NovelToon NovelToon
Menikahi Janda Dokter

Menikahi Janda Dokter

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Dokter / Tamat
Popularitas:936.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Dareen

Reynand Adam merupakan Adik kelas dari Naura Jovanka. Mereka terlibat cinta, namun Jovanka dijodohkan dengan laki-laki lain dan Rey meneruskan sekolah di sekolah penerbangan untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang pilot. Akankah cita-cita Rey menjadi seorang pilot terlaksana? dan bagaimana ceritanya Rey sampai menikahi seorang Janda?

Ikuti kisahnya dan jangan lupa LIKE/KOMEN/VOTE cerita Gue, ya? Itu merupakan hadiah terindah untuk Penulis.

Hatur Nuhun,
Boezank Jr. (Darren_Naveen)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dareen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 35. Nonton

Rey mulai masuk di sekolah barunya, DFS (Deraya Flying School) adalah sekolah impiannya sejak kecil. Kini cita-cita semasa kecilnya telah terwujud. Akankah Rey kembali meraih cita-citanya ketika ia dewasa? Rey ingin menjadi seorang Pilot.

“Rey!”

Vicky menyenggol lengan Reynand.

“Vic! Gue kira, lu gak masuk hari ini,” ujar Rey.

“Masuk, dong! Walau gue gak mandi.” Vicky terkekeh.

“Pantas bau siput mati!”

“Wedew! Gak segitunya juga kali, Rey!”

“Jangan berisik! Bentar lagi ada kelas!” ujar salah seorang siswa di kelas itu.

Rey dan Vicky tersenyum.

Pelajaran pun dimulai, dari pengenalan yang diperlukan untuk penerbangan dan empat materi pendidikan dari DFS diantaranya, SPL (Stundent Pilot License), Aptitude Test, PPL (Private Pilot Licence), CPL+ IR (Commercial Pilot License + Instrumen Rating).

Semua siswa dengan khusuk menerima ilmu baru. Bahkan, mungkin kata-kata baru bagi mereka. Hingga tak terasa, jam sekolah telah selesai untuk hari ini.

Semua siswa ke luar dari dalam kelas dengan tertib dan disiplin. Di DFS memang tidak seperti sekolah menengah atas, umum atau kejuruan. Di sana dituntut untuk mempunyai disiplin yang tinggi, dalam bentuk apa pun.

“Lu nge-kost di mana?” tanya Reynand.

“Di deket sini, paling sekitar lima belas menit kalau menggunakan motor. Tapi gue sekarang gak bawa motor. Masih ditinggal di Bandung,” ujar Vicky.

“Ya udah, gue anter. Sekalian pengen tau kost lu, Vic!” ujar Reynand.

“Woke!”

Rey dan Vicky berjalan ke tempat parkir mobil. Cukup banyak mobil yang terparkir di sini. Karena memang sekolah ini didominasi oleh orang tua siswa yang kaya raya. Walau ada juga yang masuk dengan beasiswa prestasi.

Ceklek!

Rey membuka pintu mobil sport warna hitam miliknya.

Mata Vicky terbelalak ketika melihat mobil hitam yang sporty dan garang di depan matanya. Kakinya mematung saat Reynand membuka pintu mobil itu. Tercium parfum dari dalam mobil, semakin memperlihatkan bahwa Rey memang benar-benar anak orang kaya.

“Ayok!”

Ajak Rey ketika sudah ada di dalam mobil.

Vicky masih mematung, bahkan ia tidak merespon apa yang Rey ucapkan.

“Lu jadi ikut gue kagak?”

Vicky masih belum sadar juga. Matanya semakin membulat, mungkin air liurnya juga menetes seumpama dalam animasi kartun.

Tinnnn!

Rey memijit klakson mobil.

Seketika, Vicky terperanjat ketika mendengar klakson mobil yang menyadarkannya dari lamunan.

“Jadi ikut, kagak?” ujar Rey yang mulai kesal.

Vicky tersenyum, “Iye, maaf!” Vicky masuk ke dalam mobil sporty itu.

Di sepanjang jalan, Vicky bercerita pada Rey tentang kekagumannya pada mobil hitam milik Reynand. Dirinya tidak menyangka, kalau Reynand merupakan anak orang kaya. Bahkan, Vicky mengacungkan jempol pada Reynand atas penyamarannya sebagai orang biasa ketika di Bandung.

“Rey!” panggil Vicky.

“Hem.”

Rey hanya berdehem, pandangannya masih terfokus ke kendali mobil dan jalanan yang mulai macet dengan kendaraan bermotor yang lebih mendominasi.

“Jovanka ke kost kita waktu di Bandung,” ujar Vicky.

Sretttt!

Rey mengerem mobilnya, “Serius, lu?” ujar Reynand.

Vicky mengangguk.

“Jovanka tanya-tanya tentang lu,” ujar Vicky.

Tiiinnnnn!!!

Tanpa mereka sadari, ternyata mobil sport itu telah menghalangi laju kendaraan. Rey segera menepikan mobil hitam itu dan meneruskan obrolannya dengan Vicky.

“Dia ngomong apa aja?” ujar Reynand ketika ia sudah menepikan mobilnya.

“Banyak.”

“Yaa ... apa aja?”

“Dia nanyain nomor hape baru, lu. Nanya alamat rumah lu yang di Jakarta. Pokoknya semua tentang lu, Rey!”

Hening.

Hati Reynand begitu sedih mendengar cerita dari Vicky tentang mantan kekasih yang tidak pernah sama sekali terlintas kata putus dari perpisahan mereka.

“Gue kasian sama Jovanka, Rey. Sepertinya, ia tertekan menjalani hidupnya sekarang,” ujar Vicky dengan wajah empati.

“Gue juga bingung, Vic! Harus gimana?”

“Kenapa lu gak perjuangin cinta lu buat dia?”

“Gue sadar bukan orang sukses, Vic! Gue masih sekolah, bahkan cita-cita gue jadi pilot saja belum terwujud,” keluh Reynand.

“Tapi, nyokap lu kan orang kaya. Lu anak orang kaya, Rey!”

“Yang kaya itu nyokap, bukan gue, Vic!”

“Sama aja!” ujar Vicky.

“Jelas beda! Kalau kaya dari kesuksesan sendiri itu tersemat rasa bangga, dari pada kaya dari harta warisan orang tuanya!” elak Reynand.

“Ya ... Ya ... Ya! Gue iya in aja, dah!”

Mobil kembali melaju, sesuai dengan arahan dari Vicky. Sampai di pintu gerbang yang tinggi, mobil hitam itu pun melenggang dengan gagah terparkir di depan kost yang cukup nyaman.

“Mau masuk gak, lu?” ujar Vicky.

“Gak lah, kapan-kapan aja. Gue masih ada keperluan lain,” ujar Reynand.

“Ya sudah, hati-hati Rey! Oh iya, kamar gue paling ujung,” ujar Vicky.

“Dari dulu, lu seneng banget ngambil kamar kost paling ujung? Ati-ati, lu diumpetin wewe gombel!” Rey terkekeh.

“Wewe gombelnya males liat muka gue, puas!” ujar Vicky sambil membuka pintu mobil Reynand.

Rey hanya terkekeh dari dalam mobil dan melesat pergi meninggalkan kost Vicky.

***

Dari tempat lain ada Jovanka yang sedang kesal karena dimarahi oleh Mamanya. Jo naik ke kamarnya setelah selesai menemani Alexy makan.

Jo naik ke atas ranjang dan meluapkan kekecewaannya dengan menumpahkan air mata.

Ceklek!

Pintu kamar terbuka.

“Jo?” ujar Alexy sembari mendekati Jovanka. Alex duduk di tepi ranjang. “Ada apa?” sambung Alexy.

Jo hanya menggeleng sambil memeluk bantal guling.

“Ceritalah,” ujar Alexy.

Jo tidak menjawab, hanya air mata yang masih mengalir di pipi, walau berulang kali ia usap dengan punggung tangannya.

“Karena Mama tadi?”

Hening.

“Gak usah dimasukkan ke hati, Jo. Mungkin, Mama lagi banyak masalah,” ujar Alexy.

“Mama yang punya masalah, kenapa aku yang harus kena marah? Aku juga gak macem-macem! Aku hanya pergi ke rumah Salsa, sahabatku!” pekik Jovanka dengan penuh kekesalan.

“Iya, aku ngerti kok. Jangan ngambek lagi, ya? Bagaimana, kalau kita jalan aja, mau?”

Dihh ... kok Om Alex malah ngajak jalan, sih! Apa maksudnya, coba? Umpat hati Jovanka.

“Gimana? Mau, gak?” ujar Alexy lagi.

Dari pada aku bete sama Mama, apa salahnya kalau aku ikut jalan sama Om Alex? Lagian, sepertinya aman-aman saja kalau jalan sama dia, umpat hati Jovanka.

“Oke! Ya udah, Om tunggu di luar. Jo mau ganti baju,” ujar Jovanka.

“Oke!”

Alexy bangkit dari ranjang dan melenggang membuka handle pintu kamar Jovanka.

Jo bersiap mengambil baju dalam lemari. Ia mengambil dres yang tidak terlalu pendek.

“Dres ini ....”

Sejenak, Jo membayangkan ketika Rey memuji kecantikannya ketika memakai dres warna salem yang sedang ia pegang.

Pluk!

Ada selembar kertas putih yang terjatuh.

Jo mengambil kertas putih itu dan membukanya, “Ya ampun! Ternyata di sini? Aku mencarimu ke mana-mana!” ujar Jo ketika melihat surat yang terjatuh.

Kertas putih dengan isi surat nyeleneh dari Reynand ketika sekolah menjadi kenangan manis untuknya. Jo langsung memasukkan kertas itu ke dalam lemari dan bergegas berganti baju lalu menyusul Alexy yang telah menunggunya di bawah.

“Ayok, Om!” Ajak Jovanka.

“Jo! Jangan dibiasain deh, panggil suami dengan sebutan Om!” ujar Mamanya yang selalu ikut campur.

“Gak papa, Ma. Senyamannya Jo aja. Alex gak masalah, kok!” ujar Alexy.

“Tuh ... Om Alex aja gak keberatan, kenapa Mama yang sewot?” ujar Jovanka.

“Terserah!” ujar Mamanya dan berlalu meninggalkan Jovanka dan Alexy.

.

Jo dan Alexy melesat ke sebuah pusat perbelanjaan.

“Mau ngapain ke sini, Om?” ujar Jovanka.

“Terserah, mau belanja? Makan? Nonton? Apa pun yang kamu mau,” ujar Alexy.

“Nonton aja yuk, Om? Jo lagi bete sama Mama. Cari film yang lucu-lucu aja,” ujar Jovanka.

“Baiklah!”

Alexy dan Jovanka menuju ke bioskop yang ada di dalam Mal. Tak lupa, mereka membeli popcron untuk menemani mereka ketika nonton film nanti.

Alexy dan Jo mengantre untuk membeli tiket masuk.

“Panjang banget antreannya, Om? Jo mau pipis,” ujar Jovanka.

Alexy tersenyum, “Ya sudah, ke toilet dulu sana! Biar popcronnya aku yang bawain,” ujar Alexy.

“Baiklah, titip ya, Om?”

Jovanka langsung berlari mencari toilet yang paling dekat. Sialnya, yang paling dekat berada di ujung karena toilet yang dekat dengan bioskop tidak dapat dipergunakan, mungkin rusak.

“Akhirnya, lega juga!” ujar Jo setelah ke luar dari toilet.

Ia sempat bercermin dan membenahi sedikit rambut yang berantakan. Jo pun ke luar dari dalam toilet dengan terburu-buru.

Bruk!

Jovanka menubruk seseorang ketika hendak menuju ke bioskop.

“Sorry!” ujar Jovanka sambil mendongak.

Ternyata, Jovanka menabrak seorang laki-laki muda berperawakan tinggi seperti Rey. Sepintas, ia membayangkan Reynand, kekasih yang ia rindukan.

“Rey?” ujar Jovanka tanpa sadar.

Lelaki itu tersenyum, “Bilang aja kalau mau kenalan, gue Davin bukan Rey!” ujar lelaki itu.

Netra Jo membulat, ia sadar ketika lelaki itu menyebutkan namanya dan ternyata, itu bukanlah Reyand.

“Dih ... Siapa juga yang mau kenalan sama kamu?” ujar Jovanka.

“Udah ketahuan, masih nge-les, lagi!” ujar lelaki yang mengaku bernama Davin.

“Terserah!”

Jovanka berlalu bergi.

“Woy! Nama lu siapa?” pekik Davin.

Jo tidak menghiraukan. Dia terus berjalan tanpa menengok ke belakang.

“Sialan! SKSD banget, tuh cowok! Nyebelin!” cerocos Jo sambil berjalan ke bioskop.

Ternyata, Alexy sudah menunggunya di depan pintu bioskop. Senyuman hangat pun terukir dari bibir Alexy.

“Maaf, Om, lama!” ujar Jovanka.

“Gak papa, ayo masuk! Filmnya udah hampir dimulai,” ajak Alexy.

Jo duduk di kursi bagian tengah, ia duduk di samping kirinya Alexy dan di samping kanan ada satu bangku yang kosong.

Film pun mulai diputar. Tawa pun terus terukir di bibir Jovanka. Alexy begitu menikmati wajah cantik istrinya ketika tertawa lepas karena menonton film. Tetapi, tiba-tiba tawa itu meredup ketika seorang lelaki duduk di samping kananya.

“Jo, aku mau ke toilet bentar, ya?” ujar Alexy.

“Iya, Om!”

Jo menatap lelaki yang berada di sebelah kanan dengan ujung matanya.

“Ngapain kamu di sini?” ujar Jovanka.

“Mau nonton lah, mau apa lagi?” jawab Davin.

“Modus! Kamu ngikutin aku, ya?”

“Dih ... PD banget! Bay the way, lu kesini sama Om-om, gak ada yang mudaan gitu? Kek gue contohnya?” ujar Davin sambil memegang kerah bajunya, sok kegantengan.

Nih orang ngeselin banget! Umpat dalam hati Jovanka.

“Dia suami gue, bukan Om-om!” seru Jovanka.

“What? Gak percaya gue!”

“Serah!”

Tidak terlalu lama akhirnya Alexy kembali duduk di samping kiri Jovanka.

“Om, eh Mas kita pulang, yuk?” ajak Jovanka.

Alexy terpana mendengar Jo memanggil dengan sebutan Mas padanya.

“Ayok, Mas!” rengek Jovanka.

“I-iya, ayok kita pulang,” jawab Alexy.

Akhirnya, Alexy bangkit dari kursi tempat duduknya, begitu pun dengan Jovanka. Ia melirik kesal pada lelaki yang bernama Davin itu. Tapi, lelaki itu malah menyunggingkan senyuman yang menurut Jovanka sangat menyebalkan.

1
Ardee
wah cerita kakak bagus,, nih aq kasih 7 cangkir kopi utk menemani kakak heheje
Ardee
semakin dekat ini heheh
Ardee
semoga succes Ray, semangat utk meraih masa depan nya
marta💎
thor ini serius gk ad lanjutannya?
Dia Amalia
itu klu pacaran sm seumuran bnyk egoisnya,,,
mending pacaran sm yg dewasa bg Rey 🤭🤭
Niswah
bagus
Fadil21 Nazwa
bagus isi'a thoor, pertahankan 💪💪💪
Fadil21 Nazwa
d kira mau main main sama Alex, tau'a d jadiin jodoh, rasain Jo,, untuk Rey masih ada aq yg kn mengobati sakit hatimu 😄😄😄
MONARITA @ RITA
betul banget bang rey.....
MONARITA @ RITA
reyna,,,,perasaan itu x boleh nak dipaksakan dek...
𝓢𝓐𝓓🌷® Hiatus ☠ᵏᵋᶜᶟ
knp ada nama ak y Thor????
Dareen: eh, masa? 😅
salam kenal, kak 🙏
total 1 replies
Mei Hiat
belum up y thor🚶‍♀️
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
kasian🤣🤣🤣🤣
sintesa destania
authors are you 🆗️kok ga ada up lagi ya...
sintesa destania: semangat thors😇😭
total 2 replies
dudul
done vote
cie cie cieeeeee janda rasa perawan wkwkwkwk❤❤❤❤
🏃🏼‍♀🏃🏼‍♀🏃🏼‍♀🏃🏼‍♀🏃🏼‍♀🏃🏼‍♀🏃🏼‍♀🏃🏼‍♀
pastilah tau😌😌😌
nahkan malu sendiri rendy akhirnya
🍉🕌kimˢᵉˡˡᵒʷ͢ ᵇᵍᶠ🦢
tidak bisakomen kalo masalah bumil oum
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!