NovelToon NovelToon
Menjinakkan Tuan Kaku

Menjinakkan Tuan Kaku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Perjodohan
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: puput11

Freya Winata (25) adalah definisi sempurna dari wanita modern, cantik, ceria, manja, dan enerjik. hidupnya yang penuh warna mendadak berubah ketika kedua orang tuanya menjodohkannya dengan Adrian Valerick (30), seorang CEO dingin yang kaku, keras kepala dan hanya peduli dengan tumpukan berkas di kantornya.

Bagi Adrian, pernikahan adalah transaksi yang tidak logis. Namun, ancaman pencopotan jabatan dari sang ayah membuatnya terpaksa mengucapkan janji suci. Berbeda dengan Adrian yang murka, Freya justru melihat kejengkelan Adrian sebagai tantangan paling seru dalam hidupnya. Ia bertekad menjinakkan "Tuan Kaku".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon puput11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Garis Batas Tuan Kaku

Lampu kristal gantung di langit-langit foyer mansion mewah itu memantulkan cahaya redup yang elegan. Jam dinding berlapis emas menunjukkan pukul sebelas malam. Keheningan mencekam langsung menyergap begitu pintu ganda berbahan kayu jati solid itu tertutup rapat.

Pak Hadi, sang kepala pelayan, berdiri kaku di dekat pilar. Di sampingnya, Bram sang asisten pribadi Adrian, menunduk dalam-dalam sambil memeluk sebuah tas dokumen. Suasana malam pertama pasca resepsi mewah Valerick Group dan W-Forge Group itu mendadak terasa seperti ruang sidang.

Adrian Valerick melangkah tegap ke tengah ruangan. Jas hitam desainer ternama yang melekat di tubuh tinggi seratus delapan puluh delapan sentimeter miliknya dilepas dengan satu gerakan taktis, menyisakan kemeja putih yang pas di badan tegapnya.

Diaa membalikkan badan, menatap lurus gadis berponi yang baru saja resmi menjadi istrinya beberapa jam yang lalu.

"Taruh di meja, Bram," suara Adrian terdengar bariton, dingin, tanpa intonasi emosi sedikit pun.

Bram bergerak instan. Langkah kakinya cepat, menaruh selembar dokumen tebal di atas meja kaca. "Baik, Tuan Adrian."

Freya Winata, yang masih menggunakan gaun malam high-fashion berwarna putih gading dengan kuku manikur berkilau, melangkah anggun. Aroma parfum mewah yang manis nan segar langsung menjajah penciuman Adrian. Freya melipat tangan di dada, menatap dokumen itu, lalu menatap suaminya dengan alis terangkat.

"Apa ini, Mas Adrian? Welcome note?" tanya Freya santai. Suaranya renyah, terdengar manja namun berkelas.

"Aturan main," jawab Adrian kaku. Matanya yang tajam menatap Freya lurus.

"Pernikahan ini murni transaksi bisnis antar orang tua kita. Secara hukum, kita suami istri. Secara privat, kita asing."

Pak Hadi di dekat pilar menahan napas. Bi Darmi yang mengintip dari balik sekat dapur bahkan sampai menjatuhkan serbet yang dipegangnya. Semua pekerja di mansion itu mendadak merinding mendengar kekakuan sang tuan muda.

Adrian menunjuk kamar di lantai atas dengan dagunya. "Kamar utama di sebelah kanan untukmu. Kamar saya di sebelah kiri, dipisah oleh koridor tengah. Jangan pernah menginjakkan kaki di area saya tanpa izin."

Freya tidak mundur satu langkah pun. Dia justru melangkah mendekat, mengikis jarak hingga aroma tubuhnya makin pekat memapar indra penciuman Adrian. Jantung Adrian memberikan sebuah denyutan halus yang aneh namun wajahnya tetap sedingin es.

"Urus kehidupan pribadimu sendiri, Freya. Saya tidak peduli dengan hobi bersenang-senang atau gaya hidup manjamu. Begitu juga sebaliknya. Jangan campuri urusan saya," tegas Adrian lagi dengan tajam, dan mutlak.

Bram memejamkan mata sesaat, membayangkan Freya akan menangis atau menjerit tersinggung. Namun, detik berikutnya, keheningan itu pecah oleh kekehan kecil yang sangat merdu.

Freya menyentuh dokumen itu dengan ujung jarinya yang lentik. Dia menatap Adrian, matanya berbinar jenaka. "Wah, cool banget sih Hubby aku ini. Jadi kita bebas nih? No attachment at all?"

Adrian mengernyit. Alis tebalnya bertaut melihat reaksi di luar prediksinya. "Ya."

"Oke," Freya tersenyum manis, memamerkan deretan giginya yang rapi.

Dia memajukan wajahnya sedikit, menatap tepat di manik mata Adrian yang membeku. "Tapi ingat ya, Pak CEO... aturan dibuat untuk dilanggar. Jangan sampai nanti Mas Adrian sendiri yang merangkak ke kamar aku sambil nangis-nangis minta ditemani tidur. Deal?"

Mata Adrian menyipit tajam. Rahangnya mengeras seketika. "Itu tidak akan pernah terjadi dalam sistem hidup saya."

"Kita lihat saja nanti," tantang Freya dengan kedipan mata yang sangat centil namun elegan.

Dia membalikkan badan, berjalan melenggang menaiki tangga mewah mansion sambil menenteng gaun panjangnya. "Good night, my Frozen husband!"

Adrian tetap berdiri kaku di tempatnya, menatap punggung Freya hingga menghilang di balik pintu kamar utama sebelah kanan. Kamar itu tertutup dengan suara klik yang tegas.

Suasana ruangan bawah kembali hening. Bram mengembuskan napas panjang yang sejak tadi ditahannya. Pak Hadi dan para pelayan saling berpandangan dengan mata terbelalak. Bukannya takut atau sedih karena diusir dari kamar sebelah di malam pertama, Nyonya Muda mereka justru terlihat seperti singa betina yang baru saja menemukan mainan baru yang sangat seru.

Adrian membetulkan jam tangan mewahnya, lalu menatap Bram dengan dingin. "Bram, siapkan analisis bursa saham dunia untuk besok jam enam pagi."

"Baik, Tuan," jawab Bram sigap, meski dalam hati dia menggeleng heran melihat bosnya yang benar-benar tidak punya selera romantis.

Adrian berbalik, melangkah dengan hentakan kaki yang tegas menuju kamarnya sebelah kiri koridor. Malam pertama di mansion mewah itu dimulai dengan garis batas yang sangat tebal dan dingin. Namun, senyuman ceria Freya di ujung tangga tadi entah mengapa meninggalkan bekas yang mengganggu di kepala sang Tuan Kaku.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!