NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Andara

Cinta Untuk Andara

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bareta

Dipaksa pamannya menikah setelah lulus SMA, kehidupan Andara yang sudah yatim piatu tidak menjadi lebih baik.



Setelah difitnah sudah tidak perawan, dituduh berzinah saat hamil setelah 3 bulan menikah, Andara menjadi janda di usia sembilanbelas tahun.



Penderitaan tidak berhenti di situ, rumah peninggalan orangtua Andara diambil paksa oleh keluarga Irfan, mantan suaminya dengan alasan melunasi hutang-hutang orangtua dan paman Andara.



Dikucilkan karena dianggap aib dan pembawa sial membuat Andara memutuskan untuk mengadu nasib ke Jakarta dalam keadaan hamil.




Bagaimana kehidupan Andara selanjutnya ?



Apakah nasib Andara bisa berubah setelah bertemu dengan bayi Lily yang kehilangan ibunya saat ia dilahirkan ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bareta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Jika Baskara senang karena berhasil membuat Andara bersedia menemuinya, Savira sedang tegang dan stres karena Irfan tidak berhenti menghubungi Savira bahkan mendatangi tempat kerjanya seperti debt collector.

“Selamat pagi nona Savira.”

Savira menghela nafas, wajahnya kelihatan kesal karena seperti biasa Irfan sudah menunggu di parkiran kantornya.

Dengan bantuan satpam kenalanannya Savira sudah memastikan tidak ada Irfan pagi ini tapi ternuat pria itu lebih lihai daripada orang suruhan Savira.

“Sampai detik ini saya masih belum menerima transferan dari nona.”

“Sudah saya bilang…..” Mata Savira melotot namun mullutnya berhenti bicara saat Irfan memberi isyarat dengan meletakkan telunjuk di bibir, mengingatkan Savira untuk merendahkan suaranya.

“Nona tidak mau orang-orang tahu kalau anda berhutang pada saya kan ?” Irfan menarik satu sudut bibirnya.

“Semua orang sudah berpikir kalau kamu adalah debt collector.”

Bukannya tersinggung, Irfan malah tertawa. “Debt collector tampan.”

“Berhenti lakukan hal semacam ini atau aku benar-benar batal membayarmu !” ancam Savira.

“Saya bukan orang yang sabar Nona Savira dan janji anda sudah mundur sepuluh hari.”

“Sudah aku katakan kalau kamu belum memberikan bukti kalau perempuan itu sudah benar-benar pergi. Bagaimana kalau ternyata kalian bekerjasama demi uang yang aku janjikan ?”

“Jangan mencari-cari alasan ! Kalaupun tebakan Nona benar, saya akan memastikan Andara tidak pernah punya kesempatan untuk mendekati calon suami anda lagi !”

Savira berdecih dan tersenyum sinis.

“Orang-orang kampung seperti kalian tidak bisa dipercaya. Dapat tawaran yang lebih banyak langsung pergi begitu saja dan melihat uang banyak di depan mata langsung silau.”

Irfan tertawa dengan wajah licik. “Anda memang jauh lebih pintar dari saya bahkan Andara tapi jangan lupa kalau anda juga punya kelemahan.”

“Apa maksudmu ? Kamu mengancamku ?” Savira melotot sambil bertolak pinggang.

“Suasana hati saya masih cukup baik nona Savira tapi kalau anda terus menerus menghindar dan mengulur-ulur waktu, saya tidak janji video yang baru saja sau kirim akan terus aman tersimpan. Saya permisi.”

Savira kelihatan shock padahal ia belum melihat apa-apa. “Tunggu !”

Bukannya Irfan tidak mendengar tapi sengaj tidak mau berhenti dan melanjutkan pembicaraan dengan Savira yang sia-sia.

“Dasar brengsek !” geram Savira saat raung motor yang dikendarai Irfan meninggalkan parkiran.

Sambil berjalan ke arah bangunan 7 lantai yang menjadi tempat kerjanya, Savira berpikir keras bagaimana menapatkan uang tunai sebesar 500 juta untuk membayar Irfan.

Tidak mungkin minta pada ayahnya dengan konfisk usaha yang sedang sulit dan tidak maksimal sejak Doni bolak balik berobat.

****

Senang mendapat kabar dari dokter Dita kalau hari ini Lily diijinkan pulang, Andara berniat ke rumah sakit untuk mengajak kakak angkatnya makan siang.

Sebelumya Andara sudah ijin pada Dani yang sedang pergi ke Bandung untuk mengurus masalah kantor. Bukan cuma memberi ijin, Dani memberikan kebebasan pada Andara untuk menemani adiknya selama yamg Dita mau.

Sampai di rumah sakit, tidak sengaja Andara berpapasan dengan Deswita di depan toilet lantai dasar.

“Andara !”

“Selamat siang bu Deswita.” Andara balas menyapa dengan senyum terpaksa.

“Kemana saja kamu selama ini ?”

“Saya masih di Jakarta, Bu, hanya pindah kerja.”

“Sepertinya kamu harus mengundurukan diri dari tempat kerjamu dan kembali jadi ibu susu Lily.”

“Maaf saya tidak bisa menerima tawaran nyonya.”

Deswita tersenyum sedikit sinis.

“Selamanya kamu akan menjadi ibu untuk Lily karena kamulah perempuan pertama yang memberikan sumber kehidupan untuknya.”

“Saya yakin aturannya tidak seperti itu lagipula hanya sekitar 4.5 bulan saya menyusui Lily.”

“Apakah kamu tidak merasakan ada ikatan batin di antara kalian ?”

Terpaksa Andara berbohong. “Tidak ada Bu, mungkin karena saya melakuknnya demi uang semata.”

Deswita menghela nafas, meski kecewa, wajah dan sikapnya masih saja keras, mirip-miril dengan Baskara.

“Kamu terlalu polos untuk berbohong Andara. Percayalah kalau semuanya akan lebih baik kalau kamu kembali menjadi ibu susu Lily.”

“Maaf bu Deswita tapi saya….”

“Tidak lama lagi Baskara akan mengungkapkan siapa ayah kandung Lily. Bukankah selama ini kamu sangat penasaran ingin mengetahuinya ?”

Ucapan Deswita membuat benteng pertahanan Andar mulai goyah.

“Usiamu masih sangat muda Andara. Sekalipun janda, kalau memang ada orang yang mau menjadikanmu istrinya apalagi masih erat hubungannya dengan Lily, saranku sebaiknya kamu pertimbangkan untuk menerimanya.”

“Maaf Bu, tapi saya belum berpikir untuk menikah lagi.”

Desiwta tersenyum dan mengangguk-angguk.

“Baiklah, aku sudah mengingatkanmu. Jangan sampai kamu menyesal karena sudah salah mengambil langkah.”

Deswita sempat menepuk-tepuk bahu Andara sebelum pergi.

Handphone Andara bergetar rupanya dari dokter Dita.

“Ya Mak,” sapa Andara.

“Kamu dimana ? Aku sudah di depan meja pendaftaran.”

“Sebentar saya ke sana Mbak, mau buang air kecil dulu.”

Pikiran Andara mulai terganggu dengan kata-kata yang diucapkan Dewita terutama soal pernikahan dan Lily.

Apa mungkin sebetulnya bu Deswita sudah tahu siapa ayh kandung Daisy dan Lily namun sengaja pura-pura tidak tahu karena malu kalau sampai khalayak ramai tahu rumah tangga pak Baskara kacau balau ?

1
Baretta
Terima kasih Kak Evi Lusiana 😊😊
Evi Lusiana
mampur thor,awal yg menyedihkan smoga andara sgra mnemukan kebahagiaan,semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!