NovelToon NovelToon
PENGGANTI

PENGGANTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Angst / Pengganti
Popularitas:843
Nilai: 5
Nama Author: nona yeppo

Yura, gadis kesepian yang tiba-tiba harus pulang ke desa tempat nenek nya tinggal selama ini. Sang ibu yang akan menikah lagi menjadi salah satu alasan untuk kepindahannya.


Ia tidak banyak bicara, hanya menurut dan mengemasi barang-barang yang akan ia bawa.


Namun siapa sangka, kepindahannya ke desa membuatnya memiliki kehidupan baru yang lebih berwarna. Ia bahkan bertemu dengan gadis yang memiliki nama yang persis sama dengan namanya.


Lantas, akankah Yura berhasil menemukan kebahagiaan walaupun harus hidup berdampingan dengan gadis yang seolah memiliki ikatan dengannya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona yeppo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepedihan Yura

Seminggu kemudian, barulah Yura mulai menunjukkan pergerakan ditangan nya. Luka-luka yang menghiasi wajahnya juga sudah mulai mengering.

Liam yang selalu berada disana bersama dengan nenek selalu sabar menanti pergerakan sekecil apapun.

Dan akhirnya hari ini datang juga. Yura tampaknya sudah mulai bosan dengan mode vegetatif nya.

Namun ada kekhawatiran yang muncul kembali dibenak sang nenek. Ia sangat bingung sekaligus takut bagaimana cara untuk menyampaikan kabar buruk itu.

Liam tentu sangat kasihan dengan nenek tua renta itu. Sudah sangat setua itu namun masih harus menanggung beban yang sebesar ini.

Setelah dokter berhasil membuka perban yang menutupi kedua mata Yura, Liam dan nenek serta Winter yang ada disana menahan nafas saat gadis itu mulai membuka matanya.

Sejak tadi telah banyak pertanyaan yang meluncur dari bibir mengenai keluarga nya yang lain.

Namun tidak ada satu pun dari mereka yang berani membuka mulut kecuali sang dokter yang berdalih jika nanti ia akan tahu jika keadaan Yura suda membaik. Ya, untungnya Yura tidak bertanya lagi, ia memilih diam dan segera mengikuti ucapan dokter.

ia beranggapan bahwa keluarga nya mungkin sama seperti dirinya, kritis dan masih harus ditangani secara intensif.

Lembar terakhir perban itu sudah selesai dibuka, kini tinggal menunggu Yura sendiri yang membuka kelopak matanya.

Tangan nya dengan sigap terulur saat matanya mulai terbuka. Nenek yang menyaksikan itu jatuh terduduk dan kemudian ditenangkan oleh Winter.

Ia tidak dapat menahan tangisanya, membuat Yura yang sedang meraba-raba disana ikut berteriak dengan histeris nya.

Gelap...

"Mama, Lily, Papa. Dimana mereka... "

Liam segera menarik gadis itu kedalam pelukan nya. Dan gadis itu memukul-mukul apa saja yang masuk kedalam jangkauan nya.

Keadaan benar-benar chaos saat mereka semua tidak sanggup untuk menjelaskan apapun pada Yura. Hingga dokter akhirnya memutuskan untuk memberikan suntikan penenang setidaknya sebagai langkah awal untuk segera melakukan operasi pencangkokan kornea.

Sebelum operasi dilakukan, mama Zura muncul disana setelah seminggu ini telah selesai mengurus segala hal yang berhubungan dengan putrinya itu.

Setelah ini, wanita itu bermaksud untuk tidak kembali ke kota ini untuk waktu yang tidak bisa ia perkirakan.

"Sejujurnya saya sangat tidak sanggup harus kehilangan Yura, tapi sepertinya kepergian nya tidak sia-sia. "

"Mata dan ginjalnya saya titip di kamu ya, mungkin inilah takdir diantara kalian berdua... "

Setelah berbicara seorang diri dihadapan tubuh diam Yura, akhirnya wanita itu undur diri. Ia memegang tangan Yura sebentar seolah memberi kekuatan.

. ..

Hari-hari yang sangat berat itu kembali berhasil dilalui Yura dengan sejuta pertanyaan yang bersemayam dikepalanya.

Saat perban dimatanya berhasil dilepas, orang yang pertama kali ia pandang adalah Liam dengan wajah seriusnya.

Perlahan kepalanya bergerak dan menemukan nenek disamping Liam. Tak sampai disitu saja, mata itu kembali nanar menatap ke tempat lain.

Namun tidak ada lagi manusia lain selain dokter dan suster yang bertugas.

"Mama?.. "

"Papa... "

"Lily...? "

"Yura... "

Awalnya ia memandangi sang nenek untuk meminta kepastian, namun dengan cepat segera beralih pada Liam yang juga sama diam nya dengan nenek.

"Kamu ada, harusnya Yura juga ada. Mungkin ia sedang istrahat? "

Tidak ada lagi teriakan ataupun tindakan impulsif lainnya. Pembawaannya mulai tenang, namun kepedihan dimatanya semakin bertambah.

"Nek..?

Karena tidak kuat lagi, akhirnya nenek Lea memilih untuk keluar. Ia menyerahkan tugas berat itu pada Liam.

"Ra, tenangkan dirimu apapun yang akan kamu dengar nanti. oke? "

Yura memandang nanar seolah tidak peduli pada ucapan pria itu. Ia segera bangkit namun langsung ditahan oleh Liam.

"Ra tunggu... "

"Sampai kapan..? " ucapnya dengan dingin.

"Mereka masih hidup kan? Atau masih koma? Biar aku lihat... "

Liam memijit pelipis nya lagi. Entah sudah ke berapa puluh kali ia melakukan hal itu. Yang jelas, dirinya berulang kali berdoa, berharap Yura masih bisa kuat setelah mendengar kabar menyakitkan itu.

"Semuanya meninggal, hanya kamu yang selamat... "

Liam sebelumnya telah mengambil langkah yang menurutnya aman. Ia memegang bahu gadis itu dengan kuat untuk berjaga-jaga jika nanti gadis itu akan memberontak lagi.

Namun siapa sangka, Yura bukannya memberontak. Melainkan tidak sadarkan diri akibat dari keterkejutan nya.

Dengan sigap Liam memeluknya dan membaringkan nya kembali di atas ranjang. Dengan berlinang air mata, ia memeluk gadis itu seolah memberi kekuatan yang ia punya.

"Ada aku ra. Kamu bisa andalkan aku... "

Setelah menunggu hampir sepuluh menit, kembali Yura membuka matanya. Liam yang selalu sabar disana segera memasang senyumnya setidaknya untuk membuat lawannya tersugesti lalu mengikuti dirinya.

Bukankah itu terlalu mustahil?

Perlahan air mata jatuh membasahi wajah gadis itu. Ia mengambil tangan Liam seolah meminta sesuatu.

"Boleh antar aku kesana.? "

Nenek yang baru saja kembali dari luar segera memeluk Yura di ikuti dengan tangisannya. Sedangkan Yura tidak mengeluarkan suara, hanya mata nya saja yang masih tetap mengeluarkan air mata.

Setegar mungkin ia mengusap-usal bahu sang nenek. Ia juga sadar jika neneknya itu pasti sangat ketakutan saat ini.

Memberanikan diri untuk memasuki dunia luar bahkan harus mengantar keluarga nya ke tempat peristirahatan nya.

Namun diam nya itu justru membuat Liam menjadi khawatir. Jika sebelumnya gadis itu berteriak-teriak histeris, kini hanya diam dengan air mata yang tidak pernah berhenti mengalir.

Tatapan nya kosong, menandakan bahwa sakitnya masih sangat membara namun sebisa mungkin coba ia tahan.

Nenek yang sudah tua kini ikut-ikutan tak mampu menahan diri. Ia terjatuh lemah tak berdaya setelah kembali melanjutkan tangis yang seolah tidak punya akhir itu.

Mau tak mau Liam kembali menghubungi Winter untuk membantu nya mengurus sang nenek. Dengan senang hati, gadis itu muncul bersama dengan dokter Mark yang akhir-akhir ini selalu menemaninya berkunjung kerumah sakit.

"Nenek kelelahan, sebaiknya jangan dibiarkan terlalu lama berada disini... " Ucap dokter membuat mereka akhirnya memutuskan untuk membawa nenek pulang.

Yura masih tetap pada pendirian nya untuk berkunjung ke makam orang tua dan saudaranya. Meski dokter masih ragu, namun siapa yang tega melihat kerapuhan yang terpancar dimata itu?

Liam menghela nafasnya dengan berat. Ia tidak bisa memikirkan akan bagaimana reaksi gadis itu saat tahu jika sahabat nya juga telah tiada?

Dengan begitu pelan, Liam merapikan rambut Yura yang sejak kecelakaan itu terjadi tidak pernah disentuh sisir.

Di balik semua itu, ada hal baru yang berhasil ditangkap oleh pria itu. Jari jemari kecil milik Yura tak pernah melepaskan ujung kain yang melekat di badan Liam.

Entah itu ujung jaket atau pun ujung kaos yang sedang dikenakannya. Liam dapat menangkap jika gadis itu masih menyimpan ketakutan besar yang coba ia sembunyikan pasca kecelakaan itu. Namun gerakan tubuhnya tentu tak bisa berbohong.

Dengan lembut, Liam meraih tangan itu lalu mengenggam nya dengan hangat. "Ayo kita berangkat... "

.

Bersambung...

1
anggita
like👍iklan☝., Liam, Yura.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!