"Kami hanyalah orang-orang yang berada di luar pikiran manusia. Karena kami tidaklah nyata. Kami hanyalah lambang dari jiwa yang menuntut kedamaian."
Seorang teroris tak terkalahkan di Korea mendadak melakukan boom bunuh diri tanpa sebab setelah menghancurkan sebuah perusahan dan meninggalkan banyak pertanyaan besar. Teroris yang dikenal dengan nama Jii Joon tersebut dinyatakan tewas dalam insiden tersebut dengan bukti-bukti nyata.
Namun bagi sebagian orang yang memahami kecerdasan Jii Joon memiliki keyakinan yang berbeda. Mereka yakin bahwa teroris tersebut masih hidup dengan kondisi baik dan mungkin sedang menyusun rencana untuk serangan yang lebih kuat.
Tujuan untuk mengungkap rahasia dan misteri yang terus menjadi pertanyaan besar di balik tindakan dan identitas sang teroris pun mulai dilakukan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leorein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Percakapan
Kedua sahabat itu kemudian bicara di meja makan dengan basa-basi yang tak penting. Seolah mereka adalah teman yang masih memiliki hubungan baik.
Yang bicara sebenarnya hanyalah Suzu Ha. Seon Mei hanya duduk diam melihat Suzu Ha tanpa ekspresi.
Setelah Suzu Ha bicara tentang masa lalu Seon Mei, Suzu Ha kemudian bicara tentang Shin An.
Suzu Ha mengakhiri bicaranya dengan tersenyum ala seorang teman.
"Ayo kita akhiri sandiwara ini," ajak Seon Mei akhirnya dengan melihat tajam pada Suzu Ha.
Seon Mei tahu kedatangan Suzu Ha bukan karena untuk basa-basi seperti ini.
Mendadak sifat Suzu Ha berubah. Dengan santai Suzu Ha mengeluarkan sebotol obat cair. Dia meneteskan satu tetes ke dalam minumannya.
Senyuman dingin dan sorot mata yang dingin tampil menghiasi wajah cantik Suzu Ha.
"Kau tahu Akira? Bukan. Maksudku Charles. Akira hanya nama kecil seperti Suzu Ha. Kau pasti tahu Charles. Dia sangat ahli dalam racun. Salah satu maha karya Charles adalah racun ini," ucap Suzu Ha mengangkat gelas minumnya memperlihatkan dan memperkenalkan apa yang dia maksud dengan racun.
Walau Suzu Ha bilang cairan yang menetes ke dalam gelas itu adalah racun, Suzu Ha tetap meminumnya tanpa ragu beberapa teguk. Suzu Ha kembali tersenyum santai sambil meletakkan kembali gelas minumnya yang tersisa setengah.
Tidak bisa langsung percaya dan tidak bisa tidak percaya. Apakah Suzu Ha berbohong atau berkata jujur Seon Mei tidak terlalu yakin. Namun soal Charles, Seon Mei tahu soal itu. Bukan Seon Mei ingin memuji tapi seperti ini lah fakta berbicara.
Tiga belas anggota Blood yang masih muda itu semuanya mempunyai kemampuan diluar kemampuan manusia biasa. Entah bagaimana mereka menciptakan nya.
Salah satunya adalah gadis yang ada di depan nya ini. Sifat bodoh dari seorang Suzu Ha menipu semua orang dan sifat asli yang menakutkan dari gadis ini semua sempurna tertutupi oleh sifat Suzu Ha.
Siapa yang menyangka jika ******* cerdas bernama Jii Joon adalah seorang gadis bartender biasa di sebuah restoran.
"Berapa banyak orang yang harus kehilangan nyawanya hanya karena satu tetes dari racun ini? Racun ini tidak terdeteksi. Saat racun ini menyentuh air, saat itu juga racun ini lenyap. Tak ada racun di air ini. Kau mungkin belum tahu cara kerjanya. Saat cairan ini menyentuh air, racun akan lenyap dari dalam air tapi berubah menjadi udara, siapa saja yang menghirupnya akan merasakan cara racun ini membunuh. Dan kau telah menghirup udara itu Seon Mei," kata Suzu Ha memberitahu bahwa teman lamanya itu sekarang telah keracunan.
Gadis bernama Seon Mei itu tetap tenang. Seberat apapun kondisinya, dia memerlukan sikap tenang untuk saat-saat seperti ini.
Jika Suzu Ha jujur, dia telah siap untuk itu. Lagipula kematian selalu datang kepada siapa saja, hanya waktu yang menjadi pembeda. Benar. Seburuk apapun kondisinya, dia harus benar-benar tenang.
Sejak Suzu Ha menekan bel, sejak itu juga pertarungan antara dirinya dengan Suzu Hq telah di mulai. Dia akan bertarung dan bertahan sebaik mungkin.
"Jika aku mati Shin An akan mengetahui siapa Suzu Ha sebenarnya," kata Seon Mei.
Mendengar nada bicara Seon Mei yang tampak yakin dan tak ada rasa takut itu memaksa Suzu Ha melihat Seon Mei penuh pertanyaan. Entah kenapa Suzu Ha merasa dirinya baru saja diancam.
"Kau mengancamku dengan alasan Shin An?" tanya Suzu Ha meremehkan ancaman Seon Mei.
Seon Mei akhirnya ikut melihat kepada Suzu Ha. Mereka saling menatap satu sama lain dengan aura yang aneh. Diam tapi tak akur.
"Suzu Ha dan Aeni berbeda. Kau sendiri tahu akan hal kecil itu," ucap Suzu Ha mempertegas hal kecil yang menurutnya telah dilupakan oleh Seon Mei.
Suzu Ha ada karena Aeni. Yang berkuasa atas semuanya adalah Aeni. Bukan Suzu Ha. Dunia Shin An hanya ada pada Suzu Ha bukan Aeni. Bagaimana mungkin Shin An akan memiliki pengaruh untuk Aeni yang lebih mencintai keluarganya melebihi apapun.
Seon Mei tersenyum dengan pernyataan Suzu Ha.
"Kau juga tahu perbedaan dalam cinta itu tidak berguna," kata Seon Mei.
Kali ini gadis itu berkata sambil tersenyum lebar kepada Suzu Ha. Seon Mei melihat ada reaksi kecil dari lawan bicaranya. Reaksi yang membuat Seon Mei tahu jika dia dalam pembicaraan ini sedikit berkuasa sekarang.
"Aku hidup untuk berjuang, bukan untuk cinta. Walau Suzu Ha mencintai Shin An, bukan berarti Aeni tidak punya alasan untuk menyakiti Shin An. Aku bisa melawan apa saja di dunia ini tapi tidak menghianati keluargaku," kata Suzu Ha mempertegas.
Seon Mei melihat Suzu Ha. Dia tahu gadis di depannya tampak tidak begitu yakin dengan diri sendiri. Buktinya gadis itu s olah berusaha keras menyangkal dan menjelaskan semuanya.
"Yang kau katakan benar. Kau tidak bisa menghianati keluargamu. Aku tidak tahu darimana asal mulanya kesetian kalian itu berasal. Apa kau menyadarinya Suzu Ha? Suzu Ha dan Aeni adalah kepribadian yang berlawanan. Tapi apa mereka orang yang berbeda? Tidak. Apa yang dimiliki oleh Suzu Ha adalah milik Aeni juga. Kau tidak bisa menyangkalnya. Kau tidak bisa menghianati keluargamu, tapi kau juga tidak bisa menghianati Shin An. Apa aku salah bicara? Apa Aeni bisa membunuh Shin An selama di Amerika? Kau punya banyak kesempatan untuk membunuh Shin An saat di Amerika tanpa dia tahu jika Harry adalah Suzu Ha. Tapi kau tidak melakukan nya. Aeni menganggap bahwa Shin An dia biarkan hidup untuk menjadi kan permainan lebih menyenangkan. Tapi Aeni tidak tahu, alasan sebenarnya karena Suzu Ha dan Aeni memiliki rasa yang sama. Kau membuka kelemahanmu sendiri Suzu Ha," kata Seon Mei panjang lebar.
Suzu Ha tercengang. Dia menatap Seon Mei dengan terdiam tak menduga akan mendengar kata-kata seperti itu. Entah bagaimana, Suzu Ha merasa dirinya seperti kehilangan kehebatannya dalam berdebat sekarang. Suzu Ha merasa dirinya kalah padahal dia tahu dia tak kalah dan tak akan pernah kalah.
Suzu Ha tak suka situasi seperti ini. Dia tidak menyukai penilaian Seon Mei tentang dirinya seolah gadis itu mengerti dengan baik bagaimana dirinya sebenarnya.
"Maksudmu kau memahami diriku melebihi aku sendiri?" tanya Suzu Ha dingin dengan tetap terlihat tenang.
Kali ini aura yang diperlihatkan Suzu Ha benar-benar mengerikan. Aura membunuhnya memancar kuat memenuhi dirinya. Seon Mei merasakan aura dingin tersebut. Dia melihat kepada Suzu Ha yang tampak tetap diam namun telah sangat berbeda dari sebelumnya.