NovelToon NovelToon
KEY

KEY

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:360
Nilai: 5
Nama Author: DAN DM

AKU ADALAH KEY.
AKU HIDUP BERSAMA TUKANG KAYU DARI PENJAG KUIL

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DAN DM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kucing

Mata Prizeyl berbinar penuh harap. Deon Key dan Kakek Genpo saling berpandangan, lalu tersenyum lebar.

"Boleh dong! Kan Nona sekarang sudah jadi teman baik," jawab Deon santai. "Ayo, kami antar keliling. Tapi ingat ya... jangan sentuh apa-apa sembarangan. Nanti kalau ada yang bergerak atau bersinar, jangan panik."

"Siap! Aku janji aku cuma lihat-lihat dan nganga doang!" jawab Prizeyl semangat, matanya sudah tidak sabar.

 

Mereka bertiga berjalan melewati halaman yang luas. Setiap langkah kaki Prizeyl terasa berat namun melayang. Udara di sini terasa kental dan magis.

Saat mereka berhenti tepat di hadapan tumpukan batu Giok Zamrud terbesar yang sudah dibelah...

Mata Prizeyl terbelalak sampai hampir keluar dari rongganya.

"Wahai Dewa... ini... ini sungguh nyata?" bisiknya pelan, suaranya bergetar.

Ia melihat dengan jelas keindahan di dalam batu itu. Kristal-kristal alami yang tumbuh rapi, memancarkan cahaya hijau yang hidup. Dan bentuknya...

"Itu... itu bentuknya apa Deon?!" seru Prizeyl tak kuasa menahan kekaguman. "Kelihatan seperti makhluk hidup! Badannya besar, kepalanya bulat, dan ekornya melingkar!"

 

Deon dan Genpo langsung tertawa melihat reaksi Prizeyl yang sama persis seperti mereka dulu.

"Itu Naga Nona! Naga Pelindung!" seru Kakek Genpo ngotot, menepuk-nepuk sisi batu itu. "Lihat gagahnya! Kakek yang ukir sedikit biar kelihatan otot dan cakarnya!"

"Hah? Naga?" Prizeyl memiringkan kepala, mendekatkan wajahnya hampir menempel ke batu. "Mana ada Naga hidungnya pesek dan matanya bulat imut gitu Kek?! Itu jelas Kucing Besar! Kucing yang lagi tidur nyenyak!"

PLAK!

"ADUH!" Genpo terkikik. "Jangan menghina benda suci Nona! Itu Naga! NAGA! Simbol kekuatan!"

"Hahaha tapi beneran lho Nona," timpal Deon sambil tertawa. "Kami juga sempat debat panjang lebar. Akhirnya kami sepakat menyebutnya Naga Kucing."

"Naga Kucing..." Prizeyl menepuk jidatnya sendiri lalu tertawa lebar. "Lucu sekali! Ya sudah, Naga Kucing deh! Pokoknya dia paling ganteng dan paling mahal sedunia!"

Suasana menjadi sangat cair dan akrab. Tidak ada lagi jarak antara Putri Klan Awan dan keluarga penjaga kuil. Mereka bertiga tertawa lepas di bawah sinar matahari yang disaring oleh cahaya hijau zamrud.

 

Setelah puas mengelilingi dan memotret (dengan mata) keindahan batu-batu itu, Deon mengajak mereka berjalan ke arah bangunan gubuk.

"Mari Nona, lihat yang ini juga. Ini hasil karya Kakek Genpo yang paling jenius," kata Deon bangga.

Mereka masuk ke dalam Lorong Panjang yang menghubungkan dapur gubuk dengan area kuil.

Mata Prizeyl kembali melongo melihat desainnya.

"Wah... nyaman sekali!" serunya sambil menyentuh dinding anyaman bambu yang rapi. "Sejuk, teduh, dan aromanya wangi kayu."

"Iya kan," Genpo ikut bangga. "Dulu kan kita tinggal di reruntuhan, panas, hujan kemana-mana. Sekarang kan sudah maju dikit. Jadi kita bikin lorong ini biar jalan dari rumah ke kuil tetap kering dan hangat."

Deon berjalan di depan, lalu berhenti tepat di ujung lorong yang menghadap langsung ke dinding tak terlihat menuju aula utama.

"Dan di sini... adalah pintu gerbangnya."

 

ini selanjutnya".

"Pegang tangan saya ya Nona," kata Deon lembut.

Prizeyl mengangguk cepat dan mencengkeram lengan Deon erat-erat, sementara tangan lainnya dia pegang ke baju Kakek Genpo.

Sreeeeet...

Udara terbelah. Mereka melangkah maju, dan...

Mereka kini berada di dalam Aula Utama Kuil Beringin yang megah!

Cahaya hijau keemasan menerangi seluruh ruangan. Ornamen-ornamen di dinding bersinar mengalir seperti pembuluh darah. Suasana hening, agung, dan sangat sakral.

"Ini..." Prizeyl menutup mulutnya dengan tangan, matanya berkaca-kaca. "Aku pernah membaca di buku sejarah... ini arsitektur zaman purba yang sudah hilang. Tapi ini... lebih indah dari gambaran."

Matanya tertuju ke sudut ruangan. Di sana, berdiri rak buku besar yang penuh dengan buku-buku tebal yang tersusun rapi.

"Itu apa Deon?"

"Itu perpustakaan pribadi kami Nona. Isinya catatan ilmu pengetahuan dari zaman dulu yang sudah saya salin ulang," jawab Deon santai.

Prizeyl berjalan mendekat, jari telunjuknya menyentuh sampul buku yang tebal dan keras itu.

"Kau... menyalin semua ini sendiri?" tanyanya tak percaya.

"Iya. Biar ilmunya tidak hilang dan bisa dipelajari."

Prizeyl menatap Deon dengan pandangan yang sangat dalam dan berbeda. Rasa hormat di hatinya meledak luar biasa.

Di depannya ini bukan sekadar anak desa yang jenius. Dia adalah penerus peradaban yang hilang. Dia adalah harta karun yang sesungguhnya.

"Deon..." panggilnya pelan.

"Ya?"

"Terima kasih sudah mempercayaiku masuk ke sini. Aku janji... rahasia tempat ini akan kubawa sampai mati. Aku akan menjaganya juga sebaik mungkin dari luar."

Deon tersenyum hangat. "Saya tahu Nona orang baik. Makanya saya izinkan masuk."

 

Malam itu pun berlalu dengan hangat. Mereka bertiga duduk di aula utama, berbagi cerita, minum teh, dan menikmati keajaiban yang hanya ada di tempat itu. Persahabatan antara tiga dunia yang berbeda kini terjalin kuat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!