NovelToon NovelToon
NAMA LAIN DIBIBIRNYA

NAMA LAIN DIBIBIRNYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mamany Ali

Raya tidak menyangka kalau Suami yang sudah sepuluh tahun menikah dengannya , jatuh cinta lagi dengan wanita lain. Andini adalah nama wanita itu. Saat Bagas suami Raya mengaku mencintai Andini. Dunia Raya terasa runtuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamany Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Liburan ke pantai

Satu bulan kemudian.

Pagi pagi rumah sudah heboh, koper, tikar, pelampung, ember Gilang. Semua menumpuk diruang tamu.

" Ma, bola Galang, Mana?" Galang dari tadi berputar kesan kemari, mencari bolanya yang akan di bawa ke pantai.

Ya, hari ini mereka akan pergi berlibur ke pantai. Setelah semua yang terjadi. mereka juga butuh hiburan.

" Itu, disamping tas, Sayang." Raya nyahut sambil mengecek bekal, Sayur asem,nasi, tempe goreng, ikan goreng dan buah potong. semua dimasak oleh Bu Sri.

Raka dari luar berteriak. " Mobil sudah siap. Tim pantai ayo kumpul."

Nisa keluar kamar, sudah dress panjang, Sedari tadi kepalanya terasa berat. Tapi Nisa tahan, karena dia tidak mau merusak suasana. " Gilang mana? Daritadi bude belum nampak?"

" Ada disini, Bude." Gilang keluar dari kolong meja, pakai baju renang dari rumah, bawa ember sama sekop." Gilang siap bangun istana." Teriaknya.

Bu Sri geleng geleng kepala melihat kelakuan Gilang." Barang Barang kita banyak. Seperti mau pindahan saja."

Jam tujuh lewat. Mobil berangkat. Raka menyetir, disampingnya ada Nisa. dan yang lainnya dibelakang.

Sepanjang perjalanan Gilang bernyayi balonku ada lima, versi fals. Galang sibuk menempelkan mukanya ke kaca. Sambil menghitung pohon . Bu Sri sama Raya bagi bagi roti. pengganjal perut.

Satu jam kemudian mereka sudah sampai dipantai.

" Pantaiiii." Gilang berteriak kegirangan.

Raka segera mencari tempat parkir mobil, setelah memarkirkan mobilnya, semuanya keluar. Gilang paling cepat keluar, langsung melepaskan sandalnya. Dan lari ke pasir.

Galang menyusul tapi lebih anteng. Dia melepaskan sepatunya dan menginjak pasir. " Ma, pasirnya hangat."

" Iya sayang, jangain adek ya, Mama mau keluarkan barang barang kita dulu." Jawab Raya sambil membantu Raka mengeluarkan barang bawaan mereka.

" Kamu tidak turun sayang?" Raka melihat Nisa yang sepertinya tidak sehat. Wajahnya tampak pucat.

" Aku mau didalam mobil dulu sebentar, sayang. Aku merasa kurang enak badan." Jawab Nisa yang kini menempelkan minyak angin di hidungnya.

Raka memegang kening Nisa. Dia ingin tahu apakah Nisa sakit.

" Badanmu tidak panas sayang, kalau kamu mau istirahat dulu, tidak masalah. kami mau mengeluarkan barang barang dulu. "

Nisa mengangguk.

" Kenapa dengan Mbak Nisa, Mas?" Tanya Raya yang masih menurunkan tas.

" Katanya kurang enak badan. Mungkin kecapean karena sudah lama tidak naik mobil jauh jauh." Jawab Raka.

" Ohh." Angguk Raya.

Raka menutup bagasi. Setelah memastikan semua barang barang sudah diturunkan semua.

Raya membentangkang tikar besar dibawah pohon Ketapang. Bu Sri membuka rantang. " Ayo semuanya , kita makan dulu. Nanti masuk angin." teriak bu Sri.

Semua berlari menghampiri Bu Sri. Gilang paling semangat, karena dia sudah lapar. Semuanya berkumpul di tikar.

Nisa juga ikut keluar dari mobil, kepalanya terasa semakin berat. Makanan yang ada didepannya membuat perutnya mual.

Uwekk.

"Kamu kenapa sayang?" Raka dengan sigap mengelus punggung Nisa.

" Kamu sakit, Nak?" Bu Sri juga tampak khawatir.

 " Minum dulu mbak!" Raya menawarkan gelas yang berisi air minum untuk Nisa.

" Terimakasih Ray."

Nisa kemudian berbaring dipangkuan Raka, dia masih pusing namun dia tidak ingin semuanya khawatir.

" Bang, Ayo kita main bola." Ajak Gilang yang baru saja makan beberapa sendok.

Gilang sudah tidak sabar ingin bermain air lagi.

" Ayok dek." Galang mengiyakan ucapan Gilang.

Mereka berdua kembali bermain air, Kali ini mereka bermain bola.

Raya mengikuti anak anaknya dari belakang, takut terjadi apa apa. Angin laut menyapu rambutnya. Raya duduk di bawah pohon dengan alas akar pohon yang besar.

Raya menutup matanya. Menikmati detik tanpa suara tangis atau debat hak asuh.Cuma suara ombak dan suara tawa Galang Gilang.

" Raya.." Suara seorang lelaki membuat Raya membuka mata.

Suaranya berat dan tenang. Raya familiar dengan suara tersebut. Raya buka mata. Didepannya Satria sudah berdiri. dengan baju kaos dah celana pendek selutut. Tidak lupa ditangannya ada kamera.

" Satria?" Raya kaget saat melihat lelaki yang ada dihadapanya sekarang adalah Satria. atasan Bagas sekaligus sahabat Bagas dan juga rekan kerja Raya. Mereka masih menjalankan satu proyek sekarang.

Satria tersenyum, Senyum yang sama setiap kali mereka bertemu. Tenang tidak dibuat buat." Sedang liburan ya?" Tanyanya.

" Iya, kamu sendiri?" Raya bertanya balik . Matanya tetap mengarah ke anak anak yang sedang main bola.

" Sama, Saya juga sedang menikmati liburan, Jenuh juga dengan pekerjaan dikantor. "

Raya melihat kamera yang dipegang Satria. " Kamu juga foto foto ya?"

" Iya, buat kenang kenangan."

Raya menganguk. " Ohh."

Bola ditendang Galang sampai kedepan Satria, hampir saja mengenai wajah Satria yang kini duduk disamping Raya.

" Maaf Om." Galang berlari menghampiri Satria.

Galang kenal dengan Satria, karena Satria cukup sering datang kerumah mereka dulu bersama mendiang istrinya. Laura.

" Ups, Keras juga tendangan Abang Galang ya." Teriaknya sambil melemparkan bola ke Galang.

" Iya, Om." Galang mengambil Bolanya.

" Apa om boleh ikut main?" Tanya Satria .

" Boleh om.." Ajak Galang.

Satria memberikan kameranya kepada Raya." Nitip Ray, aku mau main sama Galang dulu."

"Iya." Raya mengambil kamera tersebut.

Satria sudah berlari menghampiri Galang dan Gilang yang kembali sibuk main bola.

Dikejauhan Bu Sri melihat mereka." Siapa lelaki yang sedang bermain dengan Galang dan Gilang itu?" Tanya bu Sri kepada Raka.

Raka juga melihat kearah yang dilihat Bu Sri. " Aku kurang tahu ,Bu. Mungkin teman Raya." Jawab Raka.

Nisa masih berbaring. Kepalanya berada di pangkuan Raka. Raka membelainya dengan lembut.

" Iya, Mungkin teman kerja Raya." Jawab Bu Sri. Yang masih melihat kearah Raya.

" Mama, Ayo kita main.." Gilang menarik tangan Raya untuk ikut bermain bersama dengan mereka.

Mau tidak mau Raya juga ikut bermain bersama. Tidak lupa dia memberikan kamera Satria. Takut nanti jatuh kalau dia yang pegang.

" Ayo ma, kejar Gilang.." Teriak Gilang yang kini sangat senang berlari di tepi pantai.

" Mama tidak kuat mengejar Gilang, tenaga mama habis." Teriak Raya.

Mereka saling kejar kejaran, Suara tawa mereka terdengar. Melihat hal itu Satria mulai mengambil gambar gambar Raya dan anak anaknya yang tampak bahagia. Meskipun dia tahu Raya kini sudah berpisah dengan Bagas.

" Om, tolong. Gilang mau di tangkap mama.." Gilang berlari memeluk Kaki Satria.

" Wah, kita harus lari.." Satria mengalungkan kameranya di leher dan mulai mengendong Gilang dipunggungnya.

"Aku akan kejar.." Teriak Galang yang kini ikut mengejar Satria dan Gilang.

Raya terdiam ditempatnya, melihat pemandangan didepannya. Galang dan Gilang tertawa lepas bersama dengan Satria. Seperti yang sering mereka lakukan bersama dengan Bagas, Setiap mereka kepantai. Sekarang semuanya tinggal kenangan.

" Raya, Raya.." Bu Sri berlari menghampiri Raya . tampak kecemasan di raut mukanya.

" Raya, Mbakmu pingsan.." Teriak bu Sri.

Raya dengan cepat berlari , setelah mendengar ucapan ibunya.

Raka tampak panik saat melihat Raya yang kini tidak sadarkan diri.

" Mbak Nisa kenapa, Mas?" tanyanya panik. Bu Sri ada dibelakang Raya. Diikuti Satria yang masih mengendong Gilang. Dan Galang berjalan dibelakangnya.

Semua tampak panik.

1
sunaryati jarum
Semoga Bu Sri Selamat dan Andini ditangkap
Anonim
BUNUH ANDINI.. SIKSA DIA DENGAN SIKSAAN YANG PEDIH..
MATA DI BALAS MATA.. HIDUNG DIBALAS HIDUNG .. KEJAHATAN DIBALAS KEJAHATAN
sunaryati jarum
Perempuan sakit jiwa seperti itu Bagas , yang kau masukkan dalam rumah tangga kamu yang akhirnya menghancurkan hati Raya.Seharusnya kamu yang harus dapat karma,tapi ini tindakan kamu yang tanpa memikirkan perasaan istri dan anak- anakmu, bahkan sudah cerai masih membayang Raya dan anak- anakmu.Kamu harus tanggung jawab pada keselamatan mereka.Walau konsekuensinya kamu akan kehilangan Kedua putramu, karena pastinya Andini tidak akan membiarkan kamu bertemu.Dan kau sama Andini tidak akan diberikan keturunan.
sunaryati jarum
Syukurin itulah yang kau inginkan dan ibumu? Bahkan kau pernah menghina Raya baju bawang dan kau bandingkan dengan selingkuhan kamu Andinini.Nikmati hidupmu jadi suami boneka yang tak punya kuasa apapun setelah menikahi Andini.Anak - anakmu makin lupa padamu.
sunaryati jarum
Raya mendapatkan masalah karena kamu menerima pelakor yang terobsesi menjadi Ny Bagas.Karena kamu mengabaikan Andini ,maka mantan istri sasarannya,puas kamu Bagas Ibu dari anak- anakmu dirundung masalah karena pelakor itu.
Vivi Zenidar
udah ga guna... sakit hati nya
Anonim
KEADILAN KIRA HARUS DITEGAKKAN...
sunaryati jarum
Kau tahu ya sekarang rasanya bagaimana melihat orang yang kita cintai.bersama orang lain, itulah dulu yang dirasakan oleh Raya, padahal kamu masih berstatus suami,nah sekarang kamu tidak berhak karena Raya telah bercerai denganmu.Satria minta detektif untuk menyelidiki Wijaya, bergerak lebih dulu tanpa mereka sadari
sunaryati jarum
Nah , ceritakan semuanya secara detail.,Raya.Pasti Satria punya solusinya.Tunggu Pak Wijaya, bukan perusahaan Satria yang hancur,bukan Raya yang dipermalukan tapi perusahaan anda yang hancur dan putrimu Andini yang dipermalukan
sunaryati jarum
Emak lega , akhirnya Raya menolak , emak berharap perusahaan orang tua Andini.yang hancur.
sunaryati jarum
Perselingkuhannya kamu dengan Andini membawa kerugian besar.Terutama mental Galang.Karenan pergi meninggalkan istrimu di depan mata putramu Galang
sunaryati jarum
Benar kasih sayang ibu tidak akan putus kita sudah berumah tangga.Semoga harapan ibumu dan kakakmu tentang Satria terkabul.Dan untuk ayah Andini yang ingin membuat usaha hancur dan Raya menderita , gagal dan berbalik pada mereka.
Datu Zahra
Raya 👎
Vivi Zenidar
kejam amat Andini dan papa nya
Datu Zahra
enggak Elegant ah, bego Raya. Harusnya di depan Andini jangan terpancing, panasin, mesra sama Bagas. giliran pelakor pergi baru hajar bagas. Enggak seru,
Datu Zahra
suami keparat kalo udah berani jelekin istri ke perempuan lain.
sunaryati jarum
Yang akan malah perusahaan papamu,Andini.Kalian main- main dengan Satriya , kalian.sendiri.Didikan orang tua Andini sudah salah.Mencintai tidak harus mengabulkan semua permintaannya, apalagi permintaan yang salah sampai menghancurkan rumah tangga orang,maka kehancuran hidupmu yang kau dapat
sunaryati jarum
Jelas- jelas yang gatal itu kamu.Lebih terhormat Raya yang janda bebas menjalin hubungan dengan pria lajang.Sedangkan kamu statusmu gadis tapi berhubungan dengan lelaki beristri hingga berakhir bercerai.Yang akan hancur kamu dan Bagas,Raya makin bersinar
sunaryati jarum
Segera tumbuh subur benih cinta kalian dan merambat saling mengikat kuat.Tak ada lagi pelakor yang berani masuk, karena mereka berdua sama - sama setia tetap kokoh walau banyak godaan
sunaryati jarum
Semua karena akal busukmu ,Andini . Jangan bangga berhasil jadi pelakor dan merusak rumah tangga orang , sebentar lagi karmamu akan datang menghampiri kamu, Ny Sari Dewi dan Bagas.Sedangkan Raya otw bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!