NovelToon NovelToon
PERLAWANAN ISTRI YANG DIDZALIMI KELUARGA SUAMI

PERLAWANAN ISTRI YANG DIDZALIMI KELUARGA SUAMI

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Barra Ayazzio

Tantya Ambardhita hanya lulusan SMA. Bagi keluarga suaminya, itu cukup menjadi alasan untuk merendahkannya.

Mereka menganggap Tantya tak punya apa-apa. Namun anehnya, setiap kebutuhan mertua dan tiga iparnya selalu dibebankan kepada perempuan itu. Tantya diperlakukan seperti ATM berjalan—diminta memberi, tetapi tak pernah dihargai.

Sampai suatu hari, Rendra, suaminya, membawa mantan kekasihnya pulang kampung. Bukan hanya mengajak perempuan itu masuk ke mobil, Rendra bahkan menyuruh Tantya duduk di kursi belakang.

Ironisnya, mobil yang mereka banggakan itu adalah milik Tantya.

Di sebuah rest area, Tantya akhirnya meninggalkan mereka. Dan sejak hari itu, Tantya bukan lagi istri yang selalu mengalah.

Keluarga Rendra mengira mereka sedang kehilangan seorang istri yang hanya lulusan SMA.

Mereka belum tahu…

perempuan yang selama ini mereka remehkan menyimpan identitas dan kehidupan yang tak pernah mereka bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Barra Ayazzio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Ketika Tantya Tampil Berkelas

Hari itu, Tantya dan ibunya sudah berada di dalam mobil. Mereka akan menghadiri acara lamaran Selina, adik ipar Tantya. Pagi itu, keduanya tampil begitu anggun dan memesona.

Tantya mengenakan busana berwarna burgundy yang dirancangnya sendiri. Potongannya begitu elegan, dengan detail jahitan yang rapi dan sentuhan desain yang membuat penampilannya terlihat berkelas. Warna burgundy yang dalam semakin menonjolkan pesonanya. Sementara itu, Bu Afifah, sang ibu, juga mengenakan busana hasil rancangan Tantya. Hanya saja, warna dan modelnya dibuat berbeda, disesuaikan dengan usia serta karakter wanita paruh baya tersebut. Potongannya sederhana, tetapi tetap terlihat mewah dan elegan.

Keduanya tampak begitu serasi meskipun mengenakan warna yang berbeda. Sentuhan riasan wajah yang flawless menyempurnakan penampilan mereka. Tidak berlebihan, tetapi cukup untuk membuat wajah keduanya terlihat segar, berseri, dan memesona.

Tantya sesekali memeriksa penampilannya melalui cermin kecil, memastikan tidak ada bagian yang kurang sempurna. Ada kebanggaan tersendiri dalam hatinya. Bukan hanya karena hari itu dia akan menghadiri acara penting keluarga, melainkan juga karena bisa mengenakan hasil karyanya sendiri bersama sang ibu.

Bagi Tantya, kebahagiaan sederhana seperti inilah yang selalu ingin dia nikmati. Bisa membuat ibunya tampil cantik, sekaligus menunjukkan bahwa keterampilan dan kerja kerasnya selama ini bukanlah sesuatu yang sia-sia.

***

Sementara itu, di rumah keluarga mertuanya, suasana tampak begitu ramai. Sejak pagi, kesibukan sudah terasa di setiap sudut rumah. Penata rias yang didatangkan khusus untuk acara lamaran Selina baru saja menyelesaikan tugasnya. Wajah Selina, Bu Martha, Farah, dan Niken sudah selesai dirias. Keempatnya tampak puas melihat hasil riasan masing-masing. Wajah mereka terlihat lebih segar dan memesona.

Setelah selesai dirias, mereka segera berganti pakaian. Keempatnya mengenakan busana berwarna burgundy yang dibeli dari butik milik Tantya. Modelnya seragam dengan sedikit perbedaan detail pada masing-masing pakaian. Mereka sama sekali tidak tahu bahwa busana yang dikenakan itu sebenarnya merupakan rancangan Tantya sendiri. Hanya saja, pakaian tersebut dibuat menggunakan bahan yang berbeda dari koleksi eksklusifnya sehingga bisa dijual dengan harga lebih terjangkau. Tantya memang sengaja menghadirkan koleksi untuk berbagai kalangan, termasuk konsumen menengah yang ingin tampil elegan tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar.

Setelah memastikan penampilan mereka sempurna, Bu Martha, Farah, dan Niken beranjak menuju ruang keluarga untuk menemani Selina yang sudah menunggu di sana. Suasana semakin ramai dengan kedatangan beberapa kerabat yang mulai berdatangan.

Namun, belum lama mereka berkumpul, pintu utama rumah terbuka. Tantya datang bersama ibunya.

Begitu keduanya melangkah masuk, suasana seolah berubah sesaat. Beberapa pasang mata langsung tertuju kepada mereka. Farah, Niken, bahkan Bu Martha tampak terpaku. Ada keterkejutan yang sulit disembunyikan dari wajah mereka.

Penampilan Tantya benar-benar di luar dugaan. Busana burgundy yang dikenakannya terlihat begitu mewah dengan potongan yang sangat elegan. Detail desainnya tampak istimewa, begitu pula busana yang dikenakan Bu Afifah. Keduanya tampil memesona dengan riasan wajah flawless yang menyempurnakan penampilan mereka.

Farah dan Niken saling berpandangan. Mereka mengenali busana yang dikenakan Tantya. Memang warnanya sama, namun modelnya jelas berbeda dari pakaian yang mereka kenakan. Awalnya Farah memang mau beli yang itu, namun uangnya pas-pasan, jadi hanya bisa beli baju yang di bawahnya.

Seketika, pikiran mereka tertuju pada satu hal.

Tantya tidak mengenakan pakaian bekas 7yang sudah mereka berikan untuk acara lamaran Selina.

Bu Martha pun tak kalah terkejut. Tatapannya menyapu penampilan menantunya dari atas hingga bawah. Ada sesuatu yang mengganjal di hatinya melihat Tantya tampil begitu percaya diri dan elegan.

Sementara itu, Tantya tetap bersikap tenang. Dengan senyum ramah, dia menyapa orang-orang yang ada di ruangan tersebut, seolah tidak menyadari tatapan penuh keterkejutan yang sejak tadi mengarah kepadanya. Baginya, hari itu adalah hari bahagia Selina. Dia datang untuk memenuhi undangan keluarga, bukan untuk memperlihatkan siapa yang paling menarik perhatian. Farah menjadi orang yang paling lama memperhatikan penampilan Tantya. Ada sesuatu yang terasa familier dari busana yang dikenakan adik iparnya itu. Dia memperhatikan potongan, detail, dan bahan pakaian tersebut. Tiba-tiba ingatannya tertuju pada sebuah toko online yang menjual koleksi busana rancangan Tantya. Dia pernah melihat model itu di sana.

Farah mengenali busana tersebut. Bahkan, dia tahu persis bahwa harganya jauh lebih mahal dibandingkan pakaian burgundy yang saat ini dikenakannya bersama Bu Martha, Niken, dan Selina. Padahal, keduanya berasal dari toko online yang sama.

Seketika, Farah merasa tidak nyaman. Matanya kembali mengamati penampilan Tantya dari ujung kepala hingga kaki. Busana itu terlihat begitu mewah saat dikenakan. Ditambah lagi dengan riasan wajahnya yang flawless, elegan, dan berkelas. Tidak ada kesan berlebihan, tetapi justru itulah yang membuat Tantya terlihat begitu memesona.

Pikiran Farah kemudian melayang pada pakaian yang beberapa waktu lalu sengaja diberikannya kepada Tantya. Baju bekas yang sudah tidak ingin dipakainya lagi. Dia memang sengaja memberikan pakaian itu dengan maksud tertentu. Dia berharap Tantya akan mengenakannya sehingga penampilan adik iparnya itu tidak akan lebih menonjol dibandingkan dirinya dan anggota keluarga yang lain.

Namun, kenyataannya justru jauh dari harapan.

Tantya bahkan tidak mengenakan pakaian pemberiannya. Perempuan itu datang dengan busana rancangan sendiri yang harganya jauh lebih mahal, terlihat jauh lebih elegan, dan membuat penampilannya begitu berkelas.

Farah mengatupkan bibirnya. Ada rasa kesal sekaligus malu yang berusaha disembunyikannya.

Jadi, baju yang kuberikan itu tidak dipakainya?

Dia melirik Niken, lalu kembali memandang Tantya. Dalam hati, Farah harus mengakui satu hal yang sulit diterimanya. Hari itu, Tantya terlihat jauh lebih keren darinya.

Dan yang paling membuatnya tidak nyaman, Tantya sama sekali tidak terlihat berusaha menarik perhatian. Justru dengan sikap tenang dan penampilannya yang begitu sempurna, perempuan itu berhasil mencuri perhatian semua orang.

Rendra yang baru saja bergabung dengan anggota keluarga lainnya di ruang keluarga mendadak menghentikan langkahnya. Pandangannya langsung tertuju kepada Tantya. Untuk beberapa saat, laki-laki itu hanya berdiri mematung. Matanya menatap sang istri tanpa berkedip, seolah sedang memastikan bahwa perempuan yang berdiri anggun di hadapannya benar-benar Tantya.

Dia nyaris tidak mengenali penampilan istrinya pagi itu. Busana burgundy dengan potongan elegan, riasan wajah yang begitu flawless, serta tatanan rambut yang tertata sempurna membuat Tantya terlihat berbeda. Ada pesona yang selama ini mungkin tidak pernah benar-benar diperhatikannya.

Rendra menelan ludah. Tatapannya mengikuti setiap gerakan Tantya. Bahkan, tanpa sadar, dia mengabaikan orang-orang yang ada di sekelilingnya.

Sementara itu, Tantya sama sekali tidak menunjukkan reaksi berlebihan. Dia tetap bersikap tenang, menyapa beberapa anggota keluarga yang menyambut kedatangannya.

Rendra masih terpaku. Ada rasa kagum yang bercampur dengan sesuatu yang sulit dijelaskan. Baru kali ini dia melihat Tantya tampil begitu memesona. Dan entah mengapa, pemandangan itu justru membuatnya merasa asing terhadap perempuan yang selama ini menjadi istrinya.

1
Heny
What lagi asyik baca thor.. Lanjut
Heny
Jng mau di bujuk di rayu tya jng banyak mengalah
Heny
Gercap tya jng tunggu lama2 amankan aset ygkm punya
Heny
Sudah lah tya lbh baik pisah dr pada dimanfaatkan
Heny
Duh tantya besok2 klau diajak jng mau lbh baik jln sendiri
Ma Em
Keluarga Rendra rencananya mau permalukan Tantya eh ga taunya malah mereka yg malu sendiri karena baju yg dipakai Tantya lbh bagus dari mereka pakai , lbh baik Tantya cepat berpisah dgn Rendra .
Mundri Astuti
bis acara lamaran...hempasin laki" mokondo itu tantya
stela aza
kurang gercep terlalu mengalah trs ,,, di hina di injak injak harga dirinya diem Bae balas donk ,,,, g seru bgt
Mundri Astuti
hempasin aja laki modelan gini
Putri Wulandari
lanjut
stela aza
lemmot
mama
kelamaan,kurang sat set.. tinggal in aj suami macam kyk gitu..
Suhaida Tania
menantu kurang ajar, tidak ada sopan santun kepada ibu mertua
Ma Em
Tantya jgn mau bila diajak pulang sama Rendra biar saja Rendra pulang sendiri , Tantya jgn mau lagi disuruh suruh karena Tantya bkn pembantu apalagi Tantya selalu dihina dan diremehkan sama keluarganya Rendra biar mereka sadar tanpa bantuan dari Tantya Rendra dan keluarganya tdk punya apapa .
Ma Em
Tantya saja yg bodoh kenapa kamu mau saja bantu Rendra dan keluarganya meskipun selalu dihina dan direndahkan karena Tantya selalu diam tdk melawan makanya mereka berani menghina dan menginjak injak harga dirimu Tantya , lbh baik mulai sekarang tdk usah bantu lagi orang orang yg tdk tau diri tdk tau terima kasih biarkan mereka hdp nya susah tanpa bantuan Tantya , Rendra dan keluarganya pasti akan menderita
Ma Em
Tantya kamu jgn istri bodoh mau saja diperlakukan seperti pembantu dihina dan dikucilkan , bangkit Tantya kamu hrs berani melawan Rendra dan keluarganya dan kalau Rendra atau ibunya minta uang sama Tantya jgn kasih biar saja Rendra yg kasih uang untuk ibunya , Tantya jgn mau diremehkan lagi tinggalkan saja suami modelan si Rendra untuk apa dipertahan kan kalau tantya cuma jadi bahan ejekan dan hinaan .
ros
Tunggu byk episode Dan hampir end baru baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!