NovelToon NovelToon
PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Tiga tahun setelah perang besar melawan Abyss, dunia tak pernah benar-benar pulih.

Retakan neraka muncul di berbagai penjuru benua, memuntahkan monster, iblis, dan roh-roh jahat yang merasuki manusia.

Rowan Desmond, kesatria terkuat dari Kerajaan Aurelius telah menghabiskan tiga tahun memburu petaka yang tak kunjung berakhir.

Sampai suatu malam Rowan menangkap seorang pencuri bernama Cecilia Landon yang mencuri relik kuno milik kerajaan. Namun Cecilia menyimpan kemampuan besar, dimana ia dapat melihat roh, mendengar bisikan arwah, dan memurnikan kegelapan yang sangat dibutuhkan oleh Rowan.

Rowan akhirnya membuat sebuah perjanjian; Ia akan membantu Cecilia mengumpulkan relik-relik yang diburunya. Sebagai gantinya, Cecilia harus membantu Rowan menghadapi roh-roh yang mengancam seluruh benua.

Namun semakin jauh perjalanan mereka, semakin banyak rahasia yang terkuak, tentang Cecilia yang ternyata terkutuk.

Akankah mereka mampu menyelamatkan dunia atau justru kehilangan satu sama lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22. PENYELAMATAN

Malam purnama masih menggantung tinggi di atas langit Kerajaan Aurelius. Cahaya bulan yang keperakan membanjiri taman kerajaan, membuat altar ritual tampak seperti berada di dunia yang berbeda.

Tidak ada seorang pun yang berbicara, hanya suara selain desir angin malam.

Dan di depan altar Cecilia berdiri dengan gaun putihnya. Lonceng ritual berada di tangan kanan. Rambut pirang platinumnya berkilauan diterpa cahaya bulan. Sementara di sekelilingnya, ratusan arwah masih mengawasi dari balik pembatas garam.

Pemandangan yang membuat sebagian besar kesatria kerajaan masih sulit memercayai kenyataan.

Bahkan hingga saat ini Kaisar Aurelius masih beberapa kali melirik ke arah sosok-sosok transparan yang berkeliaran di luar pembatas.

Sebagian besar tampak seperti manusia biasa. Namun sebagian lainnya membuat bulu kuduk siapa pun berdiri.

Dan fakta bahwa Cecilia selama ini hidup sambil melihat mereka setiap hari membuat rasa hormat mereka kepada gadis itu semakin bertambah.

Di sisi altar Garrick melangkah maju.

Kesatria paruh baya itu membawa sebuah genderang besar yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Alat itu bukan sekadar instrumen musik.

Melainkan bagian penting dalam ritual yang biasa digunakan Cecilia sejak masih berada di Donovan.

Bahkan dahulu ketika kerajaan itu masih berdiri. Garrick selalu berada di sisi Cecilia setiap kali ritual besar dilakukan. Ia tahu persis apa yang harus dilakukan.

Keduanya tidak perlu berbicara. Mereka sudah terlalu lama bekerja bersama. Satu anggukan kecil sudah cukup.

Garrick mengangkat pemukul genderangnya.

Lalu ...

DUMMMM!

Suara dentuman besar mengguncang taman. Para kesatria refleks menegakkan tubuh. Getarannya terasa hingga ke dada.

DUMMMM!

Dentuman kedua menyusul.

Kemudian ketiga.

Keempat.

Lalu mulai membentuk ritme yang stabil, dan ritual pun dimulai.

Cecilia perlahan bergerak, langkah pertama tampak pelan dan ringan, seolah tidak memiliki berat.

Lonceng ritual di tangannya berbunyi lembut.

Cing!

Cing!

Cing!

Suara lonceng berpadu dengan dentuman genderang. Menciptakan harmoni yang aneh, namun memiliki keindahan yang sulit dijelaskan.

Mata semua orang tertuju kepada sang gadis. Bahkan para arwah di luar pembatas ikut terdiam untuk mengawasi.

Cecilia melangkah memutari altar. Gaunnya berputar mengikuti gerak tubuhnya. Lengan rampingnya bergerak lembut seperti daun yang terbawa angin. Seperti tarian yang telah diwariskan selama ribuan tahun.

Tidak ada gerakan yang sia-sia atau langkah yang salah. Semuanya mengandung makn dan memiliki tujuan.

DUMMMM!

DUMMMM!

DUMMMM!

Genderang Garrick mulai berubah lebih cepat, kuat, dan dalam.

Cecilia ikut berubah, gerakannya menjadi semakin cepat. Suara lonceng mulai bertambah rapat dan keras

CING!

CING!

CING!

CING!

Lonceng dan genderang kini saling bersahutan. Menciptakan resonansi yang membuat udara di sekitar altar bergetar.

Para kesatria mulai merasakan sesuatu. Perasaan aneh seolah dunia di sekitar mereka sedang bergeser.

Rowan merasakan bulu kuduknya berdiri.

Kaisar menyipitkan mata.

Caelum menahan napas.

Bahkan Alaric yang telah menghadapi berbagai pertempuran besar sepanjang hidupnya merasakan tekanan yang sulit dijelaskan.

Energi yang keluar dari tubuh Cecilia semakin kuat dan jelas. Cahaya keperakan mulai mengelilingi tubuh gadis itu.

Bersatu dengan cahaya bulan.

Dan tarian itu terus berlangsung semakin cepat, tajam, dan liar.

DUM!

DUM!

DUM!

DUM!

CING!

CING!

CING!

CING!

Kini suara lonceng hampir berubah menjadi hujan gemerincing.

Gerakan Cecilia menjadi sangat cepat, namun tetap indah dan teratur. Tidak ada satu pun gerakan yang kehilangan ritme. Rasanya seperti melihat seseorang sedang menari di antara dunia.

Lalu mendadak.

Semuanya berhenti.

Tidak ada peringatan.

Tidak ada tanda.

Cecilia yang sedang bergerak tiba-tiba membeku tepat ketika tabuhan genderang yang Garrick mainkan berhenti.

Cecilia tidak bergerak sedikit pun, mata gadis itu terbuka namun kosong.Tidak ada fokus seolah tak ada kehidupan.

Keheningan menyelimuti taman. Semua orang menahan napas dan bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya.

Kemudian Garrick berkata dengan tenang, "Nona sudah masuk ke Alam Arwah."

Tak seorang pun langsung menjawab, karena mereka masih terpaku dan terkesima. Masih merinding akibat ritual yang baru saja mereka saksikan.

Bahkan Rowan masih menatap Cecilia yang berdiri diam.

Tubuhnya ada di sana namun jiwanya tidak.

Perasaan itu membuat dada Rowan terasa tidak nyaman. Khawatir luar biasa jika sesuatu terjadi pada sang gadis.

Alaric memerhatikan keponakannya itu sekilas, lalu menghela napas pelan. Namun tidak mengatakan apa pun karena bahkan dirinya sendiri juga mulai khawatir.

Alam Arwah bukan tempat yang ramah dan bisa mereka datangi ketika mereka ingin.

Dan sekarang semuanya bergantung pada Cecilia.

Sementara itu di tempat lain.

Cecilia membuka mata dan dunia berubah.

Langit, tanah, kabut semua hitam dan merah Tidak ada bulan, bintang, pohon, kehidupan, atau apa pun. Hanya kehampaan dan suara tangisan, jeritan, hingga bisikan yang menganggu akal sehat.

Ribuan suara yang saling bertumpuk. Membuat tempat itu terasa seperti mimpi buruk tanpa akhir.

Cecilia menarik napas panjang. Meski sudah pernah masuk ke tempat seperti ini. Alam Arwah tetap membuatnya merinding karena tidak peduli seberapa sering seseorang melihatnya, tempat ini tidak pernah terasa normal.

Sang gadis segera bergerak. Waktu sangat berharga. Tubuh fisiknya tidak akan mampu bertahan selamanya. Dan energi yang ia gunakan untuk memertahankan gerbang juga terus terkuras.

"Aku harus cepat," gumamnya.

Kemudian ia mulai berlari seraya melihat sekeliling.

"Permaisuri Seraphina!" suara Cecilia menggema.

"Permaisuri Seraphina!"

Tidak ada jawaban.

Hanya kabut dan bisikan mengerikan. Serta bayangan-bayangan mengerikan yang berkeliaran di kejauhan.

Cecilia terus bergerak. Matanya mengawasi sekeliling karena bahaya di Alam Arwah tidak selalu datang dari depan.

Dan jika ia lengah sedikit saja maka dirinya akan menjadi santapan penghuni tempat ini.

Tiba-tiba sosok hitam melintas, membuat Cecilia langsung bersembunyi di balik reruntuhan batu.

Makhluk itu berjalan perlahan, tubuhnya tinggi dan kurus. Lengannya terlalu panjang. Kepalanya menggantung terbalik. Matanya berjumlah puluhan, dan semua bergerak ke arah berbeda.

Cecilia menahan napas.

Makhluk itu adalah salah satu penjaga wilayah arwah. Makhluk yang tidak boleh menarik perhatian.

Beberapa detik kemudian.

Makhluk itu pergi, barulah Cecilia kembali bergerak.

Ia terus mencari.

Terus memanggil.

"Permaisuri Seraphina!"

"Permaisuri!"

Masih tidak ada jawaban, yang muncul justru berbagai makhluk lain.

Arwah tanpa wajah.

Roh yang merangkak dengan empat kaki.

Manusia yang tubuhnya dipenuhi mulut.

Monster dengan kepala bayi.

Dan berbagai hal yang bahkan sulit dijelaskan.

Untungnya Cecilia cukup berpengalaman untuk menghindari mereka. Ia bergerak cepat. Bersembunyi. Menghindar. Memanfaatkan jalur-jalur yang lebih aman. Namun semakin jauh ia masuk, semakin buruk keadaan sekitarnya.

Kabut menjadi lebih tebal.

Jeritan menjadi lebih jelas.

Dan energi kutukan mulai terasa.

"Sudah dekat," gumam Cecilia.

Karena jiwa yang ditahan kutukan biasanya akan berada di wilayah yang dijaga roh-roh jahat.

Dan benar saja.

Tak lama kemudian Cecilia mendengar suara seseorang berteriak.

"Tolong!"

Cecilia membeku.

Itu suara wanita. Dan sangat jelas.

Cecilia langsung berlari menuju sumber suara melewati kabut, batu-batu hitam, dan pohon mati yang bentuknya seperti tangan manusia.

Lalu Cecilia melihatnya.

Seorang wanita dengan rambut pirang keemasan.

Gaun putih yang sudah kotor, wajah pucat dengan mata penuh ketakutan.

Itu Permaisuri Seraphina, Beliau sedang berlari sekuat tenaga, dan di belakangnya ada sesuatu yang mengejarnya.

Makhluk raksasa. Tubuhnya seperti kumpulan daging hitam dengan memiliki banyak kepala. Mungkin ratusan.

Semua kepala itu berteriak. Menangi, tertawa, menjerit dalam waktu bersamaan. Suara mengerikan itu memenuhi seluruh area.

Permaisuri hampir terjatuh, makhluk itu semakin mendekat.

Satu kepala besar membuka mulutnya, bersiap menelan sang Permaisuri.

Mata Cecilia menyipit. "Tidak akan kubiarkan."

Sang gadis melompat keluar dari persembunyian. Kedua kakinya menghantam tanah.

Permaisuri menoleh, matanya membesar karena seseorang tiba-tiba muncul di hadapannya.

Cecilia langsung mengangkat tanga. Jari telunjuk dan jari tengahnya menyatu membentuk segel. Bibirnya mulai merapal mantra kuno. Bahasa para penjaga gerbang arwah. Bahasa yang tidak lagi digunakan manusia.

Energi biru terang muncul di sekitar tubuhnya. Mata Cecilia bersinar seperti sesuatu merasuki dirinya.

"Atas nama penjaga jalan antara hidup dan mati. Atas nama bulan yang menerangi kegelapan. Atas nama batas yang memisahkan dunia. Lakukan penyegelan untuk jiwa yang dilaknat," rapal Cecilia.

Tangannya mengarah ke monster itu.

Dan saat itulah ...

BOOOOM!

Cahaya biru meledak. Sebuah kotak raksasa transparan muncul dari tanah. Terbuat dari energi biru menyerupai kaca. Kotak itu langsung mengurung makhluk berkepala banyak tersebut.

Monster itu menghantam dinding energi.

BRAK!

BRAK!

BRAK!

Namun tidak berhasil keluar. Jeritan puluhan kepalanya menggema ke seluruh wilayah, membuat kabut dan tanah bergetar. Lebih membahayakan membuat para roh di kejauhan menoleh dan mendekat.

Namun Cecilia tidak peduli, karena waktunya sedikit. Ia langsung berlari menuju Permaisuri.

"Yang Mulia!"

Permaisuri Seraphina terengah-engah, matanya membesar. Menatap gadis yang tiba-tiba muncul.

"S-siapa?" tanya Permaisuri dengan wajah takut-takut.

Cecilia segera meraih tangan sang Permaisuri untuk menenangkannya dan berkata, "Saya Cecilia datang menjemput Anda atas permintaan Kaisar, Rowan, dan Putra Mahkota."

Mata Permaisuri langsung berkaca-kaca mendengar tiga nama yang tidak mungkin tidak ia kenal. Untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan terjebak dalam mimpi buruk tanpa akhir. Seraphina merasa diselamatkan dan aman.

"Kita harus segera pergi menuju pintu keluar dari alam ini, Permaisuri. Harap ikuti aku. Apa pun yang terjadi jangan pernah lepaskan tangan Anda dari saya dan selalu ikuti perintah saya," ujar Cecilia.

"Baik," jawab Permaisuri tanpa ragu.

Cecilia tahu penyegelan itu tidak akan bertahan lama.

Dan suara jeritan monster tadi sudah memberitahu seluruh penghuni Alam Arwah bahwa ada penyusup yang memasuki wilayah mereka.

Mereka harus pergi sekarang juga.

Sebelum sesuatu yang jauh lebih mengerikan datang menghampiri.

Namun belum sempat berlari, tanah bergetar dan saat itu Cecilia dan Permaisuri membelalak saat melihat sosok penjaga alam arwah datang dan melihat mereka dengan seluruh ratusan matanya.

"Ketemu," raung roh itu dengan nada yang membuat Cecilia sendiri gemetar takut.

1
Septi Wijaya
so emosional tp lega
Hary Nengsih
lega dh gak merasa bersalah lg
Eli Rahma
semangat Lowan..
Wenty Lucia Wardhani
aku terharu sekali😭😭😭
Nisfu Romadhon
/Sob//Sob//Sob/mengandung 🧅🧅🧅ihh k Othor,,,
Archiemorarty: Selanjutnya lebih banyak bawang 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
mengsedih /Cry/Rowan yang kuat ya
Nisfu Romadhon
ishh,,, ikut ngerasain nyesek nya Rowan,,, rindu sedih dan kecewa pada dirinya sendiri,,,hiks/Sweat/
Archiemorarty: Apalagi meninggal karena salah komando si Rowan 😭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aisshh,,, akhir bab mengandung bawang 🧅🧅🧅hiks,,, Rowan teringat paman Colton sang Guru /Sob//Sob//Sob/
Archiemorarty: Nanti bakal lebih banyak bawang 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
hih,,, dasar curang,,,g berani ngadepin Cecil sendirian mesti minta bantuan monster-monster lainnya buat pengalih perhatian,,, Cecil aku mendukungmu,,,kamu pasti bisa 💪💪💪
Archiemorarty: biasa lah yah, pengecut mah gitu 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
lanjut
Archiemorarty: Siap kakak 🥰
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aishh,,, musuh kembali datang
Nisfu Romadhon
aihh aihh,,,baru sadar udah dapat kissing aja Cecil,,, dasar Lowan mengambil kesempitan dalam kesempatan,,, ehh /Chuckle/
Archiemorarty: Abang Lowan emang suka gitu 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
g sadar bacanya sambil nahan nafas,,,huft,,,baru dihela nafas nya kalo bab nya selesai 🤦🫣
Archiemorarty: Napas kak napas 🤣
total 1 replies
Nisfu Romadhon
Rowan kah yang memanggil?
serius,,, seperti nonton film kolosal,,, KEREN k Othor,,, lopiyu muachh /Kiss/
Archiemorarty: Hahaha...kolosal nggak tuh 🤣
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aduh,,,aduh,,, gimana ini gimana ini,,,/Gosh//Gosh//Gosh/menghilanglah Cecil,,,🫣🫣🫣
Nisfu Romadhon
aihh,,, merinding guys,,,/Panic//Panic//Panic/
Nisfu Romadhon
aisshh,,,gegara kesibi duta,,,aku telat tegang nya /Facepalm/
Siti Nurjanah
oh berati arwah yg ngikutin rowan itu paman colton mungkin
Archiemorarty: Bisa jadi 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
kaya nya ia
Eli Rahma
apa cecil dirasuki roh nya paman colton..hingga dia bisa menghadapi monster....cecil kan pernah melihat satu roh yg selalu mengikuti Rowan....iyaaa..pasti itu rohnya paman colton..iyaa kan thor??😆
Nisfu Romadhon: iya tuh✌️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!