NovelToon NovelToon
DUNIA X KEKACAUAN

DUNIA X KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi
Popularitas:582
Nilai: 5
Nama Author: YT FiksiChannel

Dien Moretz adalah sarjana pengangguran yang selalu gagal dalam wawancara kerja, karena memiliki kekurangan bibir sumbing yang menyebabkan komunikasinya tidak lancar dan dianggap sebuah beban. Suatu hari saat sedang mencari pekerjaan, tiba-tiba ada monster yang muncul dan memangsa orang-orang. Dien yang selamat akhirnya menyadari bahwa ada dunia lain, dunia yang berbeda dari yang dia jalankan selama ini. Dien yang tertarik dan tidak mendapatkan pekerjaan akhirnya memilih menjadi bagian dari dunia tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YT FiksiChannel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Monster Sihir Tingkat 8

Dien melirik kegelapan malam, hembusan angin membuat tubuhnya kedinginan, dan suara air mengalir terasa seperti ancaman. Dien tidak mengerti kenapa Seta dan yang lainnya begitu santai, seakan-akan tidak memiliki rasa takut sama sekali kepada kegelapan malam, padahal mereka berada di hutan liar yang penuh dengan mara bahaya. Mereka bukan berada di hutan biasa, namun mereka berada di hutan yang merupakan wilayah monster penghuni asli pulau merah (nama pulau dimana mereka berada). 

"Rileks sobat. Tidak perlu begitu tegang." Rudo menyentuh bahu Dien dan berkata sambil tersenyum. 

Karena refleknya Dien hampir saja memelintir tangan Rudo, namun dia sadar bahwa yang menyapanya adalah rekannya sendiri. Dien menghela nafas lega, lalu melihat kapten Seta dan Syifa yang berbincang ria, lalu matanya tertuju kepada Rudo yang tersenyum. 

"Apakah aman berdiam diri di satu tempat seperti ini? Bukankah ini sangat berbahaya?" Dien mengutarakan kekhawatirannya dengan posisi mereka. 

Seta menghentikan perbincangannya dengan Syifa, lalu melihat Dien dan tersenyum ramah.

"Tentu saja. Tempat ini sangat aman, selama kamu tidak keluar dari jangkauan formasi pelindung." Ucap Seta mengambil ikan panggang yang sudah matang dan memberikannya kepada Dien. 

Dien bingung, karena dia tidak melihat salah satu dari mereka menerapkan sihir formasi.

Syifa mengerti dengan kebingungan Dien. Wanita itu tersenyum kecil dan berkata. "Kau lihat empat bendera di sekitar kita?" 

Dien mengangguk.

“Makanlah! Jangan sungkan.” Tegur Rudo karena Dien tidak melakukan apapun kepada ikan bakar pemberian kapten Seta. 

Dien mengangguk dan menoleh kebelakang untuk melihat salah satu bendera yang dimaksud Syifa. 

“AHHH! MONSTER!!!” Pekik Dien ketakutan ketika menoleh ke belakang dan bertatapan dengan monster buaya besar. 

“Haha!” Rudo tertawa melihat Dien reflek mundur menjauh dengan ekspresi sangat ketakutan. 

Dien yang terlihat santai dan tampak begitu menikmati pertarungan ternyata bisa ketakutan dan menunjukkan wajah konyol. 

“Tenang sobat! Tenang! Mereka tidak akan bisa memakan mu selama kau masih di dalam formasi.” Ucap Rudo menahan tawanya. 

Dien yang ketakutan sadar dan hanya bisa menghela nafas malu. 

Syifa menggeleng kepala dengan senyuman tipis dan menggunakan energi spiritual melayangkan ikan bakar pengganti, karena ikan bakar sebelumnya terhempas entah kemana karena Dien melompat mundur ketakutan. 

“Terimakasih!” Dien tersenyum malu dan menggigit daging ikan bakar. 

"Bendera-bendera itu adalah pilar formasi sihir lingkaran monster. Termasuk senjata sihir tipe formasi. Empat bendera formasi itu membuat keberadaan kita tersembunyi dari dunia luar. Tidak akan ada monster yang akan menyadari keberadaan kita. Selama kita berada di dalam formasi, kita akan tetap aman." Jelas Syifa apa adanya dan menggigit ikan bakar yang merupakan makan malam mereka di tengah hutan penuh monster. 

“Lalu kenapa monster ini menatap kita?” Tanya Dien menunjuk monster buaya yang tampak mengawasi. 

"Formasi sihir lingkaran monster hanya berlaku untuk monster sihir tingkat 5 ke bawah. Monster sihir tingkat 6 ke atas akan langsung menyadari keberadaan kita. Jadi berdoalah agar tidak bertemu monster sihir tingkat 6. Ah… mungkin buaya ini…" Rudo tidak menyelesaikan ucapannya dan melirik ketakutan monster buaya tersebut. 

Dien seketika waspada dengan pergerakan monster buaya tersebut. 

"Jangan membuatnya takut!" Tegur Syifa kesal.

"Haha. Jangan khawatir, Tuhan akan melindunginya.” Balas Rudo tertawa mengejek dan berkata tanpa rasa bersalah. 

Seta yang percaya dengan keberadaan Tuhan langsung paham tawa mengejek itu ditujukan kepada siapa. Tawa mengejek itu jelas bukan ditujukan kepada Dien, namun kepada dirinya. Meskipun diprovokasi, Seta hanya menggeleng kepala sebagai tanggapan. 

Dien hanya bisa tersenyum aneh dan merasa tiga orang itu terlalu santai. Dien melihat Aamon yang bermeditasi dan tidak peduli dengan apapun. Aamon tampaknya benar-benar tidak terganggu oleh keramaian orang-orang disekitarnya.

"Dien, monster atribut apa yang kamu inginkan?" Tanya Seta melihat Dien lebih seksama. 

"Monster sihir tingkat 2 dengan atribut yang berhubungan dengan jiwa. Seperti monster atribut ilusi, manipulasi, pengendali roh, atau monster yang memiliki atribut serangan mental." Balas Dien apa adanya.

"Seingatku, ramuan lima elemen membutuhkan 2 tetes esensi darah monster tingkat 8 sebagai bahan pelengkap. Apakah kamu tidak mau mengumpulkannya sekalian?" Tanya Rudo setelah mengingat-ingat. 

"Bukankah organisasi yang akan menyiapkannya?" Tanya Dien mengerutkan kening.

Seingat Dien, dia hanya perlu menyiapkan bahan utama ramuan, sementara bahan pelengkap sudah disiapkan Pasukan malam.

"Haha. Itu memang benar sobatku, namun harganya terlalu mahal. Lebih baik kau menyiapkan semua bahannya sendiri, daripada mengeluarkan uang." Balas Rudo apa adanya. 

"Rudo, jangan menipu bocah polos ini." Tegur Syifa kembali, lalu melihat Dien dan tersenyum ramah. 

Rudo hanya mengangkat bahu, seakan-akan tidak mengerti. Dien sendiri merasa seperti diperlakukan sebagai anak-anak oleh tiga orang tersebut. 

"Dien jangan mendengarkan bajingan ateis ini. Semua bahan pelengkap ramuan lima elemen gratis. Untuk naik ke tingkat selanjutnya, baru tidak gratis dan sangat mahal." Ucap Syifa memberitahu apa adanya.

Dien mengangguk mengerti, lalu tidur karena terlalu lelah menghadapi kelakuan Seta, Rudo, dan Syifa. 

Seta tersenyum kecil dan melihat Aamon yang masih bermeditasi.

Keesokan harinya. 

ROAR! 

Harimau putih meraung ganas, menerkam monster ular piton. Ular piton menghindar dan langsung melilit tubuh Harimau putih, berniat meremukkan tubuh sang lawan. 

Harimau putih meraung dan berusaha melepaskan diri dengan mencakar tubuh sang lawan, serta menggigit batang leher ular piton raksasa tersebut. Ular piton berteriak kesakitan, namun lilitannya semakin kuat dan menyebabkan bunyi tulang retak. Darah terus keluar disetiap luka cakaran dan gigitan sang Harimau putih. 

GHAA! 

Ular piton meraung ganas, menciptakan tombak tanah yang menusuk Harimau putih dari bawah tanah. Tombak tanah itu menembus rahang bawah sang Harimau hingga ke sisi lainnya. 

Harimau putih masih berusaha lepas dari lilitan ular piton raksasa, namun lilitan sang lawan terlalu kuat, dan tombak tanah semakin dalam menusuk. 

Hujan! 

Tiba-tiba hujan turun dengan deras menghantam bumi, membuat suasana berubah seketika. Harimau putih meraung memekakkan telinga, menciptakan energi tipis yang menyelimuti tubuh mereka dari hujan. Harimau putih menggunakan atribut sihir bawaannya.

Hujan yang tampaknya tidak berbahaya, menjadi sangat berbahaya bagi sang monster ular piton raksasa. Tetesan hujan menembus tubuh sang ular, membuat air hujan menjadi merah darah. 

Ular piton melepaskan lilitannya, dan menjauh dari Harimau putih yang dikurung energi tipis layaknya sangkar. 

"Tampaknya atribut bawaan Harimau putih berhubungan dengan menambah kekuatan atau menjadikan apapun sebagai senjata yang sangat mematikan. Energi tipis yang mengelilinginya seperti sangkar, tampaknya jangkauan area atribut bawaannya." Syifa menganalisis atribut bawaan monster Harimau putih.

"Monster ular piton jelas memiliki atribut bawaan elemen tanah." Lanjut Syifa menebak dengan mudah atribut bawaan monster ular piton. 

Harimau putih melepaskan bola energi dari mulutnya. Bola energi itu langsung menghantam sang piton, membuat ular itu terdorong jauh dan mengalami luka yang sangat parah. 

Ledakan mengerikan! 

Area pertarungan mereka semakin hancur lebur akibat ledakan bola energi.

Tusukan! 

Harimau putih berlari dan melompat menyerang sang ular, namun lawannya menciptakan tombak tanah yang langsung menembus leher Harimau putih.

Tusukan tombak bercabang! 

Tiba-tiba tombak tanah merobek dan keluar dari tubuh Harimau putih, membuat monster itu sekarat dan hampir mati. Ular piton meraung dan melilit tubuh monster Harimau putih yang sekarat. 

Harimau putih tampaknya tidak mau menyerah, dan kembali menggunakan atribut bawaannya, membuat energi tipis menyelimuti mereka, membuat mereka seperti terkurung dalam sangkar energi.

Tetesan hujan semakin tajam menghantam tubuh ular piton raksasa. Membuat sang ular terluka parah, tubuhnya bolong-bolong, dan darah segar terus mengalir. 

Ledakan api!!!

Pertarungan dua monster sihir tingkat 8 itu berada pada puncaknya, saat itulah Syifa menyerang dengan sihir api dan membakar dua monster tersebut sekaligus. 

Dua monster sihir tingkat 8 itu harus menerima nasibnya, yaitu terbunuh akibat serangan diam-diam dari manusia yang menonton pertarungan mereka dari samping. 

Bersambung. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!