Follow ig:@nafsie
Tomy dan jeny adalah sepasang sahabat dari kecil. Meskipun perbedaan usia mereka cukup jauh namun itu tidak menjadi penghalang kelekatan hubungan persahabatan mereka.
Tomy selalu baik dan bertanggung jawab menjaga dan melindungi jeny. Hal itu yang membuat jeny nyaman dan tidak bisa tanpa tomy.
Suatu ketika tiba tiba orang tua mereka mendadak menjodohkan mereka. Baik jeny maupun tomy mereka sama sama tidak bisa menolak. Itu karena kepatuhan mereka pada orang tua nya masing masing juga karna keadaan papah tomy (Pak cakra).
Merekapun akhir nya menikah.
Namun belum genap seminggu pernikahan mereka tiba tiba tomy memutuskan pergi ke belanda untuk waktu yang tidak bisa di tentukan.
5 Tahun jeny melalui hari harinya tanpa tomy di sisinya. Tanpa komunikasi juga kejelasan tentang hubungan mereka hingga akhir nya jeny mendatangi mertuanya dan mengatakan ingin bercerai.
Saat itu tomy muncul dan menolak dengan tegas perceraian yang di inginkan jeny.
“Dengar baik baik jeny. Mulai saat ini aku akan selalu ada di samping kamu. Tidak ada seorangpun yang bisa memutus pernikahan kita, Kecuali aku.” Tegas nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33
Jeny menuruni anak tangga dengan penampilan nya yang sudah rapi. Gadis itu mengenakan kemeja tanpa lengan berwarna jingga yang di padukan dengan celana jins berwarna putih. Sedangkan untuk rambut terurai nya gadis itu kuncir tinggi. Kaca mata hitam bertengger di atas hidung mancung nya. Jas putih nya dia sampirkan tangan kirinya.
Sejenak jeny terdiam dan berhenti tepat di tengah tangga. Jeny melepaskan kaca mata hitam nya. Pandangan nya menyapu ke seluruh sudut rumah mewah itu. Di lihat dari mewahnya rumah itu jeny bisa meyakini tomy bukanlah orang sembarangan sekarang.
Jeny menghela nafas. Mengikuti kemauan tomy sekarang mungkin bukanlah pilihan yang baik untuk nya. Tapi menentang tomy terang terangan juga adalah pilihan yang sangat buruk untuk nya saat ini.
Sekali lagi jeny menghela nafas. Jeny akan memikirkan cara untuk bisa terlepas dari jerat pernikahan nya dengan tomy secara berlahan. Jeny kembali melanjutkan langkah nya menuruni anak tangga menuju lantai bawah. Jeny yakin tomy pasti sudah menunggunya di meja makan.
Tomy tersenyum ketika mendapati jeny yang sedang melangkah menghampiri nya di meja makan. Pria tampan itu segera menarik kursi yang berada di samping nya untuk jeny.
“Aku langsung berangkat.” Kata jeny berdiri di seberang tomy.
Senyum di bibir tomy langsung pudar. Pria tampan itu menghela nafas kemudian berdiri dari duduk nya.
“Duduk dan sarapan.” Katanya dengan wajah datar menatap jeny.
Jeny menelan ludah nya. Emosinya kembali naik namun jeny berusaha untuk menahan nya. Menentang tomy hanya akan membuang buang waktunya.
“Oke..” Pasrah jeny menghela nafas.
Tomy tersenyum tipis. Pria tampan itu kemudian kembali duduk di kursinya dan menyantap roti selai kacang kesukaan nya.
Sedangkan jeny, gadis itu terus saja diam dan enggan menatap tomy yang berada di seberang nya. Gadis itu bahkan menyantap dengan cepat roti yang berada di piring nya. Jeny benar benar ingin segera menjauh dari tomy sekarang juga.
“Aku udah selesai.” Ujar jeny bangkit.
“Aku juga..” Saut tomy ikut bangkit dari duduk nya.
“Aku anter kamu ke rumah sakit.” Kata tomy kemudian.
Jeny menghela nafas lagi. Dengan sangat terpaksa jeny menganggukan kepalanya.
Melihat itu tomy kembali tersenyum. Meskipun jeny terus saja diam dan bersikap dingin padanya. Tetapi tomy merasa senang karna jeny mau mendengarkan nya.
Di dalam mobil tidak ada obrolan di antara mereka berdua. Tomy yang fokus dengan kemudinya sedangkan jeny yang menatap jalanan yang mereka lewati dengan berbagai pemikiran yang bersarang di otak nya.
Tomy melirik sekilas pada jeny. Dulu gadis itu sangat bawel jika dirinya diam. Jeny juga selalu mencari topik pembicaraan lucu agar tidak merasa jenuh ketika di dalam mobil bersamanya.
“Jeny...” Panggil tomy pelan.
Jeny menolehkan kepalanya. Gadis itu menatap tomy yang tetap fokus dengan kemudinya.
“Selamat ulang tahun. Semoga kebahagiaan selalu menyertai kamu.” Kata tomy tersenyum tanpa menatap jeny yang menatap nya.
Jeny terdiam. Ucapan itu yang selalu di tunggu nya 5 tahun belakangan ini. Jeny bahkan sering bermimpi tomy hadir di hari ulang tahun nya dengan banyak kado sebagai hadiah ulang tahun nya.
Jeny tidak membalas ucapan ulang tahun yang di lontarkan tomy padanya. Gadis itu kembali menatap keluar kaca mobil mewah milik suaminya itu.
Berlahan seulas senyum terukir di bibir nya. Hatinya menghangat dan ribuan kupu kupu terasa mengelilingi nya sekarang. Jeny senang juga bahagia mendengar ucapan itu keluar langsung dari bibir tipis tomy.
Melihat kediaman istrinya tomy hanya menghela nafas. Mungkin jeny merasa kecewa karna tomy terlambat mengucapkan nya.
Tomy menghentikan mobil nya ketika mereka sampai tepat di depan gedung rumah sakit tempat jeny bekerja. Pria itu menoleh dan tersenyum menatap jeny yang sepertinya belum menyadari bahwa mereka sudah sampai.
“Eemm.. Mau sampai kapan kamu bengong begitu istriku?”
Pertanyaan tomy membuat jeny menoleh. Jeny mengeryit menatap bingung pada tomy yang tersenyum menatap nya.
“Udah sampe. Nanti siang lagi berduaan nya.” Kata tomy menggoda jeny.
Jeny mendelik dengan kedua pipinya yang merona. Tidak ingin semakin di goda oleh suaminya jeny pun bergegas membuka seatbelt nya kemudian membuka pintu mobil.
Namun ketika jeny hendak turun tomy langsung menahan nya dengan mencekal lengan nya.
“Ada yang ketinggalan.” Kata tomy saat jeny menoleh padanya.
Jeny menunduk. Tas nya dia pakai, ponselnya juga berada di dalam tas dan jas dokternya ada di tangan nya.
“Apa?” Tanya nya bingung menegakan kepala menatap tomy.
“Ini.” Jawab tomy langsung mengecup singkat kening jeny.
Jeny langsung terpaku. Ciuman tomy di kening atau di pipi bukan lah hal asing baginya. Tapi itu dulu. Dan sekarang mendapat ciuman singkat dari pria tampan itu rasanya seperti tersengat listrik. Begitu sangat berpengaruh pada kinerja jantung, aliran darah, juga syaraf nya.
“Seperti biasa. Makan siang nanti aku jemput.” Senyum tomy menatap jeny yang masih terpaku di tempat nya.
Jeny langsung tersadar. Gadis itu menghela nafas kemudian langsung turun dari mobil tomy. Jeny tidak mau jika tomy sampai menyadari ada sesuatu yang aneh di wajah nya. Karna jeny merasakan panas di pipi dan telinga bahkan sekujur tubuh nya.
“Mungkin tubuhku menolak ciuman dari dia makanya aku jadi kepanasan gini.” Gumam nya sambil melangkah menjauh dari tomy.
Sedangkan di mobil tomy masih saja menatap punggung istrinya. Tomy sangat berharap dengan kebersamaan mereka hubungan nya dan jeny akan berangsur membaik seperti dulu. Dan yang terpenting jeny bisa mencintai nya.
Ketika hendak menghidupkan kembali mesin mobil nya, kedua mata tomy tidak sengaja menangkap sosok lorenzo yang keluar dari dalam mobil lexus berwarna putih. Kedua mata tomy langsung menyipit curiga menatap korenzo yang tampak melangkah terburu buru memasuki gedung rumah sakit itu.
“Bener bener nggak bisa di biarin.” Gumam tomy.
Tomy melepas seatbelt nya kemudian turun dari mobil. Pria berjas abu abu tua itu melangkah lebar mengikuti lorenzo.
“Jeny.”
Baru saja jeny hendak membuka pintu ruangan nya suara lorenzo yang menyerukan namanya membuat jeny menoleh. Gadis itu tersenyum namun hanya sesaat karna senyuman nya langsung berganti dengan wajah panik ketika lorenzo menghampirinya.
Ya. Jeny melihat sosok dingin tomy yang melangkah cepat mengikuti lorenzo dari belakang.
“Tomy..” Lirih nya.
Lirenzo yang baru sampai di depan jeny langsung mengeryit merasa bingung karna jeny malah menyebut nama tomy bukan namanya.
“Kok tomy..?” Tanya lorenzo bingung.
Jeny tidak menjawab. Dulu mungkin tomy hanya akan diam jika melihat lorenzo dan jeny mengobrol tapi tidak untuk sekarang. Karna tomy bukan tomy sahabat nya yang dulu.
“Oh iya jen.. Kata tante kamu udah pindah yah? Kemana? Kok nggak ada ngasih tau aku?” Tanya lorenzo.
“Kenapa kalau jeny pindah?”
jika ada bibit pelakor pasti kata2 kasar mereka keluar, pelakor murahan, laknat, menjijikan, mudah mudahan dibinasakan
tapi beda
jika ada pebinor, mereka hanya diam kayak tidak ada apa2
reader2.......