Di Kekaisaran Tianming, Pangeran Ke-14 bernama Mu Xuanyuan dikenal oleh seluruh penjuru istana sebagai pangeran yang "cacat": bodoh, tidak bisa bertarung, gila, dan selalu tersenyum ceria tanpa peduli situasi. Ia menjadi bahan tertawaan para pejabat dan target perundungan utama dari Pangeran Ke-3 (Lu Cangqiong) yang arogan. Dari 21 bersaudara (8 kakak laki-laki, 5 kakak perempuan, 4 adik laki-laki, dan 3 adik perempuan), hampir tidak ada yang menganggap Xuanyuan sebagai ancaman.
Namun, di balik topeng ceria dan tingkah konyolnya, Mu Xuanyuan adalah entitas paling berbahaya di seluruh benua. Ia secara rahasia telah mencapai ranah Immortal Emperor Puncak (Ranah Kaisar Abadi). Tak hanya itu, ia adalah pemilik sah dari Paviliun Lelang Xingzhou (balai lelang terbesar di benua) dan raja di balik Pasukan Bayaran Po Jun (tentara bayaran paling menakutkan). Ia juga memiliki Ruang Dimensi Portabel yang berisi ladang tanaman obat langka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21: The Secret Pill Collection
Dentang gong emas di panggung utama Balai Lelang Xingzhou baru saja mereda, tetapi ketegangan di udara ruangan megah itu telah meningkat berlipat ganda. Di panggung utama, Han Xingzhou berdiri anggun seraya menyapu pandangan ke arah ribuan pasang mata yang menatapnya penuh antisipasi.
Di dalam Bilik VVIP Nomor Satu, Mu Xuanyuan kembali bersandar santai di sofa empuk. Ia memainkan burung kayu mainannya dengan jemarinya yang lentik, mengayun-ayunkan kaki dengan gerakan konyol. Namun, di balik sikap kekanak-kanakan tersebut, sepasang matanya menatap tajam ke arah sudut-sudut tirai panggung melalui tirai formasi spiritual transparan.
"Oho~ Pangeran Xuanyuan yang manis," bisik Leng Yan seraya mendekat dan mengibaskan kipas emasnya perlahan, membiarkan aroma wangi bunga peony kembali membelai udara di sekitar mereka. "Han Xingzhou tampak sangat percaya diri di bawah sana. Apakah barang-barang pembuka lelang kali ini merupakan koleksi pribadi dari Ruang Dimensi Portabel milikmu?"
PLAK!
Sebelum Xuanyuan sempat menjawab, gagang pedang Leng Shuang melayang dan menyenggol siku Leng Yan dengan akurasi mematikan.
"Jaga jarakmu satu langkah dari Yang Mulia, Kakak Bodoh!" tegur Leng Shuang dingin, walau matanya tetap siaga mengawasi perimeter bilik.
Xuanyuan terkekeh cempreng, berpura-pura mengabaikan pertikaian sepasang saudara kembar itu seraya berteriak polos, "Wah! Paman baju putih di panggung mau bagi-bagi kue manis ya?! Aku mau kue yang warnanya merah!"
Di panggung bawah, Han Xingzhou menjentikkan jarinya. Dua orang pelayan wanita berparas jelita melangkah maju membawa sebuah nampan berlapis kain sutra keemasan. Di atas nampan tersebut bertengger tiga buah botol batu giok murni yang memancarkan kilau spiritual tipis.
"Para tamu yang terhormat," suara Han Xingzhou menggema tenang, memotong bisik-bisik di seluruh penjuru aula. "Untuk membuka lelang akbar hari ini, Balai Lelang Xingzhou menghadirkan sesuatu yang belum pernah disaksikan oleh dunia kultivasi dalam seribu tahun terakhir. Tiga botol Pil Pemurni Jiwa Tingkat Sembilan koleksi rahasia yang ditempa langsung oleh Formasi Alkimia Kuno!"
Begitu kata "Pil Pemurni Jiwa Tingkat Sembilan" diucapkan, seluruh aula balai lelang mendadak hening seketika, disusul oleh gemuruh seruan tak percaya dari para pangeran, tetua sekte, dan klan raksasa!
"Pil Tingkat Sembilan?! Bukankah resep dan metode penempaannya sudah punah sejak era Perang Kaisar Kuno?!" teriak seorang Tetua Alkimia dari Sekte Pedang Langit seraya berdiri dari kursinya, matanya membelalak lebar seolah hendak melompat keluar.
"Satu butir saja dari pil itu sanggup mencuci ulang pembuluh darah spiritual dan menghapus cacat kultivasi secara permanen!" sahut kultivator lain dengan napas terengah-engah penuh ketakutan sekaligus kesenangan.
Di Bilik VVIP Nomor Dua, Lu Cangqiong yang tadinya bersikap arogan mendadak menggenggam erat sandaran kursi emasnya hingga kayu berukir itu retak. Urat-urat di dahinya menegang.
"Pil Pemurni Jiwa Tingkat Sembilan?!" gertak Lu Cangqiong dengan suara bergetar. "Bagaimana mungkin Balai Lelang Xingzhou memiliki barang sekelas ini?! Jika aku mendapatkan satu botol saja dan mempersembahkannya pada Ayahanda Kaisar, posisi Putra Mahkota pasti akan goyah!"
Namun di dalam Bilik VVIP Nomor Satu, Xuanyuan hanya menyunggingkan senyum tipis di balik burung kayunya. Pil-pil Tingkat Sembilan yang membuat seluruh pakar benua gila itu sebenarnya hanyalah hasil eksperimen pembersihan sisa-sisa tanaman obat di Ruang Dimensi Portabelnya beberapa bulan lalu. Di dalam dimensinya, pil semacam itu menumpuk di dalam gentong-gentong kayu bagaikan kelereng tak berharga.
"Xingzhou tahu betul cara memancing emosi penonton," bisik Xuanyuan, suaranya berubah menjadi nada dalam penuh karisma kaisar abadi untuk sesaat, membuat Leng Yan terpesona hingga menahan napas. "Dua botol pertama akan memeras tabungan klan-klan menengah dan pangeran lain, sementara botol ketiga..."
"Botol ketiga akan memaksa Pangeran Ke-3 Lu Cangqiong membuang sebagian dari sepuluh juta Kristal Spiritual yang ia pinjam dari Putra Mahkota," potong Leng Shuang dengan cerdas, menyunggingkan senyum mengerti.
"Tepat sekali, Shuang'er," kekeh Xuanyuan.
"Penawaran untuk botol pertama dibuka pada harga lima ratus ribu Kristal Spiritual!" seru Han Xingzhou di panggung utama.
"Enam ratus ribu!" teriak Tuan Muda Klan Gu dari lantai dua.
"Delapan ratus ribu!" sahut Tetua Sekte Pedang Bintang.
"Satu juta Kristal Spiritual!" jerit seorang pemimpin klan pedagang dari benua utara.
Persaingan berlangsung sangat sengit bagaikan medan perang tanpa darah. Hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit, botol pertama dan kedua terjual dengan harga fantastis masing-masing menyentuh angka 1,8 juta dan 2,2 juta Kristal Spiritual!
Saat botol ketiga disajikan, aura kemarahan dan keserakahan di aula sudah mencapai puncaknya.
"Dua juta Kristal Spiritual!" teriak Lu Cangqiong dari Bilik VVIP Nomor Dua, mencondongkan badannya keluar jendela seraya memancarkan aura tekanan Pendekar Spirit Puncak untuk mengintimidasi pembeli lain. "Siapa di antara kalian yang berani menawar lebih tinggi dari Kekaisaran Tianming?!"
Ancaman Lu Cangqiong membuat beberapa tetua sekte ragu-ragu. Namun tepat saat Lu Cangqiong menyunggingkan senyum kemenangan, sebuah suara cempreng konyol terdengar melengking dari Bilik VVIP Nomor Satu di sebelahnya.
"Wah! Kakak Ke-3 mau beli permen giok!" jerit Xuanyuan seraya menyodorkan kepalanya keluar jendela bilik, melambaikan burung kayunya seraya berteriak polos. "Aku mau ikut! Aku tawar Dua Juta Ubi Manis dan Dua Juta Satu Kristal Spiritual!"
Gedebuk!
Lu Cangqiong hampir tersungkur dari jendelanya akibat sapaan absurd tersebut. Wajahnya merah padam mendadak hitam karena amarah yang tiada tara.
"MU XUANYUAN! KAU IDIOT SIALAN!" raung Lu Cangqiong, matanya memerah penuh kebencian. "KAU BERANI MENAIKKAN TAWARANKU HANYA DENGAN SAKATU KRISTAL?! KAU BAHKAN TIDAK PUNYA UANG SEBANYAK IT!"
"Aku punya!" seru Xuanyuan gembira seraya merogoh kantong jubahnya dan mengeluarkan sebutir batu kristal keemasan berukuran jempol—Kristal Spesies Murni yang bernilai setara dengan seratus ribu kristal biasa. "Lihat! Batu warna kuningku mengkilap! Kakak Ke-3 kalah kaya!"
Seluruh aula meledak dalam tawa tertahan melihat aksi "pangeran bodoh" yang memprovokasi Pangeran Ke-3 dengan cara yang begitu absurd namun legal sesuai aturan lelang.
"Dua Juta Lima Ratus Ribu Kristal Spiritual!" geram Lu Cangqiong seraya menggertakkan giginya hingga berdarah. Ia tidak boleh kalah malu di hadapan seluruh klan besar setelah diejek oleh pangeran idiot tersebut.
Han Xingzhou di panggung mengetukkan palunya seraya menyunggingkan senyum profesional. "Dua juta lima ratus ribu Kristal Spiritual dari Bilik VVIP Nomor Dua! Apakah ada penawaran lain?"
Xuanyuan melambaikan tangannya gembira ke arah Lu Cangqiong. "Wah! Kakak Ke-3 hebat sekali! Permennya buat Kakak Ke-3 saja! Aku mau makan ubi manisku sendiri!"
TOK!
"Terjual kepada Pangeran Ke-3 Lu Cangqiong!" seru Han Xingzhou.
Di dalam Bilik VVIP Nomor Dua, Lu Cangqiong jatuh terduduk di kursinya seraya mengelus dadanya yang sesak. Ia berhasil mendapatkan pil legendaris tersebut, tetapi ia baru saja kehilangan seperempat dari total dana pinjamannya hanya karena terpancing emosi oleh ocehan Mu Xuanyuan.
Di Bilik VVIP Nomor Satu, Xuanyuan kembali bersandar di sofanya, mengedipkan sebelah matanya ke arah Leng Yan yang tertawa flamboyan seraya mengibaskan kipasnya gembira. Umpan pertama telah dimakan bulat-bulat, dan pertunjukan utama untuk merebut Kotak Giok Bersegel Kaisar baru saja akan dimulai.