NovelToon NovelToon
SISTEM FLASH SALE Rp1

SISTEM FLASH SALE Rp1

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Ardi, seorang pemuda miskin yang tulus, tiba-tiba dicampakkan oleh Siska, kekasihnya selama lima tahun, demi Bagas, sahabat Ardi yang baru saja naik jabatan menjadi manajer yang kaya raya. Di tengah keputusasaan dan hinaan brutal, Ardi secara tak terduga membangkitkan [Sistem Flash Sale Rp1], sebuah antarmuka misterius yang memungkinkannya membeli barang apa pun—dari mobil sport mewah, penthouse, hingga seluruh perusahaan—hanya dengan satu rupiah. Dengan kekayaan instan yang tak terbayangkan ini, Ardi mulai membalas dendam secara face-slapping kepada mereka yang meremehkannya, sembari menjelajahi kehidupan barunya sebagai miliarder muda yang paling berkuasa di negeri ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34

Suasana di depan lobi utama Grand Royal Hotel mendadak menjadi sangat hening dan mencekam.

Puluhan pasang mata alumni SMA Harapan Bangsa kini tertuju penuh pada sosok Ardi yang tampil luar biasa memukau.

Rico yang tadinya tertawa sangat sombong kini mulutnya terkunci rapat seolah ada batu besar yang menyumbat tenggorokannya.

"Kenapa kau diam saja Rico, apakah kau terkejut melihat badut miskin ini memakai baju yang layak," ejek Ardi memecah keheningan.

Rico menelan ludahnya dengan susah payah dan mencoba menutupi rasa gugupnya dengan membusungkan dada.

"Jangan sombong dulu kau Ardi, kau pikir aku bodoh dan bisa kau tipu dengan penampilan palsumu ini," balas Rico dengan nada tinggi.

"Penampilan palsu apa maksudmu Rico, dia terlihat sangat tampan dan kaya," bisik salah satu siswi perempuan yang dulu sering mengabaikan Ardi.

Reni yang berdiri di sebelah Rico langsung mendengus kesal mendengar pujian temannya itu.

"Kalian semua ini mudah sekali ditipu oleh ilusi murahan pria miskin ini," teriak Reni menunjuk wajah Ardi dengan tatapan merendahkan.

"Coba kalian pikir pakai logika, dari mana staf rendahan seperti dia bisa membeli setelan jas semahal itu," lanjut Reni mencoba memprovokasi kerumunan.

Rico langsung tersenyum lebar seolah mendapat pencerahan dari ucapan Reni barusan.

"Tentu saja dia menyewanya Reni, aku berani bertaruh jas itu dia sewa dari salon pinggir jalan," tuduh Rico dengan tawa yang sangat keras.

"Dia pasti meminjam uang dari aplikasi pinjaman online ilegal hanya untuk pamer di acara reuni kita malam ini," tambah Rico semakin menjadi-jadi.

Ardi hanya memandang wajah Rico dan Reni bergantian dengan tatapan kasihan yang sangat dalam.

"Kalian berdua benar-benar memiliki imajinasi yang sangat liar dan menyedihkan," jawab Ardi dengan suara datar tanpa emosi.

"Mengakulah saja Ardi, kau tidak perlu memaksakan diri tampil kaya jika dompetmu kosong melompong," cibir Reni melipat tangannya di dada.

"Lihat saja sepatunya itu, walaupun mengkilap pasti itu barang palsu yang dibeli di pasar loak," tambah Reni menatap sepatu kulit Ardi.

Beberapa alumni yang memiliki sifat penjilat langsung ikut tertawa setuju dengan ucapan Rico dan Reni.

Mereka lebih memilih berpihak pada Rico yang sudah jelas memiliki pabrik tekstil daripada Ardi yang masa lalunya miskin.

"Sudahlah Ardi, lebih baik kau pulang saja sebelum kau mempermalukan dirimu sendiri lebih jauh di sini," usir Rico mengibaskan tangannya seolah mengusir lalat.

"Aku adalah donatur tunggal yang menyewa aula VIP malam ini, jadi aku berhak menentukan siapa yang boleh masuk," pamer Rico dengan wajah sangat arogan.

"Aku tidak pernah tahu kalau menyewa satu ruangan saja bisa membuat seseorang merasa menjadi raja di hotel ini," sindir Ardi melangkah maju satu langkah.

Rico merasa harga dirinya ditantang langsung di depan teman-teman yang selama ini memujanya.

"Kau benar-benar tidak tahu malu dan tidak tahu diri Ardi," bentak Rico dengan wajah memerah karena marah.

"Satpam. Tolong satpam kemari sekarang juga." teriak Rico melambaikan tangannya memanggil petugas keamanan hotel.

Dua orang petugas keamanan berseragam lengkap langsung berlari menghampiri kerumunan itu.

"Ada yang bisa kami bantu Tuan Rico," sapa salah satu satpam yang sudah mengenali Rico sebagai penyewa aula.

"Tolong seret pengemis berjas sewaan ini keluar dari area hotel sekarang juga," perintah Rico menunjuk tepat ke wajah Ardi.

"Dia sudah membuat keributan dan mengganggu kenyamanan tamu VIP sepertiku di sini," fitnah Rico tanpa rasa bersalah sama sekali.

Kedua satpam itu menoleh ke arah Ardi dan sedikit ragu saat melihat penampilan Ardi yang sangat berkelas.

Insting mereka sebagai petugas hotel bintang lima mengatakan bahwa pemuda di depan mereka ini bukanlah orang sembarangan.

"Maaf Tuan, tapi kami tidak bisa mengusir orang begitu saja tanpa alasan yang jelas," jawab satpam itu dengan sopan.

Rico langsung naik pitam mendengar penolakan halus dari petugas keamanan rendahan tersebut.

"Kalian berani membantahku. Aku ini menyewa aula VIP kalian seharga puluhan juta malam ini." teriak Rico menepuk dadanya dengan keras.

"Panggil Manajer Umum kalian ke sini sekarang juga, aku akan membuat kalian berdua dipecat malam ini juga." ancam Rico dengan urat leher yang menonjol.

Reni ikut memanaskan suasana dengan mengeluarkan ponselnya dan merekam kejadian itu.

"Iya, panggil manajer kalian, pelayanannya sangat buruk membiarkan gembel masuk ke area elit ini," tambah Reni dengan suara melengking.

Keributan di lobi itu akhirnya menarik perhatian seorang pria paruh baya yang memakai setelan jas manajer eksekutif.

Pria itu berjalan tergesa-gesa membelah kerumunan dengan wajah yang terlihat sangat tegang dan berkeringat.

"Ada apa ini ribut-ribut di depan lobi utama," tegur pria paruh baya itu dengan suara berwibawa.

Rico langsung tersenyum penuh kemenangan saat melihat pria paruh baya tersebut datang.

"Ah Pak Santoso, kebetulan sekali Anda datang ke mari," sapa Rico dengan nada sok akrab pada sang Manajer Umum hotel.

"Lihat kelakuan anak buah Anda ini Pak Santoso, mereka menolak mengusir penyusup miskin yang mengganggu acara saya," adu Rico memutarbalikkan fakta.

Pak Santoso menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Rico dan matanya langsung menyipit untuk melihat wajah pemuda itu.

Saat wajah tampan dan aura dominan Ardi tertangkap oleh matanya, tubuh Pak Santoso seketika membeku menjadi patung.

Napas Pak Santoso seakan berhenti mendadak dan jantungnya berdetak seribu kali lebih cepat dari biasanya.

Hanya beberapa menit yang lalu, Pak Santoso baru saja menerima email darurat dari dewan direksi pusat.

Email itu menyatakan bahwa kepemilikan mutlak seratus persen atas Grand Royal Hotel telah berpindah tangan ke seorang miliarder bernama Tuan Ardi.

Foto wajah bos besar barunya itu terpampang sangat jelas di layar komputernya tadi, dan wajah itu kini ada tepat di depan hidungnya.

"Pak Santoso, tunggu apa lagi, cepat perintahkan satpam ini untuk menyeretnya ke jalan raya," desak Rico karena manajer itu hanya diam membeku.

"Bila perlu laporkan dia ke polisi karena sudah membuat kekacauan di hotel bintang lima ini," tambah Reni sambil tersenyum licik.

Plak.

Sebuah tamparan yang luar biasa keras tiba-tiba mendarat telak di pipi Rico.

Suara tamparan itu terdengar sangat nyaring hingga membuat seluruh lobi hotel seketika menjadi sunyi senyap.

Rico terhuyung ke belakang dan menabrak tubuh Reni sambil memegangi pipinya yang memerah panas.

Dia menatap ke depan dengan mata terbelalak lebar, sama sekali tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

Orang yang menamparnya bukanlah Ardi, melainkan Pak Santoso sang Manajer Umum hotel.

"Pak Santoso. Apa yang Anda lakukan. Kenapa Anda menampar saya pelanggan VIP Anda." jerit Rico dengan suara bergetar menahan tangis dan marah.

Pak Santoso sama sekali tidak mempedulikan teriakan Rico dan langsung berlari kecil menghampiri Ardi.

Bruk.

Manajer Umum yang sangat dihormati di kota itu langsung menjatuhkan lututnya ke lantai marmer.

Pak Santoso membungkukkan badannya hingga sembilan puluh derajat tepat di depan ujung sepatu kulit Ardi.

"Selamat datang di hotel Anda Tuan Ardi yang terhormat." teriak Pak Santoso dengan suara lantang dan tubuh bergetar hebat.

"Saya mohon ampun beribu ampun atas kelancangan sampah-sampah ini di depan Anda Tuan." lanjutnya dengan nada ketakutan yang luar biasa.

Pemandangan gila itu bagaikan bom nuklir yang meledak tepat di tengah kerumunan para alumni SMA tersebut.

1
clara
😶‍🌫️😶‍🌫️😶‍🌫️
pricilia
🥰🤩
Antoni gergio
saya suka cerita ini kak🥰🌹
sasa
🤗🥰😍🤩💘💟
nurul khusna
🥰🌹🌟⭐
Anton barly
baik dan bagus novel nya😍🤩
yani
💫🌟🌟
fitri
⭐⭐⭐⭐
yudi permana
seru kak🥰
Angel
keren kak Cherly🥳😘😘
setiawan
/Good//Good//Moon//Heart/
gofur
baik🥰😍🤩
Äï
dia terlalu mudah menguasai dunia fana co aku curiga ntar dia bakal ke dunia lain seperti abad pertengahan, alam kultivator, dunia pedang dan sihir atau kek lou feng yg menjelajah di luar angkasa dan membangun kerajaan di semesta
Shinta geol
💟🥰💋
Cherlly
baca judul nya kaka dia memliki sistem flash sale Rp1 jdi dia bisa beli apa saja dgn Rp 1
Äï
loh uang dari mana dia? saldo nya kan 10M terus pake belanja 800jt kok malah nambah jadi 50M
Cherlly
itu di gas keras kalo ferari/lambo pasti keluar api dan asap kaka,..
Äï
masa mobil baru berasap
samuel df
🌹🥰
Äï
plot klise ini sudah lama aku tidak melihat nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!