NovelToon NovelToon
Mencintai Badai

Mencintai Badai

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anissah

Menyandang status janda di usia muda, bukan hanya sekali, tapi tiga kali. Membuatku membangun benteng pertahanan yang angker.

Bagiku, laki-laki hanyalah makhluk lemah yang datang untuk memanfaatkan atau meninggalkanku. Keangkuhan itu menjadi perisai utamaku.

Sampai hari itu, ketika ego tinggiku berhadapan dengan mas Barraq, seorang pemuda keturunan berada yang dengan berani mengutarakan ketulusannya padaku.

Dengan lidahku yang tajam, kulontarkan kalimat-kalimat penuh racun yang meremukkan harga dirinya. Aku menghakiminya seolah dia tidak punya hak untuk mencintai wanita berpengalaman sepertiku.

Dadaku sesak oleh rasa bersalah yang teramat sangat. Di tangan pemuda yang dulu kuanggap remeh inilah, titik balik hidupku terpampang nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anissah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 27. Tiga bulan berlalu

Sembilan puluh hari yang melelahkan, dan aku masih saja berputar-putar di labirin yang sama.

Setiap hari, jariku tidak berhenti menyentuh layar ponsel. Aku memeras otak untuk membuat konten, memposting sudut-sudut estetis coffee shop ini, dan menyusun strategi visual yang sempurna.

Aku bahkan terus menyeret Shelly, menggunakan nama besarnya sebagai influencer yang lebih viral untuk menggandakan eksposur tempat ini.

Hasilnya? Kedai ini viral.

Antrean pengunjung mengular, mesin espresso menderu tanpa henti dari pagi sampai malam, dan omset mereka melonjak drastis. Dari luar, aku terlihat seperti pahlawan yang membawa kesuksesan besar. Tapi di dalam sini, dadaku justru semakin bergemuruh oleh rasa curiga.

Aku menatap layar laptopku dengan frustrasi. Angka-angka di laporan keuangan dan data transaksi harian yang berhasil kuakses sama sekali tidak berubah. Masih statis, datar, dan tidak masuk akal.

Bagaimana mungkin sebuah tempat yang kini dipenuhi lautan manusia memiliki rekam data yang hampir sama dengan tiga bulan lalu saat kedai ini sepi?

Ada dua kemungkinan yang membuat tengkukku meremang. Pertama data ini dimanipulasi seseorang yang berada di balik semua ini sengaja menyaring informasi yang masuk ke tanganku. Mereka memberiku data sampah agar aku tetap buta.

Kedua, tempat ini hanya kedok. Lonjakan omset yang kulihat dengan mata kepalaku sendiri sengaja dialihkan ke aliran lain, atau justru kedai ini sedang digunakan untuk menyamarkan sesuatu yang jauh lebih besar.

Aku merasa si dalang sedang mengawasiku dari kegelapan, tersenyum melihatku sibuk mempromosikan usaha ini sementara dia tetap aman bersembunyi. Aku sengaja dijadikan umpan agar terus bergerak di permukaan, sementara urusan aslinya berjalan rapi di bawah tanah.

"Kau pikir kau bisa menangkapku dengan cara ini, Dea?"

Suara sinis itu seolah terngiang di telingaku setiap kali aku melihat grafik data yang tidak sinkron ini. Aku tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara bersih. Jika data resmi tidak bisa memberiku petunjuk, aku harus mulai merayap di sela-sela operasional malam hari saat kedai tutup.

“Mas datang, Sayang."

Seseorang memelukku dari belakang, di tengah keramaian coffee shop ini. Ia mencium bahuku dari belakang dengan mesra dan tanpa malu.

“Heh!" Aku menggeser posisiku, untuk melihat pelaku tersebut.

Hmm, laki-laki muda ini.

“Malu, Mas! Lagi banyak pengunjung," tegurku dengan melepaskan pelukannya di pinggangku.

"Di mana ruanganmu, De?” tanyanya dengan melihat sekeliling tempat usaha milik ayahnya ini.

Benar, mas Barraq datang. Setelah tiga bulan ia tidak ada komunikasi denganku, tiba-tiba ia datang dengan ransel cukup besar di punggungnya.

"Di belakang bangunan ini, Mas. Ada pintu di dapur, itu pintu penghubung ke bangunan belakang.” Yang aku maksud adalah tempatku tinggal. Ruko yang aku tempati setiap hari, di mana bangunan bawahnya adalah office pusat. Sedangkan bangunan atasnya adalah kamarku.

“Mas duluan ya?" Ia langsung beranjak pergi.

Ah, apa aku membicarakan hal ini dengan mas Barraq saja dulu? Ia pasti akan menyampaikan pada orang tuanya kan?

Aku bergegas berniat menghampiri mas Barraq. Namun, aku malah berpapasan dengan Citra di pintu penghubung.

“Wah, wah… ternyata peliharaannya pak Barraq. Pantas aja datang-datang langsung jadi General Manager,” sindir Citra terang-terang.

"Kerja itu pakek otak, bukan pakek orang dalam!” balasku cepat tak mau kalah.

Ia memperhatikan kukunya yang rupanya baru di nail art itu. Sejak kapan ia melakukan itu? Padahal sejak awal masuk kukunya polos saja tidak seperti takut kalah saing begitu.

"Orang dalamnya kan suka buka-buka pakaian d****. Paham kok alurnya,” celetuknya tidak sopan, kemudian melewatiku dan menutup pintu penghubung dengan kasar.

Aku merasa kedudukanku di sini melukai hati banyak orang. Aku tidak merasa damai seperti di cabang yang berada di Pulau Jawa. Tidak ada tentram-tentramnya di sini.

Aku merasa, seperti ada yang mengawasiku ketika aku akan masuk ke dalam hunianku. Aku memperhatikan sejenak orang-orang yang tengah berkutat dengan layar mereka itu, staff office cukup sibuk. Terlihat sangat jelas di lantai atas yang bisa menghubungkan ini.

"Mas udah makan?” tanyaku segera, ketika memasuki ruanganku.

Karena terlalu sibuk dengan pekerjaan, aku lama merespon tawaran endorse untuk pakaian. Bahkan ada juga yang sudah kurespon, tapi tidak kunjung dibalas kembali. Mungkin ia sudah mendapatkan orang lain untuk mengiklankan produknya.

Rupanya, anak laki-laki itu sudah pulas di ranjangku. Ia kelelahan dalam perjalanan sepertinya.

Tetapi, melihat sepatunya yang sudah berada di rak sepatuku menandakan ia sempat membersihkan diri. Dirinya akan aku biarkan menikmati waktu istirahatnya, sementara aku melanjutkan pekerjaanku dulu di bawah.

Aku kembali keluar dari tempat tinggalku dan menuruni tangga untuk bisa bergabung dengan staff office. Mereka tengah sibuk, aku tahu mereka benar-benar sibuk. Namun, ada satu orang yang malah gelagapan saat aku akan melewati mejanya.

“Eh, Ibu," sapa Joel. Sejak malam di club itu, ia benar-benar canggung padaku.

“Boleh Saya cek pekerjaan kamu sebentar?" Aku langsung mengambil alih kursor mouse tanpa izin darinya.

Banyak tab yang belum tertutup di sini. Napasnya sampai terdengar jelas ke telingaku, ketika aku membuka tab itu satu persatu.

Yang aku bayangkan adalah website judi online. Atau rumus-rumus yang sengaja ia sembunyikan untuk memanipulasi data ini. Tapi, tidak kusangka ia malah melihat YouTube dewasa. Cepat-cepat, aku mengembalikan pada tab utama.

“Kerja yang benar lah!" tegurku dengan meliriknya sinis.

"Iya, Bu. Maaf…” Ia menangkup kedua telapak tangannya di depan dadanya.

Aku terkadang mencurigainya mengutak-atik data. Tapi ternyata ia adalah laki-laki mesum yang tidak tahu tempat.

Citra memang memainkan data, tapi data dari awal sudah dipermainkan. Jadi bukan hanya dia orangnya. Aku sempat berpikir bahwa itu adalah Joel, tapi ternyata ia malah sibuk dengan fantasinya sendiri. Siapa lagi ya kira-kira?

Beberapa jam berlalu, staff office pun sudah waktunya pulang. Hanya waiters yang masih fokus bekerja, bahkan di jam empat sore sudah masuk beberapa orang yang sengaja mengambil pekerjaan part time. Kebanyakan dari mereka adalah anak kuliahan.

Ini jadwalnya aku nge-gym, akan aku ajak mas Barraq barangkali ia sudah bangun juga. Karena hari mulai petang, masa iya ia tidur selama itu?

“Mas…,” panggilku ketika memasuki tempat tinggalku.

Namun, aku mendapatkannya masih tertidur pulas dengan tangan menggenggam…

Omaa, ia menggenggam wadah dadaku.

Aduh, aku lupa lagi. Saat semalam tidur, aku meloloskannya begitu saja dan belum sempat aku taruh di keranjang baju kotor. Semalam aku taruh di sebelah bantal tidurku.

Eh, apa itu? Tunggu dulu. Aku mencurigai sesuatu.

Tapi, masa iya?

Saking penasarannya, aku sampai berjongkok mengambil beberapa tisu yang seperti sudah digunakan itu di sisi kanan bawah ranjang. Aku mengambil salah satunya, kemudian mencoba menggunakan indra penciumanku lebih dekat.

Ya Tuhan, anak laki-laki ini!

Sempat-sempatnya ia memanjakan miliknya sendiri dengan tangannya. Apa jangan-jangan ia…

Maksudku, ia mengkhayalkan tentangku lewat wadah dada yang ada di tangan kirinya itu?

“Mas, bangun!" Aku duduk di sisi ranjang dan menggoyangkan dada bidangnya.

Eh, apa? Dada bidangnya?

Aku gagal fokus melihat perutnya yang kotak-kotak keras itu, dadanya pun amat bidang dan nyaman jika dijadikan bantal tidurku. Pasti, pasti semakin bawah semakin berotot.

“Buka aja," ucapnya serak.

Aku langsung membuang arah pandangku dari tengah-tengah tubuhnya ke arah lain, kemudian menarik tanganku dari dadanya. Godaanku setiap hari ya keimananku sendiri. Aku masih tidak bisa lepas dari aktivitas lamaku ketika menjelang tidur. Setiap hari siklusku seperti itu, bahkan ketika menstruasiku datang.

Aku benar-benar gila dengan tingkat libi**ku sendiri.

1
Fitri Ristina
rer the best pokoknya...ga pernah bosan dengan cerita keluarga mamah dinda
Batriani
tak sanggup ku berkata kata ingin mencela takut kualat pula aku ... jaga diri aja kau ya de' . dr awal udah kata urus cerai kau..... ya sudah lah ikutin aja kisah kau ama siberraq itu......
Rini qi: jgn anggap remeh dea...
total 1 replies
Christine
hahahaha itu jagung Afika dea....
Christine
astaga....rasanya gmna itu goyang sambil tlpn ora konsen ak mas
Miss F
urs de ceraimu
barrack jgn blg kamu badboy,,kyk mantan pcrnya adiknya canda,,ceria skalane😠😠
Miss F
jgn SMP de kamu cm dicicipi barrack tok tp g dtanggung jwbi...
Batriani
pak suami mana pak suami.... permainan apa ini, geli2 basah.....🤭
Miss F
KLO BNR garis 2 nangis loe de dipojokan🤣🤣🤣
Christine: 🤭🤭🤭🤭👍👍👍
total 3 replies
Christine
aku kok ikut menegang de
Christine
jangan.....ihhh ak mlh berdoa jgn ada yg dtng takut ihh tetiba digrebek ...
Rini qi
🫣
Fitri Ristina
suami mana suami...
Miss F
abis baca sidea koq JD cenat cenut🤣🤣🤣
Christine: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kesetrum say
total 1 replies
Miss F
de,,kamu dminta baik2 dksh status gakk mau malah milih yg haram😞
Christine
hahahaha serang balik de dibilangin kelamaan klu nungguin dia
Miss F
yg minum mas barrack ehhh authornya yg kena pngaruh alkohol jg JD mabok🤣🤣
Miss F
tak ingat kau de pesan ayah wiya n ayah bara😞
Batriani
wah...😟. jebol pertahanan nya...
Christine
wahhh besar uhhh aku kok ikut nahan de..ya ampun de bagi2 atuh de
Christine
hahahahaha....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!