Alina Anastasya gadis cantik berumur 23th yang sedang menempuh pendidikan di luar kota tiba tiba orang tuanya menghubungi nya untuk cepat pulang.
"hallo Alin ini ibu cepat kamu pulang kakak mu sedang kritis" mendengar ibunya yang sangat panik
"hallo ibu ada apa bicara pelan pelan kak Andin kenapa Bu?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 11
"Beri Alina waktu mah Alina akan memikirkan nya"
"Mamah beri waktu kamu seminggu dari sekarang kalau kamu belum memberikan jawaban nya mamah akan langsung nikahin kamu ngerti!"
"Iya mah Alina ngerti"
Alina melirik Tio yang dari tadi hanya diam dan melihat perdebatan nya dengan mamah nya,apa dia gak ada inisiatif buat bicara atau gimana gitu ini dari tadi diem terus kayak lagi sariawan.alina sangat kesal sekali dan menyudahi makannya dan langsung naik ke atas
Anak ganteng sudah bangun sayang pinter nya gak nangis,sekarang mau mimi dulu atau mau mandi dulu tapi biar seger kita mandi dulu ya.
Alina menyiapkan semuanya dan memandikan Ezra,sekarang sudah seger dan ganteng ayo Mimi dulu sayang.
"Tapi mamah kamu masih bau aceum sayang"tiba tiba Tio datang dan mendekat
Alina melirik ke arah Tio dia tidak ingin bicara sama Tio dan membiarkan nya.
"Coba kamu tanyain sayang mamah kamu marah kenapa,kok bibir nya di monyongin seperti itu" Tio masih mengajak Ezra meskipun anak itu tidak tau apa apa
"Apaan sih Kak dari tadi kamu ngeledek aku terus"
"Habisnya kamu kenapa marah marah terus Alina"
"Aku kesel kenapa kakak gak ngomong tadi,harusnya kakak nolak dong bukan nya diem terus"
"Kalau aku nya mau gimana dong"
"Tau ah aku gak mau sama kakak yang gila kerja gak perhatian gak romantis"
"Apa aku seburuk itu Alina"Tio terkejut mendengar keluhan alina
"Emang seperti emang kakak gak nyadar"
Alina meninggalkan Tio yang masih bengong dengan ucapan Alina
"Alina kamu mau kemana,bukannya kalian akan ke dokter untuk memeriksa Ezra"tanya mamah Lia
"Aku mau ke luar sebentar mah,mamah aja sama kak Tio yang bawa Ezra ke dokter"
Alina berangkat karena sudah janjian dengan Devi mumpung Devi lagi disini ia ingin menghirup udara segar sebentar.
"Hai Alina apa kabar"tanya Devi
"Hai Dev aku baik,kamu apa kabar"
"Aku juga baik Alina,oh ya kita mau kemana nih"
"Kita jalan jalan aja ke mall kita nonton udah lama kita gak nonton ya kan"
"Ayo besti gasss"
Alina yang di jemput oleh Devi,ia tidak membawa kendaraan nya sekarang mereka menuju mall setelah sampai Devi memarkirkan mobil nya dan menuju bioskop,Alina memesan tiket bioskop nya karena masih ada waktu satu jam Devi dan Alina pergi ketempat membeli minuman dulu.
"Dari tadi muka kamu kenapa kusut begitu Alina?"tanya Devi
"Mamah ku tetap ingin aku menikah sama kak Tio Dev,aku bingung harus bagaimana"
"Kalau menurut gue ya Lin kalau kak Tio nya mau ya gapapa kamu nikah aja sama kak Tio"
"Tapi aku dan Aryan bagaiman?"
"Emmm Alina gue mau ngomong tapi kalau kamu mau percaya syukur ga juga gapapa tapi kalau gue gak ngomong takut kamu nyalahin gue"
"Ada apa Dev?"
"Sebenarnya Aryan gue sering liat jalan sama Vera mahasiswa kampus yang cantik dan nge-hits itu kamu tau"
"Yang dandanan nya kaya mau ke pesta"
"Ya dia tapi gue gak tau ada hubungan apa tapi gue sering liat mereka jalan berdua"
"Gila! pantesan dia kemarin nyuruh gue nikah sama kak Tio ternyata biar dia bebas pacaran sama Tante Tante itu"
"Sabar Alina tapi kamu pastiin dulu takutnya cuma jalan biasa karena ada tugas"
"Tugas apaan Devi beda kelas beda jurusan tugas apaan"
"Iya kan siapa tau gitu kamu selidiki aja"
Alina dari pagi yang mood nya sudah berantakan sekarang harus mendengar kabar Aryan sering jalan sama Vera dia semakin kesal saja,pengen nangis tapi ia malu di tempat umum orang yang sering dia agung agungkan sebagai cowok setia ganteng pekerja keras meskipun ia kuliah tapi apa sama aja baj*Ngan.
"Ayo ini udah satu jam kita ke bioskop lagi biar mood mu kembali"ajak Devi
Mood Alina lumayan membaik setelah nonton tapi sakit hatinya tetap terasa.
"Sekarang kamu mau kemana Dev?"Tanya alina
"Gue mau ke rumah sodara gue dulu Lin"
"Ya udah gue pulang naik taksi aja"
"Lah kok gitu gapapa gue anterin"
"Gapapa gue pulang sendiri aja keburu malem"
"Ya udah kamu hati hati Alina"
Saat Alina ke luar dari mall,Alina melihat Tio bersama seorang perempuan Alina menggerutu dalam hatinya ternyata laki laki semua nya sama buaya gak ada yang gue bisa percaya baru aja tadi pagi ngajak gue nikah tapi sekarang dia malam enak enak jalan sama perempuan lain gue kira dia sedang nganter Ezra ke dokter tapi malah jalan ke mall.
Alina berjalan melewati Tio begitu saja Tio yang sadar itu Alina langsung mecekal tangan nya.
"Hey kenapa kamu nyelonong aja seperti gak kenal aku"
"Kenapa emang,aku takut ganggu kakak yang sedang jalan sama pacar nya"
"Siapa yang sedang jalan sama pacar Alina?"
"Itu kan pacar kakak"
"Kamu ke kantor duluan saja naik taksi"Tio menyuruh sekertaris nya
"Baik... Pak saya permisi"
Dalam hati Alina merutuki dirinya karena dia kira itu pacar Tio dasar bego kamu Alina gue mau sekali rasanya gue ingin kabur aja dari sini.
"Siapa pacar saya Alina hmm?"tanya Tio kepada Alina
"Gak tau awas aku mau pulang kak taksi ku sudah datang"
"Gak bisa kamu pulang sama saya ayo naik"
Alina terpaksa naik ke dalam mobil Tio karena ia gak mau menambah malu nya jadi tontonan semua orang.
"Apa kamu cemburu Alina?"
"Siapa yang cemburu aku gak cemburu PD sekali bapak satu ini"
"Hey jangan panggil saya bapak saya bukan bapak kamu"
"Tapikan sudah jadi bapak bapak anak satu"
"Meskipun begitu tapi aku masih muda Alina"
"Tau ah,aku kira kakak pergi ke dokter nganter Ezra ternyata malah asyik asyikan pergi bareng sekertaris nya ke mall"
"Ezra pergi bareng orang tua kamu Alina aku mall bukan jalan jalan karena mendadak aku harus bertemu dengan client aku"
"Buaya paling bisa ngeles nya"
Tio memberhentikan mobil nya ke pinggir jalanan sepi.
"Kamu bilang apa tadi Alina"
"Aku gak bilang apa apa"Alina sudah panik karena Tio mendekati nya
"Siapa yang buaya hmm"
"Gak ada kakak salah denger kali"
"Oh ya pendengaran ku masih baik kamu ngatain aku buaya"
"Hehe maaf kak aku becanda"
"Kenapa kamu begitu marahnya hmm apa kamu cemburu Alina"
Tio mendekati wajah Alina menyelipkan anak rambut Alina,Alina yang ditatap seperti itu dia juga sangat gugup sekali dan memejamkan matanya.