosong hanyalah kehidupan cintanya.

    Sepanjang hidupnya, dua sahabat terdekatnya hanyalah Qu Ning, pemegang kendali Grup Qu, dan Su Chen, presiden Grup Su.

    Apakah Xue Yao mencintai perempuan atau laki-laki selalu menjadi bahan rasa ingin tahu publik.

    Ketika Qu Ning mengumumkan pernikahannya dan resmi mendaftarkan pernikahan dengan pasangan yang telah bersamanya hampir sepuluh tahun di luar negeri, dukungan terhadap Su Chen sebagai 'Kandidat' pun melonjak drastis.

    Namun hingga akhir, hubungan Xue Yao dan Su Chen tidak pernah melangkah lebih jauh.

    Meski keduanya memilih untuk tidak menikah sumur hidup.

    Su Chen pernah jatuh cinta. Tetapi hingga akhir, ia tidak pernah mengungkapkannya.

    Karena ia tahu dengan jelas, Xue Yao tidak akan jatuh hati pada siapapun.

    Xue Yao memiliki tujuan yang teguh dan tak tergoyahkan. Demi tujuan itu, segalanya bisa ia lepaskan.

    Jika demikian, menjadi rekan kerja dan sahabat yang paling di percayai tentu sudah lebih dari cukup.

    Su Chen selalu mudah merasa puas.

    Terang laksana bulan, kapan dapat diraih?

    Gelisah dari dalam hati, tak pernah putus.

    Bagi Su Chen, Xue Yao adalah bulan dalam hidupnya yang panjang. Justru karena bulan tidak dapat dimiliki, maka ia akan selamanya bersih dan agung, menggantung tinggi di angkasa.

    Menghabiskan hidup mengejar bulan, bersuka cita karena cahayanya, dikuatkan oleh sinarnya.

    Demikianlah, itu sudah cukup.

    Ketika Xue Yao mengakhiri detak jantung terakhirnya di dunia ini, kesadarannya menembus batas ruang dan tiba di sebuah kamar rumah sakit.

    Lin Ling telah menjadi seorang perempuan renta berambut putih.

    Bagi seseorang yang kesadarannya tetap utuh, terbaring puluhan tahun tanpa bisa bergerak, menanggung perlakuan kasar dan hinaan dari perawat murah, bagi dirinya yang berhati tinggi, itu benar-benar lebih menyiksa daripada kematian.

    Adapun Xue Mo, ia telah benar-benar menjadi gila.

    Namun bagi dirinya, mungkin itu justru sebuah keberuntungan.

    Setidaknya kini, dengan rambut memutih, ia masih ditemani tenaga medis yang dibayar keluarga Xue untuk bermain permainan kekanak-kanakan bersamanya.

    Sedangkan Xue Ba telah meninggal puluhan tahun lalu. Tiga tahun terkahir hidupnya dihabiskan sepenuhnya terbaring di ranjang, seluruh kebutuhan hidupnya harus dibantu orang lain, kehilangan sepenuhnya harga diri yang paling ia junjung.

    "Apakah akhir seperti ini memuaskanmu?"

    Xue Yao berbisik pelan.

    Mereka yang pernah menyakitimu dan berbuat jahat, kini telah membayar harga atas perbuatan mereka.

    Detik berikutnya, sisa terakhir dari ketidakpuasan dan amarah dalam serpihan kesadaran itu pun menghilang. Sebuah serpihan kesadaran yang utuh jatuh ke dalam Cincin Zhutian.

    Xue Yao merasakan wujud kesadarannya menjadi semakin padat dan kuat.

    Kemudian pendangannya kembali gelap, dan ia terjatuh lagi ke dalam dunia kecil Cincin Zhutian.

    "Nona, keluarga Cheng... Keluarga Cheng di jamuan depan secara terbuka mengajukan pembatalan pertunangan. Mereka juga menuduh Nona menjalin hubungan terlarang dengan pria lain. Ini... Apa yang harus kita lakukan?"

    Xue Yao membuka mata dan melihat seorang perempuan yang setengah baya di hadapannya dengan wajah tampak cemas.

    Namun, Xue Yao langsung menyadari bahwa gerak-gerik tubuh perempuan itu sama sekali tidak sejalan dengan nada suaranya yang terdengar panik.

    Pembatalan pertunangan?

    Gombang ingatan tiba-tiba menghantam benaknya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Maap yaaa readersku tersayangg kalau banyak nama yang typo..

Nih, kukasih penjelasan di bawah yaa^^

    Marga Xue:

~Kakek Xue

~Dari keluarga pertama

       Xue Ba & istrinya (Chou Ran)

       Xue Mo

      Xue Yao

~Dari keluarga kedua

       Xue Lan

       Xue Pan

      Xue Shu

    Marga Su:

~Kakek Su

~Su Chen

~Su Heng

   Marga Chou:

~Chou Ran

~Chou Wei

~Tangan kanan—Wang Hao

   Marga Qu:

~Qu Ning

~Qu Han

   Marga Lin:

~Lin Zhi Du & istrinya (Liu Suya)

~Lin Ling

   Marga Yu:

~Yu Yunqi

Tanpa kekerabatan:

 ~Mu Qing

  灬Sekian sayang²ku tercintahh jangan lupa kasih dukungan yang banyak yaa lopU♡灬

1
xuer jinghao
kak lanjut semangat terus 😍💪💪
xuer jinghao
lanjut
xuer jinghao
lanjut 🤭
xuer jinghao
lanjut💪
xuer jinghao
lanjut wuy💪😍
xuer jinghao
lanjut 💪
anyelin stephania
mantap😍😍😍😍😍😍 seru ceritanya
xuer jinghao
lanjut 💪🥰🥰
xuer jinghao
lanjut 😍
xuer jinghao
lanjut 💪
xuer jinghao
lanjut terus 💪
xuer jinghao
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!