NOTE: SEDANG TAHAP REVISI! (Sudah tersedia versi buku cetak)
Bagaimana rasanya, saat harus menikahi seorang gadis yang tak pernah kita inginkan? Jangankan menginginkannya, memikirkannya saja tidak pernah terlintas.
Randy Sebastian, Siswa SMA berusia 18 tahun yang terkenal nakal di Sekolahnya. Memiliki wajah tampan, dan berlesung pipi, yang membuatnya terlihat semakin manis. Harus dihadapkan dengan kenyataan yang tak pernah dia harapkan, dimana dia harus menikahi Dania Hamish, seorang Siswi yang memiliki wajah jauh dari kata cantik. Berusia 17 tahun, berkulit putih, berkaca mata tebal, memiliki tompel di pipi kanannya, dan rambutnya selalu diikat dua, karena sebuah insiden.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahdania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Randy pun mengecup kening Dania cukup lama, dia pun bangun dan menarik Dania ke dalam pelukannya.
"Makasih yank, udah jadi istri aku, aku benar-benar cinta sama kamu, tapi-"
"Tapi kenapa?" tanya Dania.
"Papa mertua benar, ini bukan saat yang tepat yank, kita masih muda dan bahkan masih Sekolah, aku takut nantinya tumbuh benih aku di rahim kamu, aku ga mau kamu hamil di usia muda, karena itu sangat beresiko buat kamu yank, aku ga mau egois mikirin hasrat aku sementara nantinya kamu kenapa-kenapa." ucap Randy.
Sejujurnya Randy pun bergairah melihat betapa menggodanya Dania, dan tentu saja dia ingin segera menerobos selaput Dara dania, apa lagi Dania adalah istri sahnya, dan sudah tentu halal untuknya.
Hanya saja, Randy pernah membaca suatu artikel tentang beresikonya kehamilan di usia muda, dia juga tak mungkin meminta Dania memakai alat kontrasepsi karena pernah membaca komentar orang lain tentang efek samping yang terjadi karena alat kontrasepsi yang membuat Randy bergidig takut.
Randy memeluk erat tubuh Dania.
"Maaf sayang, aku bukannya ga mau melakukannya sama kamu, tapi aku ga bisa ambil resiko di kemudian hari, aku ga mau kamu kenapa-kenapa, aku sayang banget sama kamu, aku bakalan sedih kalau sampai terjadi sesuatu sama kamu." ucap Randy.
"Kamu mau kan, bersabar sebentar lagi." ucap Randy sambil menatap Dania.
Dania pun tersenyum dan menatap Randy.
"Aku ga apa-apa kok, aku ngerti.
Justru aku senanng karena kamu jadi ga diemin aku lagi sekarang." ucap Dania.
Dania memeluk erat tubuh Randy.
"Aku sebenernya kaya gini karena ingun memperbaiki hubungan kita, aku pikir kamu marah karena ucapan Papa, makanya kamu diemin aku" ucap Dania.
Randy semakin mengeratkan pelukannya.
"Maaf yank, aku ga akan diemin kamu lagi." ucap Randy.
"Janji ya, apapun yang terjadi kita akan omongin baik-baik." ucap Dania.
"Iya, aku janji, aku sayang kamu." ucap Randy..
Randy melepaskan pelukannya dan menatap Dania.
"Kamu tahu yank, ga perlu menerobos selaput dara kamu dulu untuk menjadikan kamu milik aku sepenuhnya, karena semenjak aku mengucapkan ijab qobul di depan Penghulu dan di saksikan langsung oleh Tuhan, sejak saat itu juga kamu menjadi milik aku dan begitu pun juga sebaliknya, aku adalah milik kamu." ucap Randy.
Dania pun tersenyum, dia terharu mendengar ucapan Randy, tak terasa air matanya menetes.
"Hei, sayang, jangan nangis." ucap Randy sambil mengusap lembut air mata Dania.
Dania pun memeluk Randy.
"Aku ga tahu mau ngomong apa lagi, yang jelas saat ini aku bahagia hidup sama kamu." ucap Dania.
"Aku juga bahagia hidup sama kamu, I love you." ucap Randy sambil menatap dania dan tersenyum.
"I love you too." ucap Dania.
"Ya udah, tidur yuk, besok kita Sekolah." ucap Randy.
Randy menuntun Dania menuju kamarnya.
Begitu sampai di kamar Dania, Randy mengecup kening dania, belum sempat dia keluar dari kamar Dania, Dania langsung memeluknya dari belakang.
"Aku mau kamu pindah ke kamar ini
" ucap Dania pelan.
Randy pun tersenyum dan berbalik.
"kamu bilang apa barusan?" tanya Randy.
Sebetulnya walaupun Dania mengatakannya pelan, tetapi Randy masih bisa mendengarnya.
Dania pun menunduk malu.
"Aku mau kamu pindah ke kamar ini dan tinggal di kamar ini sama aku." ucap Dania.
Randy pun tersenyum.
"Aaarrgghhhh ... Kamu mau ngapain?" Dania terkejut saat Randy mengangkat tubuhnya.
"Sssttt ... aku cuma mau tidur peluk kamu." ucap Randy.
Randy membaringkan tubuh Dania dan disusul dengan Randy yang mulai merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Randy menarik selimut dan menyelimuti dirinya dan Dania.
Dania pun tersenyum, dia memeluk Raandy dan di balas oleh Randy yang juga memeluknya.
"Jadi beneran, mulai malam ini dan seterusnya kita bakalan tidur sekamar?" tanya Randy memastikan.
Dania pun mengangguk.
"iya, aku mau setiap malem tidur sama kamu." ucap Dania.
Randy pun tersenyum lebar dan mengecup lembut bibir Dania.
"Tentu aja sayang, dengan senang hati, sesuai keinginan tuan putri." ucap Randy sambil tersenyum senang.
"Auuww ..." Randy meringis saat Dania memukul dadanya.
"Dasar, gombal." ucap Dania.
"Biarin, yang penting i love you." ucap Randy.
"I love you too." ucap Dania.
Mereka pun terlelap dalam mimpi indah.
******
Keesokan paginya.
Randy bangun terlebih dahulu, dia tersenyum menatap wajah cantik Dania, bahkan saat tidur pun istrinya itu terlihat begitu mempesona.
Randy mengecup lembut pipi Dania dan turun dari tempat tidur.
Randy masuk kedalam kamar mandi dan mulai membersihkan tubuhnya. Setelah selsai mandi dan berpakaian, Randy keluar kamar dan menyiapkan sarapan, nasi goreng adalah menu sarapan yang Randy buat.
Di tengah kegiatannya, Dania keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur.
Randy yang menyadari kedatangan Dania pun tersenyum.
"Pagi, sayang." sapa Randy.
Dania pun tersenyum dan duduk di kursi.
"Pagi juga sayang, kok, jadi kamu yang bikin sarapan. " ucap Dania.
Randy pun tersenyum dan meletakkan satu piring nasi goreng di depan Dania.
"Lagi mau aja, aku lagi senang soalnya, karena akhirnya kita akan tidur satu kamar." ucap Randy sambil tersenyum lebar.
Dania pun tersenyum dan mulai menyantap sarapannya.
******
Keesokan paginya di Sekolah.
Dania baru saja sampai di Sekolah, dan dia memilih pergi ke toilet dahulu sebelum masuk ke dalam kelaa.
Begitu sampai di pintu toilet, tiba-tiba seseorang mendorongnya masuk ke dalam toilet dan menutup pintu agak keras, orang itu mengunci pintu toilet dan berbalik menatap Dania sambil menyeringai.
"Kamu ..." ucap
Dania pun terkejut melihat sosok yang saat ini ada di hadapannya.