20 Tahun sudah berlalu, Yunia sudah memiliki kehidupan keluarga yang cukup bahagia, namun ternyata ada yang disembunyikan yunia, bahwa ia hampir setiap malam bermimpi bertemu dengan sang masa lalu. Sang cinta pertama yang tidak benar benar pergi dari hatinya.
Lalu tanpa sengaja mereka tiba-tiba bertemu di dunia nyata, dan ternyata sang mantan pun sudah memiliki keluarga yang bahagia
yunia tidak bisa menampik jantungnya berdebar lebih kencang ketika kembali bertemu dengan sang pemilik mimpinya selama ini "Didi Permana Putra".
apa yang akan terjadi selanjutnya? apakah selama ini Didi pun memiliki mimpin yang sama dengan yunia?
bagaimana Yunia menata hatinya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss ii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
roti bakar
Sekitar 1 jam Pak Adam duduk di kursi tunggu di depan pintu kamar Yunia. Masih terdengar isak tangis Yunia. Tak lama kemudian go food pesanan pak Adam sampai. Rupanya menunggui Yunia menangis membuat pak Adam lapar, sudah habis 4 batang rokok dan sebotol minuman kopi di kursi tunggu.
Setelah menerima pesanan pak Adam mengetuk pintu kamar Yunia.
Yun ini ada roti bakar kamu makan dulu gih, biar lebih tenang, sekarang sudah hampir jam 9 lewat ya, saya mau pulang dulu, besok pagi saya ke sini lagi, ucap pak Adam pelan.
Yunia pun mendongak dan kaget ternyata pak Adam masih menemaninya di luar. Ia pun segera bangun dan menghampiri pak Adam di pintu.
Maaf ya pak saya hari ini banyak merepotkan bapak, huhuhu.... Yunia kembali menangis setelah selesai mengucapkan kalimat tadi.
Reflek pak Adam pun menarik Yunia dan memeluknya erat dan berbisik.
kamu boleh nangis sepuasnya malam ini, tapi kamu harus makan dulu ya, dan inget ada saya yang akan menemani kamu melalui semuanya, ucap pak Adam.
Dan pak Adam melepaskan pelukannya dan tiba-tiba reflek ia mencium kening Yunia cukup lama, sampai akhirnya Yunia sadar dan mendorong pak Adam.
pak maaaf saya... Saya... Terbata yunia tidak bisa melanjutkan perkataanya.
Pak Adam pun memegang kedua bahu yunia. It's ok Yun, saya pulang ya pamit pak Adam.
Yunia pun mengangguk.
Pak Adam pun pamit. Yunia terduduk di dipan kasurnya. Meraba kembali kening nya yang dicium oleh pak Adam tadi. Astaghfirullah ya Allah kenapa aku jadi begini, batin Yunia di hati.
Ya Yunia jadi semakin jauh pemikirannya, selama ini dia belum pernah bersentuhan dengan pria manapun. Tadi dia sangat menikmati pelukan dari pak Adam yang terasa membuat nya nyaman dan merasa di sayangi. Dan moment itu tiba-tiba jadi aneh ketika dia merasakan sesuatu yang basah menyentuh keningnya, ada yang menjalar di dirinya.
Ya Allah kok jadi tambah begini sih. Ini sepertinya fix pak Adam ada rasa sama aku, gimana ini ya Allah, yunia bicara sendiri.
Dan tiba krukkk krukkk... Perutnya yunia berbunyi, tepat pada saat wangi roti bakar tercium oleh Yunia.
Akhirnya Yunia bergegas ke kamar mandi mencuci mukanya, dan duduk di lantai menatap roti bakar yang di berikan oleh pak Adam. Di ambil potongan kecil oleh Yunia, dan ternyata rasanya enak pas di lidah manis dari coklat dan kejunya. Dan ternyata pak adam juga memesan minuman coklat.
Ya Allah ini gimana ya, saya berhutang banyak ke pak Adam, 30 juta itu gimana cara mulangin nya. Jual motor paling laku 15 juta. Kalo di jual gimana berangkat kuliahnya. Aaarrrggghhh yunia pun kembali menangis. Lepas dari keluarga toxic dia masuk ke lubang buaya ini namanya.
Akhirnya segera yunia meraih ponselnya dan mengetikkan pesan ke pak Adam.
Assalamualaikum Bapak punten saya minta waktu untuk mengembalikan uang yang bapak kirim ke keluarga saya tadi, tadinya saya mau jual motor saya, tapi saya bingung nanti saya berangkat kuliahnya dan kerjanya gimana kalo ga ada motor, kiranya bapak berkenan kalo saya cicil 500.000 per bulan ya pak, sekali lagi terimakasih banyak atas bantuannya, wassalamu'alaikum.
Terkirim statusnya, tapi belum dibaca oleh pak Adam.
Hufftt Yunia menghela nafasnya. Ini hari ter apes atau ter epic ya. Dibuang keluarga, di terima oleh laki-laki dan di cium pertama kali oleh pria yang selama ini bersikap judes padanya. Dan sekarang Yunia menikmati roti bakar dan coklat panasnya.
Tak terasa rotinya sudah termakan 3 slice dan minuman coklat panasnya sudah tinggal 1/2 nya.
Entah apa lagi cerita esok yang harus di hadapannya oleh Yunia.