NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Nisa

Kisah Cinta Nisa

Status: tamat
Genre:Teen / Cintapertama / Contest / Badboy / Tamat
Popularitas:598k
Nilai: 5
Nama Author: Elis Kurniasih

Tinggal di kota besar yang padat penduduk, membuat kelima orang anak manusia ini menjalin persahabatan sejak kecil, walau keadaan status sosial dan suku berbeda, tapi mereka tetap bersama.

Kelucuan, kepolosan, dan kebahagiaan persahabatan mereka mulai memudar seiring usia yang beranjak remaja. Benih benih cinta muncul di antara persahabatn mereka.

Perbedaan di mulai, ketika mereka duduk di bangku SMA.

Bagaimana akhir persahabatan kelima anak manusia ini? Bagaimana kisah cinta mereka? akankah cita-cita kecil mereka menjadi kenyataan?

baca sampai end ya guys
Terima kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elis Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bertemu Kokom

Satu setengah tahun berlalu. Kini Nisa sudah berada di tingkat akhir, sebentar lagi ia akan lulus dan mendapat gelar sarjana.

Nisa berjalan santai melewati rumah Kokom yang terlihat agak ramai dari biasanya. Nisa jarang sekali melewati rumah Kokom ketika akan berangkat kuliah. Namun, pagi ini jalan yang biasa ia lewati terhalang oleh panggung acara tujuh belasan yang akan di gelar besok malam.

Nisa sekilas melihat ke arah rumah Kokom sambil melewatinya. Ternyata di sana terlihat kokom yang sedang berdiri di depan pintu.

“Nisa.” Panggil Kokom yang juga melihat Nisa tengah melintasi rumahnya.

“Kokom.” Nisa langsung menghampiri pagar rumah orang tua Kokom yang kecil seperti rumahnya.

Kokom berlari keluar dan menghampiri Nisa. keduanya berpelukan.

“Apa kabar Nis?”

“Apa kabar, Kom?”

Kedua sahabat kecil ini sama-sama bertanya kabar. Namun, penampilan keduanya sangat berbeda. Nisa berdiri dengan pakaian lengkap dan hijab yang terjulur cukup panjang, hingga menutupi dada dan pinggulnya. Sementara Kokom berpakaian minim dengan atasan tang top dan celana hotpant.

“Gue baik.” Jawab Kokom.

“Alhamdulillah, aku juga baik.”

“Nis, gue baru tau tentang Angga,” kata Kokom.

Nisa mengangguk.

“Gue banyak salah sama dia,” kata Kokom lagi dengab suara lirih.

“Udahlah, Kom. Ngga usah di bahas. InsyaAllah Angga pergi husnul khotimah, dengan cara yang baik dan wajah yang berseri.”

Tiba-tiba Kokom terdiam.

“Eh ini anak lo, Kom?” Tanya Nisa yang melihat ibunya Kokom menyerahkan anak laki-laki yang terlihat sangat kurus pada Kokom.

“Iya, tapi dia lagi sakit, Nis. Gue ngga bisa ngurus karena kerja. Jadi gue sekarang tingga di sini, minta tolong nyokap gue yang nemenin anak gue.”

“Oh.” Nisa hanya membulatkan bibirnya.

Sungguh betapa besarnya hati orang tua Kokom. Sempat ditinggalkan, tapi ketika Kokom membutuhkan, ia kembali lagi.

Begitulah orang tua, selalu ada di saat anak-anak membutuhkannya dan selalu memaafkan jika anaknya berbuat salah, sebesar apapun kesalahan itu.

“Lo kuliah, Nis?” Tanya Kokom lagi, sambil menggendong anaknya.

“Iya, udah mau selesai malah. Lo lama menghilang sih. Jadi ngga tau kabar kita di sini.”

Kokom menunduk.

“Iya, gue bandel. Beruntunglah Lo sama Lena ngga kaya gue. Sumpah gue iri liat lo, Nis. Seandainya dulu gue dengerin omongan kalian, mungkin hidup gue ga akan seperti ini.” Tiba-tiba Kokom sedih hingga aor matanya hampir saja jatuh.

“Tapi kan sama aja, Kom. Lo juga sekarang udah bahagia. Udah nikah juga.” Jawab Nisa menenangkan.

“Bahagia apaan, Nis. Suami gue ga kerja, dia malah suka jual gue buat hidup kita sehari-hari.”

“Apa?” tanya Nisa terkejut.

“Emang udah nasib gue, Nis. Cewek bandel dapet laki juga bandel. Mending kalo dia mau kerja, ini ga mau kerja sama sekali. Capek gue. Sebenarnya gue juga mau berhenti dari pekerjaan ini.” Kokom menunduk.

“InsyaAllah semua ada jalannya, Kom. Kalau kamu benar-benar mau berubah.” Ucap Nisa.

“Kalau emang seperti itu suamimu. Tinggalin aja, Kom. Suami seperti itu ga layak jadi kepala keluarga, ga layak juga untuk dipatuhi. Jadi ngga apa-apa kalau kamu menggugat cerai duluan.”

“Maunya sih begitu, tapi gue ga bisa lepas dari dia. Ngga tau deh bingung.” Kokom mengacak-acak rambutnya.

“Eh katanya lo mau berangkat kuliah. Gih sana! Nanti lo telat.”

Nisa melihat jam di tangannya. “Oh iya, aku jadi lupa, keasyikan ngobrol.”

“Ya udah sana, nanti lain waktu kita ngobrol lagi,” kata Kokom sambil mengibaskan tangannya agar Nisa berangkat.

“Oke deh, kalau begitu. Semangat ya Kom.” Nisa mengepalkan tangannya ke atas, sedangkan Kokom hanya membalas dengan senyuman.

****

Tiga bulan berlalu, dan sejak saat itu Nisa pun tak pernah lagi bertemu Kokom.

Tok.. Tok.. Tok..

Nisa membuka pintu rumahnya yang di ketuk. Kebetulan hari ini hari libur, Nisa sedang santai menonton televisi.

“Lena,” panggil Nisa antusias melihat sahabat lamanya tengah berdiri di hadapannya sekarang.

“Hai, apa kabar lo?” Tanya Lena sambil memeluk tubuh Nisa.

“Alhamdulillah baik.”

“Eh anak lo ga di ajak? Ayo masuk!” Nisa menggandeng Lena ke dalam rumahnya.

“Anak gue di rumah nyokap. Gue sengaja ke sini sendirian karena mau ngajak lo jenguk Kokom.”

“Jenguk Kokom? Emang dia sakit?” tanya Nisa yang tak tahu kabar itu.

“Lah lo tetanggaan ngga tau. Gue aja yang udah ga tinggal di sini, tau. Gue tau kabar ini dari nyokap. Katanya Kokom kena tumor otak, udah dua minggu dia di rawat.”

“Apa? Ya ampun, sumpah aku ga tau Len.” Jawab Nisa lirih.

"Iya lo jarang ada di rumah sih, sibuk skripsi ya?”

Nisa mengangguk.

“Iya, setiap hari aku seharian di kampus. sabtu juga. Ini aja lagi ngga.”

“Iya sih, gue ngerti, walau pun gue ngga pernah ngerasain kuliah, tapi ngerasain melahirkan udah.”

“Sombong yang udah jadi ibu.” Ucap Nisa nyinyir.

“Lah kok sombong sih, ada juga lo nanti yang sombong udah mau jadi sarjana," sanggah Lena.

“Halah lebay.”

Nisa meluyur ke dalam untuk menyuguhkan Lena minum.

Lena pun mengikuti Nisa ke dapur dan bertemu dengan Ummi Nisa.

“Ummi dan Ayah apa kabar?” tanya Lena sambil menghampiri dan mencium punggung tangan kedua orang tua Nisa yang berada di dalam rumahnya.

“Baik. Kamu lagi di sini, Len?” tanya Ummi, setelah menjulurkan punggung tangannya.

“Udah punya anak berapa, Len?” Tanya Ayah Nisa juga.

“Baru satu, Yah.” Jawab Lena pada Ayah Nisa.

“Iya, Ummi. Ini Lena mau ngajak Nisa jenguk Kokom.” Jawab Lena pada Ummi Nisa.

“Oh, iya. Ummi juga baru tahu katanya Kokom di rawat ya.”

“Iya, Mi.” Lena mengangguk.

“Emang Kokom sakit apa, Len?” Tanya Ummi Nisa lagi.

“Katanya tumor otak, Mi.”

“Ya Allah," ucap Ummi terkejut.

“Ya ampun. Emang Kokom pernah kecelakaan di bagian kepala?” tanya Ayah Nisa.

“Ngga tau, yah. tapi katanya Kokom sering mengkonsumsi obat tidur berlebihan. Tapi ngga tau juga sih, Yah.” Jawab Lena ragu.

“Ya ampun, si Nisa teman-temannya ada ada aja.” Kata Ummi.

“Iya, masih pada muda padahal.” Kata Ayah Nisa memegang keningnya yang tiba-tiba merasa pusing.

"Len, nih minum dulu.” Nisa menyodorkan minuman dingin ke tangan Lena. Kemudian, ia kembali ke kamarnya untuk bersiap menuju rumah sakit dan menjenguk Kokom.

1
Ulum
baru baca,tapi andingnya bikin taku
Ulum
kangeeeeen
Azalea New
cerita baguss, apalagi pas angga meninggal. sama kokom bikin sedih.. /Sob/
Indah Martin
Luar biasa
Lela
ceritanka elis udah aku baca semuahbdan terahir kisah cinta nisa,,,,rada nyesek sih karna nisa ga ternyata ga berjodoh sama angga
Ami
bagus ceritanya sangt mendidik
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
memang kisahnya pendek. tapi dampaknya ke jiwa bener2 dah.. bagus ini kisahnya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
Terima kasih kak Elis
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
jadi kepikiran anak kokom sama siapa ya? suaminya jahat
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
bisa ketemu lagi gak ya?
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
nyesek banget.
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
ujian hidup harus dihadapi angga. jangan lari
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kasihan mama angga
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kalau jodoh pasti bersama
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
nisa memang cantik, rangga
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
angga cukup dewasa dengan merahasiakan pernikahan kedua ayahnya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
maniiis.... 🙈🙈🙈🤩🤩🤩🤩😘😘😘😘😘
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
masa depannya adalah nisa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!