Di saat Alice selalu merasakan kekecewaan dari keluarga dan hubungan asmaranya, Carlos datang dalam hidup Alice untuk mengantikan rasa kecewanya menjadi kebahagiaan.. Namun di saat Alice sudah percaya dan memberanikan dirinya untuk berharap bisa bahagia di tengah kecewanya terhadap keluarganya, Carlos menghilang.. Carlos pergi tanpa meninggalkan jejak, seketika membuat Alice mempercayai jika di dunia ini tidak ada yang bisa membuatnya bahagia
Bab 9
Setelah menenangkan dirinya, Alice mulai bersiap - siap karena para sepupunya mengajaknya untuk makan malam bersama. Ia mengenakan dress sabrina motif bunga, dan memakai make up tipis - tipis karena ia akan makan malam dengan abang dan adik - adiknya. Setelah memakai lipstik nya ia langsung menganbil tasnya dan siap berangkat.
Sesampainya di Restoran, sebelum turun dari mobil Alice menyempatkan untuk memesan beberapa minuman boba untuk semua karyawan Restoran. Setelah pesanannya selesai, ia segera turub dan masuk ke dalam, Alice juga menyempatkan menyapa bagian kasir..
“Eh Alice.. baru sampai?” Tanya Icha dengan senyum lebar..
“Iya mbak, baru saja sampai.. oh ya mbak tadi aku ada pesenin boba untuk kalian semua, nanti di tolong di ambilin terus di bagiin ya.” Jawab Alice sambil meletakkan tasnya di samping mesin kasir setelah mengambil handphonenya.
“Wah… terima kasih ya, kamu tahu saja kalau kami lagi pingin minum boba.. untungnya belum order karena Sari sama bang Ridho masih galau mau oerder yang mana. Eh.. tapi dalam rangka apa nich?” Tanya Icha..
“Oalah.. bisa pas banget, sudah bilang jangan galau nanti tinggal pilih saja. Sistem rebutan lebih menggugah selera hehehehe… aku traktir kalian semua dalam rangka aku lulus dengan nilai yang memuaskan.” Jawab Alice..
Icha terkejut mendengar apa yang di katakan Alice, begitu sadar ia langsung heboh sendiri.. untung lagi tidak ada cust yang ingin membayar. Tapi suaranya terdengar sampai ke cust yang sedang makan di dekat meja kasir..
“Iihh.. beneran.. kamu sudah sidang?? Iihh.. curang kamu, kenapa enggak bilang.. biar aku cuti sehari buat jadi tim hore kamu.” Ucap Icha heboh.
Alice hanya tertawa kecil mendengar kehebohan Icha..
Tapi seketika Icha tersadar..
“Iih.. memang kamu ini ya, udah main traktir saja, padahal kami belum kasih hadiah.” Ucap Icha sambil mencubit kedua pipi Alice
Sedangkan yang di cubiti hanya tertawa tanpa merasa bersalah..
“Tidak apa - apa mbak, kalian bekerja di sini membantu aku memajukan restoran ini saja sudah membuatku bahagia.” Ucap Alice
Ternyata Silvie salah satu customer yang makan di restoran itu, dan ia juga mendengar percakapan Alice dengan pegawainya..
‘Ternyata ini restorannya punya kamu, akan aku buat citra restoran kamu ini jadi jelek karena ownernya berkelakuan buruk.’ Ucap Silvie dalam hati sambil tersenyum sinis ke arah Alice yang sedang berada di counter kasir.
Tidak lama kemudian Silvie melihat ada salah satu karwayan yang sedang berjalan ke arah mejanya ingin membawakan pesanan meja lain yang sejajar dengan mejanya.
‘Kesempatan bagus, kamu akan malu hari ini.’ Ucap Silvie sambil tersenyum sinis dan langsung mengeluarkan satu kakinya..
Beruntungnya pelayan itu melihat tiba - tiba Silvie mengeluarkan satu kakinya dan memanjangkannya seperti ingin memjegalnya, ia langsung melangkahi kaki itu, sehingga tidak membuatnya terjatuh.. ketika ia sudah selesai mennata makanan salah satu customer. Ia melewati meja Silvie, langsung menatap Silvie sekilas dengan tatapan tajam.
“Aku tahu kamu siapa, jadi kalau kamu membuat kekacauan di sini.. bukan nona Alice yang malu, melainkan kamu sendiri yang akan malu.” Ucap karyawan itu dengan suara pelan yang bisa terdengar oleh Silvie.
Ternyata apa yang di katakan oleh karyawan itu terdengar jelas oleh seorang wanita paruh baya yang baru saja ingin kembali ke mejanya.. wanita paruh baya itu langsung melihat ke arah Silvie..
‘Ckckckck.. perempuan zaman sekarang memang suka bangat mencari masalah dengan orang tidak salah.’ Ucapnya dalam hati sambil jalan ke mejanya. Silvie mengepalkan tangannya karena sudah tersulut emosi. Karyawan itu langsung pergi tanpa menunggu reaksi Silvie.
Karyawan itu langsung menuju counter kasir untuk mengadukan apa yang ingin di perbuat oleh Silvie.
“Iih kesel banget aku, kalau tidak ingat ini tempat umum sudah ku usir ku si perempuan ular.” Ucap Sari yang datang - datang langsung berceloteh dengan nada kesal.
“Kenapa mbak, salah satu perempuan ular itu di sini? Yang mana yang besar apa yang sawah?” Tanya Alice agak kesal
“Yang besar, Lice.. dia tadi mau jegal kaki ku.. untungnya saja aku nampak dia tiba - tidak sengaja keluarkan kakinya kalau aku jatuh udah ku jambak - jambak dia.” Ucap Sari dengan semangat yang membara..
“Biarkan saja, mbak lihat saja.. habis ini pasti akan ada drama keluarga yang tidak di perbolehkan gratis.” Ucap Alice sambil tersenyum
“Pasti itu.” Ucap Icha dan Sari serentak.
Dan benar saja, setelah Silvie dan teman - temannya selesai makan.. mereka langsung ingin keluar dari restoran itu, langsung di cegat oleh satpam..
“Enak bener ya nona.. habis makan langsung keluar saja, bukannya bayar dulu.” Ucap satpam yang sedang mencegat mereka.
“Heh.. aku ini sepupunya yang punya restoran, ya suka - suka aku dong.. minggir kamu.” Ucap Silvie dengan sombong.
“Kamu tidak ada di daftar saudaranya nona Alice, kami tahu semua saudara dan keluarga nona Alice.. jangan sembarangan ngomong kamu.. kalaupun kamu sepupunya harus tetap bayar.” Ucap satpam itu lagi..
Seketika Silvie menjadi pusat perhatian, kebanyakan mencibir kelakuannya yang arogan seperti itu
Tidak lama asisten Alice datang, “ada apa nih pak?” Tanya Maria
“Ini bu Maria, perempuan ini mengaku sepupunya bu bos dan tidak ingin membayar bill, tahunya mau langsung pergi begitu saja.” Ucap satpam
Icha hanya menyaksikan dari counter, karena ia sudah tahu akan ada peristiwa seperti ini.. jadi ia hanya membiarkan pak satpam mereka yang mengatasinya.
“Tagihan meja berapa?” Tanya Maria
“Tagihan meja 9.” Ucap Icha yang sudah menghampiri Maria dengan struck di nampa kecil.
Maria memandangi Silvie dengan senyum sinis dan menggelengkan kepalanya.
“Sepupu yang mana maksud anda? Sepupu yang selalu memfitnah nona Alice hingga mamanya sendiri tidak percaya dengan anaknya sendiri demi membela keponakannya yang manipulatif seperti anda? Itu yang di sebut sepupu?” Tanya Maria dengan nada tegas
Deg
‘Kenapa dia bisa tahu cerita itu?’ Tanya Silvie dalam hati.. mukanya berubah menjadi pias dan ia merasa ketakutan.
“Kenapa anda tidak bisa jawab? Atau anda ini sepupu dari tante yang ingin merebut papanya nona Alice?” Tanya Maria.
Muka Silvie semakin pias mendengar pertanyaan Maria..
Sedangkan teman - teman Silvie sangat terkejut mendengar apa yang di katakan oleh Maria karena selama ini Silvie bercerita kalau Alice lah yang tidak pernah mau menerima mereka sebagai sepupunya.. tapi ini apa.
“Atau anda ini sepupu dari nona saya yang membuatnya terpisah dengan ibu kandungnya yang berujung ia tidak ingin bertemu dan mengakui ibu kandungnya karena sangat kecewa dengan kelakuan ibunya yang sangat mati - matian membela kalian padahal sudah di beri semua bukti kalau kalian ini ingin menghacurkan nona kami dan adik - adiknya sehingga hanya kalian yang di sayangi?” Tanya Maria dengan nada datar
Sekelilingnya langsung menuding Silvie habis - habisan.. tidak dapat pembalasan dari Silvie membuat Maria merasa agak senang karena sudah ketahuan dari raut wajahnya, kalau sekarang Silvie ketakutan karena topeng perempuan baik - baik yang selama ini dia jaga di buka paksa oleh Maria yang sudah muak dengan tingkah Silvie dan Natalie.
“Bagaimana nona apa anda bisa menjelaskan kepada kami? Anda sepupu nona kami dari keluarga yang mana?” Tanya Maria dengan senyum tipis.
“Enak saja perempuan itu, sudah membuat seorang anak terpisah dengan ibunya malah enak banget ingin tidak membayar hanya karena sepupu owner.” Ucap Netizen 1
“Dasar anak pelakor.” Ucap Netizen 2
“Ini perempuan yang di ceritakan oleh bloge yang di Yoyo itu.” Ucap Netizen 3
Tiba - tiba dari samping ada seorang ibu paruh baya datang menyiramkan air yang ada di gelas ke arah Silvie.
“K..kamu–.” Belum selesai ia membalas, Silvie di buat terkejut dengan siapa yang ada di depannya.
“Tante Ririn..” ucap Silvie dengan suara ketakutan..
Iyap.. yang menyiram air ke Silvie itu tante Ririn.. ia baru saja sampai dengan Nenek Rose dan Kakek Arman, baru saja sampai sudah di suguhin oleh opera sabun yang di perankan Silvie.
...****************...
Maaf ya jadwalnya updatetannya tidak seperti biasa, aku akan update 1 bab lagi nanti mungkin bisa lebih sore atau agak malam.. tapi hari ini sudah update 2 bab seperti biasa ya.
Selamat membaca ya guys.. dan jangan lupa banyak minum air putih karena cuacanya lagi tak bersahabat..