NovelToon NovelToon
Return Apocalypse Zombie

Return Apocalypse Zombie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Hari Kiamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Alu feed

Rian seorang pemuda yang bertahan hidup di kiamat zombie di khianati oleh temannya yang selalu dia percayai , ketika tiba-tiba dia kembali ke masalalu.

dengan kekuatan dan pengetahuan dari masa depan ,aku ,akan membalas perlakuan semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alu feed, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

POM BENSIN DAN BAHAYA DIDALAMNYA

Tatapan Rian yang sebelumnya mengarah ke langit perlahan beralih ke depan.

Di seberangnya, Indah ternyata sedang menatapnya.

Begitu mata mereka bertemu, Indah langsung sedikit tersentak.

Namun kali ini ia tidak langsung memalingkan wajah seperti biasanya.

Rian memperhatikannya beberapa saat.

Penampilan gadis itu memang sedikit berbeda dari beberapa hari sebelumnya.

Pakaiannya sudah berganti.

Rambutnya juga tampak lebih rapi.

Wajahnya terlihat lebih segar setelah beberapa kali berhasil beristirahat dengan layak.

Rian tersenyum tipis.

"Kau terlihat cantik."

Indah langsung membeku.

"Kau juga cocok memakai itu, Indah."

Hening.

Beberapa detik berlalu tanpa suara.

Lalu perlahan warna merah mulai muncul di pipi Indah.

Ia buru-buru memalingkan wajah.

"Te-terima kasih..."

Jawabannya hampir tidak terdengar.

Jantungnya berdetak semakin cepat.

Bahkan Nadia yang duduk tidak jauh darinya sampai menahan senyum.

Sementara Rian sendiri sama sekali tidak menyadari dampak dari ucapannya.

Baginya itu hanya pujian biasa.

Namun bagi Indah...

Kata-kata itu terus terngiang di dalam kepalanya.

---

Setelah beristirahat sebentar, mereka kembali melanjutkan perjalanan.

Mobil tua mereka kembali melaju di jalanan yang sepi.

Tujuan kali ini adalah wilayah utara.

Lebih tepatnya area Sukmajaya.

Memasuki wilayah Depok.

Pemandangan di sepanjang jalan semakin menunjukkan betapa kacau dunia saat ini.

Mobil-mobil terbengkalai memenuhi beberapa ruas jalan.

Bangunan rusak terlihat di berbagai tempat.

Sesekali mereka juga melihat asap hitam membumbung dari kejauhan.

Tanda bahwa masih ada pertempuran yang terjadi.

Tidak lama kemudian.

Perhatian mereka tertuju pada sebuah keributan di depan.

Sekelompok penyintas sedang bertarung melawan kelompok penyintas lainnya.

Senjata tajam berkilat.

Teriakan marah terdengar jelas.

Beberapa orang bahkan menggunakan kemampuan elemen yang baru mereka dapatkan.

"Manusia melawan manusia..."

Gumam Rahma.

Ekspresinya sedikit muram.

Di masa lalu, pemandangan seperti ini mungkin sulit dipercaya.

Namun kini semuanya berbeda.

Kristal.

Makanan.

Air.

Senjata.

Semua bisa menjadi alasan untuk membunuh.

Salah satu kelompok akhirnya kalah dan melarikan diri ke arah rumah-rumah kosong di sekitar area tersebut.

Sementara kelompok pemenang mulai mengumpulkan barang-barang rampasan.

Rian hanya melihat sekilas.

Lalu kembali fokus ke jalan.

'Jika mereka tidak menggangguku...'

Tatapannya tetap tenang.

'Aku juga tidak akan mengganggu mereka.'

Ia tidak berniat menjadi pahlawan.

Tidak juga berniat ikut campur dalam urusan orang lain.

Setidaknya untuk saat ini.

Brummm...

Mobil kembali bergerak.

Beberapa menit kemudian.

Rian perlahan mengurangi kecepatan.

Di sisi jalan.

Sebuah pom bensin besar terlihat berdiri.

Area itu tampak relatif sepi.

Namun beberapa kendaraan rusak berserakan di sekitar pintu masuk.

"Kita berhenti di sini?"

Tanya Ridho.

Rian mengangguk.

"Bensin."

Baru saat itulah semua orang menyadari masalah yang mulai mereka lupakan.

Mobil mereka memang masih berjalan.

Tetapi bahan bakarnya tidak akan bertahan selamanya.

Kalau kehabisan bensin di tengah perjalanan, masalah besar akan muncul.

Mobil perlahan masuk ke area pom bensin.

Suasana terasa sunyi.

Terlalu sunyi.

Tidak ada suara zombie.

Tidak ada suara manusia.

Hanya suara angin yang bertiup melewati kanopi pom bensin.

Rian langsung merasakan ada sesuatu yang tidak beres.

"Turun dengan hati-hati."

Semua orang segera mengambil senjata masing-masing.

Pintu mobil terbuka.

Mereka keluar satu per satu.

Budi dan Ridho mulai memeriksa area sekitar.

Sedangkan Rian berjalan menuju minimarket kecil yang berada di dalam kompleks pom bensin.

Pintu minimarket itu terbuka.

Namun tidak ada tanda-tanda penjarahan besar.

Rak-raknya masih cukup penuh.

"Aneh."

Gumam Rian.

Seharusnya tempat seperti ini sudah menjadi sasaran banyak penyintas.

Belum lagi zombie.

Namun keadaan di sini justru terlalu utuh.

Tiba-tiba.

Cincinnya bergetar.

Rian langsung menghentikan langkah.

Getaran itu sangat lemah.

Tetapi cukup untuk membuatnya waspada.

Bukan dari dalam minimarket.

Bukan juga dari arah pompa bensin.

Melainkan...

Dari bawah tanah.

Tatapan Rian perlahan beralih ke bagian belakang pom bensin.

Di sana terdapat sebuah bangunan kecil yang digunakan sebagai ruang penyimpanan dan akses teknis.

Getaran cincin kembali muncul.

Kali ini lebih jelas.

"Rian?"

Suara Ridho terdengar dari belakang.

"Ada apa?"

Rian tidak langsung menjawab.

Tatapannya terus tertuju ke arah bangunan kecil tersebut.

Lalu perlahan senyum tipis muncul di wajahnya.

"Sepertinya..."

"Cincin ini menemukan sesuatu lagi."

Mata semua orang langsung berbinar.

Karena berdasarkan pengalaman mereka sejauh ini...

Setiap kali cincin Rian bereaksi.

Mereka selalu mendapatkan sesuatu yang luar biasa.

Namun tidak seorang pun menyadari.

Di bawah pom bensin itu.

Jauh di dalam kegelapan.

Sepasang mata kuning perlahan terbuka.

Makhluk tersebut telah tertidur selama entah berapa lama.

Dan kini...

Untuk pertama kalinya.

Ia merasakan kehadiran manusia di atas kepalanya.

1
Yofu
pendek banget babnya
Alu feed: tapi bagusan di panjangin apa nggak kak , kasih aku saran 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!