NovelToon NovelToon
Masih Kecil, Menikah

Masih Kecil, Menikah

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lunoxs

Ruhi amat sangat mencintai uang, karena itulah ia dipilih kakek Bizar untuk menikah dengan cucunya, Asraf.

Dua manusia berbeda generasi, mampukah mereka bersatu? atau malah berhenti ditengah jalan.

Kisah Ruhi dan Asraf di mulai...

✍🏻 revisi typo dan pemberian judul bab 💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34 - Gila

"Kek, aku ingin tanya," jujur Ruhi, ia duduk dihadapan Bizar dan sang kakek siap mendengarkan.

"Apa Kakek tahu dimana mas Asraf sekarang? aku merasa dia masih di rumah, tapi tidak bisa menemukannya dimana pun," jelas Ruhi, kecil kecil begini dia punya naluri seorang istri. Perasaan mengatakan dengan jelas jika suaminya berada di rumah, tapi dimana?

Mendengar penuturan sang cucu menantu, ia meminta tukang urut itu untuk segera pergi dan kembali lagi 30 menit kemudian.

"Apa ada sesuatu yang serius Kak? kenapa tukang urut nya disuruh pergi?" tanya Ruhi penasaran.

Bizar tidak langsung menjawab, ia menghela napas sejenak sebelum Akhirnya buka suara.

"Inilah yang ingin Kakek tahu darimu Ruhi," jujur Bizar.

Bizar mulai bercerita, saat lulus kuliah dulu, Asraf memutuskan untuk merenovasi kamarnya. Tapi setelah Bizar cek, ternyata tidak ada perubahan apapun di dalam kamar itu.

Bizar meyakini jika Asraf memiliki ruang rahasia. Entah untuk menyimpan apa, tapi Bizar sering sekali melihat Asraf berulang kali membawa paket aneh ke kamar itu.

Dan anehnya lagi, tidak ada penambahan barang apapun di kamar itu. Lalu dimana paket itu diletakkan oleh Asraf?

Ruhi yang mendengarkan dengan serius, kenapa ceritanya jadi panjang begini, pikirnya. Padahal niat hati hanya ingin mecari suami, eh malah mengetahui banyak cerita lainnya.

"Jadi maksud Kakek, aku harus mencari ruang rahasia itu? kenapa tidak bertanya langsung pada mas Asraf kek?" tanya Ruhi sesuai isi kepalanya.

"Kakek sudah sering bertanya, tapi dia selalu menjawab tidak ada ruang rahasia, paket-paket itu juga hanya baju dan sepatu, katanya."

"Mungkin memang hanya baju Kek."

"Bukan, mana ada baju harga 80jt, sementara baju yang dia pakai hanya itu itu saja." jelas Bizar.

Setelah cukup lama berbincang, akhirnya Ruhi keluar dari kamar sang kakek. Pikirannya tambah banyak saja setelah keluar dari kamar itu.

Bizar meminta Ruhi untuk diam-diam menyelidiki suaminya sendiri, Bizar takut jika Asraf terjerat pergaulan bebas, Bizar tahu bagaimana kehidupan sahabat-sahabatnya itu. Dunia malam, wanita dan narkoba.

"Apa iya mas Asraf seperti itu?" gumam Ruhi sambil membuka pintu kamar tidurnya sendiri.

Seketika itu juga Ruhi terkejut, pasalnya ia melihat sang suami sudah berada di kamar dengan baju acak-acakan. Dua kancing teratas kemejanya terbuka dan ia dipenuhi dengan keringat.

Deg! seketika itu juga Ruhi terngiang ucapan Bizar, sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Asraf?

Sama halnya dengan Ruhi, Asraf pun sama terkejutnya. Setelah 3 jam pergi, kenapa kini Ruhi kembali lagi.

Tak ingin terlihat canggung, Asraf mencoba bersikap biasa saja.

"Sayang, kenapa kembali? apa ada yang tertinggal?" tanya Asraf, ia berjalan mendekati sang istri yang mematung di belakang pintu.

"Mas darimana?" tanya Ruhi gamang.

"Aku dari luar, tadi aku berlari ke kamar, jadi keringatan begini."

"Ini kenapa lengan Mas lecet?" tanya Ruhi lagi, lecet itu persis seperti cakaran kuku.

Mata Ruhi memerah, menahan kekecewaan yang sudah nyaris menguasai hati. Ruhi memang sensitif, apalagi jika sudah menyangkut tentang hubungannya dengan sang suami.

"Ini, ini aku jatuh saat berlari." kilah Asraf, ia merasa bersalah telah membohongi Ruhi, terlebih ketika melihat netra sang istri mulai memerah.

"Kamu kenapa kembali?" tanya Asraf yang ingin kembali mencairkan suasana, ia menarik tangan Ruhi dan duduk di sofa.

Ruhi tidak menjawab, ditanya seperti itu malah membuat ia merasa tak diinginkan.

"Mas sendiri yang bilang tidak mau menggunakan surat perjanjian itu lagi, tapi kenapa selalu menyuruhku pulang tiap hari minggu. Sebenarnya apa yang Mas lakukan saat aku pergi?" tanya Ruhi, air matanya mengalir tak bisa dicegah lagi.

Asraf menghela napas, Ruhi memang masih kecil, pasti lebih mudah menangis hanya karena masalah kecil seperti ini.

Tapi mau bagaimana lagi, Asraf belum berani untuk menceritakan semuanya pada Ruhi. Asraf tak ingin Ruhi meninggalkannya jika ia mengetahui yang sebenarnya, kekurangan Asraf.

Belum lagi jika dunia juga mengetahuinya, Asraf mungkin bisa kehilangan semuanya. Yang bisa ia lakukan kini hanyalah menutup rapat-rapat rahasianya itu.

Tak mendapat jawaban dari Asraf membuat Ruhi tersenyum getir, ternyata cintanya hanya bertepuk sebelah tangan. Bahkan Asraf tau semua seluk beluk hidup tentang Ruhi, tapi malah Asraf begitu tertutup.

"Ya sudah, kita pakai surat perjanjian itu lagi. Mulai sekarang aku tidak akan mencampuri urusan Mas, jadi jangan campuri juga urusanku."

Setelah mengatakan itu Ruhi bangkit dan segera berlalu ke luar kamar.

Asraf tercenung, mengejar pun ia tak bisa memberikan jawaban apa-apa.

Akhirnya Asraf hanya bisa memperhatikan kepergian sang istri.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Malam ini Asraf tidur sendiri, ia tak mendapat kabar apapun dari sang istri. Merasa butuh bantuan, akhirnya Asraf mencoba menghubungi dokter Johan, dokter pribadinya.

Untunglah di panggilan pertama Johan langsung menjawab.

"Assalamualaikum As."

"Waalaikumsalam Mas." jawab Asraf.

"Ada apa? bukankah semuanya sudah baik-baik saja?" tanya Johan, pasalnya sudah cukup lama Asraf sembuh dari penyakitnya itu dan kini sudah hidup normal bersama sang istri.

"Bagaimana jika aku harus memilih antara Ruhi dan dia?" tanya Asraf, pikirannya kalut, benar-benar tidak menyangka jika situasi ini akan terjadi juga.

"Apa Ruhi pergi?" tebak Johan dan dijawab Iya oleh Asraf.

"Tunggulah beberapa hari, setelah kepergian Ruhi kamu akan tahu sebenarnya hatimu berat dimana, Ruhi atau dia." jelas Johan.

Sebenarnya ia sangat mendukung hubungan Asraf dengan Ruhi, tapi kini Asraf bukan hanya sebagai temannya saja, tapi juga sebagai seorang pasien yang harus ia sembuhkan meski itu mengorbankan beberapa hal.

Asraf menyetujui saran Johan, lalu memutus sambungan telepon itu.

Merasa kesepian, akhirnya Asraf memutuskan untuk masuk ke ruang rahasianya. Ia duduk di sofa ruangan itu dan memperhatikan sekeliling.

"Mama." gumamnya pelan, ia mengambil 1 action figure iron man di atas meja dan di dekapnya erat.

Anggaplah Asraf gila, tapi memang beginilah keadaannya. Sedari kecil ia sudah menganggap mainan ini sebagai ibunya.

Ada disaat ia sedang menangis, bahagia, kesepian, marah, dan kecewa. Hanya mainan inilah yang setia menemani.

Saat kedua orang tua Asraf meninggal, semua orang menganggap Asraf adalah anak pembawa sial. Merasa tak terima, Asraf kecil selalu memukuli orang-orang yang menghinanya. Bukannya memeluk dan memberi kekuatan, Bizar malah mengurung Asraf di gudang selama beberapa hari.

Di gudang itu ia terkurung bersama mainannya.

Merasa lelah, Asraf kecil menyayat nadinya sendiri menggunakan pecahan kaca di gudang itu, ia memeluk mainannya erat, merasa bahagia, disaat akhir hidupnya ada yang memeluk.

Meski hanya sebuah mainan.

Tapi sayang, semua keinginan Asraf kecil memang tidak pernah terjadi. Belum sempat mati, Leni sudah menyelamatkan Asraf, berlari sambil menggendong Asraf keluar dari gudang itu.

Setelah selamat dari kematian, ia melirik mainannya yang ikut berbaring di ranjang rumah sakit. Semenjak itu, ia seperti menemukan cahaya baru, untuk hidup hanya berdua saja dengan sang mama.

Setelah dewasa dan bertemu dengan Marsha, Asraf perlahan mulai ingin melepas mainan itu dari genggaman tangannya. Tapi seolah mencegah pergi, Asraf tidak benar-benar bisa berpisah.

Sampai akhirnya ia menemui dokter Johan, meminta untuk menyembuhkannya dari penyakit gangguan mental ini.

Semakin lama, Asraf mulai berangsur sembuh. Lambat laun ia tidak ketergantungan pada mainan itu lagi. Terlebih Marsha selalu ada untuk menemani setiap waktunya.

Tapi sayang, saat itu Marsha malah mengkhianatinya dan hanya kepada mainannya itulah Asraf kembali.

Kini ia berjanji, meski ia sudah menemukan pengganti Marsha, ia tidak akan pernah meninggalkan Mama.

Sadar jika dia sedikit gila, membuat Asraf menutup rapat-rapat penyakitnya ini. Yang mengetahui kebenaranya hanyalah Johan dan Rudi.

1
quile
sorry Thor... pas Baca sinopsisnya nya kirain Si ruhi namanya (Ruhi amat) jd nyangkanya Laki"..🤣🤣🤣 pas baca Bab 1 langsung melongo ehh masa iya laki di jodohin sama Laki🤭 ternyata salah pemahaman sayanya🤭
Nur Alifa
bagus
apajalah
🍁🍁🌾
Rita Juwita
luar biasa...
Atiah arini
good
Anjar Angel Part II
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ppkn Ibu
Luar biasa
LENY
DUH SEDIHNYA KAKEK MENINGGAL SEBELUM SEMPAT KETEMU ASRAF 😭😭
LENY
ASRAF MULUTMU TAJAM SEKSLI SUKA MENGHINA PANTAS AJA RUHI KESAL.
LENY
RANDU ADIK RUHI😊
!m_mah
alex mencurigakan 🤔
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
Luar biasa
Ida Sriwidodo
🤣🤣🤣😂😂😂
Nikma: Permisi kakak Auhor ...

Halo kak Reader, kalau berkenan mampir novelku juga 'Kesayangan Tuan Sempurna' yaa..
Terima Kasih😊🙏
total 1 replies
Ida Sriwidodo
Ahahahh... astagaa.. aslik ngakak baca part akhirnya
Krik.. kriik.. 🤣🤣😅😅
feri marlinda
Luar biasa
aliya
bagus
komalia komalia
mobil nya kena gempa
komalia komalia
aku udah nebak pasti boneka yang jadi pelampiasan nya
komalia komalia
dasar ruhi bodoh nya Hahaha
komalia komalia
aku penasaran sama bingkisan asraf apa ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!