ketika cowo cuek jadi kang bucin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fransiska simanjuntak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab#35
"ngusir?." tanya Nara yang langsung diangguki dengan cepat oleh Lawra.
'' sana pergi, kesal gue sama lo.''
'' iya iya.. gue pulang, sana masuk.'' titah Nara sebelum akhirnya ia naik kembali ke atas motornya.
'' Makasih ya.''
'' gue cabut dulu.''
Laura mengangguk, ia Melambaikan tangannya ketika Nara berlalu dari sana.
setelah Nara pergi, Lawra pun berbalik masuk, iya merogoh tasnya mencari kunci dan memasukkan kunci kedalam lubang gembok.
ia memutar kunci itu, menarik tuas ke bawah dan pintu terbuka, Lawra masuk ke dalam dan menyalakan lampu di semua ruangan itu dan betapa terkejutnya dia ketika melihat seseorang yang kini tertidur di atas sofa.
"Rafa? ngapain?." tanya Laura sedikit berteriak.
orang itu membuka matanya yang tadi terpejam, Iya bangkit dari posisinya dan menatap Lawra dari ujung kepala sampai ujung kaki.
''dari mana kamu?" tanyanya, matanya menghunus tajam memindai Lawra yang masih memakai seragam sekolah.
'' Tadi teman ku ajak makan di restoran, jadi aku iyain aja.. karena aku juga lapar.''
'' Benarkah?.'' Ucap orang itu mendekat secara berlahan, langkah demi langkah hingga membuat Lawra membulatkan matanya ketika wajah orang itu sudah ada di depan wajahnya.
''yang nganterin Kamu itu siapa, sayang?." sambung Rafa tepat ditelinga Lawra yang membuat Lawra merinding merasakan nafas Rafa yang menerpa kulit mulusnya. nada suara Rafa rendah dan penuh ancaman.
'' dia teman cewek aku Raf." Lawra mendorong Rafa sekuat tenaga sampai berhasil membuatnya menyingkir dari hadapannya, Lawra mendengus.. Iya berlalu menuju kamar mengabaikan orang itu yang masih diam di tempatnya, dia ingin mandi dan berganti pakaian, tubuhnya terasa lengket sekarang.
'' ngapain ikutin aku?.'' sentak Lawra, ia berbalik dan menatap kearah Rafa Intens yang mengikutinya sampai di depan kamar.
Rafa mengerjap pelan, " aku laper.''
Lawra menarik nafas kasar, "oke, tapi tunggu aku mandi dulu.'' ucapnya lembut bagaimanapun Rafa yang banyak membantunya selama ini termasuk biaya kuliahnya yang mahal.
'' Ya udah deh..'' balas Rafa lalu melangkah masuk ke kamar Laura yang langsung di halangi oleh si pemilik kamar.
'' mau kemana?'' tanya Lawra dengan tangan yang terlentang menghalangi jalan Rafa.
'' mau mandi.''
'' yang mau mandi itu aku.'' ucap Lawra menunjuk dirinya sendiri.
"mandi bareng." balas Rafa kesal.
'' ya udah.. aku enggak jadi bikin makanan buat kamu.''
''ck..yaudah, cepetan.''
...
setelah selesai mandi dan masak, Lawra dan Rafa pun menikmati makanannya sambil menonton TV.
'' yang nganterin kamu pulang tadi siapa?'' tanya Rafa mengembalikan topik yang tadinya terpotong.
'' dia teman baru aku.. namanya Nara.'' balas Lawra tanpa melihat lawan bicaranya, matanya masih fokus pada TV, karena yang mereka tonton itu merupakan film kartun kesukaannya.
''masa.. tapi kok kayaknya pakai motor deh.''
'' iya, dia itu tomboy.. jago beladiri lagi, gue suka punya teman kek dia."
'' minta nomor hp-nya.''
''untuk apa?''
'' Siapa tahu dia mau sama aku, kan lumayan.'' mendengar itu Lawra menatap Rafa tajam, ada rasa tak terima di balik lubuk hatinya.
'' Aku nggak punya nomor ponselnya, Besok aku akan minta untukmu.'' balas Lawra pura-pura nggak peduli, lalu kembali fokus Menatap layar TV di depannya.
''gak ada cemburu-cemburunya'' batin Rafa kesal.
'' oke. kalau boleh.. bilang ya.. aku mau nembak dia minggu depan.'' ucap Rafa sok serius.
"Hm.. sekalian aja aku bilang kalau kamu mau lamar dia minggu depan.'' kesal Laura.
"he. he. bilang gitu aja lebih baik, biar kejantananku lebih nampak, yakan sayang?.'' cengir Rafa.
"jangan panggil aku sayang lagi." ucap Lawra ketus.
'' kenapa sayang?."
"Aku nggak suka ya.''
'' Ya udah deh.. aku akan panggil kamu istri, biar kamu makin nggak suka.
'' kalau aku suka gimana.''
"KAMU SUKA??" teriak Rafa menjeda ucapannya membuat Lawra hampir keselek akibat kerasnya teriakan Rafa. " Berarti kamu udah siap dong nikah denganku..''ucapnya sumrigah. "YEAH.. MAKASIH ISTRI KECILKU" teriak Rafa kesenangan meletakkan makanannya di atas sofa di sampingnya, lalu memeluk Lawra erat.
yuk semangt yuk up nya kak