Bai Ren, transmigrator dari Bumi, dipindahkan ke dalam dunia novel beladiri yang penuh dengan para kultivator.
Di dunia yang asing namun familiar itu, Bai Ren diberikan misi untuk membangun sekte terkuat dengan cara membual.
[Ding!!]
[Hadiah penyelesaian tiba!]
[Satu bualan Anda akan dikonversi menjadi kenyataan!]
Apa yang akan kamu lakukan jika bualanmu menjadi kenyataan?
Tentu saja, aku akan semakin rajin membual!
Semakin banyak membual, semakin kuat jadinya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fat Kitten, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 : Keluarga Jiang (10)
[Mendapatkan informasi tentang skema sekte Heaven Splitting.]
[Menghadiahi Host]
...\=\=\=...
...Mencium skema sekte Heaven Splitting...
...(Hadiah)...
...Pedang tingkat Supreme...
...《King's Sword》...
...\=\=\=...
[Misi aktif telah diterbitkan.]
...\=\=\=...
...< Menguak skema sekte Heaven Splitting >...
...Batas waktu : -...
...(Hadiah penyelesaian)...
...Bualan berikutnya akan dikonversi menjadi kenyataan...
...(Hukuman jika gagal)...
...Tidak ada...
...\=\=\=...
[Misi aktif telah diterbitkan ]
...\=\=\=...
...< Membunuh Wu Gou >...
...Batas waktu : -...
...(Hadiah penyelesaian)...
...Markas Guardian Sect...
...(Hukuman jika gagal)...
...Kematian Jiang Diyi dan Sun Meili...
...\=\=\=...
Bai Ren tertegun sejenak.
Dalam satu tarikan napas, sistem telah memberinya satu hadiah dan dua misi.
Melihat hadiah yang diterimanya berupa pedang, Bai Ren memutuskan untuk menyimpannya dan memeriksanya nanti.
Yang menjadi perhatian utama Bai Ren saat ini adalah dua misi yang diterimanya.
'Skema sekte Heaven Splitting?'
Satu-satunya hal yang Bai Ren tahu soal pergerakan sekte Heaven Splitting adalah saat mereka melancarkan aksi pemusnahan keluarga Jiang.
Itu pun Bai Ren menganggapnya hanya sebagai bentuk dukungan sekte terhadap sang protagonis.
Setelah Bai Ren menyatukan informasi yang ia punya dari novel dan cerita dari Jiang Diyi, serta misi yang baru saja diterimanya dari sistem, sebuah kesimpulan akhirnya muncul.
'Sepertinya skema mereka terkait dengan Sun Meili dan Jiang Diyi.'
Bai Ren tidak bisa menemukan jawaban lain.
Mengganggu acara pertunangan, menculik sang wanita lalu menghancurkan masa depan sang pria, semua ini tidak mungkin hanya kebetulan dan dilakukan secara spontanitas.
Bai Ren menduga jika semua ini telah direncanakan dengan sangat matang.
Hal terakhir yang menjadi pertanyaan Bai Ren adalah...
'Mengapa?'
Bai Ren tidak tahu apa alasan mereka mengincar Sun Meili dan Jiang Diyi.
Pada saat itu...
*Srkk!!
Bai Ren yang telat menyadarinya, baru sadar jika mereka telah dikepung di tengah hutan di mana tidak ada cahaya bulan yang masuk di dalamnya.
Menggunakan Divine Eye miliknya, mata Bai Ren menyapu sekeliling area.
'Delapan, sembilan, sepuluh...'
'Tujuh belas, delapan belas...'
'Ada tiga puluh orang, huh?'
Banyaknya orang yang mengepung dirinya, ditambah kemampuan mereka dalam menghapus hawa kehadiran sampai tidak mampu ia deteksi, Bai Ren sangat yakin jika musuh kali ini adalah para ahli dan bukan bandit.
'Sejak kapan?'
'Dari mana tepatnya?'
Mata Bai Ren bertemu dengan Jiang Diyi saat ia mencoba mencari tahu sejak kapan mereka dibuntuti.
'Mungkinkah....'
Bai Ren dapat dengan mudah menebak jika target mereka yang sebenarnya adalah Jiang Diyi, dan kemungkinan besar mereka telah membuntuti Jiang Diyi sejak sebelum mereka berdua bertemu.
Berdasarkan situasi ini, Bai Ren semakin yakin jika ada sesuatu dari dalam diri Jiang Diyi yang diincar oleh sekte Heaven Splitting.
Sesuatu apakah itu, Bai Ren masih belum mengetahuinya.
Namun satu hal yang sudah pasti adalah... Ia dan sekte Heaven Splitting sudah resmi saling bersilangan pedang.
Menyingkirkan permasalahan soal sekte Heaven Splitting untuk sementara waktu, Bai Ren mengalihkan perhatiannya pada situasi di depannya.
'Bagaimana aku harus menghadapi mereka?'
Menghadapi banyak lawan sekaligus jelas bukan hal yang mudah, ditambah lagi hal ini diperparah dengan kekuatan musuh yang jauh lebih kuat darinya.
'Yang terlemah adalah Martial Spirit bintang lima, sedangkan yang terkuat adalah Martial Spirit bintang tujuh.'
'Jika ini satu lawan satu, atau maksimal satu lawan tiga, aku yakin aku bisa mengatasinya dengan mudah.'
'Tapi menghadapi tiga puluh musuh sekaligus?'
Saat ini, Bai Ren sangat mengharapkan kehadiran pelindung Qiang.
'Tunggu, pelindung Qiang?'
'Bukankah aku punya skill yang mirip dengan yang ia punya?'
Bai Ren memikirkan tentang Divine Suppression miliknya yang belum pernah sekalipun ia pakai sejak didapatkan.
Bai Ren berpikir untuk mencobanya di sini, dengan harapan skill itu memberikan dampak yang sama seperti yang dilakukan oleh pelindung Qiang pada saat kedatangannya pertama kali.
Ketika Bai Ren hendak mencobanya...
*Swoosh!!
Dalam sekedipan mata, hutan yang begitu tenang tiba-tiba diporak-porandakan oleh satu tebasan pedang.
Kondisi hutan di sekitar Bai Ren langsung berubah seperti baru saja diterjang badai hebat.
Semua pepohonan tumbang dan terpecah belah dengan potongan yang abstrak.
Jejak tiga puluh orang yang mengepungnya juga telah sirna, tidak tahu apakah mereka melarikan diri atau tewas tanpa sempat mengetahui apa penyebabnya.
Dari kejauhan, siluet seseorang terlihat.
Siluet itu berjalan pelan dengan penuh percaya diri, seolah kekacauan di sekitarnya sama sekali tak mengurangi penampilan elegannya.
Saat jarak mereka sudah menipis, barulah siluet itu menampilkan wujud aslinya.
Seorang pria paruh baya dengan pakaian serba putih dan dandanan yang rapih, berdiri di hadapan Bai Ren sambil memeluk pedang kesayangannya.
Tak lama, pria itu berlutut.
"Feng Jian menyapa Ketua sekte!"
Orang yang muncul di hadapan Bai Ren ini adalah Feng Jian, salah satu Peak Master yang dimiliki oleh Guardian Sect.
Bai Ren mencoba mengukur kekuatan Feng Jian dengan Divine Eye, namun ia tidak mampu menebak secara tepat di mana ranah kultivasinya.
Satu-satunya hal yang Bai Ren bisa lihat adalah fakta kalau orang di hadapannya itu berada di atas ranah Martial Spirit.
Meskipun Bai Ren tidak bisa menebaknya, ia tidak kecewa, malahan ia sangat senang karena sektenya kali ini memiliki ahli lain di luar pelindung Qiang.
Dengan dua sosok kuat di sekitarnya, Bai Ren tidak merasa kalah dari Wu Gou, target yang harus dihadapinya nanti.
"Bangunlah. Aku telah menantikan kedatanganmu."
Itu tidak bohong, Bai Ren memang benar-benar sedang menunggu kedatangan seseorang yang bisa membantunya melawan tiga puluh orang barusan.
"Maafkan atas keterlambatanku. Aku langsung mendatangimu begitu mendapat panggilan, tapi karena jaraknya, ini memakan lebih banyak waktu dari perkiraanku."
Feng Jian meminta maaf dengan tulus karena keterlambatannya.
Untungnya ia bisa sampai tepat waktu, saat di mana Bai Ren sangat membutuhkannya.
Bai Ren di sisi lain cukup kebingungan dengan perkataan Feng Jian.
'Mendapat panggilan? Datang dari jauh? Apa maksudnya?'
Bai Ren tadinya mengira jika tokoh yang dihadiahi oleh sistem miliknya adalah tokoh yang didatangkan entah dari mana, atau tokoh yang diciptakan secara mendadak dari kehampaan. Tapi mendengar perkataan Feng Jian barusan, Bai Ren mulai curiga jika sebenarnya tokoh-tokoh ini aslinya adalah tokoh nyata yang ada di dunia ini.
'Mungkinkah orang-orang ini sebenarnya benar-benar terkait dengan Guardian Sect?'
'Apakah itu berarti bualanku selama ini pada dasarnya adalah masa lalu dari sekte kami?'
'Jika memang demikian, bukankah itu artinya Guardian Sect ini benar-benar ada sebelum diriku berpindah ke dunia ini?'
Bai Ren merasakan sakit yang hebat di kepalanya saat mencoba memikirkan hal-hal ini, seolah-olah ada yang menghalanginya saat mencoba mencari jawaban.
Sementara itu, Feng Jian dan Jiang Diyi saling bertatapan saat melihat Bai Ren berperilaku aneh.