Nasib Kyarra, Kakanya yang meninggalkan suami dan juga putrinya. Kyarra harus menikah dengan kakak iparnya demi keserakahan ibunya.
Kyarra melakukannya demi keponakannya yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Tetapi banyaknya pertentangan dalam pernikahan mereka, belum lagi Kakak iparnya menganggap bahwa dia menerima pernikahan itu semata-mata hanya ingin memeras.
Kyarra benar-benar terjebak dalam pernikahan yang seharusnya tidak terjadi dan apalagi kontrak yang pasti pengetahuannya antara ibunya dengan Kakak iparnya.
Lalu bagaimana Kyarra yang awalnya hanya menjalankan peran sebagai seorang tante yang menyayangi keponakannya dan saat ini harus menjadi istri dari mantan Kakak iparnya, di tengah banyaknya mimpi yang ingin dia tuju?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33 Membela Istri
Kyarra kembali memejamkan mata disaat Alvino kembali melumat bibirnya, Kyarra harus pasrah dan menuruti apa yang diinginkan Alvino karena Alvino adalah suaminya.
Posisi mereka tetap sama dengan Alvino bersandar di pinggir meja dan Kyarra berada di dekatnya, dengan posisi mereka yang hampir saja berbaring di atas meja itu dengan ciuman yang tidak berhenti dan bahkan Kyarra mengalungkan tangannya di leher Alvino.
Tanpa melepas ciuman itu, Alvino menggendong tubuh Kyarra ala bridal style dan perlahan membawanya ke ranjang dengan membaringkan sangat hati-hati tubuh itu di atas tempat tidur.
Alvino menindih tubuh sang istri, ciuman terlepas dan bukan berarti dia berhenti melakukannya. Alvino melanjutkan dengan memberikan tanda kepemilikan pada leher jenjang Kyarra.
Kyarra hanya pasrah setiap sentuhan yang diberikan suaminya, membuatnya menurut dengan mata terpejam, benar-benar patuh dan hanya menikmati. Biar Alvino yang mengerjakannya yang bertindak untuk melakukan semuanya kepada Kyarra.
Kyarra cukup diam saja di tempatnya dan tidak perlu melakukan apapun.
Pakaian yang dia gunakan bahkan sudah dilepas oleh Alvino dan bahkan Alvino juga melepas kemeja yang dia pakai, lagi-lagi Kyarra selalu memalingkan wajahnya saat melihat suaminya yang berada di atas tubuhnya yang melihat bagaimana tubuh suaminya benar-benar sixpack.
Tubuh profesional idaman seluruh wanita dengan dada kotak-kotak. Wajahnya yang dipalingkan membuat Alvino memegang dagu Kyarra, dia menginginkan bahwa Kyarra harus melihatnya.
Dengan malu-malu Kyarra melihat tubuh tampan itu, wajah berkarismatik, yang sangat bergairah dengan tatapan mata sayu yang haus akan menyentuh seseorang, layaknya seperti monster yang ingin menerkam mangsanya saat ini juga.
Alvino kembali melumat bibir Kyarra, Kyarra kembali pasrah dengan kedua tangannya memegang erat lengan berotot Alvino.
Di tengah hujan di luar sana, cuaca dingin dan pasangan suami istri itu menghabiskan malam bersama dengan romantis di atas ranjang, penyatuan yang kembali mereka lakukan dan jika sebelumnya harus turut campur tangan Mega dan maka kali ini adalah keinginan Alvino.
Kata istri yang ditegaskan Alvino kepadanya membuat Kyarra hanya diam dan pasrah, karena sesungguhnya sebagai istri memang tidak boleh menolak permintaan suami.
******
Mentari pagi sudah tiba, penuh cerita di malam hari, tetesan air hujan menetes untuk terakhir kali dari atas tembok.
Lina pagi-pagi seperti ini sudah berada di hotel mewah itu, berdiri di salah satu pintu kamar hotel.
Lina sepertinya punya akses masuk ke dalam kamar hotel tersebut tanpa memencet bel, menempelkan kartu hotel itu dan pintu langsung terbuka.
Lina memasuki hotel dan terlihat begitu sepi, padahal sudah jam 07.00 pagi, tetapi ruang tamu terlihat bersih dan rapi tanpa ada siapapun, hening dan tapi tidak ada penghuni.
Lina melihat sebuah kamar, menghampiri kamar itu, membukannya dan ketika melihat ke dalam ternyata orang yang tidur dalam kamar tak lain adalah Kelly.
Lina kemudian langsung masuk ke dalam, memasuki kamar dan melihat di sekitar kamar itu juga tampak sepi, tidak udah aktivitas di kamar mandi dan sepertinya memang hanya Kelly yang ada di sana.
"Di mana dia?" tanya Lina sangat penasaran dengan orang yang dia cari dan siapa lagi jika Kyarra.
Lina kembali keluar dari kamar, pandangan mata lina tertuju pada satu kamar dan sudah pasti itu kamar Alvino.
Lina memegang kanopi pintu dan ingin membuka pintu kamar, tetapi sayangnya pintu kamar itu dikunci.
Tok-tok-tok-tok-tok.
Lina putuskan untuk mengetuk dan tidak lama ternyata penghuni kamar membuka pintu. Mata Lina melotot ketika melihat Alvino telanjang dada dan Alvino sendiri juga kaget dengan kehadiran ibunya.
"Mama!" ucapnya.
Lina melihat dari balik Alvino, meski dari kejauhan, Lina bisa melihat seorang wanita yang tertidur di atas ranjang.
"Hah!" Lina mendengus kasar.
"Apa-apaan kamu Alvino?" tanya Lina.
"Apa maksud Mama? Mama lagi pula kenapa pagi-pagi seperti ini ada di rumah? dari mana mama masuk?" tanya Alvino
Tempat tinggalnya cukup privasi dan tidak bisa sembarangan orang masuk selain dirinya.
Mega berlalu dari hadapan Alvino, menuju sofa ruang tamu. Alvino menghela nafas dan kemudian kembali masuk ke dalam kamar.
Alvino mengambil kemejanya yang dibuang sembarangan tadi malam, Alvino memakainya dan melihat ke Kyarra yang masih tertidur pulas.
Mungkin sangat lelah karena harus melayani Alvino. Sebelum meninggalkan Kyarra, Alvino ternyata memperbaiki selimut Kyarra.
Alvino tersenyum, melihat Kyarra benar-benar sangat cantik dan meski tertidur, wajahnya tampak polos, putih bersih dan bahkan sedikit memerah, masa iya dalam keadaan tertidur Kyarra tetap gugup.
Sebelum pergi ternyata Alvino masih menyempatkan diri mencium lembut kening Kyarra dan kemudian langsung pergi meninggalkan Kyarra yang tertidur pulas di bawah selimut dan dipastikan tanpa busana.
****
Alvino meneguk air putih dan kemudian ke ruang tamu menghampiri Lina.
"Apa yang ada di pikiran kamu menyentuhnya hah!" tanya Lina benar-benar geram dengan putranya itu.
"Apa pantas Mama membicarakan masalah ini denganku?" tanya Alvino.
"Alvino, di mana otak kamu melakukan semua ini, apa-apaan kamu," protes Lina.
"Kamu benar-benar terpengaruh oleh Mega sampai kamu tidak bisa mengontrol diri, kamu lebih baik tidur dengan pelacur jika kamu tidak bisa menahan hasrat kamu untuk tidak menyentuh wanita daripada kamu harus menyentuh wanita seperti itu dan ujung-ujungnya kamu akan terjerat kembali oleh dia!" tegas Lina.
"Cukup! Mama jangan pernah menyamakan Kyarra dengan pelacur, aku menyentuhnya atau tidak bukan urusan Mama. Kyarra istriku dan aku berhak melakukan apapun kepadanya dan tidak harus berpamitan atau meminta izin kepada Mama, ini masalah pernikahanku, masalah ranjangku, hanya aku yang tahu dan Mama tidak punya kapasitas apapun untuk ikut campur!" tegas Alvino menekankan.
"Jadi kamu sungguh-sungguh akan melanjutkan rumah tangga dengannya hah! Kamu kembali terjebak. Alvino kamu pintar dalam segala hal tetapi untuk urusan wanita kamu sangat bodoh dan mau dimanfaatkan, setelah ini apa lagi hah, akan ada anak diantara kalian, lalu kamu tidak akan bisa melakukan apa-apa, wanita itu dan ibunya akan terus memanfaatkan kamu sampai akhirnya mereka meninggalkan kamu!" tegas Lina.
"Jangan pernah menyamakan Kyarra dengan siapapun! Aku lebih tahu apa yang aku lakukan dan aku tidak pernah dimanfaatkan oleh siapapun!" tegas Alvino.
Nada suaranya bahkan tinggi, seakan-akan membela Kyarra, mungkin dia sudah menyadari bahwa Kyarra tidak sama dengan mantan istri dan juga Ibu mertuanya.
"Mama sebaiknya pulang, jangan mengganggu orang pagi-pagi," ucap Alvino mengusir secara halus.
"Kamu bilang ini masih pagi, asik bersama dengan wanita itu sampai kamu lupa anak kamu harus sekolah," ucap Lina.
"Mama terlalu asik ikut campur dengan masalah pernikahanku, sampai-sampai lupa jika ini adalah weekend," jawab Alvino.
Lina terdiam, memang lupa jika ini hari Minggu dan menyalahkan Alvino, pantas saja Kelly tertidur pulas karena memang kalau sudah tahu hari libur dia tidak akan mencoba untuk bangun.
Lina sudah tidak bisa berkata apapun lagi, setiap apa yang diucapkan akan dibantah oleh Alvino. Alvino juga tidak ingin mendengarkan apapun yang dikatakan Lina.
Lina yang terpaksa harus meninggalkan rumah tersebut dengan rasa kemarahan kepada putranya yang tidak bisa dikendalikan
Bersambung......