Satu skandal, dua musuh bebuyutan, dan 24 jam kamera yang menyala.
Sienna Rose, seorang supermodel papan atas, mendadak dihujat publik dan dituduh menjadi simpanan sugar daddy. Di waktu yang sama, Declan Bryer, aktor internasional berwajah sedingin es, tersandung skandal orientasi seksual. Demi menyelamatkan karier bernilai jutaan dolar, manajemen mereka memaksa keduanya bergabung dalam reality show pernikahan palsu, We Got Married.
Publik mengira mereka pasangan serasi yang romantis. Namun di balik layar, saat kamera mati, mereka adalah musuh bebuyutan masa kecil yang saling membenci! Sanggupkah Sienna menahan diri untuk tidak mencakar Declan di depan kamera? Dan apa yang terjadi saat masa lalu yang belum usai serta rahasia besar keluarga mereka perlahan mulai terkelupas di tengah sandiwara ini?
"Kurangin manjanya di depan kamera. Geli gue dengernya." — Declan Bryer.
"Pikir gue sudi?! Lo itu cuma kanebo kering, Declan!" — Sienna Rose.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8: Tebak-Tebakan yang Terlalu Akurat
"Tiga, dua, satu... Live!"
Sutradara menurunkan tangannya, memberi isyarat bahwa kamera utama di ruang tengah sudah menyala. Di hadapan Sienna dan Declan, sebuah papan tulis kecil berukuran portabel serta dua buah spidol hitam sudah disiapkan oleh kru produksi.
Suasana setelah ketegangan di balkon kemarin malam masih menyisakan sedikit kecanggungan, namun begitu lampu studio menyala, profesionalisme mereka kembali diuji.
"Oke! Selamat pagi pasangan terviral kita!" seru pemandu acara dari balik kamera. "Hari ini ujian kekompakan kalian naik level. Kita akan bermain Chemistry Quiz! Aturannya mudah, saya akan memberikan pertanyaan, dan kalian berdua harus menuliskan jawabannya di papan masing-masing. Ingat, jawaban harus kompak dan jujur!"
Sienna memaksakan senyum terbaiknya ke arah kamera, mencoba mengabaikan Declan yang duduk di sebelahnya dengan gaya santai namun bermata tajam. "Siap, Mas! Kita pasti kompak, kan, Sayang?" ucap Sienna dengan suara yang dibuat semanis mungkin, meski dalam hati dia waswas. Kebiasaan mereka dari kecil kan bertengkar, mana tahu hal-hal favorit begini.
Declan hanya mengangguk pelan, memutar-mutar spidol di jemari panjangnya. "Mulai aja," sahutnya pendek.
@luna_love: Pagi-pagi udah disuguhi visual couple! Sienna cantik banget pakai bando kucing, Declan mukanya ganteng pasrah gitu wkwk.
@wgm_update: Ayo kita lihat seberapa jauh mereka tahu rahasia masing-masing!
"Pertanyaan pertama, sangat mendasar. Apa makanan favorit Sienna yang selalu dia pesan kalau lagi stres?"
Sienna langsung berpikir cepat. Gue kalau stres sukanya makan yang pedas-pedas. Dia pun menuliskan jawabannya dengan cepat di atas papan. Selesai menulis, dia melirik Declan yang juga sudah selesai menulis dengan coretan tangan yang tegas.
"Satu, dua, tiga, buka papannya!"
Sienna membalik papannya: Seblak ekstra pedas level 5.
Declan membalik papannya: Seblak ceker, kuah merah, pedas mampus, kerupuknya harus lembek.
Sienna melotot, menoleh ke arah Declan dengan wajah cengo. "Kok lo—eh, kamu tahu detail banget sampai kerupuknya harus lembek?" tanya Sienna benar-benar terkejut di depan kamera.
Declan menatap papan tulisnya sendiri dengan ekspresi tak acuh, tapi telinganya sedikit memerah. "Lo kalau beli itu pas SMA selalu ngomel kalau kerupuknya masih keras. Gigi lo lemah," jawab Declan ketus, lupa mengubah bahasanya menjadi 'kamu' karena refleks ingatan masa lalu.
Kru di balik layar langsung tertawa kecil, sementara kolom komentar langsung dihujani emotikon hati.
"Wah, luar biasa! Jawaban pertama langsung klop detail banget ya! Oke, pertanyaan kedua. Apa lagu favorit Declan yang selalu diputar berulang-ulang di daftar putarnya?"
Sienna menggigit ujung spidolnya, mencoba mengingat-ingat zaman SMA dulu. Declan itu tipe cowok kaku yang seleranya agak klasik. Dia pun menuliskan satu judul lagu band Inggris lama. Sementara Declan tampak menulis jawabannya tanpa ragu sedikit pun.
"Buka papannya!"
Sienna: Fix You - Coldplay.
Declan: Fix You (Coldplay).
"Sempurna! Benar lagi!" seru pemandu acara. "Bagaimana Sienna bisa tahu?"
Sienna tersenyum bangka, menatap Declan dengan pandangan mengejek. "Dia itu kalau lagi pusing atau habis berantem sama orang, pasti ngurung diri di ruang musik sambil dengerin lagu itu keras-keras pakai headphone. Sok melankolis banget."
Declan berdeham keras, buru-buru menghapus tulisan di papannya dengan terburu-buru. "Itu cuma kebetulan," gumam Declan dingin, mencoba menyembunyikan fakta bahwa tatapan matanya mendadak melunak mendengar Sienna masih mengingat kebiasaan kecilnya.
"Lanjut ke pertanyaan ketiga! Di mana tempat kencan favorit yang paling ingin kalian datangi bersama?"
Mendengar kata 'kencan', Sienna sempat ragu. Mereka kan tidak pernah kencan secara resmi. Tapi, ada satu tempat yang dulu sering mereka datangi secara sembunyi-sembunyi saat bosan dengan rutinitas sekolah. Sienna pun menulis nama tempat itu dengan ragu.
"Buka papannya!"
Sienna: Atap gedung bioskop tua dekat sekolah.
Declan: Rooftop bioskop tua Jakarta Pusat.
Suasana studio mendadak hening selama satu detik sebelum kru bersorak heboh. Sienna menelan ludah, menatap Declan dengan tatapan yang sulit diartikan. Pria itu ternyata menulis tempat yang sama persis. Tempat di mana dulu Declan sering menemaninya menangis saat orang tuanya mulai sering bertengkar.
"Wah, ini sih romantis banget ya, tempat rahasia ternyata!" puji pemandu acara, membuat grafik rating WGM langsung melonjak naik memecahkan rekor kemarin.
@shipper_gariskeras: GILA!!! Ini bukan hubungan setingan setahun dua tahun! Mereka beneran punya dunia sendiri dari zaman sekolah!
@kanebo_bucin: Muka Declan pas nulis 'rooftop' itu kelihatan dalem banget memorinya. Sumpah gue baper parah!
"Sekarang, kita masuk ke sesi pertanyaan teknis dan intim untuk menguji seberapa peduli kalian pada detail fisik pasangan," ucap pemandu acara dengan nada menggoda. "Pertanyaan keempat. Sebutkan ukuran celana dan ukuran sepatu pasangan kalian!"
Sienna dengan percaya diri menulis ukuran tubuh Declan. Badannya yang tinggi tegap ala model internasional membuat ukurannya mudah ditebak bagi Sienna yang juga berkecimpung di dunia fesyen.
Sienna: Celana 32, Sepatu 44.
Declan: Celana 26, Sepatu 39.
"Dan jawabannya... tepat seratus persen untuk kedua pasangan!"
Sienna tersenyum puas, menepuk dadanya bangga. "Gampang itu mah, aku kan supermodel, insting aku tajam kalau lihat proporsi badan orang."
"Hebat banget! Tapi tunggu dulu, ini pertanyaan terakhir yang paling ekstrem dan diajukan langsung oleh salah satu netizen," pemandu acara terkekeh misterius, membuat Sienna mendadak punya firasat buruk. "Pertanyaan kelima... Berapa ukuran pakaian dalam milik Sienna Rose?"
"Hah?!" Sienna langsung berteriak, wajahnya dalam sekejap berubah merah padam sampai ke leher. "Mas! Pertanyaannya kok mesum banget sih?! Nggak mau jawab ah!" Omelan cegilnya keluar, dia menyilangkan kedua tangannya di depan dada dengan wajah super kikuk dan malu setengah mati.
Di sebelahnya, Declan juga langsung membeku. Spidol di tangannya hampir saja terjatuh. Pria tsundere itu memalingkan wajahnya yang kini ikut memerah sempurna sampai ke ujung telinga. "Pertanyaan macam apa ini? Nggak berbobot," protes Declan dengan suara beratnya yang mendadak terdengar gugup.
"Ayo dong, harus profesional! Tulis saja, kalau salah juga tidak apa-apa, namanya juga tebakan suami," desak pemandu acara memanaskan suasana.
Sienna cemberut, dengan wajah yang luar biasa malu dan tangan yang agak gemetar, dia menuliskan ukuran aslinya di papan, lalu menutupinya dengan telapak tangan agar tidak mengintip papan Declan. Gak mungkin si kanebo tahu, gue kan gak pernah cerita hal privasi begini ke dia! batin Sienna pasrah.
Sementara itu, Declan tampak termenung selama beberapa detik sebelum akhirnya menggerakkan spidolnya dengan sangat pelan di atas papan tulisnya.
"Oke, momen paling menegangkan malam ini! Satu, dua, tiga... buka papannya!"
Sienna membuka papannya dengan wajah pasrah: Ukuran 34B.
Declan membalik papannya dengan gerakan kaku, dan di sana tertulis angka yang sama: 34B.
"YA AMPUN! BENAR!!!" teriak seluruh kru di studio secara serempak. Beberapa kru wanita bahkan sampai menjerit histeris karena tidak menyangka jawaban se-intim itu bisa tepat sasaran.
Sienna benar-benar berubah jadi patung. Mulutnya terbuka lebar, matanya melotot sempurna menatap papan tulis Declan. Dia benar-benar dihajar rasa syok dan kikuk yang luar biasa. "Lo... kok kamu bisa tahu?!" pekik Sienna dengan suara melengking, wajah cantiknya yang tanpa rekayasa itu tampak begitu polos dan menggemaskan saat sedang panik.
Declan buru-buru meletakkan papan tulisnya ke meja dengan kasar, lalu berdeham berkali-kali untuk menetralkan kegugupannya yang sudah ketahuan publik. "Gue—maksud aku... waktu itu kan baju tidur lo yang ketinggalan di rumah kakek pas lo main, ukurannya segitu. Gue gak sengaja liat pas beresin," jawab Declan asal, memberikan alasan paling logis yang bisa dia pikirkan demi menutupi fakta bahwa insting lelakinya memang selalu memperhatikan segala hal tentang Sienna sejak dulu.
Di layar monitor produksi, kolom komentar penonton benar-benar meledak total sampai-sampai server aplikasi mengalami kendala teknis akibat jutaan orang yang mengetik secara bersamaan.
@netizen_syok: DEMI APA DECLAN TAHU UKURAN DALEMAN SIENNA??!!! Ini mah udah sah luar dalam woyyy!!
@baper_maksimal: Muka Sienna pas kaget dan kikuk itu natural banget, lucu dan cantik parah pas matanya melotot gitu wkwkwk.
@wgm_shipper_ind: Alasan Declan liat baju tidur di rumah kakek itu mencurigakan ya wkwk. Fix mereka udah sedalam itu hubungannya!
@rating_one: Rating pecah rekor lagi! Pasangan ter-real abad ini, kemistri mereka gak ada tandingan!
Sutradara langsung mengacungkan jempol tinggi-tinggi. "Keren banget! Episode hari ini sukses besar!"
Sienna masih menyembunyikan wajahnya yang super panas di balik kedua telapak tangannya, tidak berani menatap ke arah kamera lagi karena terlanjur malu, sementara Declan hanya bisa duduk kaku di sebelahnya dengan detak jantung yang berdegup dua kali lebih cepat dari biasanya. Ujian kekompakan hari ini benar-benar membongkar rahasia yang membuat hubungan palsu mereka terasa semakin nyata.