sebuah kisah dua orang asing yang ditakdirkan menjadi keluarga. tanpa tau bahwa pertemuan mereka akan mengubah segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zean amora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 33
Zean sekarang berada di bus. ia akan pergi ke alamat cafe yang ia dapatkan tadi.
tittttt... bus berhenti, beberapa penumpang turun. begitu juga dengan Zean. sungguh, ini jauh dari rumah dan sekolahnya. ini lebih ke kota nya. banyak bangunan bangunan besar.
dapat Zean lihat di seberang sana. terdapat sebuah bangunan yang bertuliskan Cafe. dengan cover mewah dan elegan. tapi bukan itu intinya. Zean berdiri untuk menyebrang.
jalanan masih macet, mobil dan sepeda berlalu lalang. tepat saat Zean kembali menatap Cafe tersebut, dapat ia lihat seseorang.
dua orang yang tengah berada di samping mobil mewah nan elegan. Zean menggeser tubuhnya sedikit, ia ingin melihat siapa mereka.
dan yahh,... itu Clara. mamanya.
Zean membeku menatap mereka. bahkan, saat lampu sudah merah, dimana orang orang dengan terburu-buru menyeberang. Zean membeku ditempatnya.
'mama' hanya itu yang bisa Zean gumamkan.
dapat ia lihat Clara sedang berbicara dengan seseorang. ia memakai seragam sekolah acak acakan. hanya punggungnya yang bisa Zean lihat. tapi,.. dapat ia tebak siapa itu.
Zean melihat Clara berbicara dengannya. dia sangat fokus dan bahkan, walaupun Clara dan dirinya berhadapan ia tak melihat kearahnya.
ucapan itu terlintas di kepala Zean.
^^^'Bu Clara mengatakan jika ia ingin menemui putranya' srett... ^^^
tik, air mata Zean turun begitu saja. ia mundur selangkah dengan tetap menatap mereka.
hahhh,,.. Zean benar benar sesak.
'apa yang aku pikirkan. putranya sekarang bukanlah diriku.. apa yang kamu lakukan Zean, kamu masih berharap padanya?'batin Zean sesak.
ia sangat kecewa pada mamanya itu. tadi malam ia seperti seorang ibu yang benar-benar akan menggenggam tangan putranya.
tapi, keesokan nya ia melepaskan tangan itu begitu saja. Dan sekarang, ia mendekap tangan yang lainnya.
Zean tak peduli walaupun banyak yang melihatnya, ia menangis... dia kembali menangis..
'mah. kamu meninggalkan kami lagi' batinnya sesak.
setelah mengatakan itu, ia pergi dari sana. ia tak ingin berharap lagi.
sedangkan diseberang...
"Gavin dengar... saya tidak melarang kamu pergi bersama teman-teman atau bersantai di kafe. Tapi kamu harus tau, kapan waktu bersantai dan waktu sedang produktif. kamu bilang kamu akan pergi ke sekolah, tapi apa? disini? dicafe ini, dan hah bersama gadis gadis murahan seperti itu" Marah Clara.
"trus? ga ada urusannya sama lu" jawab Gavin.
Clara sudah kesal sejak tadi. ia ingin pergi ke tempat Zean, tapi kalah menerima telpon dari pelayannya jika Gavin berulah lagi.
"kamu sudah dewasa Gavin. harusnya bisa berfikir, antara yang baik dan yang buruk" ucap Clara.
brak, Gavin memukul mobilnya. dia berjalan mendekati Clara dan sedikit menunduk.
"owh ya? jadi, seperti apa yang baik dan buruk itu? owhh.. gue tau, yang baik itu kayak lu ya kan? jadi simpanannya papa. wanita murahan" ucapnya.
kalimat itu, langsung membuat darah Clara mendidih. Gavin sudah benar benar keterlaluan.
"Saya tidak peduli kamu benci saya atau tidak. tapi, selama kamu masih bernaung di kartu emas milik Adrian maka setidaknya belajarlah memberi jangan hanya menjadi penerima penuh saja" ucap Clara tajam.
mereka beradu tatapan.. dengan tangan Gavin mengepal dibawah.
"Hah, (Clara memperbaiki penampilannya dan berdiri tegak) tugas saya hanya mengarahkan kamu. jika kamu tak bisa diarahkan dan selalu seperti ini maka biarkan Adrian yang mengurusnya. setidaknya ia akan mengambil beberapa b-" Ucapan Clara terpotong.
"jangan sesekali melakukannya. kau hanya menumpang pada papa wanita murahan. jika bukan karena uang papa, kau tidak akan merangkak ke rumah kami. nyonya Adrian hanya satu, yaitu mama. dan kau, kau hanyalah simpanannya" teriak Gavin.
"simpanan yang papamu sayangi. ingat itu.. jika masih menyayangi mamamu, maka ikat ego dan amarahmu itu"
setelah mengatakan itu, Clara berbalik dan menuju mobilnya. pergi meninggalkan Gavin yang masih kesal.
'sialan. berani sekali wanita murahan itu. awas saja aku akan membalasnya nanti. gue bakalan cari kelemahannya, dan gue bakal mainin kelemahannya itu' batin Gavin. ia mengatakan nya sambil ber smirk jahat.
...
Di dalam mobil..
"nyonya. kita akan pergi ke mana selanjutnya? " tanya sopir itu.
Clara memijat pelipisnya, ia benar-benar lelah. Gavin sangat menguras tenaganya.
dia tadi pagi sudah menyiapkan diri untuk pergi ke rumah Zean. saat akan berangkat, ia mendapat kabar tentang ulah Gavin. mendengar itu, Clara segera menghubungi pengacaranya untuk mengatakan acaranya ditunda, tapi sebelum sempat menelpon pengacara itu menelpon lebih dulu. dan betapa terkejutnya, pengacara itu mengatakan jika Clara membatalkan janjinya.
setelah diselidiki, ternyata ini ulah Gavin. sebelum berulah, dia sudah memberikan sambutan untuk dirinya. dan ia kembali harus mencari pengacara terbaik yang luang untuk hari ini.
'hahh, dua anak ini sangat membuatku pusing' batinnya. ia sambil tersenyum, mengingat keras kepalanya Zean dan Gavin.