Lima tahun yang lalu dia mengubah identitasnya, membuang jauh masa lalunya karna rasa kecewa pada suaminya.
Dan kini di saat dua buah hatinya menanyakan sang ayah, apakah yang akan di lakukan ALEA, akankah dia berkompromi pada hatinya demi kebahagian buah hati tercinta. Atau dia mengabaikan demi gengsi dan harga dirinya walau sebenarnya dia masih sangat mencintai pria tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvi Barta Jadul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan kembali
"Akulah yang seharusnya minta maaf padamu sayang" ucap Ziga lemah.
"Andai saja waktu itu aku tidak termakan api cemburu tentu aku tidak akan menyakitimu" lanjut Ziga.
"Maafkan aku yang egois sayang" tambah Ziga, dia benar benar menyesal dengan perbuatannya pada Via lima tahun lalu.
Via terus terisak dalam pelukan suaminya, dia merasa mungkin dulu mereka sama sama egois sehingga menyebabkan semua tragedi ini terjadi. Andai saja waktu dapat di putar kembali dia akan lebih memilih untuk bertahan di sisi suaminya. Akan tetapi mungkin karna usia mereka saat itu masih terbilang muda sehingga mereka berdua hanya mementingkan egonya masing masing.
Ziga membelai lembut rambut istrinya,
"Jangan menangis lagi sayang, kita mulai semua dari awal" ucap Ziga sambil mengecup puncak kepala Leea.
Leea menatap sendu wajah suaminya, dia tidak ingin lagi berpisah dengan suaminya tersebut. Bagi Leea untuk saat ini tidak ada yang lebih penting dari suami dan anak anaknya. Dia hanya ingin bahagia bersama keluarga kecilnya.
"Berjanjilah padaku, apapun masalahnya kita harus saling jujur agar tidak akan pernah dapat kesalahpahaman diantara kita" ucap Leea.
"Iya aku berjanji, tidak akan ada rahasia diantara kita" jawab Ziga sembari mengecup kening istrinya tersebut.
Leea tersenyum puas, memang itu yang di harapkannya, saling terbuka dan jujur satu sama lain.
"Ayo kita temui anak anak, kasihan mereka" ucap Ziga sambil menarik tangan Leea.
Tapi Leea malah mendorong tubuh Ziga,
"Sebaiknya kau mandi dulu, biar aku yang akan temui anak anak" ucap Ziga sambil mendorong tubuh suaminya ke dalam kamar mandi.
"Mandiin" rengek Ziga manja.
Leea memutar bola matanya malas, dia tidak menyangka Ziga bisa berkelakuan seperti anak kecil setelah tadi sempat menangis terisak isak kini bahkan dia meminta Leea untuk memandikannya.
"Aku sudah mandi sayang" jawab Leea
"Sudah sana cepat mandi, aku akan memasak untuk makan malam kita dan anak anak" ucap Leea.
"Kau tidak perlu masak, di sini sudah ada koki, apa gunanya mereka kalau tetap kau yang memasak. Lebih baik kau bantu memandikan aku" ucap Ziga kukuh pada keinginannya.
"Oh, jadi kau tak mau makan masakanku" sahut Leea pura pura marah.
"Bukan begitu sayang, aku hanya tidak mau kau lelah" bantah Ziga.
"Hanya memasak, itu tidak akan membuatku lelah. Justru jika aku memandikanmu, pasti aku akan kelelahan" sahut Leea, karna dia tahu acara mandi Ziga bukan hanya sekedar mandi pasti di ikuti dengan ritual lainnya yang akan membuat Leea lelah.
Ziga tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal, dia tidak menyangka kalau Leea dapat menebak apa yang ada di kepalanya.
"Sudah cepat mandi, atau malam ini kau tidur di luar" ancam Leea, dia kesal karena Ziga terus merengek seperti anak kecil.
Mendengar ancaman Leea, Ziga langsung beranjak ke kamar mandi tanpa basa basi lagi. Lebih baik dia mandi sendiri daripada nanti malam dia harus tidur di luar.
Baru saja dapat hidangan istimewa, masa harus puasa lagi, pikir Ziga.
Maka dari itu secepatnya Ziga meluncur ke dalam kamar mandi.
Leea yang melihatnya hanya tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
Ternyata ancamanku ampuh juga, batin Leea.
Leea pun segera melangkah keluar untuk menemui anak anaknya.
Sementara itu di JFK airport Fello tiba dengan Steve. Pria itu datang ke New York karna sang kekasih menginginkan perayaan pertunangan mereka di kota yang terkenal dengan julukan Big Apple tersebut. Pertunangan mereka masih tiga hari lagi, tapi Jesica meminta Fello datang lebih awal untuk memperkenalkan Fello dengan sahabat baiknya Ziga dan Erik.
Ziga sendiri sudah meminta maaf pada Jesica tidak dapat menghadiri pesta pertunangannya karna dia harus melakukan perjalanan bisnis pada saat itu. Maka dari itu Jesica bermaksud memperkenalkan calon tunangannya kepada kedua sahabat baiknya tersebut.
Jesica menjemput mereka di airport, dia langsung menghampiri dan memeluk tubuh calon tunangannya tersebut. Fello sendiri bersikap biasa, dia tidak terlalu suka mengumbar kemesraan di mata umum.
"Sayang, aku merindukanmu" ucap Jesica sambil bergelayut manja di lengan Fello.
"Aku juga" sahut Fello datar, dia agak sedikit lelah karna harus menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum hari pertunangan mereka.
"Aku sudah menyiapkan kamar untuk kalian di rumah" ucap Jesica.
Fello mengernyitkan alisnya, dia tidak berfikir untuk tinggal bersama dengan calon tunangannya tersebut.
"Aku pikir sebaiknya kami menginap di hotel" ucap Fello yang diikuti anggukan oleh Steve.
Jesica mengerucutkan bibirnya, dia ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama calon tunangannya tersebut. Selama ini walau sudah berhubungan selama tiga tahun tapi pertemuan mereka sangatlah jarak. Pekerjaan mereka masing masing membuat mereka harus terpisah dengan jarak yang cukup jauh.
Fello membelai rambut panjang Jesica,
"Nanti setelah menikah, kita pasti akan punya banyak waktu untuk bersama" ucap Fello berusaha menghibur Jesica seolah tahu apa yang ada dalam pikiran wanitanya tersebut.
Jesica tersenyum mendengar ucapan Fello, rencana pernikahan mereka tiga bulan lagi. Dan dalam tiga bulan nanti dia akan segera menyandang status Nyonya Augusto. Status yang selama ini dia inginkan sejak pertama kali dia mengenal Fello. Sebenarnya Jesica tidak ingin bertunangan, dia ingin langsung menikah secepatnya. Tapi apa mau di kata Fello tak setuju, pria itu beralasan masih terikat kontrak dengan pekerjaan yang akan membuatnya tidak fokus jika harus menikah.
Akhirnya Jesica mengantar Fello dan Steve ke hotel dan berjanji menjemputnya besok untuk dia perkenalkan dengan dua sahabat baiknya.
Sementara itu di Townhouse, keluarga kecil Ziga di tambah dengan Erik sedang makan malam. Leea memang meminta Ziga untuk mengizinkan Erik tinggal bersama mereka di Townhouse, karna masih ada kamar yang kosong untuk di tempati. Ziga sendiri sangat setuju karna baginya Erik lebih dari sekedar asisten, dia adalah sahabat dan juga orang kepercayaan Ziga
"Daddy, bisakah kita ke Disneyland ?" tanya Aiden pada Ziga, dia tahu dari internet kalau Disneyland adalah tempat yang menyenangkan.
"Aiden mau ke Disneyland ?" tanya Ziga pada anak laki lakinya tersebut.
Aiden menganggukkan kepalanya semangat. Dia sudah lama ingin pergi ke tempat tersebut.
"Zel juga mau Dad" ucap Zeline tak mau ketinggalan.
"Oke, besok kita berangkat kesana" jawab Ziga yang membuat kedua bocah itu bersorak kegirangan.
"Maaf Tuan tapi besok Anda ada janji dengan Jesica" ucap Erik mengingatkan Ziga.
"Jesica ?" tanya Leea.
"Iya, Jesica. Kau masih ingat?" jawab Ziga sekaligus bertanya pada Leea.
"Jesica sahabat kalian sewaktu kuliah dulu" jawab Leea tak begitu yakin, karna lima tahun lalu dia pernah bertemu Jesica di Mansion ketika mereka berada di negara S.
"Iya, dia akan bertunangan tiga hari lagi" jawab Ziga.
"Tapi karena lusa aku ada urusan bisnis di California jadi aku tak dapat menghadiri pesta pertunangannya. Maka dari itu dia berniat untuk memperkenalkan tunangannya padaku dan Erik besok" jelas Ziga.
"Lalu bagaimana janjimu dengan anak anak bukankah kau akan mengajak mereka di Disneyland ?" tanya Leea, dia ingat apa yang baru saja di ucapkan suaminya kepada anak anak mereka.
"Karna Disneyland juga ada di California jadi aku bisa melakukan bisnis sambil mengajak kalian liburan" jawab Ziga.
"Untuk Jesica, kita temui dia sebelum berangkat ke bandara besok" tambah Ziga.
Leea akhirnya bisa bernafas lega karna Ziga dapat memenuhi janjinya pada kedua buah hatinya dan juga kepada sahabat baiknya.
Keesokan harinya mereka pun bersiap siap untuk berangkat ke California, tapi sebelum itu Ziga dan Erik menepati janji mereka untuk bertemu dengan Jesica dan tunangannya di Gregorys coffe. Karena menurut rencana mereka akan langsung menuju bandara untuk berangkat ke California, maka dari itu Leea dan juga si kembar ikut dengan Ziga untuk bertemu dengan Jesica.
Mereka tiba lebih awal dari waktu perjanjian.
Ziga dan Erik tampak sibuk mendiskusikan masalah pekerjaan, sementara Leea menyuapi kedua anaknya puding chia yang merupakan menu andalan di sana.
"Maaf kami terlambat" ucap Jesica yang baru saja tiba.
"Tidak apa, kami yang datang lebih awal" jawab Ziga.
"Via" ucap Jesica tak yakin setelah melihat wanita yang di hadapannya kini.
Mendengar nama Via disebut Fello yang sedari tadi diam berdiri di belakang Jesica dan terus berfokus pada ponselnya pun menoleh.
Seketika itu juga tubuh Fello menegang melihat wanita yang selama lima tahun ini selalu memenuhi otak dan fikirannya kini tepat berada di hadapannya.
Via dan Ziga pun tak kalah terkejut dengan kehadiran pria yang kini berdiri di samping Jesica.
Mereka tidak menyangka setelah lima tahun, ternyata mereka masih bisa bertemu.
Dunia terasa sempit, dari sekian banyak pria mengapa harus Fello yang menjadi tunangan Jesica. Fello yang telah membuat Ziga cemburu buta sehingga mereka harus berpisah lima tahun lamanya, batin Leea.