NovelToon NovelToon
Cinta Wanita Pedang

Cinta Wanita Pedang

Status: tamat
Genre:Cinta Istana/Kuno / Fantasi / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

Bagaimana jadinya, hidup kembali sebagai wanita ahli pedang di zaman kuno?

Sudah pastinya begitu tidak menyenangkan, Anya seorang dokter Bedah yang meninggal karena di khianati oleh seorang sahabat nya.

Ia bereinkarnasi menjadi wanita ahli pedang di zaman Kerajaan China kuno. Bagaimana kisah nya?


Baca kisahnya... Di

— Cinta Wanita Pedang —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Rasa bersalah

Anya dan Yan Qian menunggangi si hitam, kuda itu melesat cepat ke kaki gunung yang dimana jutaan tanaman herbal terdapat di kaki gunung tersebut. Namun jaraknya begitu jauh sekali berada di salah satu desa Bambu menangis Desa yang bisa di tempuh dua hari kalau lewat jalan darat,

Anya melirik ke Yan Qian yang berada di belakang nya, " Putera mahkota apakah sangat lama ke Gunung Matahari terbit? " Tanya Anya dengan suara ingin tahu

" Gunung matahari terbit ada di desa Bambu menangis, jaraknya sangatlah jauh sekali Tuan Puteri " Sahut Yan Qian matanya menatap fokus ke depan

Anya mengigit bibir nya penuh ketakutan, yang ia takutkan satu permaisuri tidak bisa bertahan lama — hanya karena satu tanaman herbal saja.

" Tidak usah khawatir Ibunda akan baik-baik saja! " Perkataan itu membuat Anya menoleh ke belakang. Menatap heran Yan Qian

" Kenapa kamu tahu kalau aku cemas dengan Yang Mulia ratu? " Tanya Anya heran

" Dari wajahmu terlihat jelas " Sahut Yan Qian sembari terkekeh kecil, Anya hanya mangut-mangut mendengarnya ia tidak ingin bertanya lebih banyak lagi ia letih sekali.

𝘒𝘳𝘢𝘢𝘢𝘬𝘬!

Kuda menghentikan langkahnya, membuat Anya keheranan ia menatap Yan Qian untuk meminta jawaban. Lelaki itu memegangi kedua bahu Anya " Turunlah, kita istirahat di dekat sini saat fajar kita lanjutkan perjalanan kita " Cakap Yan Qian sembari turun dari si hitam

Ia membantu Anya yang kurang semangat itu turun, gadis itu seperti nya sedang tidak baik-baik saja Yan Qian mengelus pelan si hitam membiarkan si Hitam ke semak-semak.

Yan Qian dengan cepat membangun tenda untuk mereka berdua sayangnya ia hanya bawa satu tenda, Anya menatap kosong langit yang hampa tidak ada bintang dan bulan seperti biasanya ia lihat tangannya tergerak mengusap — kalung liontin gioknya.

" 𝘔𝘢.. 𝘈𝘯𝘺𝘢 𝘳𝘪𝘯𝘥𝘶, 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘥𝘪 𝘵𝘶𝘨𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘯𝘦𝘨𝘦𝘳𝘪 𝘪𝘯𝘪?... 𝘈𝘯𝘺𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘯𝘥𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯! " Batin Anya tidak terasa dua tetesan air mata jatuh dari pelupuk matanya,

" 𝘈𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘣𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘴𝘪𝘯𝘪, 𝘳𝘢𝘵𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘥𝘢𝘳 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘤𝘶𝘯 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘣𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘸𝘢𝘴𝘱𝘢𝘥𝘢. " Batin Anya penuh penyesalan

𝘗𝘭𝘶𝘬!

Sebuah Jubah hangat membuat Anya mengangkat pandangannya ke arah lelaki yang berada di belakang nya,

" Kenapa kau lakukan ini?, udara disini sangatlah dingin pakailah jaket jubahmu! " Anya melepaskan Jubah tersebut lalu memakaikannya ke Yan Qian namun lelaki itu menolak.

" Biar saja kau yang pakai, wanita itu gampang sakit " Sahut Yan Qian sembari menaruh kayu hasil dari pencariannya ke tanah, lelaki itu nampak begitu lincah menyalakan api membuat Anya tersenyum

" Kau tahu caranya buat api? " Tanya Anya takjub bukankah seorang calon raja tidak tahu hal seperti ini?

" Kamu lupa aku adalah Putera mahkota pemimpin perang? " Tanya balik Yan Qian membuat Anya memalingkan wajahnya entah kenapa ia merasa kesal sekali dengan Yan Qian,

Tetiba satu tetes air mata mengalir di pipi gadis itu membuat Yan Qian menoleh ke Anya, gadis itu sedang menyeka buliran bening yang suci itu

" Ada yang menganjal? " Tanya Yan Qian dengan suara penuh perhatian

Anya mengangguk kan kepalanya " Baru kali ini dalam hidup aku merasa, bersalah sangat — sangat besar " Ungkap Anya

" Bersalah dalam hal apa? " Tanya Yan Qian penuh selidik tatapan matanya menelisik gadis yang ada di sampingnya,

" Kenapa aku ngga bisa deteksi kalau makanan yang di makan ibunda ratu, ada racunnya?.. Aku bersalah! " Ungkap Anya ia menutupi wajahnya dengan kedua belah tangan nya ia terisak penuh penyesalan,

" Aku seorang dokter tapi aku gagal lindungi orang!, aku ngga becus harusnya aku waspada!.. Aku gagal " Gumam Anya dengan mata yang berair.

Yan Qian yang tahu kalau gadis itu sedang terluka ia membawa gadis itu ke pelukannya, Anya tidak menolak ia mengeratkan pelukanya

" Kamu tidak gagal!, ingat para rakyat prajurit panglima, saat perang?.. Kamu yang sembuh kan mereka bukan kesalahan kamu tentang racun Ibunda! " Kata Yan Qian dengan suara yang menghangatkan hati Anya

Lelaki itu mengurai pelukan mereka, ia memegangi kedua bahu Anya lalu menatapnya tepat di kedua bola matanya.

" Kamu wanita yang hebat, gadis bermata pedang yang membuat kerajaan kita bersinar asal kamu tahu aku bertekad menjadi seorang ahli pedang karena kamu! " Ungkap Yan Qian dengan suara lembut

" Maksud kamu? " Tanya Anya dengan suara heran menatap Yan Qian dengan tatapan penuh tanya

" Puteri Agung, kau sangat pelupa bukankah kita satu Perguruan bela diri?.. Puteri Agung aku mencintaimu dengan segala keahlian pedangmu! " Ungkap Yan Qian

" Terimakasih Putera mahkota, Tapi " Wajah Anya berubah masam seketika " Bisakah jangan melamar di dekat hutan?, apakah tidak ada tempat selain hutan? Yang bagusan dikit apa! " Kesal Anya

" Aku butuh jawaban mu! "

" Selepas kita dapat obat untuk Ibunda ratu, aku akan menjawab nya " Sahut Anya asal

" Baiklah aku tunggu itu! "

" Aku harap kamu tidak kecewa " Gumam Anya sembari bangkit dan masuk ke tenda mereka

1
Memey
Bagus ceritanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!