NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta

Terjerat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cintapertama
Popularitas:94.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rniehamizan

Di khianati, adalah satu kata yang paling menyakitkan. Bagaimana pria yang tak lagi punya rasa cinta itu bisa menjerat para wanita dalam pesonanya?

Ketulusannya terhadap Echa putri tirinya membuat Arfian menjadi pria paling di idamkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rniehamizan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Arfian sangat ketakutan begitu mendapat kabar jika Echa saat ini ada di rumah sakit. Ia tak ingin kejadian yang lalu terulang kembali, sungguh Arfian tak sanggup lagi jika melihat Echa terbaring tak berdaya di atas ranjang pesakitan.

Nafasnya tersengal karena berlari bahkan sampai menabrak beberapa orang yang tak sengaja berpapasan jalan dengannya.

"Echa.." Panggilnya terkejut begitu melihat gadis kecil itu duduk di kursi bersama Wanda.

Arfian melirik pintu UGD penuh tanya, jika Echa baik-baik saja lalu siapa yang ada di dalam saat ini. Wanda yang melihat Arfian langsung berdiri, meminta maaf karena tak memberikan informasi lebih dulu, ia hanya merasa takut terjadi apa-apa pada pria tadi hingga melupakan jika dirinya dan Echa tengah menunggu Arfian.

"maafkan saya pak Arfian." Ujarnya penuh sesal.

Arfian mengerti, ia tak marah. Melihat Echa baik-baik saja sudah cukup baginya.

"apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Arfian.

"kami sedang menunggu pak Arfian. Tapi, tiba-tiba Echa berlari menghampiri sebuah mobil yang berhenti tak jauh dari tempat kami. rupanya orang itu tengah kesakitan, jadi aku buru-buru membawanya kemari." Jelas Wanda.

"Daddy..dia bilang ayah." Seru Echa, tangan mungilnya menarik ujung kemeja Arfian.

Arfian mengeryit lalu melirik Wanda. Guru muda itu pun seolah di ingatkan kembali, ia langsung mengangguk.

"iya, dia sempat mengatakan jika dia ayah Echa."

"ayah Echa.." Heran Arfian.

Matanya seketika melebar begitu ingat satu nama dalam pikirannya. Ben, Arfian dapat pastikan jika orang yang baru saja di tolong Echa dan gurunya itu adalah Ben.

"terimakasih Bu, anda bisa pulang. biar saya yang urus semuanya." Ujar Arfian.

"uumm.. baiklah kalau begitu. Echa, ibu pulang ya."

"iya bu. papay.."

Arfian menghela nafas, ia mengangkat tubuh Echa. Menggendongnya lalu segera masuk kedalam ruang IGD. Matanya mengedar mencari keberadaan Ben. Tepat di kanan dekat jendela di sanalah Ben terbaring tak berdaya.

Perlahan Arfian melangkah, dekapannya pada tubuh Echa semakin kuat saat Ben membuka matanya. Ia takut jika Ben mengatakan hal-hal yang dapat membuat Echa terluka. Sangat tahu, jika pria yang notabene adalah ayah biologis Echa itu tak begitu menyukai Echa.

"terimakasih.." Lirih Ben, ia berusaha untuk duduk.

Sedikit meringis saat kepalanya terasa begitu berdenyut. Ia menarik nafas dalam-dalam untuk menghilangkan rasa sakitnya.

"Echa.. terimakasih banyak." Ben menatap Echa yang menyembunyikan wajahnya di balik dada Arfian.

Entah kenapa gadis itu merasa takut sekarang, tubuhnya bahkan sedikit gemetar saat tangan Ben terjulur akan menyentuhnya.

Arfian yang merasakan itu langsung mundur untuk menghindari sentuhan Ben. Ia tahu, Echa ketakutan.

"Arfian, aku tak akan menyakitinya. hanya ingin berterima kasih karena telah menyelematkan nyawaku." Ujar Ben apa adanya.

"tidak perlu. putriku ketakutan." Jawab Arfian, menekankan kata putriku seolah mengingatkan Ben kalau Echa adalah putrinya bukan putri Ben.

Ben tersenyum tipis. Ia memang tak pernah mengakui Echa, tapi melihat gadis kecil itu yang kini tengah menatapnya dengan tatapan waspada sungguh membuat hatinya terluka.

"maafkan aku." Ucapnya. "bisakah kau panggil aku ayah, sekali saja." Pinta Ben penuh harap.

Arfian menatap Ben tak suka, pria ini sungguh selalu berbuat seenaknya. Echa menggelengkan kepalanya, lalu memeluk leher Arfian.

"Echa mau pulang." Bisiknya pada Arfian.

"iya sayang."

Arfian mengelus rambut Echa. Semua itu tak luput dari perhatian Ben. Kelembutan Arfian juga sikap manja Echa membuktikan jika keduanya sangatlah saling menyayangi. Ben menatap sendu Echa yang di bawa pergi oleh Arfian.

"hubungi kekasih mu, aku tak bisa terus tinggal di sini." Seru Arfian sambil berjalan.

Ben menghela nafas. Segera memanggil perawat, menanyakan barang-barang miliknya. Ia harus segera menghubungi Rena dan Liliana.

"apa anda sudah merasa baik tuan?" Tanya seorang perawat.

"ya. apa yang terjadi padaku?" Ben memijat pangkal hidungnya.

Perawat itu memeriksa selang infus lalu segera mengecek apa suhu tubuh Ben sudah menurun.

"Anda keracunan obat tidur. Dosis yang anda minum terlalu tinggi."

Ben mengerutkan keningnya. Ia tak pernah mengkonsumsi obat itu, kenapa bisa sampai keracunan. Mencoba mengingat, pagi tadi apa saja yang dia konsumsi. Ben mengeraskan rahangnya, ia ingat dengan jelas apa yang dia makan tadi pagi.

Hanya meminum kopi dan memakan sepotong roti bakar, setelah itu ia tak makan apapun sampai tubuhnya merasa tak nyaman. Ia tahu siapa pelakunya, dengan cepat meminta perawat itu menghubungi Rena.

"hubungi calon istri ku dan katakan padanya aku dalam keadaan kritis."

"tapi tuan..."

"katakan saja."

Perawat yang ditatap tajam oleh Ben hanya bisa menuruti perintah nya. Ia berbohong pada Rena soal kondisi Ben saat ini.

...******************...

Hanum melipat tangannya, memandang Arfian kesal. Dia di buat menunggu selama satu jam penuh. Kekesalannya bertambah besar kala melihat Arfian tak sendiri, pria itu turun dari mobil dengan Echa di gendongannya.

"itu..putri kak Arfian?" Tanya Rahel.

Hanum mengangguk pelan. Ia memang tak sendirian, karena Rahel bersikeras akan menemaninya sampai Arfian tiba.

"waaah... cantik ya." Puji Rahel tak sadar kalau Hanum sudah berjalan meninggalkannya.

Rahel diam, melihat Hanum dan Arfian yang tengah bicara. Hingga ia melihat Hanum melambaikan tangan kearahnya, dengan ragu ia berjalan mendekati mereka.

"jadi..kau Rahel? gadis berambut pendek itu?" Tanya Arfian.

Hanum sudah mengatakan semuanya pada Arfian tentang Rahel. Wanita itu tersenyum kaku, malu dan gugup karena bagaimanapun dirinya pernah mengejar Arfian dan menyatakan cinta pada pria itu. Entah Arfian mengingatnya atau tidak, tapi Rahel tetap saja merasa tak nyaman.

"i..iya.." Rahel semakin malu saat sadar hanya dirinya yang begitu sederhana saat ini.

Hanum memakai setelan kantor begitu juga Arfian. Sementara dirinya hanya mengenakan kaos yang di padukan dengan celana kerjanya yang berwarna merah. Belum sempat ganti karena tadi cepat-cepat pulang demi menemani Hanum.

Pandangan Arfian yang tak lepas darinya membuat Rahel semakin tak nyaman.

"umm... karena kak Arfian sudah datang, aku pulang saja." Ujarnya hendak pergi.

Tapi Arfian menahannya.

"aku antar pulang." Tawarnya.

"tapi.."

"ikut saja. ayo.." Hanum menarik tangan Rahel agar masuk kedalam mobil bersama dengannya.

Echa ingin duduk di belakang, Arfian pernah bilang padanya jika Hanum akan menjadi ibu nya. Echa sangat senang karena dengan begitu, Leon dan dirinya akan terus bersama.

"mommy.." Panggil Echa senang.

Hanum yang di panggil seperti itu mendelik tak suka. Menatap Arfian meminta penjelasan.

"aku sudah mengatakan semuanya, kau akan jadi mommy nya." Ujar Arfian sembari memasukan Echa kedalam mobil.

Mendudukkan nya di pangkuan Hanum karena permintaan gadis kecil itu. Hanum merasa risih, dengan cepat mengangkat Echa lalu memindahkannya pada pangkuan Rahel.

Rahel yang terkejut atas tindakan Hanum hanya diam, tanpa sadar tangannya memeluk Echa begitu melihat gadis itu akan menangis.

Arfian ingin marah tapi ditahan karena ada Rahel. Ia merasa tak enak harus bertengkar dengan Hanum di depan wanita itu. Di tambah Echa pun pasti akan ketakutannya jika melihat dirinya yang membentak Hanum.

...*****************...

1
Cevineine
lanjut thorrr, semangat terus yaa
ᴋᴀɪᴢᴇʀ⸙ᵍᵏ
🐾🐾🐾🐾🐾
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Ini udah tamatkah kok ga up lagi
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Semangat lanjut thor
gu$T@fJuGa
semangat upnya ya othor..makin oke banget lho..
gu$T@fJuGa
bgitu lebih baik..
gu$T@fJuGa
jgn kaget, Echa...Leon mu tak lg spt dahulu.. mungkin kmu akan sedikit kecewa..atau kecewa banget..plus sedih..
gu$T@fJuGa
smua gr2 ayahnya tuh.. terlalu keras pd Leon..jd Leon pun tumbuh spt itu.. keras dan dingin
gu$T@fJuGa
wajar.. seorang ibu pasti akan slalu berusaha melindungi anaknya..spt Haeun..meskipun Leon itu anak tirinya..tetap dia slalu jd orang pertama yg berdiri di belakang Leon..saat anaknya berbuat hal2 di luar batas...
𝕸y💞 Ree🍏
leon kaku bgt kek bpk nya🤧 lanjoott thorr
⸙ᵍᵏ 𝓓𝓲𝓲 𝓮𝓲𝓶𝓾𝓽
next
𖣤​᭄ اندي وحي الد ين
Baru baca, semoga alur plot nya bagus
ᴀʏᴜʜ̶e̶r̶a
semangat up kak
𝕸y💞Alrilla Prameswari
babang leon kenapa jadi kasar
⍣☙𝐶𝑙𝑙𝑎𝑠𝑠𝑖𝑐☕︎⍣
semangat kak..
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Semangat UPnya thor
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🎋AniN🩷
ish.....up lg ...jangan bikin penasaran Thor 🤧🤧🤧
𝕸y💞 Ree🍏
baik bgt echa,, semoga kebaikn mu bisa merubah leon jg..
𝕸y💞Alrilla Prameswari
mulia nya hati mu echa 😘😘
gu$T@fJuGa
bau2 ikan asin nih..awas kucing garong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!