Dua puluh tahun lalu, malam berdarah menghancurkan Klan Lin di Ibu Kota Yanjing. Lin Xuan, yang saat itu baru berusia lima tahun dan menderita keracunan meridian mematikan, diselamatkan oleh seorang pertapa misterius menuju Lembah Kabut Abadi di Pegunungan Kunlun. Di sana, ia digembleng oleh Tujuh Guru Agung yang masing-masing merupakan legenda hidup di bidangnya: pengobatan kuno, bela diri dalam (Neigong), alkimia, formasi/fengshui, senjata rahasia, strategi finansial bawah tanah, dan intelijen global.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6: Dua Jari Menghancurkan Master Bela Diri
Seluruh Ballroom Utama Hotel Grand Royal langsung meledak oleh kehebohan luar biasa!
Para pengusaha dan sosialita yang hadir menatap Lin Xuan seolah sedang melihat orang gila yang baru kabur dari rumah sakit jiwa. Menyuruh Wang Teng menjilat anggur di lantai dan menyerahkan saham Klan Wang di markas kekuasaan Wang Teng sendiri?!
"Hahaha! Bocah ini benar-benar tidak tahu arti kata mati!"
"Dia pikir ini di desa pegunungannya? Di belakang Tuan Muda Wang ada Master Hei Xiong, petarung Tenaga Dalam yang pernah membunuh sepuluh petinju bawah tanah seorang diri!"
Wajah Wang Teng berubah menjadi ungu kehitaman karena murka yang tak tertahankan. Seumur hidupnya di Kota Jianghai, belum pernah ada seorang pun yang berani mempermalukannya seperti ini di depan umum!
"Hei Xiong!!" teriak Wang Teng dengan suara melengking penuh niat membunuh. "Patahkan keempat anggota tubuh bocah ini sekarang juga! Jangan biarkan dia langsung mati—aku ingin memaksanya melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana aku mempermainkan Su Qingxue di depannya malam ini!"
"Baik, Tuan Muda!"
Master Hei Xiong melangkah maju. Setiap langkah kakinya menimbulkan suara dentuman berat (Dum! Dum!) yang membuat gelas-gelas kristal di atas meja bergetar. Ia merenggangkan otot-otot lehernya hingga mengeluarkan bunyi gemeretak tulang yang mengerikan, lalu menatap Lin Xuan dengan seringai haus darah.
"Bocah kecil, salahkan dirimu sendiri karena punya mata tapi tidak mengenali Gunung Tai! Terima ini—Tinju Penghancur Baja Beruang Hitam!"
WUUSH!
Hei Xiong menerjang maju bagaikan tank baja yang lepas kendali! Kepalan tangannya yang dibalut aliran Qi Tenaga Dalam membelah udara hingga menimbulkan suara ledakan sonik kecil. Para tamu yang berdiri di dekatnya langsung terhuyung ke belakang akibat hembusan angin tinju tersebut.
Di belakang, Su Qingxue menjerit tertahan, "Lin Xuan, awas!"
Namun Lin Xuan bahkan tidak menggeser telapak kakinya satu milimeter pun dari tempatnya berdiri.
Di mata para tamu, tinju mematikan Hei Xiong tampak secepat kilat. Tetapi di hadapan Lin Xuan yang telah melampaui ranah Martial Saint, gerakan Hei Xiong tidak ubahnya seperti kura-kura tua yang sedang merangkak lambat dan penuh celah.
"Tenaga Dalam tingkat awal yang bahkan belum sempurna menyatu dengan meridian, tapi sudah berani menyebut dirinya Master?"
Lin Xuan menggumam pelan dengan nada kecewa.
Saat kepalan tangan Hei Xiong tinggal berjarak satu inci dari hidungnya, Lin Xuan hanya mengangkat tangan kanannya dengan santai dan menjulurkan dua jari—jari telunjuk dan jari tengah!
TANG!!
Suara benturan yang terdengar seperti palu godam menghantam lonceng perunggu menggema di seluruh aula perjamuan!
Senyum buas di wajah Hei Xiong membeku seketika.
Kepalan tangan raksasanya yang sanggup menghancurkan batu granit setebal setengah meter ternyata tertahan sepenuhnya di udara hanya oleh dua ujung jari pemuda kurus di hadapannya! Bagaimana pun ia mengerahkan seluruh Tenaga Dalam hingga pembuluh darah di dahinya menonjol keluar, dua jari Lin Xuan tetap bergeming kokoh bagai pilar langit Gunung Kunlun!
"Ba-bagaimana mungkin?! Kekuatan macam apa ini?!" Hei Xiong berteriak ngeri.
"Sekarang giliranku," ucap Lin Xuan datar.
Lin Xuan menjentikkan dua jarinya ke depan sebanyak setengah inci!
KRAK! KRAK! BOOM!
Aliran Qi murni yang berkali-kali lipat lebih ganas langsung meremukkan tulang jari, pergelangan tangan, hingga tulang bahu kanan Hei Xiong secara beruntun! Tubuh seberat seratus dua puluh kilogram milik sang Master bela diri itu terpental ke belakang sejauh sepuluh meter seperti karung pasir yang ditabrak kereta cepat, menghantam meja prasmanan utama hingga hancur lebur sebelum akhirnya memuntahkan darah segar dan pingsan tak sadarkan diri!
Sunyi senyap!
Seluruh ruangan yang tadinya gaduh berubah menjadi hening mencekam. Para direktur bank dan pengusaha yang tadi tertawa kini menjatuhkan gelas anggur mereka ke lantai.
Hanya dengan satu jentikan dua jari, Master Hei Xiong yang tak terkalahkan di dunia bawah tanah Jianghai langsung lumpuh total?!
Wang Teng mundur tiga langkah hingga punggungnya menabrak pilar marmer, wajahnya sepucat kertas. Namun ia segera mencabut ponselnya dan berteriak histeris untuk menutupi ketakutannya:
"Kau... kau cuma mengandalkan otot kasar! Ini zaman modern, bocah gunung! Di zaman ini, uang dan kekuasaan adalah segalanya!" teriak Wang Teng sambil menunjuk ke arah pintu masuk utama aula. "Hotel Grand Royal ini adalah properti milik Konsorsium Asura Internasional, dan malam ini Presiden Regional Konsorsium Asura serta Bank Internasional Asura, Tuan Besar Hong, sedang berada di lantai atas untuk menandatangani investasi lima ratus juta dolar dengan Klan Wang! Kau berani membuat keributan di properti Tuan Besar Hong, seratus nyawamu pun tidak akan cukup untuk membayar ganti ruginya!"
Begitu nama Tuan Besar Hong (Hong Tianba) dan Konsorsium Asura disebut, seluruh pengusaha di ruangan itu langsung menarik napas dingin.
Semua elit di Jianghai tahu bahwa Konsorsium Asura adalah raksasa finansial misterius dari Eropa yang baru saja mengakuisisi tiga bank terbesar, pelabuhan internasional, dan jaringan hotel mewah di Provinsi Jiangnan. Bahkan Empat Keluarga Besar Jianghai hanyalah semut di hadapan Tuan Besar Hong!
Tepat pada saat itu, pintu ganda Ballroom Utama terbuka lebar.
Dua puluh pengawal berpakaian jas hitam rapi dengan lencana naga perak di dada masuk membentuk dua barisan, diikuti oleh seorang pria paruh baya berwibawa dalam balutan setelan jas Savile Row yang melangkah masuk dengan ekspresi murka. Dialah Hong Tianba, perwakilan tertinggi Konsorsium Asura untuk wilayah Asia Timur!
"Siapa yang berani membuat keributan dan menghancurkan aula utama Hotel Grand Royal malam ini?!" suara Hong Tianba menggelegar memenuhi ruangan.
Wang Teng langsung berlari menghampiri Hong Tianba seperti anjing yang menemukan tuannya, menunjuk ke arah Lin Xuan dengan wajah penuh kemenangan.
"Tuan Besar Hong! Anda datang tepat waktu! Bocah gunung bernama Lin Xuan inilah yang menghancurkan aula hotel Anda, melukai pengawal saya, dan bahkan berani menghina kerja sama investasi antara Konsorsium Asura dengan Klan Wang! Saya mohon Tuan Besar Hong segera memerintahkan pengawal Anda untuk menembak mati bocah kurang ajar ini dan membekukan seluruh aset Su Group!"
Di barisan belakang, Liu Fang hampir pingsan karena ketakutan, sementara Su Qingxue menggenggam erat tangan Lin Xuan, bersiap maju untuk menanggung kesalahan bersama tunangannya.
Namun Lin Xuan tetap berdiri tenang. Ia mengangkat tangan kanannya untuk merapikan kerah kemejanya, sekaligus memperlihatkan Cincin Penjara Naga Hitam berukir mata ruby kuno di jari manisnya, lalu menjepit selembar Kartu Hitam Berlapis Emas Hitam di antara dua jarinya.
"Hong Tianba," panggil Lin Xuan dengan suara datar tanpa emosi. "Sejak kapan Shen Wanshan (Guru Kelima) mengizinkan cabang Asia Timur bekerja sama dengan keluarga sampah yang suka meracuni orang tua dan memeras wanita seperti Klan Wang ini?"
Hong Tianba yang tadinya melangkah dengan dagu terangkat mendadak berhenti total bagai tersambar petir dari langit kesembilan!
Matanya terbelalak lebar menatap Cincin Penjara Naga Hitam di jari Lin Xuan—simbol suci yang hanya dimiliki oleh satu orang di seluruh dunia, sosok di atas sang pendiri Shen Wanshan sendiri: Tuan Muda Tertinggi Paviliun dan Konsorsium Asura!
Detik berikutnya, di hadapan tatapan tak percaya dari Wang Teng, Su Qingxue, dan ratusan tamu undangan, Hong Tianba yang dikenal tak pernah menundukkan kepala bahkan di hadapan gubernur provinsi itu berlari maju, lalu menjatuhkan kedua lututnya dengan keras ke lantai marmer tepat di depan kaki Lin Xuan!
BRUK!
"Bawahan Hong Tianba dari Cabang Asia Timur memberi hormat kepada Tuan Muda Tertinggi!!" suara Hong Tianba bergetar hebat karena takut dan hormat, dahinya menempel langsung ke lantai di depan sepatu kets murah Lin Xuan. "Bawahan ini buta dan lalai mengawasi orang-orang di bawah! Mohon Tuan Muda menghukum saya!"
" memberi hormat kepada Tuan Muda Tertinggi!!"
Dua puluh pengawal elit Konsorsium Asura di belakang Hong Tianba serempak berlutut dengan satu kaki, membentuk pemandangan yang mengguncang jiwa setiap orang di dalam Ballroom!
Hening total!
Mulut Wang Teng terbuka lebar hingga rahangnya nyaris lepas. Otaknya berhenti berfungsi sepenuhnya.
Liu Fang yang tadi terus-menerus memaki Lin Xuan sebagai bocah gunung miskin langsung jatuh terduduk di lantai dengan mata melotot tak percaya. Sementara Su Qingxue menatap profil samping wajah pemuda di sebelahnya dengan debaran jantung yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.
Siapa sebenarnya tunangan yang dikirim oleh Kakek dari Gunung Kunlun ini?!
"Bangunlah," ucap Lin Xuan tenang kepada Hong Tianba. "Aku tidak suka terlalu banyak basa-basi. Mulai detik ini, batalkan seluruh investasi dengan Klan Wang, bekukan semua rekening bank dan jalur kredit mereka di seluruh dunia, serta alihkan seluruh kuota pelabuhan dan pinjaman tanpa bunga senilai lima ratus juta dolar milik mereka ke tangan Su Group di bawah pimpinan tunanganku, Su Qingxue. Bisa kau kerjakan dalam lima menit?"
"Bisa, Tuan Muda! Sekarang juga dilaksanakan!" Hong Tianba segera mengeluarkan ponsel khususnya dan memberikan perintah langsung kepada pusat perbankan internasional.
Kurang dari tiga menit kemudian, ponsel pribadi Wang Teng berdering tanpa henti.
Saat Wang Teng mengangkatnya dengan tangan gemetar, suara panik ayahnya—Patriark Klan Wang—terdengar menjerit dari seberang telepon:
"Wang Teng!! Bencana besar siapa yang baru saja kau provokasi di Hotel Grand Royal?! Baru saja Bank Asura dan seluruh mitra pelabuhan memutus kontrak kita secara serentak! Saham Klan Wang anjlok sampai batas bawah dalam dua menit dan rekening utama kita dibekukan total! Cepat berlutut dan mohon ampun pada orang itu sekarang juga, atau malam ini Klan Wang benar-benar tamat!!"
Ponsel di tangan Wang Teng terjatuh dan pecah di lantai.
Sebelum Wang Teng sempat bereaksi, Lin Xuan sudah melangkah maju, mencengkeram kerah jas merah marun Wang Teng, dan menekan kepalanya ke lantai tepat di depan genangan anggur yang tadi dituangkannya!
BRAK!
Hidung Wang Teng menghantam lantai marmer hingga mengeluarkan darah segar.
"Tuan Muda Wang," suara dingin Lin Xuan terdengar jelas di setiap sudut ruangan. "Tadi kau bilang kata-kata Klan Wang adalah hukum di Kota Jianghai, bukan? Sekarang pulanglah dan sampaikan pada ayahmu: waktunya tinggal dua puluh jam lagi. Jika besok siang sebelum pukul dua belas aku tidak melihat seluruh petinggi Klan Wang berlutut di depan gerbang perusahaan Qingxue, maka aku sendiri yang akan datang mengambil nyawa kalian."
Lin Xuan melepaskan cengkeramannya seperti membuang sampah kotor, lalu mengulurkan tangannya kepada Su Qingxue yang masih terpana.
"Ayo, Qingxue. Anggur di tempat ini terlalu murah, tidak cocok untukmu."