Tidak semua cinta berakhir dengan kalimat "saling memiliki". Aku menyukainya sudah sangat lama dan tidak ku sangka dia juga menyukai ku. Namun dia menyatakan perasaannya di saat takdir berkehendak lain. Aku telah bersama orang lain...
Ku pikir, semuanya akan baik-baik saja. Ternyata aku baru menyadarinya. Aku menaruh rasa yang terlalu dalam..
Season 1 sudah tamat.
Season 2 cooming soon, akan di up tgl 1 september 2020
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nh Hasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
~34~
Sebegitu sayangnya kah Riki pada ku?
"Maafin aku ya" ucap ku lagi
"Sekali lagi kamu minta maaf, aku ciumnya lain di dahi mu lagi loh" ucapnya dengan tertawa dan membuat ku memukulnya namun berhasil dia hindari
"Riki ih ngeselin"
"Gak kena" ucapnya memencet hidung ku, membuat ku semakin kesal
"Ih" ucap ku kesal, namun akhirnya aku pun ikut tertawa melihat lucunya Riki.
"Intan udah bangun ya?" ucap Tina yang tiba-tiba saja datang dan membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Untung saja dia tidak melihat Riki memeluk dan mencium ku.
"Sudah, cuma kata dokter harus nginap di sini dulu beberapa hari" jawab Riki
"Oh bagus deh" ucap Tina kemudian berbalik keluar "Kamu kok malah di luar aja sih, ayok masuk aja" Tina masuk kembali ke ruangan dengan menarik tangan seseorang.
"Reza" aku tidak sengaja menyebut namanya.
"Iya, aku mau jalan-jalan sama dia hari ini, sekalian kesini mampir deh" ucap Tina berjalan mendekat ke arah ku sedangkan Reza menghampiri Riki.
"Syukurlah kamu udah sadar tan, kemaren tau gak sih kemaren ka riki khawatir banget pas kamu gak bangun-bangun sampe sekarang aja tuh dia gak ada mandi saking fullnya ngejagain kamu" ucap Tina yang membuat ku melihat Riki dan juga ada Reza di sampingnya.
"Eh apaan sih tin, jangan buka kartu dong" jawab Riki.
Aku hanya tersenyum melihat ekspresi malunya Riki. Sekilas aku melihat ke arah Reza yang terlihat sangat dingin
"Oh iya aku gak ngehubungin papa mama kamu sayang aku bingung, takutmya kamu gak mau" ucap Riki
"Gapapa mereka juga pasti sibuk mana mungkin sempat buat kesini" jawab ku
Ya mana mungkin mereka sempat di dunia merekakan hanya ada bisnis dan bisnis. Bahkan bertemu dengan ku pun bisa di hitung jari setiap tahunnya.
"Oh iya aku baru ingat, tadi kesini sekalian mau kasih tau ka riki tadi di suruh sama ayah pulang" ucap Tina
"Pulang kemana?" tanyanya
"Ke rumahnya ka riki lah" jawab Tina nge gas
"Dia ada di rumah?" tanya Riki heran
"Iya" jawab Tina, kali ini dengan nada santai.
"Gak deh, kalau aku pulang yang jaga cewek ku di sini siapa?" tolak Riki.
"Tapi udah di tungguin ka, kayanya penting sih" ucap Tina
"Biarinlah"
"Kaka yakin gak mau pulang? entar kalau ayah nyuruh bodyguardnya kesini gimana?" tanya Tina
"Kalau aku pergi, terus kamu kan juga mau pergi sama reza, intan di sini siapa yang jagain?' ucapnya menghela nafas.
"Aku bisa kok sendiri, lagian kan kalau aku butuh apa-apa tinggal tekan tombol belnya nanti ada suster yang kesini" ucap ku meyakinkan
Riki pun mendekati ku
"Kamu yakin gapapa aku tinggal?" tanyanya
"Iya gapapa" jawab ku tersenyum
"Tin, aku mendadak ada urusan aku harus pergi" ucap Reza berdiri dari tempat duduknya dan berlalu pergi.
"Eh mau kemana? kita gak jadi jalan-jalan?" ucap Tina kesal
"Aku ada urusan" ucap Reza
"Urusan apa?" tanya Tina, namun tidak di jawab oleh Reza.
"Udahlah, pasti ada urusan mendadak itu, kita turun ke bawah bareng ya za" ucap Riki pada Tina kemudian dan hanya di balas dengan tatapan Reza yang dingin.
"Aku pulang dulu ya, nanti kalau sudah selesai urusan aku, aku pasti langsung kesini" ucap Riki dengan lembut pada ku.
"Iya" jawab ku tersenyum padanya.
"Manis banget sih" ucap Riki yang tiba-tiba mencium bibir ku.
Aku mendadak menjadi terdiam
"Ih ka riki ini gak nganggap kita orang apa di sini" ucap Tina kesal
"Apaan sih, siapa suruh kesini?" jawab Riki berbalik kesal
Riki dan Tina saling adu mulut layaknya kakak dan adik. Tapi aku, aku terus terdiam dan melihat ke Reza yang sekarang terlihat semakin dingin.
Dia biasa saja kah?
Tidak kah dia cemburu?
Kenapa dia terlihat dingin begitu?
Apa dia lupa malam itu dia menggendong ku sampai rumah dan dia, dia mengambil ciuman pertama ku.
"Sudahlah aku pergi dulu, kamu di sini aja jagain intan ya" ucap Riki pada Tina kemudian mendekat ke arah ku yang masih terdiam "Aku pulang dulu ya" ucapnya mencium lembut kepala ku.
"Yasudah deh" ucap Tina kesal namun tidak di hiraukan oleh Riki maupun Reza. Riki pun pergi lebih dulu meninggalkan Reza yang awalnya ingin pergi namun di panggil lagi oleh Tina.
"Za" ucap Tina lagi berlari ke arah Reza
"Kamu gak mau nyium aku kaya ka riki nyium intan tadi" rengek Tina padanya
"Kamu mau?" ucap Reza dengan dingin, namun membuat hati ku yang mendengarnya terasa seperti sedang di tusuk.
Tina hanya tersenyum manis padanya, dan tanpa basa-basi lagi Reza langsung mencium bibirnya.
Lagi...
Selalu saja begitu, baru saja aku merasa dia menyukai ku. Tapi sekarang, dia melukai ku lagi. Dia mencium orang lain lagi di depan ku.
Oh kenapa selalu begini..
Tangan ku terus meremas selimut yang saat ini ku pakai menutup kaki ku.
Semakin rasa sakit ini bertambah, semakin kuat aku meremas selimut ini.
Aku tidak boleh menangis sekarang, jika aku menangis Tina pasti bakalan tahu perasaan aku ke Reza..
Aku terus mengatur nafas ku agar hati ku bisa sedikit lega. Aku tidak ingin melihat itu.
Melihat Reza menciumnya dengan sangat buas dan tangan nakalnya yang membuat membuat mereka akhirnya berhenti.
"Kamu nakal ih, ada intan di sini" ucap Tina malu-malu.
Reza tidak menjawab Tina, ekspresinya masih saja dingin kemudian berlalu pergi tanpa berkata apapun pada Tina.
Sebelum pergi dia sempat melihat ke arah ku, namun ku langsung menunduk.
Untuk apa melihat ke arah ku dengan tatapan yang dalam seperti itu? seakan-akan membuat ku percaya kamu juga menyukai ku.
Untuk apa kemarin rela menggendong ku sejauh itu sampai ke rumah.
Untuk apa kemaren mengambil ciuman pertama ku.
Kenapa kamu selalu membuat ku begini za?
Kamu baru saja kemarin menyembuhkan luka ku yang awalnya kamu buat dengan Lisa, sekarang kamu melakukannya dengan Tina lagi di depan ku.
Kamu membuat hati ku hancur lagi sekarang.
Aku jatuh lagi.
Aku patah lagi.
Aku sakit lagi.
Oh aku sungguh lelah memendam perasaan yang seperti ini!!.
baru nemu akuu
BODO AMAD SAD ENDING YG PENTING INTAN UDD GAK NGERASAIN SAKIT LAHIR BATIN MENTAL DLL.......CUKUP thorr udd BAnyak AiR mata w Nangisn NoveL lu nyesek Hati w Panas pass EPS INI .....YA ALLAH COBAAN BGT SIIII😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
gak ikhlas w anjirrr SAKIT batt intan puKuLan dihati MentaL skrng Ud punya Suami Pun Makin SaKit Lahir BaTin asli W ReLa InTan Mati .....😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭