Gita mati karena penghianatan, ia didorong oleh keluarga dan sahabatnya sendiri ke tengah zombie demi menyelamatkan diri mereka. namun, Gita kembali ke masa satu bulan sebelum wabah mematikan menghancurkan dunia. dengan ingatan masa depan dan sebuah kalung Dimensi misterius, Gita bersiap menghadapi kiamat sebelum menjauh dari orang - orang yang pernah membunuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
Wuhhhhhhh....
"Let's play b*tch" ucap Gita dengan seringai yang mengerikan.
WUUUSSSHHHH
Jep...
Srakkkk....
Brug!
Prang!!
GRUAHHHH!!
Ugh....
Suara dentuman keras dan raungan zombie terdengar begitu jelas, sampai orang - orang yang sedang bersembunyi di persembunyian mereka ketakutan, mereka sampai tahan napas dan tidak berani bersuara karena ketakutan.
WUUUSSSHHHH....!!
GRUAHHHH.....
Dengan kepercayaan diri tinggi Gita berjalan di tengah kerumunan zombie.
Gita berputar dan.....
Wussssshhhh....
Akhhhhhhh......
GRUAHHHH......
Zombie terbakar di sekeliling Gita karena Gita berputar sembari mengibaskan samurai apinya.
Gita berjalan kembali dan zombie yang masih hidup langsung berlarian mendekati Gita kembali dan Gita dengan mudah melawan meraka semua dengan satu tebasan dan beberapa serangan mematikan lainya.
Srakk....
Jlep...
Bless...
Trang....
Brak....
1 Jam Kemudian
Gita menghabisi semua zombie yang ada di area itu, terlihat zombie sudah gosong terkapar di jalanan.
"Gini kan cepet. Gak mau juga kalo langsung di panggang kan" kekeh Gita
Dengan jentikan jari berlian merah langsung masuk ke dalam ruang dimensi.
Ugh....
Tiba - tiba Gita mendengar suara nafas kesakitan
"Kalo suara gini bukan zombie ini mah" ujarnya.
Gita langsung melihat ke sekeliling, dan Gita merasakan sesuatu di dekat mobil yang rangkanya saja.
Gita berjalan dengan tegas dan melihat apa yang mengerang kesakitan dan....
"Anjing!!" gumam Gita yang melihat seekor anjing herder yang terkapar dan beberapa sisi sudah terlihat tulangnya saja, mungkin dia ingin di habisi zombie.
"Tapi kenapa gak jadi zombie ni anjing? apa hewan gak bisa terinfeksi virus zombie?" lanjut gumam Gita.
Gita melihat ke sekeliling tidak ada siapapun.
Ding - Misi : Membantu anjing Di Ambang kematian, dengan pil Penyembuh anjing ini akan menjadi penjaga yang handal.
Ding - Kepercayaan 100%
"Emmm oke lah" gumam Gita
Gita langsung mengeluarkan pil Penyembuh dan memberikannya kepada anjing barunya.
Tiba - tiba sinar keluar dari area tubuh anjing dan beberapa detik kemudian.
Anjing itu sudah sehat, sudah berdiri dengan gagah dan tidak terlihat luka - luka yang tadi Gita lihat sudah hilang.
Gug... Gug....
Terlihat anjing itu menggonggong lembut dan memutar mutar ekornya dengan semangat.
"Ahhhh lucunya. Namanya siapa ya?" bingung Gita
"Nanti lah. Kita pulang dulu, kamu harus makan banyak biar bisa jadi bodyguard tak terkalahkan" lanjut Gita
Gita langsung pulang bersama anjing barunya dengan teleportasi.
"Dia bilang?? Bukan hantu kan itu" ucap seorang perempuan muda yang memakai perlengkapan militer dan ada senjata di tangannya.
Dia mengucek ucek matanya karena melihat gita yang menghilang dengan anjing militernya yang tadi dia sudah pastikan mati karena di makan zombie.
Di Apartemen Gita.
"Nih makan ya, makan yang banyak" ucap Gita memberikan makanan anjing.
Gita juga memberikan susu yang di beri vitamin stamina, hadiah dari sistem agar anjing nya semakin kuat dan besar.
"Berendam pake air anget mantap ini" gumam Gita
Gita langsung masuk ke dalam kamar mandi dan berendam di air hangat dengan nyaman sembari menonton filem kesukaan nya.
1 Jam Kemudian
Gita sudah beres berendam dan sudah terlihat sangat segar dan bugar.
Dia langsung pergi menuju ke basement untuk mengecek latihan menembak, bela diri dan tanaman yang sudah mulai tumbuh.
Ting!!
Pintu lift terbuka dan Gita pun langsung menekan tombol lantai basement.
Ting!!
Pintu lift terbuka di lantai 1 dan saat terbuka sudah ada pak Edward di sana.
"Nona" ujar pak Edward
"Iya pak. Ada apa? Apa ada masalah? ada yang terluka?" panik Gita
"Bukan nona.. Tapi...!" jawab pak Edward sembari menggeserkan badan nya.
Deg
...Flash Back...
Dor....
Dor....
Pak Edward, Jek, Dani, pak Rio dan pak jery sedang menembaki zombie dengan senjata tajam namun aman karena memakai peredam senjata.
( Ada suara dor nya biar kebayang aja ya 🤭 )
"Wah zombie nya kenapa makin banyak?" bingung Dani
"Iya kenapa malah makin banyak, dari tadi gak mengurang sama sekali. Gimana kita mau ngambil berlian merahnya kalo gini" balas pak Rio
Mereka melihat gelombang zombie yang sangat banyak, sudah puluhan zombie yang sudah mereka tembak namun terlihat seperti tidak mengurang sama sekali.
Wuuusssshhhh
Tiba - tiba ada suara keras dari arah gedung kiri mereka, terlihat gerombolan zombie itu langsung melihat ke sumber suara dan langsung....
GRUAHHHH....
Berlari ke arah sumber suara dengan cepat...
"Berkurang! berkurang! cepet tembak!!" perintah pak Jery dengan tegas
Mereka langsung menembak dengan cepat dan akurat, namun saat mereka sedang menembak dari arah gedung dapat terlihat keluar seorang wanita berbaju biru bersih membuat mereka bisa melihat dengan jelas wanita itu.
"Itu manusia!!" ucap pak Rio sembari menunjuk ke arah wanita itu.
Mereka berempat pun langsung melirik ke arah pak Rio tunjuk.
"Terus ini gimana pak? Apa kita bantu?" tanya Dani
"Kita bantu dulu. urusan bilang sama mbak Gita bisa nanti" jawab jek
Mereka pun terus menembaki zombie yang ada di sekitar wanita itu.
15 Menit Kemudian
Zombie sudah terlihat tidak ada, dan terlihat jelas wanita itu yang sedang meringkuk ketakutan di belakang bangkai mobil.
"Kita turun ke basement, kita bantu dia dari pintu basement" ujar pak Jery
Mereka langsung pergi ke pintu basement untuk membawa masuk wanita yang mereka tadi tolong.
Beberapa Menit Kemudian
Hanya 2 orang yang keluar dari dalam apartemen sisanya berjaga dan mengambil berlian merah.
"Hey" ucap Jek
Akhhh....
"Tenang - tenang, kita manusia. ayo cepat pergi sebelum zombie nya datang lagi" ujar jek
Wanita itu langsung melihat ke arah jek dan mereka saling terpaku.
"Ayo masuk" ajak jek
Mereka langsung berlari dan masuk ke dalam apartemen dengan cepat.
"Tutup" ucap pak Rio
Mereka langsung kembali dan pintu pun menutup bertepatan dengan zombie yang datang
"Apa dia aman?" tanya pak Edward yang masih belum melihat wajah wanita itu
"Aman pak. Tidak ada luka" jawab jek
"Nama kamu siapa?" tanya pak Edward
Yang penasaran dengan wajah wanita yang terus menunduk itu.
Semua orang melirik ke arah wanita itu dengan perasaan cemas.
Apa mereka benar apa salah memasukan wanita ini ke dalam tempat aman mereka.
"Namun ku.... Julia"
Deg
Wajah yang sedari tadi di tutup sekarang terlihat dengan jelas membuat raut wajah pak Edward berubah menyeramkan.
tp jgn semua mua di jadiin kluarga.
tp aku lbh suka yg natural gn tanpa mutasi2..
aku jarang sekali baca apocalypse sampe selsai.. klo terlalu detail buat persiapan lsg skip.