Apa yang kamu pikirkan pertama kali jika mendengar nama mertua namun, masih perjaka?
Arabella, menjadi menantu dari keluarga terpandang bahkan memiliki aset terbesar sejagat raya. Namun, entah kenapa dirinya merasa penasaran dengan keluarga dari pihak suaminya.
Aland, sosok ayah mertua bagi Arabella. Ia mempertahankan keperjakaan demi sebuah alasan.
Aland selalu menatap Arabella dengan tatapan yang sulit di pahami, entah itu suka atau benci. Tatapan tajam dari Aland begitu membuat Arabella salah tingkah.
Benny, sosok orang yang paling setia yang selalu ada buat Arabella namun, sebuah kekecewaan membawa malapetaka hingga dirinya ikut-ikutan perjaka!
Hingga pada akhirnya semua rasa penasaran terjawab bahkan cinta membawa Aland untuk ingin selalu berdekatan dengan Arabella. Bagaimana kisah dari mereka semua?
S2 Kisah Arelia - Saudara Kembarnya
Terdapat rasa candu yang begitu dalam, dendam yang membara, cinta di atas ranjang yang indah menggoda.
Ig: meldy_ta29
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meldy ta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah sakit
...H A P P Y R E A D I N G...
(Australia)
Jika di Kanada tempat Benny dan Arabella sekarang mereka masih di alam mimpi tepat jam 02.19 Kamis namun, beda hal dengan di Australia, di sana sudah masuk pukul 10.19 Jumat pagi. Sebuah rumah sakit ternama, mewah, dan juga unggul bahkan memiliki nama yang cukup keren the royal Melbourne Hospital, sebab terletak di kota Melbourne. Seorang pria sedang terbaring lengkap dengan silang infus sembari menatap ke atap dengan tatapan kosong bahkan membingungkan. Lalu seorang wanita yang tidak lain adalah Rere, sibuk memainkan gadget miliknya bahkan bermain Toktok dengan begitu ceria.
Saat itu pula Aland kehausan, ia berniat bangun namun, Rere terkejut menatap Aland berusaha bangkit seorang diri meskipun pria itu memang bisa berjalan tapi, karena memakai infus hingga ia tidak bisa bergerak bebas. Rere pun bangkit dari tempat duduk ternyaman. Kemudian ia langsung mendekati Aland.
“ Aland, jika kamu perlu sesuatu maka katakanlah jadi tidak perlu repot-repot untuk mengambilnya sendiri,” ucap Rere sambil emasukk ponsel kedalam saku celananya.
“ Aku haus dan juga di sini tidak nyaman. Tidak ada udara segar. Bawakan aku untuk jalan-jalan keluar,” pinta Aland sambil kembali merebahkan dirinya dengan raut wajah yang tidak semangat.
Aland sudah sebulan penuh dirawat di rumah sakit tersebut. Dengan susah payah Dokter mencoba mengembalikan ingatannya bahkan sampai Rere membayar orang untuk melakukan les privat kepada Aland dengan membayar hasil dari penjualan rumah baru milik Aland yang diperjualbelikan oleh Rere dan Benny. Keadaan yang cukup parah karena hilang ingatan dengan obat tersebut bukan seperti hilang ingatan saat amnesia mendadak yang terjadi dengan benturan di kepala namun, ini cukup serius sebab dapat membuat fungsi otak terganggu hingga membuat Aland begitu lama untuk di sembuhkan.
Mendengar permintaan Aland. Rere langsung mendekatinya sembari memberikan sebotol minuman kepada pria itu juga membantu ia bangkit.
“Ini minumlah lalu setelah ini kita akan keluar pergi ke taman,” sahut Rere.
Aland tersenyum sambil mengambil minumannya sembari berkata. “Terima kasih, istriku.”
“Sama-sama, Aland. Ya sudah ayo cepat kita akan keluar menghirup udara segar lalu selfi dengan ceria!" Rere begitu bahagia kemudian membantu Aland hingga akhirnya mereka berdua pun keluar jalan-jalan.
Sebelah tangan Aland memakai infus, sebelahnya lagi merangkul Rere sembari terus melangkah. Hal yang sama pun Rere lakukan, ia memeluk pinggang Aland dengan erat seperti suami-istri sungguhan. Padahal wanita itu sudah mencuci otaknya untuk selalu mengingat dirinya sebagai istri hingga pada akhirnya membuat Aland bisa percaya bahwa itu istrinya meskipun mereka berdua tidak melakukan hubungan seperti suami dan istri.
Tiba di taman rumah sakit. Rere membawa Aland duduk lengkap satu tentengan cemilan yang sempat mereka beli saat menunju ke taman. Tatapan Rere tidak pernah berpaling untuk menatap wajah pria di sampingnya. Hingga membuat Aland melirik kearahnya.
“ Apa matamu tidak pegal terus menatapku dari tadi? Inilah salah satu resiko menjadi orang tampan selalu dipandang terus-menerus meskipun saat ini aku belum mandi," ucap Aland sambil memberikan senyuman kearah Rere.
Mendengar hal itu Rere langsung memberikan cubitan tepat diperut Aland sampai ia meringis kesakitan. “ Apa aku tidak boleh untuk menatap wajah suamiku sendiri?”
“ Tentu saja boleh tapi, tatapan seperti itu rasanya aku juga pernah melihat seorang wanita yang juga pernah menatapku tapi, aku tidak tahu benar atau tidak. Hanya saja pernah mengingat sekilas saat aku sedang dicoba mengingat kembali masa lalu oleh Dokter. Mungkinkah wanita itu kamu tapi, kenapa aku tidak ingat? Jika kamu, pasti aku ingat seperti saat ini,” respon dengan cepat sembari menggeser duduknya lebih dekat.
Ya ampun! Apa mungkin setelah sebulan lamanya pikirannya akan kembali mengingat tentang Arabella? Tapi, itu tidak boleh terjadi. Bagaimanapun aku tidak boleh melakukan hal yang sama Arabella buat tapi, aku tidak juga tidak tahu dia berbuat apa. Sial! Semoga setelah Aland sembuh nanti dia benar-benar melupakan wanita kejam itu, batin Rere cemas.
Dengan cepat Rere menatap kearah lain agar orang lain tidak tahu dari matanya jika dia sedang berbohong lalu ia menjawab ucapan dari Aland.
“ A-aku pikir itu hanya kebetulan saja kamu berpikir orang lain padahal selama ini akulah orang yang selalu bersamamu. Tapi, sudahlah, Aland. Itu sangat tidak penting.” Sedikit gelagapan menjawab namun, pada akhirnya ia sukses menjawab ucapan Aland dengan mantap.
...----------------...
Happy birthday to me. Sebagai gantinya karena lagi hari bahagia author crazy up hehe tapi, kalian kasih hadiah dengan vote yah kwkwk kalau suka wkwk.