NovelToon NovelToon
Sang Pembantai Dewa

Sang Pembantai Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sarmadi

BANGKIT TANPA WARISAN.
Pemuda jenius terlahir tanpa dantian. di hina dan di hianati. pada suatu hidup dan mati ia baru menyadari diri nya telah merubah jantung di dada nya hingga menjadi jantung abadi. semua itu karena tekat nya hingga membuat rasa takut yang menghiasi hidup nya menjadi Entitas yang tidak berbentuk. hingga menyatu dengan jantung di dada nya. membuat jantung itu dikenal sebagai jantung dao yang tak terhancurkan,
kini jantung dao yang tak terhancurkan itu menggantikan dantian yang tidak ia miliki, dengan jantung dao yang tak terhancurkan, dia mampu bangkit dengan menginjak lautan darah musuh yang menghalangi jalan menjadi yang tak terkalahkan.

👉👉Tolong baca dulu sampai 10 bab, jika tertarik terimakasih. jika tidak pun terimakasih telah membantu karya ini meski tidak sebaik yang lain 🙏🙏🙏 Saya doakan kalian pada sehat, Amiin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarmadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 24 pembantain

​"Formasi tombak, bersatu!" teriak wakil komandan menggelegar kesegala arah.

​"Bersatu!" sahut para prajurit serempak. Tangan mereka bergerak cepat, merangkai segel rumit di antara jemari mereka dalam kedipan mata.

​"Padatkan!" perintah wakil komandan kembali.

​BOOM!

​Dari tiga sisi, delapan ratus prajurit itu serempak menembakkan pilar cahaya merah dari segel mereka ke langit—tepat di atas kepala Yefan.

​BOOM...

​Perlahan-lahan, gelombang energi merah itu berkumpul, berpadu, dan memadat. hingga, sebuah tombak raksasa sepanjang tiga ratus meter terbentuk, diselimuti gemuruh aura petir merah yang mengerikan. Tekanan dahsyat yang dipancarkannya membuat pedalaman hutan belantara timur beserta sekitarnya bergetar hebat.

​"Bukankah ini formasi tempur yang mampu membunuh kultivator Alam Roh tahap awal seketika?" ujar Bai Feng terkejut. Jelas ia tak menyangka sang wakil komandan akan memperlakukan musuh yang baru berada di Alam Transenden dengan keseriusan penuh hingga mengerahkan salah satu formasi pamungkas tersebut.

​"Serang!" teriak wakil komandan sambil mengibarkan bendera perang di udara.

​Para prajurit kembali merapal segel dengan kecepatan penuh.

​BOOM!

​Tombak raksasa sepanjang tiga ratus meter itu bergetar dahsyat, lalu meluncur menukik tajam ke arah Yefan di bawah, membawa serta aura kehancuran yang menyapu segala penjuru.

​Diselimuti niat membunuh yang pekat, Yefan mendongak. Sepasang matanya menatap tajam tombak raksasa yang melesat turun, diiringi ujung mata tombak yang memancarkan hawa dingin menusuk tulang.

​Meski telah menerobos satu tingkat, Yefan tetap merasakan tekanan luar biasa yang menimpa tubuhnya, membuat pergerakannya terasa sedikit berat.

​Tanpa ragu, Yefan mengalirkan energi vitalnya ke dalam bilah pedang berpola rumit yang baru saja ia tempa dalam genggamannya.

​Ngung...

​Pedang itu bergetar hebat, memancarkan aura dingin yang membekukan.

​Dengan satu ayunan kilat, Yefan menebaskan pedangnya secara horizontal.

​Sreett—!

​Seberkas cahaya pedang berwarna putih keabuan sepanjang tiga ratus meter melesat membelah udara, menuju ujung mata tombak yang menerjang. Ruang kosong yang dilalui Cahaya pedang itu seketika berubah warna menjadi putih keabuan dalam sekejap selebar satu kilometer, membuat ribuan pasang mata di sekitar tertegun menyaksikan fenomena ganjil tersebut.

​Melihat serangan balik Yefan yang begitu mengerikan, wakil komandan terperanjat. "Kerahkan seluruh kemampuan kalian!" teriaknya dengan cepat.

​Mendengar seruan itu, para prajurit memacu energi mereka habis-habisan hingga wajah mereka sedikit pucat, akibat konsumsi energi yang berlebih.

​BOOM!

​Tombak itu kembali membesar, dari yang semula tiga ratus meter kini membentang hingga empat ratus meter, melepaskan aura yang jauh lebih brutal.

​BOOM...

​Pada akhirnya, kedua serangan mereka beradu. Keduanya saling menghancurkan hingga memicu ledakan berbentuk awan jamur raksasa setinggi ratusan mil yang mengguncang langit dan bumi.

​Namun, bukan ledakan itu yang paling mengerikan. "Yang lebih mengerikan adalah Awan jamur tersebut telah diselimuti fenomena aneh berupa energi putih keabuan yang berhamburan ke segala arah akibat momentum benturan. Apa pun yang disentuhnya membeku seketika menjadi putih keabuan—bahkan para prajurit di barisan terdepan, serta para yang menyaksikan pertempuran dari kejauhan, tak sempat menghindar.

​"Meledak!"

​Tiba-tiba, suara dingin bergema di antara kepulan debu putih keabuan.

​BOOM!

"Segala sesuatu yang telah membeku termasuk ​Jajaran pegunungan tinggi yang menjulang menembus awan seketika meledak hancur berkeping-keping ke segala arah dan membelah bumi di bawahnya hingga membentuk jurang-jurang menganga yang panjang. Ribuan orang di sekitar sontak berlari menyelamatkan diri diliputi rasa teror.

​"Serangan bocah ini benar-benar di luar nalar!" geram wakil komandan.

​Melihat gelombang ledakan hendak menyapu para prajurit di bawah komandonya, ia dengan sigap mengibarkan bendera perang di genggamannya, menciptakan perisai energi pekat yang menyelimuti seluruh pasukannya yang sebelum nya telah membentuk barisan segi tiga.

​Tentu saja, ini adalah buah dari pengendalian presisi yang dilakukan Yefan terhadap kekuatan di dalam bilah pedangnya. Sebenarnya, jika Yefan menghendaki, ia bisa membuat serangan yang telah membekukan segalanya itu hancur menjadi serpihan halus tanpa ledakan. Namun, untuk skala pertempuran masif seperti ini, memilih jalur peledakan jauh lebih efektif.

​Kendati demikian, sebelum sisa-sisa energi ledakan itu mereda sepenuhnya, sosok Yefan tiba-tiba melesat keluar dari kepulan awan debu putih keabuan tanpa terluka sedikit pun. Ia menoleh ke sudut kiri, menatap barisan prajurit yang masih dilindungi oleh perisai pertahanan wakil komandan dengan pupil mata hitam yang di penuhi niat membunuh, lalu menerjang dengan gagah berani diiringi aura dingin Yin ekstrem yang memancar dari tubuhnya.

​Wuuusss...!

​Sret!

​Hanya dengan satu ayunan tebasan pedang yang tajam, perisai pertahanan yang sedari tadi mampu menahan gelombang destruktif kini terkoyak begitu saja—bagaikan pisau panas yang memotong mentega, runtuh tanpa perlawanan berarti di hadapan mata pedang Yefan.

​Para prajurit di dalamnya sontak diliputi gentar melihat perisai perlindungan wakil komandan hancur seketika oleh tebasan acak pria muda di hadapan nya tanpa menggunakan teknik khusus apa pun. Mereka tentu tidak tahu bahwa Yefan memang tidak pernah mempelajari teknik bela diri apa pun, sebab pemuda itu tidak memiliki seorang guru pun di sepanjang jalan kultivasinya.

​Bagi Yefan, prinsip bertarungnya sederhana: siapa pun yang menghalangi jalannya, tebas!

​Wuuss!

​Yefan merangsek masuk di tengah lautan prajurit berzirah perak.

​"Serang!" teriak sang jendral kepada pasukannya. Meski rasa gentar merayap di lubuk hati mereka, darah sebagai prajurit elit klan yang telah ditempa dalam pertempuran tiada henti membuat mental mereka sekeras baja. Rasa takut itu segera disingkirkan untuk menghadapi sang musuh.

​Wuuusss...!

​Mereka menyerbu serempak, mengarahkan tusukan tombak dari berbagai penjuru ke arah Yefan.

​Melihat serangan serentak itu, Yefan memutar tubuhnya hingga seratus delapan puluh derajat sambil mengayunkan pedang.

​Sreeet...

​Cahaya pedang putih keabuan membentuk lengkungan sempurna, menyambut ratusan ujung tombak yang menerjang dari segala sisi.

​Melihat serangan mematikan tersebut, sang jendral dengan gagah berani melompat maju, dengan teriakan keras, ia mengayunkan tombak di genggamannya yang dilapisi kekuatan penuh energi Transenden Puncak demi membendung tebasan pria di hadapannya.

​Dang!

​Benturan dahsyat mengguncang udara di sekitar. Namun, di hadapan cahaya pedang putih keabuan yang kekuatannya setara dengan kekuatan kultivator Alam Roh awal, pertahanan sang jendral tak lebih dari sebutir telur yang dilemparkan ke atas batu karang—sama sekali tak berarti.

​Boom!

​Jendral itu terpental sejauh puluhan mil, memuntahkan darah segar dari mulutnya ke segala arah. Bersamaan dengan itu, cahaya pedang yang ganas terus menerjang sekelilingnya.

​Sret!

​Ke mana pun cahaya pedang itu berlalu, segala sesuatu terpotong rapi menjadi dua bagian.

​Namun, pemandangan berikut nya membuat yang menyaksikan di buat merinding. Ratusan tombak, perisai, berikut para prajurit pengguna senjata tersebut—meski tubuh mereka telah terpotong menjadi dua bagian—tidak langsung jatuh ke tanah. Melainkan Mereka membeku di udara dalam balutan warna putih keabuan.

​Sekilas, tampak satu atau dua prajurit yang terbelah itu bergetar hebat di dalam balutan energi putih keabuan, seolah hendak berteriak meluapkan penderitaan luar biasa yang mereka rasakan. Akan tetapi, energi putih keabuan itu tidak memberikan kesempatan bahkan sekadar untuk merintih kesakitan.

​"Hancur," ucap Yefan dingin tanpa belas kasihan.

​BOOM...

​Ledakan berikut nya yang mengerikan kembali meletus, menghancurkan seluruh benda apapun yang telah membeku itu menjadi serpihan debu.

​Kendati demikian, Yefan tampak memikirkan sesuatu. Kilatan kejam melintas di sepasang pupil mata hitamnya. dengan kehendaknya, jantung di dalam dadanya yang selama ini terdiam dan tidak berdetak kini berdenyut tipis, memicu riak-riak halus tak terlihat di pusat area ledakan, tanpa disadari oleh siapapun.

​Bersambung...

1
Ed Troivan
plagiat kau
Rozer Cros: diam Diam diam, 🥹
total 3 replies
Fajar Fathur rizky
bikin yefan jadi alkemis tingkat tinggi yang mana kaisar tianming sendiri harus berlutut dan memberi hormat bikin nanti yefan bantai klan yujin dan hancurkan kaisar itu beserta keluarganya kaisar itu
Fajar Fathur rizky
cepat bikin yefan bantai jendral
Rozer Cros
mksh kk ketitik nya.
aku cuma mau jelasin. ini karya hasil Kranggan ku sendiri kk, dan ga PP kalo KK ga percaya juga. dan terimakasih atas dukungan nya untuk karya ini meski tidak sebaik yang lain. 🙏🙏
intsomi: itu buzzer,jangan di liat komenannya,abaikan saja
total 5 replies
Ed Troivan
Author plagiat, ngga bakal ditamatin
Ed Troivan
Pasti ini karya plagiatmu lagi author tolol, kau bisa-bisanya menerjemahkannya lalu kau ubah nama tokoh-tokohnya makanya nggak kau lanjut novel Sang Penakluk... 👍
Rozer Cros: terima kasih kk udah dukung karya ini meski tidak sebaik yang lain. semoga sehat selalu kk
total 1 replies
Ed Troivan
kok rantaul
Ed Troivan: nggak bertanggung jawab lu Thor
total 4 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
Fajar Fathur rizky
nanti bikin yefan bantai keluarga yunjin dengan cara paling kejam dan sadis
Fajar Fathur rizky
cepat bantai yanfeng bikin ranah kultivasi yefan langsung naik ke ranah yang lebih tinggi dari ranah yanfeng
Farhan Sadewa
gereget BNR lihat tingkah laku Yulin zou ini 🤭
Ed Troivan: Author tolol
total 1 replies
Farhan Sadewa
membuat penassran
Farhan Sadewa
penuh misteri👍
Ed Troivan: penuh misteri🤣 author gak jelas. palingan ilang lagi nanti karena nggak bisa plagitin lagi
total 1 replies
Farhan Sadewa
penasarn
Farhan Sadewa
jadi penasaran🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!