NovelToon NovelToon
‎The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn

‎The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: MUSTIKA DEWI

‎"Dulu Ku tulis takdirmu untuk menderita, sekarang malah..aku yang harus bertarung nyawa merubah takdir itu." ‎ ‎Ling Xie seorang penulis novel kolosal, tidak sengaja terjebak ke dalam cerita novelnya sendiri. Ia terbangun ke dalam cerita nya sendiri. Ia terkejut mendapati dirinya terbangun dari tidur, dan masuk ke dalam tubuh putri Jin Ling Xie. Seorang protagonis, yang ia ciptakan untuk hidup sengsara, seorang putri yang terbuang, dan di fitnah sebagai wanita murahan, oleh Putri Li Mei Feng seorang putri palsu dari kerajaan Feng Ling. ‎ ‎Di dunia yang kejam ini, ia harus bertahan hidup dengan bantuan Sistem. Misinya sungguh berat dan tidak main-main. Ia harus mengembalikan takdir putri yang terbuang itu, untuk merebut posisi putri mahkota Kerajaan Feng Ling yang asli, dari tangan Li Mei Feng si putri palsu itu. Serta merebut kembali jodoh sejatinya yaitu seorang pangeran Zhong Yang. Dan membersihkan nama baik Ibu kandung nya, Selir Agung Ling Mei Rong dari fitnahan Yan Shi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MUSTIKA DEWI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cahaya di Tengah Kabut Musibah

     Hari itu, Ling Xie berangkat menuju dusun-dusun yang terdampak wabah bersama kedua kakaknya. Sesampainya di sana, mata mereka disuguhi pemandangan yang memilukan, begitu banyak warga yang menderita terserang penyakit kulit aneh itu. Setelah memastikan kondisi di lapangan, mereka pun segera kembali ke Istana Kerajaan Feng Ling.

Sesampainya di istana, Ling Xie segera mengumpulkan seluruh dayang dan pelayan di halaman istana. Ia pun melatih mereka secara langsung tentang tata cara pengobatan dasar dan cara merawat orang sakit dengan tepat, ilmu yang kelak akan sangat berguna bagi semua orang.

    Benar saja, hanya dalam waktu beberapa jam pelatihan, para dayang dan pelayan itu sudah mampu memahami dan menguasai apa yang diajarkan. Maka Ling Xie membagikan kepada masing-masing dari mereka sebuah kotak peralatan kesehatan yang telah disiapkan khusus.

 Tak hanya itu, Ling Xie juga segera mengundang dan bekerja sama dengan seluruh tabib kepercayaan Istana Kerajaan Feng Ling. Mereka akan bergabung bahu-membahu, memadukan ilmu pengobatan istana dengan pengalaman lapangan Ling Xie, untuk bersama-sama mengatasi wabah yang sedang merebak dengan cepat ini.

   Ada lima orang tabib terbaik di istana, semuanya jauh lebih senior daripada Ling Xie. Namun tak ada satu pun yang menyangka, kemahiran Ling Xie dalam menyembuhkan penyakit yang sulit diobati adalah warisan ilmu dari seorang Guru Tabib Sakti di Gunung Emas, tempat ia bertahun-tahun belajar saat masih kecil. Lokasi gunung itu tersembunyi tepat di belakang Dusun Bara Rendah, dan sang guru dikenal sangat sulit ditemui, tak sembarangan orang pun diizinkan untuk menemuinya.

 Sementara itu, di tempat yang tersembunyi, Li Mei Feng diam-diam menemui sosok bertopeng hitam keemasan, yang tak lain adalah ibunya sendiri, Yan Shi. Pertemuan ini berlangsung di ruangan rahasia yang tersembunyi di balik perpustakaan istana. Li Mei Feng bergerak mengendap-endap masuk ke sana, ia sudah hafal betul cara membuka pintu rahasia itu.

      Di dalam ruangan yang remang-remang itu, Yan Shi sudah duduk menunggu, sambil meneguk secangkir teh krisan hangat.

"Ibu... tahukah Ibu kabar apa yang akan hamba sampaikan hari ini?" tanya Li Mei Feng memulai percakapan dengan nada rendah.

Mendengar itu, Yan Shi tiba-tiba berdiri dan menghentakkan cangkir tehnya dengan keras ke atas meja, hingga isinya tumpah membasahi permukaan kayu.

"Kabar apa? Cepat katakan sekarang!" sahutnya dengan nada tak sabar dan tajam.

"Hamba sudah berhasil membuat seluruh rakyat Kerajaan Feng Ling terkena wabah penyakit kulit yang menular. Ayahanda Kaisar kini pasti sedang kebingungan sekaligus panik, tak tahu bagaimana cara menyembuhkannya," ujar Li Mei Feng dengan senyum licik yang merekah di wajahnya.

"Benarkah? Itu adalah awal dari kehancuran Keluarga Kerajaan Jin Feng dan seluruh Kerajaan Feng Ling!" sahut Yan Shi, lalu tertawa panjang dengan nada yang penuh kelicikan dan kemenangan.

"Lalu, apa langkah selanjutnya, Ibu?" tanya Li Mei Feng.

"Teruslah berpura-pura menjadi gadis baik hati dan tampak sedih atas musibah ini. Mereka takkan pernah menyangka, bahwa di balik semua ini, kita sedang menuntut balas dendam kepada mereka," sahut Yan Shi pelan, sambil melangkah mendekat dan menepuk pundak anaknya dengan tatapan tajam.

Sementara itu, di kediaman Ibu Suri Zhao He, suasana masih tampak tenang. Ibu Suri sedang duduk di kursi malas, sementara pelayan setianya, Si Yi, menuangkan teh krisan hangat ke dalam cangkir porselen berhias emas, lalu menyuguhkannya dengan sopan.

"Si Yi," panggil Ibu Suri pelan, "apakah pakaian untukku sudah disiapkan? Satu minggu lagi kita akan mengadakan perjamuan agung bersama tiga kerajaan seberang."

"Yang Mulia Ibu Suri Zhao He," sahut Dayang Si Yi sambil membungkuk, "hamba sudah menyiapkan beberapa set pakaian khusus yang baru ditenun untuk acara tersebut. Semuanya sudah tersusun rapi di dalam lemari perhiasan Yang Mulia."

Belum sempat Ibu Suri menyantap tehnya, tiba-tiba datanglah Penasihat Kerajaan Ying Mo,

orang kepercayaan istana yang datang khusus untuk menyampaikan kabar yang sangat penting. Di depan pintu paviliun, dua pengawal yang berjaga segera menegakkan tubuh.

"Yang Mulia Penasihat Ying Mo," sahut salah satu pengawal sambil menunduk hormat.

"Bukakan pintu," ujar Ying Mo dengan suara tegas dan berwibawa, tak biasa terdengar darinya. "Aku harus segera menemui Ibu Suri Zhao He. Berita ini sangat mendesak."

Penasihat Ying Mo pun melangkah masuk. Sesampainya di depan pintu kamar pribadi Ibu Suri Zhao He, kedua pengawal yang berjaga meluruskan tombak yang semula tersilang sebagai tanda penghormatan.

"Silakan masuk, Yang Mulia Penasihat Ying Mo," ucap salah satu pengawal itu.

Di dalam kamar, Dayang Senior Si Yi segera mendekat dan membisikkan laporan kepada Ibu Suri. "Yang Mulia, Penasihat Kekaisaran Ying Mo datang ke sini untuk menemui Yang Mulia."

"Suruh dia masuk," sahut Ibu Suri Zhao He tenang, lalu perlahan meneguk teh krisan hangat di tangannya.

"Baik, Yang Mulia," jawab Si Yi sambil membungkuk. Ia pun berjalan ke depan pintu, membukanya lebar-lebar, lalu memberi salam hormat kepada tamu itu.

"Yang Mulia Penasihat Ying Mo, silakan masuk. Ibu Suri Zhao He sudah menunggu di dalam," ujarnya dengan lembut.

Penasihat Ying Mo pun melangkah masuk ke dalam kamar pribadi itu. Di sana, Ibu Suri Zhao He sudah duduk di kursi utamanya dengan sikap yang sangat anggun dan berwibawa. Ying Mo segera membungkukkan badan sepenuhnya, memberikan penghormatan tertinggi.

"Hamba menghaturkan hormat, Yang Mulia Ibu Suri Zhao He. Hamba datang menghadap," ucapnya dengan suara penuh kesopanan.

"Ada apa, Penasihat Ying Mo? Hal penting apa yang membawamu menemui hamba secara mendadak seperti ini?" tanya Ibu Suri dengan nada yang tenang namun berwibawa.

"Ampun Yang Mulia," jawab Ying Mo pelan namun mantap. "Hamba ingin menyampaikan berita bahwa beberapa daerah di sekitar Kerajaan Feng Ling kini dilanda wabah penyakit kulit yang sangat menular. Bahkan puluhan hingga ratusan prajurit penjaga pun telah ikut terkena dampaknya."

Mendengar itu, Ibu Suri Zhao He tiba-tiba berdiri tegak dengan wajah pucat.

"Apa katamu? Bagaimana bisa hal ini terjadi? Dan kejadian ini bertepatan persis dengan waktu perjamuan agung bersama tiga kerajaan seberang!" serunya tak percaya.

"Apakah Kaisar sudah mengetahui hal ini? Dan mengapa para tabib istana belum bertindak?" tanyanya kembali dengan cemas.

"Ampun Yang Mulia, Kaisar Jin Feng sudah mengetahui sepenuhnya," jelas Ying Mo. "Namun Yang Mulia Putri Ling Xie telah maju terlebih dahulu, beliau mengumpulkan dayang dan pelayan istana untuk dilatih merawat korban, serta mengajak seluruh tabib istana untuk bersatu padu menanggulangi musibah ini."

~ ~ ~ *BERSAMBUNG*~~~~

1
MUSTIKA DEWI
iya, terima kasih banyak ya.🙏
MUSTIKA DEWI
Maaf, ya. terima kasih banyak sudah koreksi, maklum lah. banyak yg kurang nya🙏
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kak koreksi lebih sopan panggil ibu suri aja dari pada nyonya 🙏🙏🙏🙏
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
hai kak mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!