sebuah kisah yang sangat menyentuh namun juga menyakitkan tapi tetap dijalani dengan cara yang kadang sulit untuk di terima. Akankah antara Aira dan Ridwan sanggup menjalani? dan bagaimana dengan Zaki. Apakah yang terjadi selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Zarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29 ingin mengembalikan Aira pada Ridwan
Sudah dua bulan Zaki dirawat di rumah sakit. Dan saat ini dia masih koma. akhirnya berita tentang Zaki pun telah terdengar oleh Ridwan.
Dan hari ini Ridwan akan menjenguk sahabatnya itu. Namun dia pergi tidak sendirian melainkan bersama dengan seorang wanita yang merupakan anak Kiai Abdullah.
Ridwan sudah begitu akrab dengan Zahra. Walaupun cuma sekedar dekat saja. Karena saat ini hati Ridwan masih ada sebagian nama yang terukir indah di hatinya yaitu Aira.
Namun sebelum berangkat kerumah sakit Ridwan tidak lupa untuk berpamitan pada orang tuanya dan kiai Abdullah.
Begitu juga dengan Zahra. Ia pun berpamitan dengan orang tuanya.
"Ummi Abi Zahra pamit dulu Zahra pergi bersama mas Ridwan" .
"Ya nak hati - hati di jalan ya. Iya ummi . Assalamualaikum" . Begitu juga Ridwan yang berpamitan pada kiai Abdullah.
"Yaudah kalau gitu saya pamit dulu kiai, assalamualaikum" .
"Walaikumsalam", ucap kiai Abdullah bersama istrinya.
"sudah lama aku tidak bertemu dengan Aira" , gumam Ridwan.
"Apakah aku sanggup untuk melihatnya. Zahra yang melihat sikap Ridwan hanya diam dan tidak ingin untuk ikut campur" .
Ridwan pun menjalankan mobil miliknya. Zahra pun hanya mengikuti Ridwan saja tanpa ia menaruh perasaan sedikitpun. Karena bagi Zahra ia akan mencintai laki-laki apa bila ia telah mengucapkan ijab Kabul.
setelah setengah jam akhirnya Ridwan pun tiba di rumah sakit.
Ridwan dan Zahra pun jalan beriringan. Zahra yang mengenakan cadar hanya berjalan dengan santai. Semua mata tertuju pada Ridwan dan Zahra.
Bisik - bisik di antara orang-orang tak mereka hiraukan.
Akhirnya sampai juga di ruangan Zaki.
Ridwan melihat Zaki di pasangkan berbagai alat medis. Ia melihat Aira yang sedang duduk bersandar di kursi.
Assalamualaikum, alangkah terkejutnya Aira melihat siapa yang datang.
"Walaikumsalam" , ucap Aira. Aira pun mengalihkan pandangan ke arah seorang wanita di samping Ridwan.
"Ayo silahkan masuk" , ucap Aira. Ridwan pun menuju tempat tidur Zaki. Aira pun membisikkan sesuatu ke telinga Zaki.
"Mas, ini ada yang datang melihat mu, apakah kamu tidak akan bangun dan melihat siapa yang datang" .
Namun tiba-tiba saja tangan Zaki bergerak. Ridwan pun melihat dengan jelas. Apa yang terjadi saat ini.
"Alhamdulillah mas, akhirnya kamu bisa merespon" , ucap Aira.
Aira pun memanggil dokter Adrian.
Dan dokter Adrian pun memeriksa kondisi Zaki.
Kondisinya saat ini belum terlalu pulih . Tapi ini merupakan anugerah Tuhan buat kita semua", ucap Adrian.
Aira yang melihat ada perubahan pada Zaki membuatnya merasa lebih baik.
Mas, akhirnya kamu bisa merespon kita semua,
Perlahan -lahan Zaki membuka matanya. Ia melihat Ridwan datang mengunjunginya.
Aira yang melihat Zaki membuka matanya membuat dirinya merasa sangat senang. Ridwan pun menghampiri Zaki.
Hai Zaki, udah lama kita gak ketemu. Bahkan kau tidak memberitahuku bahwa kamu telah menikah.
Selamat ya atas pernikahanmu.
Rid, maafkan aku. Aku tahu perbuatan aku salah karena telah mengambil orang yang kamu sayangi.
Zahra terkejut mendengar ucapan Zaki. Aira pun menatap ke arah Zahra.
Oh ya sepertinya kamu telah melupakan dia. Dan bahkan kamu telah membawa seorang wanita ke hadapan aku.
Mas , kamu masih lemah jangan banyak bicara dulu.
Nggak Aira, waktuku cuma sebentar.
Ridwan, apakah kamu masih mencintainya Aira ?
Zaki, saat ini jangan kamu bahas ini dulu lebih baik kamu istirahat dulu.
Gak rid, aku ingin mengembalikan apa yang menjadi milikmu.
Zahra yang berada disamping Ridwan kini dalam pikirannya banyak sekali yang ingin iya tanyakan pada Ridwan.
Ridwan pun merasa bingung. Apakah ia akan menerima Aira kembali atau melanjutkan hubungannya den Zahra.
salam DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS 🙏🏻🤭